
Setibanya Eve dan Ray di rumah mereka yang di kawasan perumahan Pik Jakarta Utara. Mereka berdua mulai menyibukkan diri mereka dengan kegiatan mereka masing -masing yang menjadi rutinitas mereka di rumah itu.
Eve sibuk mengurus kedua orang bayi kembar mereka berdua yang bernama Richard Gilberto Xu dan Renata Gilberto Xu di kamar anak -anak mereka sambil menulis buku novel di aplikasi novel favoritnya.
" Rich..Kau bobo ya, sini Mama peluk kamu..!" Kata Eve menggendong Rich di pangkuannya sambil mengetik sebuah cerita berseri di layar hp nya.
Renata sudah terlelap pulas di ranjang bayi nya di sudut kamar dengan sesekali di puk puk pada bokong kecilnya oleh Eve yang tak pernah lupa dengan tugas pokoknya sebagai seorang Mama muda yang mempunyai dua orang bayi kembar beda jenis kelamin.
Sedangkan, Ray sibuk mengurus pekerjaannya di ruang kerja pribadinya dengan sesekali melirik ke luar ruang kerja pribadinya untuk berharap kalau Eve akan membawakannya camilan buah segar dari dapur untuknya.
" Ahh..Sepertinya Eve terlalu sibuk menidurkan Xiao Huan dan Xiao Wen di kamar anak -anak ku yang lucu -lucu itu..!" Kata Ray yang menghela napas mengingat kesibukan istrinya itu di dalam rumah mereka.
Namun setelah Ray menunggu selama tiga jam lamanya di ruang kerja pribadi nya, Eve sama sekali tak kunjung datang membawakannya camilan buah segar dari dapur sehingga Ray pun menghentikan pekerjaannya itu untuk menemui Eve di kamar si kembar.
Ray mengerutkan keningnya melihat Eve sedang sibuk mengetik di layar hp istrinya itu di sofa pendek dekat ranjang tidur si kembar, maka Ray mendekati Eve dan mengambil hp nya Eve dari belakang Eve sampai Eve terperanjat.
" Kak Ray..! "
" Umm..Jadi ini kerjamu selama berjam -jam aku menunggu mu untuk membawakan ku camilan buah segar dari dapur ke ruang kerjaku ?" Omel Ray.
" Ahmm..Maaf, Kak Ray..Eve lupa..! Iya, ya , Eve akan segera mengambilkan buah segar dari dapur kepada Kakak di ruang kerja kakak..! " Kata Eve segera meminta maaf karena kelalaian nya yang membuat suami nya marah kepadanya yang keasyikan main hp.
__ADS_1
"Emmm..Kau ini bisakah memberiku perhatian sedikit saja dengan memerhatikan segala hal yang ku perlukan dan butuhkan darimu sebagai istriku ? Aku sudah lama tidak mendapatkan perhatian dari mu, Eve. Tolonglah kamu dapat mengerti keinginanku sebagai suami kamu..!" Kata Ray yang menceramahi Eve di ruang makan sambil menikmati buah apel hijau yang sudah di kupas kulitnya oleh Eve.
" Bisa..! " Jawab Eve singkat.
" Kalau kau bisa? Lalu kenapa sepanjang sore ini menjelang malam kamu mengacuhkanku terus -menerus ?" Tanya Ray menatap Eve yang tak berani menatap suaminya yang sedang marah itu.
" Ya, ku pikir kau masih sibuk dengan urusan mu sendiri yakni pekerjaanmu, maka aku tak berani mengganggu mu..!" Jawab Eve menundukkan kepalanya.
"Hmm, kemarilah dan mendekatlah kepadaku..!" Kata Ray yang seketika itu juga marahnya reda saat melihat Eve menundukkan kepala dengan tak berani menatapnya.
" I..Iya, Kak Ray..! " Jawab Eve melangkah maju menghampiri Ray yang menggendongnya untuk di bawa ke kamar mereka.
" Diamlah dan turuti sajalah mauku kepadamu..! " Kata Ray yang membaringkan Eve di ranjang mereka. Lalu Ray menciumi wajah Eve dengan ciuman hangat sampai menjelajahi rahang dan leher Eve sebelum membuka piyama Eve dan menjelajahi setiap inci tubuh indahnya Eve yang selalu menjadi candu nya
" Eve..Katakanlah kepadaku kalau kamu cinta kepadaku..!" Pinta Ray dengan kelembutannya kepada Eve.
" Iya..Aku cinta kamu , Kak Ray..!" Jawab Eve.
"Jangan kau kaku begitu bilangnya..!" Kata Ray menggigit gemas bibir Eve.
" Auw, sakit..Kak Ray..!" Pekik Eve memukul pipi Ray dengan keras sampai Ray terkekeh senang melihat reaksi Eve yang menggemaskan baginya itu.
__ADS_1
" Hehehe, Eve kau sungguh manis sekali kalau merajuk seperti ini..! Kau sungguh memikatku setiap detik ku setiap waktu napasku..! Kau ini adalah gadis kecilku yang paling manis di muka bumi ini..!" Kata Ray membelai lembut Eve yang memutar bola matanya mendengar kata -kata manis Ray untuk nya.
" Kak Ray, jangan di keluarkan di dalam karena aku belum suntik kb bulan ini..! " Jerit Eve yang merasakan semburan lahar Ray yang bagaikan badai tsunami yang memasuki rahimnya.
" Ups, Eve...Aku lupa..! Maafkan aku sayangku! Cintaku..! Manisku..!" Kata Ray cepat -cepat telah menghentikan kegiatannya pada tubuh Eve dan berbaring telentang di samping Eve sambil tak pernah lupa untuk mendekap eve di pelukannya dan tersenyum senang ketika Eve sudah tertidur pulas di pelukannya.
******
Benny menghembuskan napas perlahan -lahan sesampainya Ia di parkiran motor gedung rusun Mawar pada sore hari itu yang merupakan sore hari yang paling suntuk baginya. Hal ini di picu oleh ketidakhadiran Lisa di rusun Mawar selama berpekan -pekan lamanya semenjak gadis nakal tetangganya itu pergi dari rusun mawar tanpa pamit kepadanya dan keluarga gadis tomboy itu.
" Tumben si Lisa kaburnya lama untuk kali ini ? Biasanya 'kan cuma satu atau dua hari saja ? Dan, itu pun karena si Lisa gak pernah tahan diri yang namanya gak makan? " Tanya tetangganya Benny yang belum pernah di sapa sekali pun oleh Benny semenjak Benny datang ke rusun itu.
" Eh..Emangnya Lisa sudah sering kabur dari sini tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Abah dan Emak nya? " Tanya Benny yang tak tahan untuk membahas tentang Lisa dengan tetangga uniknya itu.
" Ya, bukan sudah sering lagi..! Orang dia sudah lima puluh kali kabur dari rumahnya yang jadi kebiasaanya kalau tuh bocah mengambek ! Tapi kali ini kok lama banget ya kaburnya ? Apakah jangan -jangan si Lisa di culik orang lalu di bawa ke kapal laut dan di jual ke luar negeri? " Kata Tetangga lainnya sampai Benny terbeliak mata nya.
" Ah , gak mungkin ada orang berani menculik Lisa yang bongsor dan brutal kayak mafia kelas atas di film-film Kdrama !" Bantah Benny yany di beri anggukan aetuju oleh Bu Ecih yang terlihat sudah bosan tanpa adanya teman berantemnya itu di rusun nya.
" Iya, Lisa gak ada yang mau culik dan jual dia ke luar negeri..! Paling juga dia yang menculik dan menjual orang yang suka mengganggunya itu kalau dia sudah marah sama tuh orang..! Tapi, siapa ya orangnya?! " Ujar Teddy teman masa kecil Lisa dan sahabat paling dekat dengan Lisa di rusun Mawar.
" Eh, Elo jahat banget beri komentar tentang Lisa yang Elo komentari negatif gitu deh..!" Tegur Bu Eci memukul belakang kepala Teddy yang suka bicara seenak jidatnya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!