Stay For Love

Stay For Love
Episode 64.


__ADS_3

Anak perempuan itu tersenyum manis mendapat pujian dari Oma nya yang amat menyayanginya itu sehingga anak itu dengan sikap manjanya segera memberikan pelukan hangatnya kepada Hilda.


"Oma yang paling bisa menyenangkan hatiku.." Kata Marisa Zevanya Wildan dengan suara yang amat bening sekali seperti lonceng di Gereja.


" Sama -sama cucu Oma yang paling cantik dan pintar." Kata Hilda mendekap hangat gadis kecil itu.


Jessica tersenyum simpul melihat keharmonisan antara putrinya dengan Mama kandungnya itu, Ia pun tak ingin mengganggu waktu kebersamaan yang amat humanis itu dengan mendorong kereta bayi nya masuk ke ruangan dalam rumahnya agar Ia dapat memberikan Asi nya kepada bayinya itu.


"Edo Sayang pasti kamu sudah merasa lapar dan haus ,ya?" Tanya Jessica dengan mengangkat bayi dari kereta bayi untuk di gendongnya.


Universitas Seoul, Korea Selatan.


Mentari yang amat mencorong membuat silau di setiap tempat di universitas yang paling ternama di Korea Selatan ,dan di taman yang cukup aman dan nyaman terlihat seorang gadis muda yang terlihat duduk di bangku taman sambil membaca buku tebal dan menikmati roti.


" Hai, Irene asyik banget kamu di taman ini sambil membaca buku dan makan roti enak..?" Sapa pria muda yang tersenyum ramah sekali kepadanya.


"Kak Jeremi ? Wow ! Aku tidak menyangka kalau Kakak akan mengunjungi ku di Seoul..!" Seru Irene Gilberto Xu adik kandung Jeremi Song dan juga sepupunya Raymond Gilberto Xu dari pihak Daddy nya Ray.


" Iya,karena kebetulan Kakak mu yang tampan ini bersama dengan Kakak iparmu yang cantik itu mau melakukan konsultasi kesehatan untuk Bimo putra kami yang mengalami gangguan pita suara nya semenjak di lahirkan oleh Kakak Iparmu yang cantik itu." Jawab Jeremi Song menunjuk kepada Regina Putri Bruno istrinya yang menggendong balita usia dua tahun yang selalu diam tanpa ada suaranya sedikit pun yang keluar dari mulut balita itu.

__ADS_1


" Aih,Bimo kamu sungguh malang sekali sih..?" Irene menowel pipi Bimo Song untuk melihat ada respon atau tidak dari bocah itu.


"Irene, Apakah kamu mengenal Dokter pita suara terbaik di Seoul ini yang bernama Kim Tae Young atau Joshua Kim ?"Tanya Regina Putri Bruno nada yang berharap adik iparnya yang sudah begitu lama tinggal di Seoul dapat mengetahui Dokter yang di maksudnya itu.


"Aku sih gak kenal dengan Joshua Kim tetapi Aku punya teman satu apartemenku yang merupakan pacarnya Joshua Kim.Mungkin pacarnya dapat membantu kita untuk berkenalan dan bertemu muka secara langsung dengan Dokter Ahli pita suara itu." Jawab Irena dengan sungguh hati.


" Iya,mari kita coba saja." Kata Jeremi Song yang sangat antusias untuk harapan yang besar untuk kesembuhan putranya itu.


" Iya..Kak..Mari.." Sahut Irene dengan cepat sekali merapikan buku -bukunya yang gadis itu taruh di dalam tas punggungnya lalu berjalan menuju ke mobil nya yang terparkir di area kampus nya itu.


Di apartemennya tinggal yang tak begitu jauh dari kawasan kampusnya itu.Irene mengajak Kakak dan Kakak Iparnya bertemu langsung dengan salah satu teman satu unit apartemennya itu yang bernama Prak Young Min atau Amanda Prak.


" Ya, tentu saja Aku bisa membantu Kakak mu bisa menemui Joshua Kim di rumah sakit tempat Joshua Kim bekerja." Kata Amanda Prak dengan sungguh hati pula ingin membantu putra dari Kakak teman satu unit apartemennya itu.


Perumahan Anyelir, Kota Tangerang ,Indonesia.


Mama Jenny tampak berjaga warungnya dengan santai sekali untuk siang hari yang cukup terik di hari itu.Wanita ini melakukan kegiatan hariannya itu sambil menikmati semangkuk mie rebus isi telur dan sosis so nice serta segelas susu soda es segar.


"Emm, enaknya makan mie rebus rasa soto mie pake telur ceplok 2 biji..!" Seru Delia mendekatinya dengan mengendus-endus mangkuk mie nya itu dengan hidung anak itu terlihat kembang kempis.

__ADS_1


" Ahh, Delia.Kamu ini sejak kapan sudah pulang dari sekolahmu?" Tanya Mama Jenny yang jemari tangannya memegangi dahi Delia yang nyaris juga masuk ke mangkuk mie nya.


" Barusan saja." Jawab Delia yang dengan cepat merebut semangkuk mie nya lalu tanpa basa basi lagi langsung di lahap sampai habis oleh anak itu hingga Mama Jenny hanya memandangi mie nya telah raib di makan putrinya itu.


" Ini minuman nya biar kamu gak panas dalam usai makan mie." Kata Mama Jenny yang akhirnya mengalah dan menyerahkan minumannya juga kepada Delia yang langsung meminumnya hingga habis.


" Habis..! Uh,kenyanggg..!!" Seru Delia memegangi perutnya dengan bersendawa keras sekali.


" ei, anak gadis kok begitu sih sendawa nya? Ih gak sopan tahu, Ah..!" Ujar Papa Doni Wildan nada menegur kepada Delia yang menatap polos dan lugu Papa Doni Wildan.


" Eits, Bapak kamu jangan terlalu keras kepada Delia yang kita ketahui kondisinya itu bukanlah anak remaja pada umumnya seusianya itu." Kata Mama Jenny dengan lembut meminta Papa Doni Wildan untuk sabar menghadapi Delia.


"Ahmmmm..Katanya Dia udah sembuh dari Autis nya semenjak Dia menjalani terapi di salah satu rumah sakit autis terbaik di Jepang..?Tapi kok kenapa Dia masih kayak gini sih ?" Tanya Papa Doni Wildan yang bernada keras sekali di depan Delia.


" Aku sudah sembuh ! Aku bukan anak autis lagi..! Jika kau merasa aku menyusahkanmu sebaiknya Aku pergi sajaa dari rumahmu iniiii..!!" Teriak Delia di depan Papa Doni Wildan dengan suaranya itu amat marah sekali.


" Ei ,berani sekali kau meneriakiku anak tak tahu di untung..! Apakah kau pikir Aku bersedia untuk menapungmu di rumahku ?!" Balas Papa Doni Wildan lebih keras lagi daripada Delia sampai anak itu dengan marah mendorong kasar Papa Doni Wildan ke tengah jalanan namun Papa Doni Wildan yang sudah marah juga menarik kencang lengan anak itu lalu melemparnya ke jalanan dan sebuah mobil sedan melaju kencang dan tahu -tahu menabrak Delia hingga anak itu berlumuran darah dari kepalanya.


" Oh..Tidakkk..Deliaaa..!!" Teriak Mama Jenny yang cepat menubruk tubuh putrinya yang terkapar di jalanan perumahan Anyelir dengan darah segar yang mengucur deras dari lubang kepala anak itu yang menganga lebar atau terbuka lebar.

__ADS_1


" Ehh...Bukan salahku ya ?Semua salah Bapak ini yang melempar anak itu ke arah mobilku yang sedang melaju kencang karena Aku ingin pergi ke Bandara dengan secepat mungkin agar Aku tidak ketinggalan pesawatku." Kata pemilik mobil sedan yang menabrak Delia kepada Mama Jenny yang memeluk Delia dan di kelilingi oleh semua warga perumahan Anyelir termasuk Mama Nabila dan Ziko.


Bersambung..!!


__ADS_2