
Dering hp terdengar dari meja kecil di samping ranjang pasien yang di tempati oleh Ray yang saat ini terlelap usai Ray minum obat siang yang telah di antarkan suster rumah sakit kepadanya di kota Balikpapan,Kalimantan Timur.
" Ah ,tak ada jawaban dari Ray..Ah,kemana sih tuh anak ?" Pikir Benny Wildan menatap hp nya yang berada di genggaman tangannya.
Kembali Ia menghubungi Ray melalui hpnya tetapi untuk sekian kalinya Ray tak membalas telepon nya itu.Dengan menghela napas yang Benny pun memutuskan tidak menghubungi Ray lagi untuk mengabarkan tentang kabar meninggalnya Delia adik kesayangannya Ray itu.
Perumahan Pik,Jakarta Utara.
Hendrik diam -diam memerhatikan tetangganya yang menurut penilaiannya itu merupakan gadis yang amat cantik sekali yang memikatnya dan Ia pun mendekati tetangganya yang sedang duduk di beranda di rumah sebelah.
" Halo,selamat sore.." Sapa Hendrik dengan nada yang di buat sangat ramah memikat kepada Eve.
Eve menengok ke samping tembok rumahnya dan melihat ada pria tetangga yang menyapa dirinya dengan lirikan mata yang di duganya merupakan lirikan mata yang tidak sopan.
"Hai,bolehkah Aku berkenalan denganmu sebagai tetangga sebelah?" Tanya Hendrik sekali lagi.
"Maaf, Aku akan mengenalkan diriku sebagai tetangga mu setelah kamu berkenalan dengan suamiku dahulu." Jawab Evelyn yang berbalikan badan dan berjalan masuk ke ruang dalam rumah.
" Eh,ternyata Dia sudah bersuami..Tapi kemana suaminya itu?" Pikir Hendrik yang tersenyum -senyum sendiri di garasi mobilnya di rumahnya itu.
Laki -laki ini mendengus sebal melihat Istrinya yang menurutnya tidaklah secantik Agnes apalagi semanis Istri tetangga nya itu.Ia merasa dirinya telah salah memilih pasangan hidupnya itu tapi Ia harus memikirkan cara untuk menceraikan istri nya usai Sang Istri melahirkan anaknya.
"Hai, Urip apakah kamu tahu siapa nama cewek tetangga kita itu ?" Tanya Hendrik dengan alisnya bergerak -gerak centil kepada Urip supirnya yang sedang mencuci mobilnya.
__ADS_1
" Mmm...Bapak tertarik ya sama Nona Evelyn yang cantik itu..?" Tanya balik Urip yang mengenal baik cewek tetangga yang menggiurkan Hendrik.
" Tau aja kamu itu..Eh,kalau kamu bisa bantu Aku mendapatkan Wa nya ?Aku Akan berikan gaji dua kali lipat gaji mu yang sebelumnya." Kata Hendrik memakai trik gaji tambahan kepada Urip untuk Ia bisa mengenal lebih dekat dengan Evelyn.
" Mmmm..Saya sih gak akan mengecewakan niat top Bapak untuk tahu wa nya Nona Evelyn bahkan Saya bisa membantu Bapak dapat mengobrol enak dengan Nona Evelyn." Kata Urip yang ingin mendapatkan uang tambahan dari Hendrik.
"Oh,tokcer banget otakmu itu Urip..Ya kalau kamu bisa mendapatkan informasi yang lebih top lagi mengenai Evelyn.Maka,Aku akan kasih kamu rumah dan mobil yang kamu tak bisa pernah kau miliki dengan uang gaji bulanan mu itu dari Gita." Kata Hendrik dengan nada yang sangat memikat Urip.
" Siap,Bos dengan senang hati Urip akan kerjakan tugasnya Urip dengan baik." Jawab Urip dengan gembira sekali membayangkan dirinya mendapat hadiah besar sekali dari suami dari Nyonyanya itu.
Hotel Jw.Marriot,Jakarta.
Di balik selimut yang amat tebal dan bersih putih terdapat Agnes Cinora Wang yang melayani pria muda yang menjadi salah satu kekasih gelapnya di belakang David Yudistiro suaminya yang sangat miskin itu.
"Ya,Aku bahkan bisa memberikanmu pelayanan ekstra dua puluh empat setiap hari jika kamu mau membelikanku kalung berlian dan mobil mewah yang ku inginkan,Sayang." Kata Agnes menciumi Johan.
" Oh, Aku bisa memberikan semua yang kamu mau asalkan Kamu harus bercerai dari suamimu yang dungu itu." Kata Johan yang hanya inginkan tubuhnya Agnes saja bukan hal lainnya.
" Uh,mana bisa Aku bercerai dengan David..?Aku harus mencari dan mendekati kembali Ray dengan Aku menikahi Kakak tirinya Ray.." Kata Agnes di pelukan Johan.
" Ray ? Siapakah Ray yang kamu katakan itu?" Tanya Johan mendorong kasar Agnes dengan tatapan mata cemburu.
" Eh,Ray itu mantan tunanganku yang ingin Aku hancurkan hidupnya karena Ia sudah membuat hancur keluargaku yang kini menjadi keluarga yang sangat miskin sekali." Jawab Agnes dengan pintar membalikan keadaan.
__ADS_1
" Oh, Sayang..Kamu gak perlu memikirkan cowok yang telah menghancurkan keluargamu itu karena Aku Johan kekasihmu ini akan memberikan apa yang kamu inginkan sebagai pengganti kerugian yang kamu dapatkan dari mantan tunanganmu itu yang katamu itu sangatlah di benci olehmu." Kata Johan yang menjelajah kembali seluruh tubuh indah Agnes.
Di sebuah bengkel bubut yang amat kotor dan kumuh ada David yang sibuk bekerja dengan giat sekali memperbaiki berbagai mesin bubut dan dinamo di bengkel tersebut.
" David, sekarang jam Istirahat makan siang nih sebaiknya kamu makan siang dulu,gih?!" Ucap salah satu teman kerjanya David kepada David.
" Ah,Sayuti ya sebentar lagi Aku akan makan siang kok." Jawab David sambil mencongkel mesin yang sedang di perbaikinya itu.
David menaruh peralatan bengkelnya lalu mencuci tangan di keran di luar bengkel bubut itu kemudian Ia pergi ke warung makan yang berada di depan gang jalan menuju ke bengkel bubut itu.
"Bu Irma,Aku pesan nasi sama tempe orek dan emping juga sambel matanya ya?Berapa semua nya,Bu ?" Tanya David dengan tangan kanannya menunjuk ke menu makanan yang Ia ingin di beli nya itu kepada pemilik warung makan.
" Ah,ya Pak David.Totalnya lima belas ribu rupiah." Jawab Bu Irma yang menyiapkan pesanan menu makanan yang ingin di beli oleh David.
David pun lalu menikmati makan siangnya amat sederhana itu dengan nikmat sekali sambil lihat- lihat isi layar hp nya yang memperlihatkan akun Ig nya Ray yang tertutup.
" Aih, Ray memblokir akun Ig ku.." Kata David yang merasa Ray benar-benar membencinya karena Ia pernah mencelakai Evelyn Istri Ray itu.
"Eve...?Ah,Aku harus mencari tahu Ig nya Evelyn supaya Aku bisa bertemu kembali dengan Ray untuk Aku bisa meminta maaf kesalahan masa lalu kepada Ray,maka Aku bisa bekerja di salah satu usaha milik keluarganya Ray." Kata David yang mendapatkan ide untuk bertemu dengan Ray lagi.
Evelyn berteriak kaget sekali karena tetangganya itu menemuinya di supermarket di luar kompleks perumahannya tinggal ketika Ia selesai belanja bulanan di supermarket tersebut.
"Hai, Evelyn bisakah kita ngobrol di warung bakso di ruko seberang supermarket ini?" Sapa Hendrik menghentikan langkah Evelyn yang ingin berjalan ke mobilnya yang terparkir di depan supermarket.
__ADS_1
Bersambung..!!