
Di hari yang akan memasuki bulan februari yang sejuk , Ray menghubungi Daddy Handoko Gilberto Xu untuk memenuhi syarat yang di berikan oleh Tante Nabila untuk Ray bisa mengajak Eve pergi ke Jepang untuk berjumpa dengan Akong Xu di kota Osaka.
" Dad , apakah Daddy bisa bantu Ray untuk Dad berkunjung ke rumahnya Eve di Indonesia dalam waktu dekat ini agar Ray bisa mengajak Eve ke Jepang untuk menjumpai Akong Xu ? ," Tanya Ray melalui telepon Internasional kepada Daddy nya.
" Iya, Ray. Daddy bisa membantumu dengan satu syarat yang harus kamu penuhi untuk Daddy ? " Daddy mengajukan syarat juga kepada Ray.
" Apa itu syarat yang harus Ray penuhi untuk Dad bisa membantu Ray ?" Tanya Ray dengan nada sopan kepada Daddy Handoko Gilberto Xu.
" Menikahi Eve secara kekeluargaan sesuai tradisi kita untuk lebih mudah untuk mu bisa membawa Eve kemanapun kamu mau tanpa kesulitan." Jawab Daddy Handoko Gilberto Xu.
" Mm syarat yang paling Ray suka dari Dad untuk Ray." Kata Ray luar biasa senang dengan syarat yang di ajukan Daddy nya untuk Ray.
" Ya ,kalau itu mau mu..Hmm Daddy akan datang ke rumah Eve pada bulan februari tahun depan tepat sesudah masa pandemi mulai mereda dan usai perayaan tahun baru Imlek akan datang, tapi sebelum itu. Ray harus kembali dahulu ke rumah Daddy di Singapore untuk suatu hal yang harus Ray lakukan untuk Daddy ," Kata Daddy Handoko Gilberto Xu dengan nada suara kebapakan yang kental kepada Ray.
" Hmm, ya Dad. Ray akan pulang ke singapore pada bulan oktober tahun ini untuk mengunjungi Daddy." Jawab Ray yang memahami isi hati dari Daddy nya yang sangat merindukannya.
Ray memandangi jalan raya yang padat dari kaca jendela apartemennya. Ia sudah mengucapkan selamat hari raya Imlek tahun ini kepada Evelyn dan keluarga gadis itu.
" Aku sungguh semakin merindukannya dan Ku ingin dia ada di rumahku saat ini." Kata Ray nada rindu yang dalam.
Bayangan wajah Eve yang manis menghiasi kaca jendela ruang tamu apartemennya, tak di sadari oleh Ray .Pemuda ini menyentuh kaca jendela itu untuk membayangkan dirinya menyentuh wajah Eve.
" Hihihi Kak Ray lucu banget sih ngomong sendiri dengan jendela." Ujar Delia dari ruang tv kepada Ray.
__ADS_1
" Hmm..Kau ini bisa ya ngeledekin Kakak.." Kata Ray yang muncul sifat jahilnya kepada Delia.
Ray menggelitik Delia sampai gadis remaja manis ini cekikan senang sekali dapat bermain dengan kakaknya yang sangat menyayanginya dan juga memanjakannya.
Air hujan membasahi genteng , taman dan jalan di depan rumah nomor 208. Siluet gadis remaja yang manis terlihat di balik jeruji pintu kawat yang ada di lapisan luar pintu kayu warna biru tua. Gadis ini tersenyum manis memandangi sepasang kupu -kupu warna kuning yang beterbangan di pohon buah merah.
" Eve , sedang apa kau di situ ? " Tanya Ziko yang terlihat lemas dan pucat di wajahnya kepada Eve.
" Zik..Kau kenapa sih ? " Tanya balik Eve yang cepat menghampiri adiknya yang mengeluh sakit dan sesak napas.
" Sesak..! "
" Zik..! Hei , Ziko..! " Jerit Eve memeluk Ziko yang nyaris jatuh pingsan di lantai ruang tamu.
" Ziko..! " Jerit Kakak -kakak nya Eve yang segera berdatangan ke ruang tamu untuk melihat Ziko yang berbaring di lantai ruang tamu dengan tubuh nyaris menimpa Eve yang tubuhnya mungil itu.
Mereka membawa Ziko ke rumah sakit untuk Ziko mendapatkan perawatan intensif. Namun , Ziko sudah tak sadar dan harus di rawat di ruang Icu untuk perawatan yang lebih baik lagi.
" Dok..Adik saya sakit apa ,ya ? " Tanya Kakak pertama Eve kepada Dokter yang menangani Ziko.
" Adik Anda menderita sakit gagal ginjal." Jawab Dokter Christian kepada Kakak pertamanya Eve.
Selama tiga hari itu Ziko mengalami koma dan sadar kembali pada hari ketiga sebelum jelang hari raya Imlek. Ziko pun sadar kembali dan di pasang slang di lehernya untuk memperpanjang hidupnya melalui transfusi darah yang harus di lakukannya sampai keadaannya cukup pulih.
__ADS_1
Eve sama sekali tidak pernah mengabari sakitnya Ziko kepada Ray di Jakarta. Ray merasa bingung dengan hp nya yang tak pernah ada balasan dari Eve di berbagai medsos yang di miliki oleh Eve.
" Aku gak bisa menunggu lebih lama lagi untuk ku bisa mendapatkan kabar dari Eve setelah hari raya imlek kemarin." Kata Ray pada dirinya sendiri.
" Kunjungilah Kak Eve jika Kakak merasa bingung dan khawatir kepada Kak Eve." Kata Delia dengan nada yang menenangkan pikiran Ray yang sedang kalut.
" Kau benar sekali ,Del. Kakak harus kunjungi Eve sekarang juga di rumahnya." Kata Ray memeluk Delia untuk berterimakasih atas sarannya Delia pada Ray.
Ray pun mengendarai mobil sportnya menuju ke kota Tangerang pada sore hari di hari keempat sesudah Ziko pulang ke rumah nomor 208 di perumahan Anyelir. Dengan hati dan pikiran yang berusaha di tenangkannya itu , Ray mengendarai mobil begitu cepat sekali sehingga hanya dalam waktu tiga puluh menit saja. Ray tiba di depan rumahnya Eve.
" Ray..! " Seru Kakak ketiga Eve yang membukakan pintu gerbang untuk Ray.
" Maafkan , Kak. Apakah ada Eve di rumah ? " Sapa dan tanya Ray dengan nada sopan kepada Kakak ketiga Eve.
" Iya, ada. Silakan masuk cuma kami minta maaf akhir -akhir ini sangat sibuk dengan urusan Ziko yang baru saja pulang dari rumah sakit karena menderita sakit ginjal yang sangat meresahkan hati kami sekeluarga, Ray." Kata Kakak ketiga Eve yang menceritakan tentang sakitnya Ziko kepada Ray sambil berjalan masuk ke ruang tamu untuk mengantarkan Ray bertemu dengan Eve.
" Hmm..Kenapa Kakak tak kasih tahu Ray masalah Ziko ? Ray 'kan bisa membantu juga."Kata Ray tulus hati untuk memberikan bantuannya kepada Eve dan keluarganya Eve.
" Karena Aku gak mau menyusahkan Kakak Ray untuk masalah keluarganya Eve." Jawab Evelyn di depan Ray yang menatap lekat -lekat Eve dengan sorotan matanya lembut.
" Eve , Aku ini kekasihmu yang menyayangi Ziko dan keluargamu sama seperti Aku menyayangi Delia dan keluargaku. Aku sama sekali tidak ada di susahkan dengan masalah yang sedang di keluargamu. Aku ingin meringankan beban hidup mu dan keluargamu karena Aku mencintaimu dan juga mencintai keluargamu yang sudah aku nilai sebagai keluargaku sendiri." Kata Ray dengan nada yang lembut kepada Eve.
Eve tak bisa bicara apa pun lagi setelah gadis ini mendengarkan perkataan Ray yang begitu tulus dan baik hati terhadap dirinya dan keluarganya. Ia hanya menangis dan menganggukkan kepalanya untuk Ray bisa memahami perasaannya yang amat berat sekali oleh permasalahan hidup yang amat berat dan harus di laluinya bersama dengan keluarganya untuk menyemangati hidup adiknya.
__ADS_1
" Eve..Oh..Eve -ku yang manis.." Kata Ray lembut menarik Eve masuk kepelukannya.
Bersambung..!!