Stay For Love

Stay For Love
Episode 54.


__ADS_3

Jendela tirai kamar di rumah minimalis di sebuah perumahan yang cukup ramah lingkungan hidup yang asri telah terbuka dan tersingkap di kedua sudutnya yang memperlihatkan siluet wajah imut dan cantik seorang gadis muda yang berkali -kali menghela napas begitu panjang dan berat sekali.


" Apa yang harus ku lakukan untuk menjaga baik -baik rahasia ku ini dari Benny Wildan suamiku?" Pikir Sally sambil menatap langit senja di sore hari itu di awal bulan Juli.


"Sally sayang, apakah kamu melihat setelan baju kaos ku yang berkerah dan warna hijau lumut merk Giordano?" Tanya Benny mengacak -acak seluruh isi lemari pakaiannya dengan raut wajah kebingungan kepada Sally.


"Ya, Aku melihat baju mu itu ada di laci lemari baju mu." Jawab Sally berbalikan badannya lalu Sally membantu Benny mencari dan menemukan baju yang sedang di cari oleh Benny ,lalu Sally berikan baju itu kepada Benny.


" Wah syukurlah bajunya dapat di temukan juga." Kata Benny dengan wajah lega menerima baju itu dari Sally yang tersenyum manis melihat wajah lega Benny.


" Ah, kau ini persis anak kecil saja apabila kamu sudah kebingungan tidak menemukan benda atau apa pun yang kamu cari itu." Kata Sally yang kini membantu Benny merapikan kembali seluruh baju yang di keluarkan Benny dari lemari pakaian dan di taruh di tempat tidur untuk di kembalikan lagi oleh Sally ke dalam lemari pakaian sesuai tempat untuk baju -baju kepunyaan Benny.


"Hehehe ya maaf sayang soalnya Aku amat suka dan menyayangi setiap barang yang pertama kali ku dapatkan dari kamu yang menjadi orang paling spesial di dalam hidupku." Kata Benny mengambil jemari tangan Sally dan menaruhnya di dadanya yang bidang seraya menatap mesra Sally.


"Hmm Kau sungguh seorang suami yang paling cute di dunia bagiku,Sayang."Kata Sally dengan lembut sekali memberikan pujian kepada Benny.


" Pujian mu yang paling manis yang sangat ku sukai dari mulutmu yang indah bagaikan buah plum yang manis." Kata Benny meraih Sally yang kemudian di baringkannya di tempat tidur.


"Ben.." Panggil Sally begitu sendu di telinga Benny.


" Ya,Sayang ?" Tanya Benny lembut sekali kepada Sally seraya membuka pakaian Sally satu persatu lalu menyerang Sally dengan sentuhan yang amat manis sekali sampai Sally tidak pernah berhenti mencicit lembut memanggil nama Benny Wildan.


Di Perumahan Pik, Jakarta Utara.

__ADS_1


Evelyn berlari ke arah kamar mandi untuk muntah dan mengosongkan isi perutnya di wastafel pada pagi hari berikutnya sampai Ray terbangun dan menghampirinya sambil memijat belakang leher nya dengan lembut.


" Huekk..!!"


" Eve..Ini tisue dan minumlah air hangat." Kata Ray menyuapi Eve minum air hangat.


" Aku gak apa -apa ,Kak Ray.Ahh.." Kata Eve yang di gendong Ray untuk berbaring kembali di tempat tidur.


"Sulit ya menjadi seorang Mama muda seperti yang kamu jalani saat ini,Sayang." Kata Ray begitu merasa iba kepada Eve yang begitu rapuh dan lelah dengan kehamilan yang di sedang di jalani oleh Evelyn saat ini.


" Engga kok..Aku justru sangat menikmati rutinitas pagi ku dan kegiatan mual ,pusing,muntah ,dan mulut asam dan getir tanpa ada rasa dengan hati senang dan penuh rasa syukur sekali,Kak Ray.Aku di berikan kepercayaan yang amat besar dan juga indah oleh Tuhan untuk mengandung kedua bayi kembar di rahimku ini untuk kali ini.Maka,aku pun sangat menghargai kehidupanku yang baru ini sebagai seorang Mama muda bagi anak -anak kita berdua,Kak Ray." Jawab Eve memberikan senyum yang sangat manis kepada Ray.


" Ya, Eve.Ku ucapkan terimakasih kepadamu yang bersedia untuk menjadi istriku dan Mama bagi anak -anakku.Aku sangat bersyukur memilikimu yang sangat luar biasa hebatnya untukku." Kata Ray begitu luar biasa lembut kepada Evelyn yang membalasnya dengan mencium bibir Ray.


"Bagaimana?" Tanya Evelyn yang membuat Ray membeku di pagi hari dengan ciuman yang hangat di bibir Ray.


" Aghh..! Kak Ray..!" Pekik Eve yang menggigil di seluruh tubuhnya yang di sentuh Ray setiap inci dan menjelajahi dirinya dengan sentuhan yang tak cukup sekali bagi Ray untuk memuaskan dahaga dan lapar naluriah pria nya terhadap Evelyn istri tercintanya itu.


Menjelang siang hari atau sekitar pukul sembilan pagi, Ray bangun dari atas tubuh Eve yang terbuka tanpa sehelai pakaian satupun dan hanya di tutup bedcover yang tebal dan hangat.


"Wah..Aku sangat segar sekali hari ini dan Aku pun bisa pergi bekerja dengan semangat sekali." Kata Ray begitu riang gembira menuju ke kamar mandi dan merapikan dirinya sambil bernyanyi riang.


" Auh..! Astaga tubuhku..!" Erang Eve menggeliat di dalam bedcover sebelum duduk di atas tempat tidur sambil menatap Ray yang sudah keluar dari kamar mandi dan sibuk mencari pakaian kerja di ruang pakaian khusus Ray.

__ADS_1


"Sayang,bisakah kau bantu carikan dasi ku dan ikat pinggangku?" Tanya Ray yang dengan senyum jahilnya melompat ke tempat tidur seraya kembali mencium bibir Eve dengan penuh penghayatan.


"Aku harus berpakaian dulu sebelum Aku bantu kamu mencari dasi dan ikat pinggang yang kamu inginkan.Tapi untuk itu ku minta kamu menjauhlah dariku..!" Ucap Eve mendorong wajah Ray dengan telapak tangannya tapi Ray malah menjilat lembut telapak tangannya dan menggigit rahangnya.


"Emm..Kau sungguh canduku banget,Eve.Cantik dan manis banget bagaikan sekuntum bunga sakura di musim semi di Jepang.Kau juga sangat lembut banget bagaikan sinar matahari pagi yang amat cerah sekali sehingga membuatku selalu menginginkanmu dan mencintaimu dengan tulus setulus jiwa dan ragaku hanyalah untukmu ,Evelyn ku." Kata Ray membelai lembut wajah Eve dengan ciuman yang hangat sampai Eve terlena dengan sentuhan bibir dan jemari Ray di wajah manisnya.


"Sudah,belum?" Tanya Eve dengan sabar sekali kepada Ray yang sibuk pada dirinya untuk sekian kalinya sampai Ray lupa kalau Ray harus pergi bekerja.


" Sudah..!Ah, Aku harus pergi kerja sekarang..!!" Jawab Ray meloncat dari tempat tidur dan lari ke ruang pakaian dan merapikan kembali dirinya di ruang pakaian.


Lalu Ray mengambil tas kerja dan memakai kaos kaki serta sepasang sepatu kerjanya dengan amat tergesa-gesa sambil berjalan keluar dari kamar di mana Ray sudah di tunggu oleh supirnya untuk di antar ke kantornya.


Evelyn tertawa -tawa melihat tingkah konyol hari -hari suaminya itu dari pintu kamar setelah Evelyn berpakaian piyama yang lengkap sebelum Evelyn menemui Ray di halaman parkir mobil kerjanya Ray untuk memberikan doa dan semangat kerja untuk Ray melalui kecupan selamat bekerja dari nya.


"Terimakasih sayang.Aku pergi kerja ya sekarang dan jangan lupa kamu jaga kesehatanmu dengan makan ,minum dan istirahat siang yang cukup dan juga jangan lupa minum susu mu dan harus jaga pikiranmu selalu tenang." Kata Ray sebelum Ray masuk ke mobil kepada Evelyn.


" Ya, Suamiku.Selamat bekerja dan jangan lupa untuk kamu sarapan pagi bekal yang sudah aku siapkan untukmu dan jangan lupa makan siang dan jangan pulang terlalu malam ya agar aku tak menunggu pulang kerja sampai ketiduran lagi di sofa ruang tv." Kata Evelyn dengan penuh cinta kepada Ray.


" Tentu saja, Sayang.Aku berangkat ya ?Dah..!"


Ray melambaikan tangannya kepada Evelyn dari dalam mobil sebelum mobil di tutup dan melaju keluar dari pekarangan rumah dan meninggalkan Eve di teras rumah.


" Nona, ingin sarapan pagi menu apa dan ingin sarapan pagi dimana ?" Tanya Bibi Sri mendatangi Eve dari area taman bunga di rumah itu.

__ADS_1


" Nasi goreng telur mata sapi dan Aku maunya sarapan pagi di kursi dekat kolam renang sambil aku menulis novel ku." Jawab Eve kepada Bibi Sri dengan sikap sopan seraya berjalan menuju ke kolam renang yang berada di belakang rumah.


Bersambung..!!


__ADS_2