
" Terimakasih banyak anak-anak manis dan juga pintar-pintar. " Kata tamu yang mengunjungi restoran milik Rita Gilberto Xu dengan senyum ramah kepada Bernard dan Ester.
" Sama-sama, Oom. Semoga oom rajin untuk datang makan di restoran kami ya..! " Kata Bernard dengan suara cerianya.
Tamu itu memberikan uang tips kepada mereka sebagai tanda senang menikmati makanan yang di jual di restoran mereka. Melihat ini, Rita sangat bangga dengan anak-anak nya yang baik dan pintar itu.
" Anak-anak kalian adalah harta Mama yang paling indah dan berharga di dunia ini. " Kata Rita memeluk kedua orang anaknya.
Seorang tamu lain datang untuk makan siang di restoran mereka. Mereka pun segera melayani tamunya dengan sukacita sekali tetapi tamu ingin berkenalan dengan Rita.
" Maaf, Pak. Saya cuma seorang wanita biasa yang kerjanya cuma jualan makanan rumahan yang sederhana. " Kata Rita yang enggan untuk memperkenalkan dirinya kepada tamu itu.
" Bu, saya ingin mengajak Ibu untuk mengikuti perlombaan memasak di sebuah acara televisi karena saya melihat makanan ibu sangat bersih dan sehat juga enak. Ibu, coba saja dulu nanti ada hadiahnya loh untuk mengubah masa depan restoran ibu..! " Kata tamu itu yang ternyata dari salah satu program televisi yang ingin undang Rita untuk ikuti perlombaan memasak.
" Wah, gimana ya, Mbak? Saya ini sangat kikuk dan malu kalau tampil di televisi untuk ajang lomba memasak yang Mbak sponsori. " Kata Rita dengan nada sopan kepada Mbak Dian.
" Wah, gitu ya, Bu? Ibu gak usah khawatir karena saya dan tim akan memberikan arahan untuk Ibu di ajang perlombaan memasak itu. " Kata Mbak Dian yang terus menerus berusaha untuk bujuk Rita ikutan acara perlombaan memasak di televisi.
" Ma, ikutan saja. Siapa tahu restoran kita akan terkenal di seluruh Indonesia. " Kata Bernard dan Ester yang memberikan dukungan kepada Rita.
" Anak-anak..! " Kata Rita yang menatap anak -anaknya dengan tatapan mata gemas.
"Kak Rita, ikut saja perlombaan memasak di televisi karena Evelyn akan mendukung Kakak loh..! " Tak pernah di sangka oleh Rita kalau Eve adik iparnya akan mengunjungi restorannya dan mendengar tentang perlombaan memasak di televisi bahkan memberikan dukungan untuk Rita.
__ADS_1
" Eve...? "
" Ayolah, Kak.. Semangat untuk sukses..! " Kata Evelyn memberikan senyuman yang membuat Rita semangat.
" Oke, Mbak Dian. Aku ikut deh perlombaan memasak di televisi di acara Mbak Dian. " Kata Rita pada akhirnya mau juga ikut acara televisi tersebut.
" Wah, baiklah. Saya akan mendaftarkan nama Ibu Rita Gilberto Xu di acara perlombaan memasak saya. " Kata Mbak Dian yang langsung memasukkan nama Rita Gilberto Xu di dalam daftar perlombaan memasak nya.
Lalu, Evelyn membantu Rita melayani tamu -tamu yang mengunjungi restoran Rita Gilberto Xu di mulai dari siang hari itu sampai sore hari dan di jemput oleh Ray yang sekalian dari pulang kerja.
" Sayang, gimana kerja mu hari ini di restoran kak Rita? " Tanya Ray yang langsung memesan makanan juga kepada isterinya yang melayani nya sebagai karyawan baru di restoran Rita.
" Menarik sekali. Aku sangat senang bekerja di restoran Kak Rita, Kak Ray. Bahkan tadi aku banyak melayani tamu -tamu yang mengunjungi restoran Kak Rita. " Jawab Evelyn yang menaruh hidangan bakmie seafood di meja untuk Ray.
"Sama-sama Kak Ray 'kan kerjaan aku dapat dari kamu rekomendasikan aku untuk kerja sebagai karyawan di restoran Kak Rita. " Kata Evelyn kepada suaminya yang selalu memikirkan yang terbaik untuknya termasuk dalam memilihkan pekerjaan yang cocok untuknya.
" Wah, kalian berdua memang paling bisa bikin orang cembokur nih dengan kekompakan kalian berdua sebagai suami istri yang ideal di seluruh Indonesia dan dunia. "Kata Rita Gilberto Xu yang tersenyum bahagia melihat keharmonisan yang di perlihatkan oleh Ray dan Evelyn di hadapan nya.
" Ah, Kakak Rita ada -ada saja..! " Kata Evelyn tersenyum senang dengan pujian Rita Gilberto Xu untuk dirinya dan Ray.
" Kak Rita, kapan-kapan kamu carilah cowok yang baik untuk jadi suamimu dan papa sambung untuk Bernard dan Ester keponakan ku ini. " Kata Ray menggoda kakaknya yang cantik.
"Ah, Ray. Kakak masih ingin hidup sendiri untuk anak-anak kakak dan ingat kakak tak pernah ada pemikiran untuk menikah lagi. Titik! " Kata Rita yang menggelengkan kepalanya mendengar ide konyol Ray.
__ADS_1
"Ihhh, Kakak Rita kok gitu sih sekarang kakak jadi cewek yang suka sinis dan negatif thinking tentang cowok..! " Kata Ray kepada Rita Gilberto Xu sambil menghabiskan makanannya sebelum pamit pulang kepada Rita Gilberto Xu.
Ray mengendarai mobilnya menuju ke kawasan perumahan pik. Ia mengutarakan keinginannya untuk mengajak istri dan anak-anaknya berlibur bersama ke pantai Anyer pada akhir pekan pada Evelyn.
" Liburan ke pantai Anyer pada akhir pekan ini? " Tanya Evelyn menoleh kepada suaminya yang mengemudi mobil.
" Ya, sayang. Ayo kita liburan bersama dengan anak-anak kita pada akhir pekan ini di pantai Anyer. Bukankah kita sudah lama tak liburan? " Ray menjawab istrinya dengan senyuman yang memohon agar istrinya mau ikut liburan pada akhir pekan.
" Hmm, aku baru saja kerja di restoran Kak Rita tapi kamu sudah mengajak aku liburan ke pantai Anyer??? Ya, benar saja dong sayang. " Kata Eve melihat ke arah suaminya yang membukakan sabuk pengaman untuknya.
" Ouh, gak apa-apa untuk sekali -kali sayang. So, kita bisa menikmati liburan bersama dengan anak-anak kita dan mengenai pekerjaan mu itu aku akan meminta izin kepada Kak Rita untuk izinkan kamu cuti untuk liburan bersama ku. " Kata Ray membukakan pintu mobil untuk Evelyn.
" Hmm, baiklah. Aku hanya ikuti saja keinginan mu karena kamu adalah suamiku. " Kata Evelyn yang akhirnya menurutinya.
"Nah, gitu dong baru namanya istriku yang manis dan penurut pada suaminya. " Kata Ray yang menggandeng tangan Evelyn untuk masuk bersama-sama ke rumah mereka.
Pada malam harinya, Ray menyibukkan dirinya dengan berkemas untuk merapikan barang -barang anak-anak nya dan juga barang -barang Evelyn di koper mereka masing-masing.
" Eve, lihat. Aku sudah mengemasi pakaian anak -anak dan pakaian kita berdua untuk besok pagi kita bisa liburan bersama. " Kata Ray dengan penuh semangat untuk pergi liburan bersama dengan anak-anak mereka ke pantai Anyer.
" Iya, Kak Ray. Terimakasih atas bantuannya tapi kamu jangan lupa untuk siapkan susu dan pampers untuk mereka di tas mereka. " Kata Evelyn yang membaringkan dirinya di ranjang sambil memerhatikan suaminya sibuk rapikan barang keperluan mereka untuk liburan.
Bersambung!
__ADS_1