Stay For Love

Stay For Love
Season 2: (Episode 14).


__ADS_3

Chiko Gilberto Xu mengerjapkan matanya usai Ia mendengar perkataan yang di lontarkan dari Ray adiknya yang ternyata mengetahui rahasianya yang di tutupnya secara rapat.


" Kau tahu darimana tentang apa yang telah aku lakukan di belakang istriku sendiri? " Tanya Chiko Gilberto Xu dengan sikap serius kepada Ray.


" Kau tak perlu tahu aku tahu darimana dan dari siapa tentang apa yang telah kamu lakukan di belakang istrimu? Tetapi yang perlu kamu tahu kamu harus menghentikan segala perbuatan buruk mu untuk dirinya mencerminkan seorang kakak yang baik untuk ku dan Kak Rita terutama untuk Kakak Rainy Yen yang sudah tulus hati mencintaimu dan tinggal di Indonesia dengan dirinya jauh dari keluarganya dan semua orang yang terdekatnya hanya untuk mengikuti mu suaminya." Kata Ray yang menatap serius pada Chiko Gilberto Xu.


" Kau jangan pernah ikut campur urusanku, Ray. Kau mana tahu apa yang aku rasakan selama ini dengan kehidupan rumah tangga yang penuh kesepian dan seharmornis kamu dan Evelyn. " Kata Chiko Gilberto Xu yang malah marah kepada Ray, lalu pergi meninggalkan kantornya Ray tanpa menghiraukan perasaan adiknya yang sedih karena sikapnya yang seperti itu.


" Kak Chiko, kau belum berubah sejak dahulu di masa mudamu dan sekarang kamu melakukan kesalahan yang sama dengan orang yang berbeda. " Kata Ray menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena Ia merasa sedih dengan kelakuan kakaknya itu.


Ray membuka kedua telapak tangannya ketika ia melihat kedatangan sekretaris nya yang datang ke kantornya untuk memberikan berkas -berkas pekerjaan untuknya.


" Iya, Cynthia terimakasih banyak, taruh saja semua berkas itu di meja kerjaku. " Kata Ray tersenyum ramah kepada sekretaris nya.


" Ya, Pak Ray. " Jawab Sekretaris nya.


*****


Di Seoul, Korea Selatan.


Irene Song saat ini sedang merasa bahagia di hatinya karena Ia akhirnya bisa mengandung calon buah hatinya untuk keturunan suaminya yang membuatnya untuk cuti di kuliahnya untuk Ia bedrest di rumah.


" Aku akan mengambil jam mata kuliah online di rumah supaya aku bisa istirahat di rumah untuk menjaga kehamilan ku ini sampai bayiku lahir nanti. " Kata Irene Song mengelus -elus perutnya yang rata sambil makan buah alpukat kesukaan nya.

__ADS_1


Sikap Irene Song yang saat ini menikmati hari -harinya sebagai wanita hamil membuat hati Edgar Purnomo tidak karuan karena Edgar juga memikirkan bayinya yang lain di kandungan wanita lain.


" Ed, aku sudah cek USG loh jenis bayi kita adalah laki-laki dan mirip dengan kamu loh. " Kata Amelia Dansen wanita lain itu yang sedang hamil anaknya juga kepadanya sepulangnya ia dari rumah sakit tempatnya bekerja sebagai seorang dokter spesialis anak.


" Ah, syukurlah, aku turut bahagia untukmu dan bayi kita, Amel. " Kata Edgar yang menyentuh perut buncit Amelia Dansen yang saat ini telah hamil usia lima bulan.


" Ahmm, lalu gimana rencanamu untuk kami usai kamu tahu bayi di kandungan aku ini adalah bayi laki-laki, Ed? " Tanya Amelia Dansen yang meraih jemarinya untuk di taruh di wajahnya.


"Aku tetap dengan pendirian ku , Mel. Aku akan menafkahi kalian berdua tanpa aku harus menikahimu sesuai janjiku kepadamu, karena Irene isteriku di rumah saat ini juga sedang hamil dengan usia kandungannya berusia empat bulan yang membuat aku pusing dengan kalian berdua. " Jawab Edgar menghela napas di hadapan Amelia Dansen.


" Iya, baiklah. Aku takkan pernah menyusahkan mu , karena aku mencintaimu dengan caraku sendiri, Edgar. " Kata Amelia Dansen yang hanya bisa menelan kepedihan hatinya yang bisa di lihat dengan jelas oleh Edgar.


Edgar merasa kasihan dan bersalah terhadap Amelia Dansen yang telah menderita karena dia, maka ia mengejar Amelia Dansen yang sudah lebih dulu pergi ke arah parkiran mobil.


" Edgar, ya silakan. " Kata Amelia Dansen yang menangis bahagia karena Edgar mau berbagi cintanya dengan dirinya dan Irene Song.


" Iya, Amelia. Sini biar aku saja yang menyetir mobil untuk kita berdua. " Kata Edgar yang telah mengambil kunci mobil Amelia Dansen lalu Ia menggandeng tangan wanita itu untuk di ajak masuk ke mobil dari posisi lain sebelum Ia masuk dan duduk di kursi mengemudi.


" Edgar, kamu baik banget jadi cowok sehingga aku semakin besar cintaku padamu. " Kata Amelia Dansen yang melingkarkan lengannya di lengan Edgar di dalam mobil.


Edgar meraih wajahnya dengan jemarinya lalu mengecup bibir Amelia Dansen dengan mesra sekali sampai Amelia Dansen membalasnya dengan ciumannya dengan mesra juga.


Dan, setelah itu Edgar menginap di rumahnya Amelia Dansen dan memberikan nafkah jasmani dan rohani untuk wanita yang sedang hamil anak dari pria itu.

__ADS_1


" Edgar, aku sangat bahagia karena kamu mau memberikan kebahagiaan untukku dan bayi kita di dalam kandunganku ini. " Kata Amelia Dansen yang memeluk Edgar di tempat tidurnya sendiri.


" Iya, Amel. Sama-sama aku juga berhak untuk menjenguk bayiku di dalam kandungan mu itu. " Kata Edgar yang menciumnya kembali dengan mesra.


Kini, Edgar merasakan dirinya bersalah kepada Irene Song juga yang di lihatnya sedang makan buah alpukat kesukaan istrinya itu di rumahnya dan istrinya itu juga sedang hamil anaknya juga.


" Hei, Kak Edgar sejak kapan kamu ada di situ? Mari, kau duduk di sofa bersamaku. " Sapa Irene Song dengan wajah berseri -seri menyambutnya seraya tersenyum manis sekali untuknya.


" I.. Iya, Irene. Aku datang. " Jawab Edgar yang cepat menghampiri Irene, lalu duduk di sofa bersama dengan istrinya itu.


" Kak Edgar, aku ingin pergi ke mal bersamamu sore ini. Apakah kamu mau menemani aku pergi ke mal pada sore hari ini? " Pinta Irene dengan mesra merangkulnya.


" Iya, Aku mau menemanimu pergi ke mal, Irene. " Jawab Edgar yang menerima ciuman mesra Irene di bibirnya.


" Horeee, kau memang calon papa yang selalu siaga satu untuk anaknya dan Mamanya anakmu di kandungan ku ini. " Kata Irene bahagia sekali terlihat di wajahnya oleh Edgar.


Mereka pun pergi ke mal pada sore hari itu dan mereka tak sengaja bertemu dengan Amelia Dansen yang sedang melihat-lihat baju hamil di toko yang sama dengan toko baju hamil yang di kunjungi oleh Edgar dan Irene Song.


" Hai, Amelia. Apa kabar mu sekarang? Wah, ternyata kamu sudah menikah dan sedang hamil juga? " Sapa Irene Song ceria kepada Amelia Dansen yang terperangah dengan pertemuan yang tak terduga itu.


" Hai, Irene. Iya, kabarku baik dan kau benar aku sudah menikah dan aku sedang hamil juga seperti mu." Jawab Amelia Dansen dengan nada ramah kepada Irene Song namun tatapannya ke arah Edgar Purnomo yang tampak membisu di tempat pria itu berdiri di samping Irene Song.


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2