Stay For Love

Stay For Love
Episode 82.


__ADS_3

Irene tanpa sadar kalau Ia di pandangi oleh pria muda yang duduk di kursi taman di tepi sungai Hankang,pria ini adalah Joshua Kim yang tidak berani mendekatinya lagi semenjak Joshua Kim telah mengetahui peristiwa memalukan yang di alami oleh pemuda itu dengan teman kerjanya yang bernama Tiffany Hsu.


"Tif,bisakah kau tak terus menerus mengganggu ku untuk hari saja?" Tanya Joshua Kim yang di datangi Tiffany Hsu di apartemennya pada tiap harinya.


"Tidak..Sampai Aku bisa mendengar keputusan mu untuk satu keinginan kecilku kepadamu sejak kau merenggut kesucianku di pesta sialan itu di kapal pesiar berengsek itu.." Jawab Tiffany Hsu menatap tajam kepada Joshua Kim.


"Akh..Aku akan membuat keputusan untuk hari ini yakni Aku akan mengakhiri hubungan asmara ku dengan Irene Gilberto Xu kekasihku itu agar Ku bisa memberikan masa depanku kepadamu sebagai tanggung jawab ku kepadamu.Hal itu di karenakan Aku seorang pria sejati." Kata Joshua Kim mengangkat tatapan mata untuk menatap lurus Tiffany Hsu.


"Emm..Baiklah.Aku tunggu kabar gembira itu dari mu di rumah orang tua sesudah kau putus dengan Irene." Kata Tiffany Hsu kepada Joshua Kim sambil menyentuh relung wajah tampan pria berkacamata itu.


"Tsk..Kau tunggulah dengan sabar di rumah mu dan sekarang kamu pulang dulu..!" Ucap Joshua Kim yang menepis jemari Tiffany Hsu yang centil menyentuh relung kulit di wajahnya itu.


"Emm..Ok...Sayang jangan ngambek gitu dong kepadaku.." Kata Tiffany Hsu dengan senyuman yang menyiratkan ketegasan yang menantang Joshua Kim untuk menyatakan kalah darinya.


Joshua Kim teringat pagi hari di apartemennya dengan perasaannya berubah menjadi jengkel sekali sampai Ia tak sanggup untuk tidak teriak di tepi sungai Hankang pada sore hari itu dan Ia tahu suaranya telah terdengar semua orang yang mengunjungi taman indah di tepi sungai Hankang,termasuk Irene.


" Jo..Ternyata kamu sudah berada di sini sejak setadi aku berdiri di belakangmu sejak pagi hari sampai kedua kaki ku gemetar karena terpaan angin dingin musim gugur di sini?" Tanya Irene dengan tatapan tak percaya dengan kedua mata nya dengan kehadiran Joshua Kim yang telah membuatnya menunggu seperti orang bodoh di tepi sungai Hankang seharian itu dan termasuk di hari -hari sebelumnya Ia tak menerima pesan Wa atau telepon dari Joshua Kim.

__ADS_1


"Ahh...Iya..Aku ingin mempersiapkan diriku agar Aku bisa mengatakanmu kepadamu kalau Aku ingin putus darimu." Jawab Joshua Kim dengan suara yang ibarat petir bagi Irene.


"Kau memutuskan ku karena apa?Apa salahku kepadamu,Jo?" Tanya Irene merasa hatinya itu sungguh sakit sekali.


"Ya, Karena kita tidak cocok sama lainnya..Maaf aku harus pergi..." Jawab Joshua Kim dengan cepat lalu meninggalkan Irene yang menangis di tepi sungai Hankang di bawah guyuran hujan di pertengahan musim gugur.


Irene tak pernah tahu apa yang harus dilakukan olehnya sekarang ini sesudah Ia putus dengan Joshua Kim kekasih yang amat di sayangi dan di cintainya itu.Airmatanya semakin deras saat Ia teringat masa -masa terindahnya dengan pacar nya yang berasal dari negeri Ginseng itu.


"Irene...Di sini hujan...Mari kita pulang..." Ajak pria lain yang membawakannya payung lalu pria itu menuntun tangannya untuk berjalan cepat ke area parkir mobil.Pria ini membukakan pintu mobil untuknya dan Ia pun masuk dengan hati dan pikirannya masih kosong dan pedih sekali.


Ia semakin tidak menyadari saat mobil telah meluncur ke jalan raya yang memiliki beberapa ruas jalan untuk di lalui mobil yang di kendarai oleh Edgar pria tampan yang menemaninya itu.


Di apartemen,Regina putri Bruno membulatkan tekadnya untuk melakukan aborsi secara diam- diam tanpa sepengetahuan suaminya yakni Jeremi Song.Ia telah meminum ramuan herbal aborsi pada pagi hari yang sama dengan pagi hari nya Irene yakni di pertengah musim gugur di Ibukota Seoul,Korea Selatan.


"Augh..Mulai ada reaksinya.." Kata Regina saat Ia merasakan sakit di bawah perutnya di siang hari saat Ia sedang memasak makan siang untuknya dan putranya itu Bimo Song.Sedangkan Jeremi Song suaminya sedang berada di luar rumah di karenakan ada urusan bertemu dengan klien dari perusahaan tempat Jeremi bekerja.


Regina segera berlari ke toilet dan melihat darah yang mengental keras telah mengucur deras dari dalam organ kewanitaanya seperti Ia mengalami menstruasi namun darah itu semakin lama yang keluar semakin deras yang membuatnya lemah dan jatuh pingsan di kamar mandi.

__ADS_1


Dapurnya yang sedang menyalakan api di atas kompor tak di perhatikannya sehingga panci isi sayur nya itu tumpah dan terjadilah kebakaran yang dashyat sekali yang menghabiskan segala yang ada di apartemennya itu.


Jeremi Song pulang ke apartemen dengan raut wajah pucat dan kaget sekali melihar ada begitu banyak sekali orang berkumpul di luar gedung apartemen serta adanya pemadam kebakaran dan ambulance serta polisi yang menyegel unit bagian apartemennya itu.


" Ada apa ini ? Apa yang telah terjadi pada unit apartemenku? Dimanakah istri dan anakku yang berada di dalam unit apartemenku?" Tanya Jeremi Song dengan suara tersendat-sendat kepada setiap orang yang berkumpul begitu amat rapat di luar gedung apartemen.


"Tuan Song..Unit apartemen Anda kebakaran dan Istri serta anakmu itu di bawa ke rumah sakit oleh mobil ambulance yang belum lama ini telah pergi meninggalkan kawasan dari gedung apartemen ini." Jawab salah satu dari orang -orang itu dan yang menjawabnya adalah salah seorang tetangganya yang merupakan seorang gadis cantik asal Australia yang tinggal di Seoul untuk kuliah dan bekerja.


"Eugene..Apa kamu bilang barusan kepadaku? Ahh..! Tidakk mungkin Regina dan Bimo...?!" Kata Jeremi Song yang sangat kaget sekali dan raut wajah Jeremi semakin pucat saja sampai Eugene memegangi lengannya untuknya dapat berdiri tegak di tempatnya berdiri.


"Kau jangan merasa cemas seperti itu..Tenang dan kuatkanlah hatimu..Mari kuantarkan kamu ke rumah sakit yang memberikan pertolongan medis terhadap istri dan anakmu.." Kata Eugene ramah sekali kepada Jeremi Song.


"Iya, Eugene terimakasih.." Jawab Jeremi Song dengan berusaha untuk tegarkan hatinya.


Di rumah sakit yang memberikan pertolongan kepada Regina dan Bimo Song merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Ibukota Seoul ,dan juga tempat bekerjanya Edgar yang bekerja di sana sebagai Dokter magang dari pertukaran Dokter Indonesia dengan Dokter Korea Selatan untuk study banding dan saling memberikan informasi tentang ilmu kedokteran terbaru dan terbaik di Asia.


"Dimanakah istri dan putraku di rawat di rumah sakit ini?: Tanya Jeremi Song dengan hatinya berdegup kencang karena khawatir bukan main kepada keselamatan istri dan anaknya.

__ADS_1


"Maaf...Siapakah nama istri dan putra Anda yang menjadi pasien di rumah sakit ini?" Tanya Edgar menatap Jeremi dengan ramah sekali.


Bersambung..!!


__ADS_2