Stay For Love

Stay For Love
Episode 89.


__ADS_3

Jenny gemetaran pada sekujur tubuhnya yang kaku karena penyakitnya telah membekukan dari sebagian tubuhnya melihat tatapan di sepasang mata Doni Wildan kepadanya yang merupakan ancaman terhadapnya.


" Baiklah, Ma..Lukas pergi cuci buah dulu ya di wastafel di kamar mandi..! " Kata Lukas yang menyerahkannya kepada Doni.


Jenny segera berusaha mencegah Lukas pergi darinya dan di gantikan oleh Doni yang bertugas menjaga dirinya. Namun, Doni sudah meraih jemarinya dari pergelangan tangan kanan Lukas seraya berkata.


"Ma..Mama gausah cemas gitu dong..! 'kan ada Papa di sini menemani Mama..! " Kata Doni nada lembut kepada Jenny.


" Iya, Ma..Lukas juga akan cepat kembali kepada Mama kok di sini..! " Kata Lukas membelai dahi nya dengan lembut.


Lalu Lukas meninggalkan Jenny di kamar pasien bersama dengan Doni yang menggunakan satu rencananya yang sudah dipersiapkannya itu dari benaknya sejak Ia mulai membenci istrinya itu.


"Jen...Sebaiknya kamu tidur untuk selamanya.. Jadi, kau tak perlu menyusahkan kami lagi..! " Kata Doni yang menggambil bantal kepala di bawah kepala Jenny.


Lalu Doni menutup wajah Jenny dengan bantal sampai wanita itu sesak napas dan kehabisan napas lalu Jenny pun meninggal dunia karena perbuatan Doni terhadap istrinya itu.


" Jen..! Jenny bangunlah..!! " Teriak Doni yang berpura-pura kaget dan menangis melihat istri nya terbaring kaku dengan sepasang matanya itu melotot kepadanya.


"Pa..! Mama kenapa ? " Tanya Lukas yang telah kembali dari mencuci buah dan terkejut bukan main mendengar suara jeritan dan tangisan dari Papa nya.


Tim dokter berdatangan untuk memeriksa Jenny dengan cermat usai mereka mendengar teriakan Lukas yang memanggil suster sambil menekan bel.


"Beliau sudah meninggal dunia pada jam tiga sore hari karena sesak napas yang mendadak di paru -paru nya melalui lubang hidung dan mulut Beliau..!" Lapor Dokter yang menangani Jenny kepada Lukas dan Doni Wildan.


Lukas terpukul sekali sampai menangis sedih sekali memeluk jenazah Jenny yang di tutup oleh selimut putih rumah sakit. Sedangkan, Doni di sudut tersenyum senang sekali dengan hasil aktingnya itu yang menipu Lukas dan para tim medis.


" Mamaaa...!! " Pekik Lukas menyayat hati.


*******

__ADS_1


Ray menabrak tiang listrik secara mendadak di sore hari itu di jam pulang kerja mengendarai mobil pribadi nya. Ray tampak pucat sekali saat sejumlah orang pengendara lain mendatangi nya untuk menanyakan keadaannya.


" Pak..Apa Bapak baik -baik saja ? Apakah ada yang terluka ?" Tanya salah satu pengendara lain di sisi kanan dengan nada suara peduli kepada keselamatannya itu.


" A...! Aku...! Ahhh...! "


Ray jatuh pingsan di dalam mobil pribadinya dan mengejutkan semua pengendara lain serta tiga orang polisi lalu lintas yang mendatangi dan juga mengeluarkannya dari dalam mobil pribadinya itu.


"Cepat ! Cepat kita bawa bapak ini ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa nya...!" Kata Salah satu polisi dengan nada tergesa - gesa.


Ray pun di bawa ke rumah sakit daerah Jakarta Pusat yang terdekat dari kejadian mobilnya yang menabrak tiang listrik di dekat kantornya Ray bekerja setiap harinya.


Eve yang di hubungi oleh pihak berwajib tentang Ray yang mengalami kecelakaan menabrak tiang listrik di dekat kantor Ray pada sore hari saat Ray ingin pulang ke rumah.


" Iya, Pak..Makasih atas pemberitahuan yang Bapak Polisi tentang suami Saya yang bernama Raymond Gilberto Xu yang di rawat di rumah sakit Cipto Mangusucipto di karenakan suami Saya mengalami kecelakaan mobil dengan menabrak tiang listrik di dekat kantor nya..! " Kata Eve sangat gugup sekali karena Evelyn di dera perasaan cemas sekali kepada Ray.


Eve berlarian di sepanjang lorong rumah sakit untuk melihat Ray yang di rawat ruang inap usai menjalani pemeriksaan secara intensif di IGD. Ray untungnya tak mengalami luka sama sekali di tubuhnya.


Eve memeluk Ray dengan perasaan gusar dan gelisah serta khawatir sekali di raut wajahnya di atas dada bidang dan kekar Ray sambil tiada pernah berhenti menangis.


" Aduh..Basah banget nih baju dan dadaku oleh tangisanmu..! " Kata Ray membuka kedua mata sambil lengannya memeluk punggung Eve.


" Habisnya kau menakutiku dengan tingkah mu yang konyol banget tahu, gak?! " Sahut Evelyn nada merajuk kesal kepada Ray.


" Hehehe..Iya, ya..Maafin Aku ,Sayang..! Aku juga tak mau menabrak tiang listrik yang dungu itu berdiri tegak di depan baku jalan di belokan ke arah keluar dari kawasan kantorku..! Yaudah ke tabrak deh olehku..!" Kata Ray.


"Trus saja semua kau salahkan dan kau selalu benar..!" Gerutu Eve yang menarik jakun di leher Ray dengan gemas sampai Ray melototinya.


" Aduduh..Sakit nih..! " Kata Ray yang menariknya mendekatkan wajahnya ke wajah Ray lalu Ray mengecup bibirnya.

__ADS_1


" Apa -apaan kau ini ? Sakit kok di jadiin alasan untuk menggerayangiku di rumah sakitt..! " Kata Eve yang di angkat dari atas tubuh Ray untuk di pindahkan posisinya itu dengan berbaring di bawah Ray.


" Hehehe..Ini yang dinamakan banyak jalan tikus menuju ke sarang nya..! " Kata Ray yang mulai menjelajahi Eve dengan sentuhan demi sentuhan dari bibir hingga ke seluruh tubuh Eve.


"Eii...! Stopp..Janji puasa dua tahun untuk kamu tak boleh menyentuhku selain ciuman dan juga pelukan..! Karena aku tak mau hamil lagi untuk sekarang ini..! " Kata Eve yang mendorong Ray dengan cepat sebelum Ray pura-pura lupa akan janji Ray untuk tidak melakukan hubungan suami -istri selama dua tahun kepada Eve.


" Ah...Kau 'kan pakai suntik kb setiap bulannya. Aman kok untuk terhindar kehamilan yang jarak nya masih terlalu dekat untuk si kembar punya adik..! " Kata Ray yang menjilati telinganya.


"Ya, sih..Tapi , aku sangat takut akan hamil lagi..! Kak Ray..Please..Sakit tahu melahirkan itu..! " Kata Eve yang merinding saat jemari Ray telah menyentuh sana -sini di seluruh tubuhnya yang indah.


"Hmmm..Ya, ya..Ya..Aku stop..!" Kata Ray yang menghentikan kegiatan yang di gemarinya itu kepada Eve.


Lalu, Ray duduk di tepi ranjang pasien dengan wajah sendu dan senyum ceria nya telah hilang serta tak mau menatap Eve sampai Eve merasa cemas di abaikan oleh Ray.


"Kak Ray..! "


" Emmm....! "


" Jangan marah lagi dong sama aku..! "


" Emm...!"


"Kok emm terus sih? "


" Habisnya aku harus ngomong apa lagi setelah dahaga dan laparku tak kau penuhi...! " Kata Ray menghela napas sebelum menghadapi Evelyn di kira masih berada di sampingnya.


Tetapi, Ray tak mendengar sahutan dari Evelyn yang membuat Ray segera menengok ke arah sampingnya dan menemukan gadis sepupunya Evelyn yang tersenyum manis sambil melipat kedua tangan di pangkuan.


" Naydelin..?"

__ADS_1


Bersambung..!


__ADS_2