
Melihat Benny Wildan tak bisa berbuat apa -apa lagi setelah mendengarkan ancaman Bapaknya itu membuat Sally dengan hati lega sekali bahwa Dia akan selalu menjadi istrinya Benny Wildan sampai kapanpun jua.
" Meski pun kalian tetap suami -istri namun kalian harus menjebloskan Tommy ke penjara karena Ia telah menodai istri mu,Benny.Kalian juga harus pergi dari perumahan Bouggenville untuk nama baik kompleks perumahan kami tetap bersih dan sehat." Kata Bapaknya Sally memberikan solusi yang terbaik untuk Sally terutama daripada untuk Benny Wildan menantu miskinnya itu.
" Suatu pemikiran dan jalan yang paling tepat bagi kami berdua,Bapak.Sally ucapkan makasih pada Bapak yang mau membantu Sally dan Kakak Ben bisa selalu bersama -sama kapanpun juga karena Sally sangat mencintai Kak Ben." Kata Sally yang menangis untuk ungkapkan rasa syukurnya atas bantuan Bapaknya itu. Dirinya tidak di ceraikan oleh Benny Wildan pria yang sangat berarti bagi hidupnya itu.Ia mendekati Bapaknya yang maju untuk memberikan pelukan untuk mendukungnya sebagai orang tua yang selalu melindungi putri kandungnya untuk kapan pun juga.
"Sal, jagalah dirimu baik -baik ya?Ingat kamu itu harus bahagia." Kata Bapaknya yang memberikan pelukan kasih sayang kepadanya.
" Iya,Bapak.Sally pasti akan bahagia bersama Kak Ben dimana pun Sally berada."Kata Sally dengan berurai air mata hangat kepada Bapaknya itu.
"Ya sudah,sebaiknya kamu segera pergi kemana pun Benny membawamu dari sisi Bapak dan Ibu mu di sini dan hiduplah bahagia ya nak." Kata Ibu nya yang memberikan kecupan hangat di kening nya.
Benny Wildan yang sudah merasa kecewa hatinya itu tetap diam tak banyak bicara.Ia memutuskan untuk balas dendam perbuatan Sally yang pernah selingkuh dengan pria lain di belakangnya setelah mereka berdua sudah pergi jauh dari keluarganya Sally di kota Bogor.
" Masuklah." Kata Benny Wildan membawakan tas berisi barang-barang nya dan barang-barang Sally dan memasukan semua barang -barang itu ke dalam bagasi mobil merk Avanza warna silvernya itu.
" Ya, Kak Ben." Jawab Sally yang segera masuk ke mobil itu dengan duduk manis di kursi penumpang di samping kiri tempat duduk Benny Wildan yang menjadi driver nya.
__ADS_1
Mobil itu melaju kencang keluar dari perumahan Bouggenville di kota Bogor,lalu dengan kecepatan yang cukup sesuai dengan peraturan berkendara mobil itu menuju ke daerah kota Bekasi Barat dan masuk ke kompleks perumahan Mawar Kuning di kota itu juga.
Sally berdiri di depan sebuah rumah tingkat dua yang bercat warna coklat dan ada tulisan nomor rumah itu adalah nomor 89. Ia melihat rumah itu dengan perasaan yang sangat sukacita karena Ia bisa selalu bersama-sama dengan suaminya yang memiliki tempat kerja di kota yang sama dengan tempat tinggalnya sekarang ini.
Ting tong...!
Benny menekan bel di samping tiang warna coklat dengan pot bunga melati yang berada dekat sekali dengan angka 89 dari rumah itu yang tulisannya itu adalah Rumah Lestari.
Ceklek..!
Pintu kayu warna biru terbuka dan muncullah anak perempuan usia enam tahun yang berlarian ke pintu gerbang sambil membawa kunci yang ada gantungannya motif Candi Mendut.
" Apa ? Kak Ben ,apa maksud anak itu? Kenapa Ia memanggilmu dengan panggilan Papa?" Tanya Sally tercengang dengan panggilan Papa untuk Benny Wildan dari anak perempuan yang bukakan pintu gerbang untuk dirinya dan Benny di rumah itu.
" Dia putriku ,Sal." Jawab Benny singkat sekali.
" Apa yang benar saja Kamu ,ya?! Gak mungkinlah anak itu adalah putrimu?! " Tukas Sally dengan nada marah kepada Benny Wildan.
__ADS_1
" Dia putri adopsinya ,Kakak Benny. Dan ,dia itu putriku ,Kak Sally." Jawab wanita muda yang kini telah menyambut kedatangan mereka berdua ini kepada Sally dengan senyuman ramah.
" Adopsi ?Lalu namamu siapakah ?Rumah ini punya siapa?" Tanya Sally dengan alisnya tertaut kencang di dahinya kepada Mia Renata.
" Iya, anak itu adalah putri adopsi nya Kak Benny dan namanya adalah Susan Lestari karena Aku Bunda nya yang bernama Mia Renata Lestari ,lalu mengenai rumah ini adalah rumah bersama untuk kita bisa hidup bersama di rumah ini dengan rasa hati damai, Kak Sally." Jawab Mia Renata dengan senyuman ramah dan tulus kepada Sally yang di ketahui olehnya adalah istrinya Benny Wildan pria yang di cintainya itu.
"Oh ,tak mungkinlah kita bisa hidup bersama -sama di rumah ini.Lagipula, Aku tak percaya kau tak ada maksud lain dengan suamiku yang tahu sangat terlalu baik hati ini." Kata Sally dengan nada sarkatis kepada Mia Renata yang tampak tersinggung juga dengan sikap Sally yang tidak bersahabat dengannya.
" Untuk urusan tempat tinggal di rumah ini adalah keputusan bulat dariku sebagai kepala keluarga di rumah ini.Sally sayang, karena kamu sudah tahu sekarang ku perjelas dengan terperinci kepadamu ya? " Ucap Benny Wildan menatap tajam sekali Sally yang terkesiap kaget bukan main.
" Apa maksudmu, Kak Ben? Tolong kamu berikan penjelasan kepadaku?" Tanya Sally dengan nada terguncang sekali dengan suatu kejutan yang tak terduganya dari Benny Wildan.
"Sally, ku beritahu kau dengan jelas ya? Mia ini adalah istri keduaku atau istri mudaku yang akan menjadi madu mu dan Susan ini bukanlah anak adopsi ku tetapi putriku dengan Mia Renata yang sangat ku sayangi ini.Jadi,kau terimalah hadiah yang ku berikan ini kepadamu,wanita gila lelaki..!" Jawab Benny Wildan dengan nada dingin sekali kepada Sally yang menjadi pucat wajahnya itu dan Mia Renata terlihat bingung dengan jawaban yang di keluarkan dari mulutnya itu atas pertanyaan dari Sally.
"Kauu...! " Suara Sally sangat tercekat oleh batin yang di hadapinya itu telah terguncang dengan pembalasan dari Benny Wildan yang sangatlah kejam kepadanya itu.
" Jangan pernah menyalahkan Aku yang sudah lebih dahulu telah kamu sakiti dengan keji melalui perselingkuhan gila mu dengan mantan pacarmu hingga kau hamil anaknya tetapi kau dan keluarga mu itu dengan hina menjerat ku dengan hinaan mengenai kasta ku dan pekerjaanku yang sangat di anggap tak berarti oleh keluargamu itu,Sally.Aku sekarang memang tidak bisa menceraikanmu tapi Aku bisa menduakanmu untuk mengikatmu untuk selamanya bersama denganku atau kau tunggulah sampai Aku bisa jauh lebih sukses dan kaya raya dari keluargamu.Maka, Aku bisa menceraikanmu untuk Aku dan kamu terbebas dari kehidupan yang kau buat sendiri persis kehidupan di dalam neraka dunia." Jawab Benny Wildan dengan suara yang penuh kebencian yang amat dalam sekali kepada Sally.
__ADS_1
Sally menangis tersedu -sedu di lantai teras dalam rumah itu sedangkan Mia Renata dengan diam -diam mengajak Susan untuk masuk ke ruangan dalam rumah itu agar mereka tidak mendengar percakapan yang sangat pahit itu antara Sally dengan Benny Wildan.
Bersambung..!!