
Selama lima menit Ray pergi ke apotik untuk Ray dapat membelikan pembalut wanita untuk Eve yang sudah menunggunya di kamar dengan rasa waswas khawatir Ray tak bisa membelikan benda itu untuk Eve.
" Ini." Kata Ray memberikan tas belanjaannya pada Eve yang langsung lari ke kamar mandi.
Ray menunggu istrinya dengan sabar sambil Ray memesankan menu makan malam untuk mereka berdua kepada pihak cottage, lalu Ray menonton tv di ruang keluarga kamar cottage.
"Ah, leganya.." Kata Eve yang keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan tubuhnya aroma buah strawberry segar sambil menyisir rambut nya yang panjang.
" Eve, kemarilah biar Aku bantu kamu menyisir rambutmu." Kata Ray melambaikan tangannya kepada Eve yang segera mendatanginya dengan memberikan sisir kepadanya.
Ray menyisir rambut Eve dengan lembut sekali dan beraturan sampai rambut istrinya tertata rapi kembali lalu Ray mengecup lembut bibir Eve yang merah tanpa lipstik.
"Aku mencintaimu." Ucap Ray lembut.
" Mandi lah sana." Kata Eve lembut juga kepada Ray.
" Ya,aku mandi.Kau tunggulah di sini."Kata Ray yang kembali mencium bibir Eve sebelum pergi ke kamar mandi.
Kota Bogor, Indonesia.
Benny dengan rasa gugup menunggu kedatangan Sally yang hari ini akan resmi menjadi istrinya yang sah karena hari ini mereka berdua akan melangsungkan acara pernikahan mereka di salah satu hotel di kawasan kota Bogor.
" Sally ,kau cantik sekali hari ini."Puji Benny yang mengagumi kecantikan Sally usai mereka berdua resmi mengucapkan janji suci di pemberkatan di bawah bimbingan Romo atau pemuka Agama yang mereka berdua anut,yakni Khatolik.
" Terimakasih, Benny. Kamu juga tampan banget di hari pernikahan kita ini." Puji balik Sally dengan senyuman yang sangat manis kepada Benny.
Benny merengkuh wajah Sally dengan erat sekali lalu mengecup bibir manis Sally seraya berkata tiga kata yang sangat manis sekali kepada Sally istrinya itu.
__ADS_1
" Aku cinta kepadamu, Sally." Kata Benny dengan setulus hatinya kepada Sally.
Di acara resepsi pernikahan mereka berdua telah hadir pula Lukas Wildan dan istrinya Belinda yang menggendong putri adopsi keduanya serta hadir pula Jeremi Song dan Istri pria itu yang cantik dan berkarier hebat itu.
" Selamat ya untuk kalian berdua semoga kalian berdua cepat di beri momongan setelah kalian pulang dari bulan madu." Kata Jeremi begitu amat bersahabat kepada Benny Wildan.
" Ya,makasih.Selamat juga untuk mu yang akan segera Papa muda." Kata Benny sambil melirik ke perut buncit nya Regina Putri Bruno istri Jeremi Song.
" Hahaha ya ya makasih." Kata Jeremi tertawa -tawa senang.
Di sudut ruangan pesta ada salah satu sepupu mereka juga yang datang bersama dengan istri dan kedua orang anak perempuan yang lincah dan cantik.
" Wahyu dan Rita pun datang bersama dengan anak -anak mereka yang bernama Lucia dan Nike ke resepsi pernikahan kita, Ben." Kata Sally nada sukacita melihat kehadiran sepupu mereka itu.
" Ya, selain mereka juga hadir para sanak saudara dan kerabat kita juga.Ah ,tapi sayang minus Ray dan Eve yang kabarnya sedang honeymoon ketiga ke Pulau Hainan." Kata Benny yang agak kurang sukacita di hari pernikahannya karena tak ada kehadiran Ray dan Eve.
" Ah,ya kasihan sekali Eve yang mungkin akan di kucilkan di keluarga Ray jika sampai detik ini Eve tak ada tanda -tanda dirinya hamil." Imbuh Jeremi Song yang sudah mendengar isu miring dari pihak keluarga Xu yang memberikan asumsi negatif itu kepada Eve di belakang Ray.
Mama Nabila dan keluarga nya Eve tak sengaja mendengar percakapan itu, mereka dapat ikut merasakan apa yang di alami oleh Eve selama ini di dalam keluarga Xu.
"Ma, kita bisa tanyakan hal ini langsung kepada Eve saat Ia pulang ke sini nanti." Kata Ziko pada Mama Nabila.
" Iya, Ziko.Mama yakin Eve itu anak yang kuat dan tangguh untuk hidup di negeri orang dan juga di keluarga yang segalanya berbeda dengan hidup nya dulu sebelum Ia menikah dan menjadi istri orang luar." Kata Mama Nabila yang selalu sebut nama Eve di doa Nya itu.
Singapura, Singapura.
Pada bulan berikutnya ,Eve mengunjungi rumah lain dari keluarga Xu ,yaitu rumah Almarhum Daddy Handoko Gilberto Xu untuk pertama kali di hidupnya usai menikah dan menjadi istrinya Ray.
__ADS_1
"Sedang apa kamu di kamar kerja nya ,Papaku ?" Tanya David Kakak tirinya Ray dengan nada tak suka dengan kehadiran Eve di rumah itu.
" Aku sedang lihat -lihat buku yang ada di rak buku itu." Jawab Eve yang memang sedang membaca sampul buku novel yang ada di rak buku paling atas di ruang kerja Almarhum Daddy Handoko Gilberto Xu.
" Kau di larang menyentuh barang apa pun yang ada di rumah ini.." Kata David yang merampas buku itu dari tangan Eve dengan kasar sampai Eve terdorong ke lantai dengan keras.
" Aduh..Sakit.." Kata Eve memegang pinggulnya yang membentur lantai.
David mendekati Eve lalu mengendus -endus Eve dengan hidungnya begitu dekat dengan hidung Eve.
" Kau mau apa mengendus -endus aku gitu?" Tanya Eve risih.
"Mencari bau gadis miskin dan gila harta cowok seperti mu. Kau ini tak lebih dari gadis cantik yang pura -pura lugu untuk mengeruk harta cowok kaya dengan menjual tubuhmu yang indah itu. Aku jadi ingin tahu apa hebatnya tubuhmu sehingga Ray tergila -gila kepadamu?" Ucap David yang tangan kanannya sudah ingin membuka pakaian rumah Eve dengan kasar.
Pletak..!
" Aduhhh...! " Jerit David yang kepalanya bocor terkena vas bunga yang di ambil Eve dari atas meja kerja untuk memukul David yang ada niat kotor ingin melecehkannya.
" Jangan pernah kau sekali -kali berani sentuh Aku yang menjadi istri dari Adik mu sendiri." Kata Eve melompat bangun dengan marah lalu berlari ke arah keluar ruang kerja.
Namun di koridor ada tali yang sengaja di taruh oleh Mommy Regina untuk membalas dendam atas perbuatan Eve yang melukai kepala putra kesayangannya.
" Gyaaa....!!" Jerit Eve yang terjerembab jatuh dari lantai dua ke lantai dasar dan tepat sekali pada saat Ray baru pulang kerja dan menjerit kaget setengah mati melihat Eve terjatuh dari lantai dua.
" Tidakk..! Eveeeee...!! " Pekik Ray yang melihat darah mengalir deras dari kepala Eve dan dari bawah tubuh Eve.
Bersambung...!!
__ADS_1