
Chiko Gilberto Xu menunggu dengan hatinya tak karuan untuk mendapatkan restu dari orangtua kekasihnya yang di ketahuinya sangat keras kepala dan keras peraturannya untuk izin menjalin hubungan pacaran dengan seorang Amanda.
" Chiko, aku tak mau kamu hanya menjadi pacar anakku! Jikalau kamu serius mencintainya? Aku mau kamu datang ke rumah kami di daerah kebun sawit bukan di toko sepedaku di pasar Glodok ini...!" Kata Hendrawan yang kewalahan menghadapi rajukan putri kesayangannya yang ingin mendapatkan restunya untuk menjadi pacar Chiko Gilberto Xu.
" Pak Hendrawan, jika aku datang ke rumah mu bukan sebagai pacar putrimu melainkan aku mau melamar putri mu sebagai istriku untuk menyatakan keseriusan aku untuknya dan juga kepercayaan mu untuk aku. " Kata Chiko Gilberto Xu dengan sikap serius kepada Hendrawan.
" Pa .. Pa, papa.. Lihat'kan betapa gentle nya Kak Chiko yang benar-benar sayang aku dan mau menikah aku? " Kata Amanda yang sudah tidak sabar untuk Papa nya merestui hubungannya dengan Chiko Gilberto Xu.
" Amanda..! Kau suruh dia menghadap Kakekmu di rumah kita pada esok hari minggu siang jam dua belas siang jika dia benar-benar serius untuk menikah dengan kamu...?! " Kata Hendrawan pada akhirnya kepada putrinya yang langsung memeluknya dengan senang sekali.
" Waaahhhh...! Terimakasih banyak untuk Papa ku yang palinngggg baik sedunia...! " Kata Amanda yang mengecup pipi Papanya sambil tersenyum manis kepada Chiko Gilberto Xu di sampingnya.
*******
Pantai Anyer yang indah dengan pasir putih yang bersih dan laut yang biru yang tenang membuat suasana hati Ray begitu gembira sekali di liburan akhir pekannya itu.
" Waaahhh.. Hatiku rileks sekali melihat laut di depan sepasang mata aku di pagi hari yang amat cerah..! " Kata Ray yang melebarkan kedua tangannya untuk merasakan angin laut yang nenerpa rambut dan baju santainya.
" Umm, Kak Ray, kau hanya berdiri saja di situ..! Sini, kita main speedboat..! " Kata Evelyn yang melambaikan tangan kepada Ray di speedboat yang siap di luncurkan oleh istrinya itu.
" Wah, kau menantang aku untuk lomba main speedboat, Eve? Wah, jangan gitu dong! Aku tak akan pernah mengalah darimu untuk lomba main speedboat...! " Kata Ray yang tertawa gembira melihat istrinya begitu senang bermain di laut.
__ADS_1
" Wah, ya.. Ayo.. Usai main speedboat, kita main jetski serta banana boat..! Gimana? " Evelyn di pinggir speedboat kepada Ray yang mengambil kendali setir atau kemudi speedboat dari istrinya yang lincah itu.
" Yaaa... Seterah kau sajalah asalkan kamu usai bermain-main dengan speedboat, jetski dan banana boat serta berenang di laut..! Kamu harus menemani aku bermain cinta di cottage sampai pagi ..! " Kata Ray yang menatap Evelyn dari atas sampai bawah tubuh indah istrinya itu dengan lidahnya menjilati bibirnya sendiri.
" Iiih, mesumnya jadi...! " Kata Evelyn memukul ringan bahu Ray dengan bibirnya terangkat ke atas.
" Hahaha, aku ini sedang dalam suasana hati gembira dan di tempat yang sesuai dengan suasana hatiku sehingga aku ingin bersenang -senang dengan mu, sayang. " Kata Ray dengan tangannya yang lain memeluk pinggang kecil Eve untuk istrinya bisa berdekatan dengannya.
Speedboat yang di kemudikan oleh Ray bermain dengan lincah di laut hingga menerjang ombak namun tetap aman untuk mereka bermain-main di lautan.
" Wahhh, kau sungguh pandai dan berbakat menjadi nakhoda ku, Kak Ray..! " Kata Evelyn yang membalas rangkulan Ray lalu menciumnya dengan mesra.
Di saat mereka sedang bermesraan di atas speedboat, hpnya Ray berdering sehingga baik Ray maupun Evelyn mengendalikan kemesraan mereka untuk Ray menerima panggilan telepon dari seseorang di luar negeri.
" Ya, Rin ada apa di kantor cabang di kota Praha? " Tanya Ray pada seseorang di luar negeri yang menghubunginya melalui hpnya.
"Kak Ray, kita kembali saja ke pantai ya? " Tanya Evelyn yang menggantikannya untuk mengemudi speedboat.
" Ya, Eve.Hati-hatilah ya..! " Jawab Ray sambil mengamati istrinya mengemudi speedboat untuk menepi ke pantai dengan aman. Lalu Ray membantu Evelyn turun dari speedboat yang sudah menepi di pantai sebelum Ray dapat melanjutkan percakapannya dengan asistennya di luar negeri.
Evelyn menghabiskan waktunya untuk bermain pasir bersama dengan anak-anak nya sampai sore hari dan Ray bergabung dengan mereka bertiga di pantai Anyer membuat mereka benar-benar mencerminkan keluarga yang amat harmonis.
__ADS_1
******
Di Seoul, Korea Selatan.
Edgar menahan gejolak hati ketika pria ini tak sengaja menemukan foto masa lalu Irene Song yang di simpan dalam dompet oleh istrinya itu sehingga ia mempunyai perasaan kalau Irene masih menyimpan perasaan cinta yang dalam terhadap Joshua Kim mantan pacar istrinya itu.
" Rupanya Irene sampai detik ini masih simpan rasa cinta yang mendalam kepada mantannya yang selalu ada di hatinya. " Kata Edgar yang curhat masalah rumah tangganya kepada teman kerjanya di rumah sakit tempatnya bekerja.
" Ah, yang benar saja kamu, Ed? Masa iya Irene masih menyimpan perasaan terhadap mantan pacarnya yang betul-betul telah di ketahuinya telah mengkhianati perasaannya itu..! Cobalah kamu singkirkan prasangka buruk mengenai istrimu itu, Ed?! " Kata temannya yang memberi saran untuk Edgar berpikir positif mengenai Irene.
" Amelia, aku sudah berkali-kali menepis segala prasangka buruk di benakku untuk Irene selama hampir setahun lebih kami menjalani kehidupan pernikahan yang sunyi dan dingin tanpa adanya kecerian dan kebahagiaan di hati kami satu sama lainnya. " Kata Edgar yang menceritakan kepedihan hatinya kepada Amelia teman kerja nya.
" Lalu kamu mau bagaimana dalam menjalani kehidupan pernikahan yang tidak memberikan kamu dan istrimu rasa nyaman dan bahagia? " Tanya Amelia sabar menghadapinya.
" Entahlah, Amelia. Aku gak tahu menghadapi hidup yang tak sesuai dengan keinginan hatiku yang awalnya aku kira menikah dengan gadis impian aku bisa membuat aku merasakan arti cinta dan kebahagiaan , tetapi kenyataannya aku sangat menderita kesepian dan dia juga tak pernah menghiraukan diriku setiap kali aku pulang ke rumah kami. " Jawab Edgar dengan wajah sedih sekali. Ia merasakan Amelia telah meraih jemarinya sebelum teman kerjanya itu berbicara lagi kepadanya.
" Kau yang harus membantu istrimu membuka hatinya untuk mu dengan perhatian dan sikap mu di rumah dan mungkin kamu bisa ajak dia liburan bulan madu kedua dengan harapan usai bulan madu kedua kalian bisa memperoleh bayi karena bayi bisa menyatukan perbedaan antara kalian. " Kata Amelia menasehati Edgar.
" Aku tak bisa memberikan keturunan kepada istri aku, Amelia. " Kata Edgar dengan wajahnya lebih sedih lagi kepada Amelia.
Bersambung!
__ADS_1