Stay For Love

Stay For Love
Episode 68.


__ADS_3

" Haiii..Kamu lagi ? Mau apa sih ganggu Aku terus menerus?" Tanya Eve dengan nada marah kepada Hendrik yang memblokir pintu mobilnya Evelyn.


" Aku gak mengganggumu kok.Aku cuma ingin mengajakmu ngobrol santai." Jawab Hendrik yang jemarinya ingin menyentuh dagu halus Evelyn.


Otomatis Eve mundur dan nyaris tersandung batu besar yang di pakai sebagai pembatas untuk area parkir mobil dan motor di kawasan supermarket di daerah kawasan Pik.


" Aih.."


Seseorang menahan tubuh Evelyn dengan sangat baik sekali.Orang itu menegur Hendrik dengan marah.


" Hei,kau jangan bersikap kurang ajar ya kepada sepupuku..!" Bentak Benny dengan marah sekali menarik kerah baju Hendrik lalu mendorong pria itu untuk menjauhi mobilnya Eve.


" Haii..Tunggu dulu aku gak bermaksud untuk Aku bersikap kurang ajar kepada sepupumu ini."Kata Hendrik yang sempoyongan di dorong kasar oleh Benny.


" Gue gak mau tahu alasan Elo..! Pokoknya Elo jangan pernah lagi mengganggu sepupu Gue ya? Atau Gue akan buat muka Elo jadi ayam geprek..!" Ancam Benny dengan kepalan tangannya yang siap membogem mentah Hendrik.


" Ben..Sudahlah jangan ribut di tempat umum kayak gini..!" Pinta Eve menarik lengan Benny.


" Eve,kamu gak apa -apa 'kan? " Tanya Benny yang memastikan keadaan istri sepupunya itu baik -baik saja.


" Iya,Aku gak apa -apa cuma tadi Aku kaget sekali orang itu memblokir jalanku." Jawab Evelyn yang mengelus -elus perutnya yang sedikit buncit itu.


" Eh,apakah sebaiknya kita check kondisi kedua bayi kembar mu itu di rumah sakit karna kamu tadi kaget?" Tanya Benny cemas juga.


" Gak usah,Ben.Mereka baik -baik saja kok." Jawab Eve yang merasa tidak enak merepotin Benny.

__ADS_1


" Check ! " Kata Benny tegas.


" Hmm...Ya,deh..Kau di suruh Ray untuk jagain Aku 'kan selama Ray berada di luar pulau Jawa ?" Tanya Evelyn dengan senyum kecil kepada Benny yang membukakan pintu mobil Avanza silvernya Benny untuknya.


" Iya,sebagai tanda rasa terimakasih Gue karena Ray sudah membantuku untuk bebas dari Sally dan keluarganya.Dan,sekarang giliran Aku yang harus bantu kamu selama Ray bekerja di luar kota atau di luar pulau Jawa." Jawab Benny dengan senyumnya.


Hendrik memandangi mobil yang keluar dari area parkiran supermarket dengan tatapan mata yang amat mendendam sekali dengan perlakuan Benny terhadapnya tadi.


" Lihat saja nanti Gue bakal membuat perhitungan sama Elo cowok berengsek yang sudah membuat Gue di permalukan di muka umum." Kata Hendrik di dalam hatinya sambil Ia ingin menghancurkan mobilnya Eve yang di parkir di area parkiran di supermarket.


Tetapi Hendrik segera membatalkan niatnya itu di karenakan Pak Alex supirnya Eve yang di panggil Eve dari rumah untuk mengambil mobilnya Eve di supermarket melalui Wa nya Eve kepada Pak Alex.


" Sial..Gagal...!" Umpat Hendrik di batinnya.


Di rumah sakit Ibu dan Anak ,Jakarta Utara.


" Kondisi kedua orang bayi kembar Anda sangat sehat dan tidak ada masalah apapun bahkan di lihat dari monitor mereka sudah terlihat sempurna dengan kedua tangan dan kaki mereka sudah bisa di lihat." Kata Dokter kandungan yang memeriksa kondisi kesehatan kedua orang bayi kembarnya Eve.


" Wah,iya Bu Dokter.Mereka sekarang sudah nyaris memasuki usia tujuh belas minggu atau empat bulan lebih." Kata Evelyn yang tak menyangka kalau waktu akan cepat berlalu dengan keadaan dirinya sekarang.


" Bukan usia tujuh belas minggu tetap dua puluh minggu,Nyonya." Kata Dokter kandungan yang membenarkan perkataan Eve mengenai usia bayi -bayi di dalam kandungannya Evelyn.


" Astaga,Eve..Masa kamu gak sadar sih bentuk mu itu sekarang sudah hampir nyaris ondel -ondel di Prj tau,gak ?" Benny mengomentari dengan tawa yang membuat Eve manyun di katakan ondel -ondel oleh Benny.


" Ih..Kak Ben, kau tega banget sih mengatakan Aku persis ondel -ondel?!" Evelyn menegur Benny dengan mulutnya mencibir sebal kepada Benny.

__ADS_1


" Hahahaha,ya ya..Aku minta maaf deh kepadamu. Sekarang yuk kita cari makan saja..Lapar nih.." Kata Benny memegangi perutnya sendiri sampai Dokter tertawa -tawa melihat sikap Benny itu.


" Hmmm..Baiklah." Kata Evelyn yang setelah di beri vitamin dari Dokter kandungan itu segera ikuti Benny meninggalkan rumah sakit menuju ke arah restoran makanan Korea Selatan yang berada di sebelah rumah sakit.


Benny segera memesan menu-menu terbaik di restoran makanan Korea Selatan itu untuk dirinya dan Evelyn.Ia dengan sikapnya yang bebas itu membuat Eve merasa seakan bersama dengan Ray.


" Ah, Aku merindukan Kak Ray usai melihat Kak Ben di depanku." Batin Eve.


" Eve,apakah Ray sudah tahu mengenai kabarnya Delia yang sudah tiada?" Tanya Benny dengan hati -hati sambil menyeruput minuman teh ocha pada Evelyn.


" Belum, Kak Ben.Aku juga gak bisa menghubungi Kak Ray akhir -akhir ini karena hpnya Kak Ray selalu gak aktif saat Aku menghubunginya setiap kali Aku ingin mendengar suaranya." Jawab Eve yang terdengar ingin menangis.


" Ah,kok sama ya Aku juga gak bisa hubungi Ray." Kata Benny yang gak melihat Eve yang menunduk untuk menyembunyikan air matanya dari Benny.


Pelayan restoran datang membawakan makanan pesanan mereka lalu mereka dengan diam tanpa bicara satu sama lain menikmati makanan yang mereka makan dengan lahap.


Rumah sakit Mount Elizabeth,Singapura.


Akong Xu rupanya sudah memindahkan Ray dari rumah sakit di Kota Balikpapan ke rumah sakit Singapura untuk perawatan yang lebih intensif lagi untuk mengobati penyakit Hepatitis A yang di derita oleh Ray.


" Selain Tuan Muda Raymond menderita penyakit Hepatitis A,Ia juga menderita penyakit typus yang cukup membahayakan nyawanya jika Ia tidak secepatnya mendapatkan pengobatan dengan cepat penanganan medisnya itu." Kata Dokter Lee yang menangani Ray kepada Akong Xu.


" Aku tidak mau tahu tentang bagaimana caramu untuk menyembuhkan Ray ,Dokter Lee.Aku sudah kehilangan seorang cucu perempuan dalamku. Kini,Aku tak mau kehilangan cucu laki -laki dalam ku." Kata Akong Xu dengan penuh permintaan yang amat kuat kepada Dokter Lee untuk Ray bisa di sembuhkan.


" Tentu saja, Tuan Besar Xu.Saya Lee Gong Nan akan mengobati cucu Anda sampai sembuh dan tersenyum riang kepada Anda." Kata Dokter Lee dengan janjinya yang amat sungguh hati kepada Akong Xu.

__ADS_1


Akong Xu duduk di kursi luar ruang pasien yang di tempati oleh Ray terlihat sangat lelah dan sedih hatinya karena Akong Xu betul-betul merasakan kepedihan yang mendera diri Akong Xu pasca Akong Xu kehilangan Delia untuk selamanya.


Bersambung..!!


__ADS_2