
Ray melirik kepada Eve dari tangga yang menuju ke kamar mereka berdua , lalu Ray menghela napas sedikit demi sedikit sambil berjalan lurus menuju ke kursi makan nya untuk menghadapi sarapan paginya berupa nasi luwet dan sup bakso ikan.
"Menu sarapan pagi bukan yang itu, Kak Ray tapi yang berada di samping gelas susu mu." Kata Eve menunjuk ke arah sepiring lemper isi ayam suir-suir dan segelas susu almond segar dari kursi makan yang sangat jauh dari Ray.
"Jangan jauh -jauh dong duduknya, Aku 'kan ini bukan ikan salmon yang memiliki gigi tajam ala kuda nil belum sikat gigi." Kata Ray manyun.
"Engga jauh kok cuma sepuluh meter dari kursi mu." Kata Eve santai sambil menikmati sarapan paginya menu sarapan sama dengan sarapan paginya Ray.
"Kau tidak pandai menghitung ya, Eve? Jarak mu denganku sekitar seribu meter kubik loh..." Kata Ray sambil menggigit lemper dengan geram.
"Hmm..Bagaimana kulit mu?Apakah kulit mu baik -baik saja?" Tanya Eve menatap ke kulit di punggung tangan Ray yang memerah karena terkena air panas di bath up saat Ray mandi pagi tadi.
" Ya,baik -baik saja. Aku gak berubah menjadi babi kok kayak ranma 1/2.." Jawab Ray dengan suaranya begitu memelas sekali kepada Eve.
Eve yang merasa bersalah itu segera mendekati Ray dengan membawakan sekotak obat yang di taruh atas meja makan lalu Eve mengeluarkan salep yang di oleskan ke punggung tangan Ray yang mengambil kesempatan ini untuk jerami lain membelai wajah Eve.
"Astaga, cantik banget kulit mu sayang. Begitu halus dan wangi semerbak parfum bayi..!" Puji Ray yang jemarinya menyelusuri wajah Evelyn hingga ke bibir manis Eve yang meniup -niup luka pada kulit punggung tangannya.
"Kak Ray, coba kau buka baju mu agar Aku bisa melihat apakah tubuh mu juga memerah dan aku bisa mengobati luka pada tubuhmu..?" Pinta Eve yang mengangkat wajahnya dan Ray menunduk lalu mencium bibirnya dengan lembut.
"Jangankan membuka baju ku untuk kau lihat dan mengobati luka tubuhku, Kau juga bisa kok merasakan kehangatan lainnya.." Kata Ray yang mengedip centil kepada Eve.
__ADS_1
" Ya..Kau tak apa-apa 'kan? Sekarang aku masih punya urusan lain selain mengurusmu...!Sana kau pergilah bekerja dengan benar..!" Kata Eve memukul punggung tangan Ray yang barusan saja di obati olehnya sampai Ray menjerit karena kesakitan dan menggigit bibir bawahnya sendiri dengan geram sendiri.
"Aghh..! Ih , sejak kapan istriku yang manis dan lembut berubah menjadi seorang isteri yang judes dan dingin ?" Pikir Ray mengunyah lemper bagai mengunyah karet ban karena kesal tanpa alasan.
Ray pergi bekerja dengan mengendarai mobil sederhananya yaitu Lexus warna putih tanpa di antar oleh Pak Alex , di karenakan Pak Alex di tugaskan untuk menjadi supir pribadinya Eve bila istrinya itu memiliki urusan penting di luar rumah mereka.
"Hai , ganteng tumben pagi -pagi sudah datang di kantor biasa nya jam sebelas siang kau baru datang di kantor ? " Sapa seorang gadis cantik dari ruang sekretaris kepada Ray.
"Tumben juga ada lintah pakai baju kerja di kantor ku sepagi ini." Sahut Ray dingin sekali dan tanpa menghiraukan senyuman gadis yang di ketahui nya untuk menjeratnya dengan Ia terus melangkah ke ruangan pribadinya.
"Ahhh..Judes banget sih jadi cowok.." Kata gadis cantik itu dengan nada agak jengkel kepada Ray.
" Prita, Elo jangan pernah macam- macam sama Tuan Ray atau Elo bisa di pecat loh dari kantor ini." Kata seorang wanita usia tiga puluh tahun menasehati gadis cantik bernama Prita.
" Emmm..Dia itu pemilik perusahaan Sinar Jaya Mas.." Jawab Sania dengan suara pelan kepada Prita sampai melongo seakan tak percaya sekali dengan perkataan Sania teman kerja nya itu.
Selagi Prita masih kaget dengan ucapan teman kerja nya mengenai cowok ganteng yang judes bukan main yang juga tersohor di seluruh kantor tempatnya bekerja. Tiba- tiba seorang pria muda dari arah lain mendatanginya dan memberikan amplop surat kepadanya.
" Apa ini ?" Tanya Prita dengan jantungnya itu hampir copot kepada pria muda yang melihat ke arah belakangnya dan Sania segera kabur lalu masuk ke ruangan kerja temannya itu.
" Anda di minta untuk bereskan barang -barang Anda dan silakan keluar dari kantor ini oleh Pak Ray." Jawab pria muda itu yang tak lain wakil staff HRD dengan sikap berwibawa kepada Prita yang menahan tangis di pagi hari yang masih di guyur hujan deras di luar gedung pencakar langit itu.
__ADS_1
"Ah..Tolong jangan pecat Aku..! Aku tidak pernah tahu kalau cowok yang Aku goda barusan itu adalah Bos perusahaan tempat ku bekerja..!" Rengek Prita yang di kawal oleh beberapa orang staff keamanan kantor untuk keluar dari kantor segera mungkin.
Ray melihat dan membaca sejumlah laporan dari segala pekerjaannya di laptop kerjanya dengan teliti lalu Ia mengaktifkan aplikasi novel yang di gemari oleh Eve. Ia melihat banyak berbagai buku ,komik dan lain -lain di layar laptopnya yang lain.
"Emm..Novelnya Eve seperti ini toh..! Ahm nama siapa itu yang sering di balas oleh Eve ?" Pikir Ray sambil mengetuk dahinya dengan tutup bolpoinnya sendiri.
"Tang Zhou ? Siapalah Tang Zhou itu? " Tanya Ray yang mencari tahu identitas nama di layar laptop nya untuk aplikasi novel favoritnya Eve.
" Dia itu teman online -Nya Eve di apk buku novel itu.." Jawab Sudrajat wakilnya yang di panggil ke ruangannya untuk mencari tahu username Tang Zhou pada layar laptopnya.
" Oh..Tapi,kok itu orang jahat benar sih caranya berkomentar di bawah kolom komentar buku novel nya Eve ?" Tanya Ray dengan agak kesal dengan komentar-komentar miring yang di baca nya tentang novel nya Eve oleh username Tang Zhou.
" Ya, kau hubungi sajalah orang -orang yang kau ketahui bekerja di apk buku novel itu untuk kau bisa minta mereka dalam bertugas melindungi hak -hak dari setiap penulis dari pembacanya yang agak keterlaluan." Jawab Sudrajat yang memberikan ide demikian kepada Ray.
" Gak bisa begitu..Aku 'kan harus menghormati kode etik sesama pengusaha yang baik di dalam bidang usaha kami masing -masing." Kata Ray yang menolak cara Sudrajat.
" Ya, Kau buka saja apk buku novel lain yang baik untuk istrimu dan orang -orang yang memiliki potensi menulis serta orang -orang yang ingin sebuah media yang menghibur dan mendidik serta menjalin persahabatan online yang sangat harmonis satu sama lainnya." Kata Sudrajat yang memberikan ide lain kepada Ray.
" Aish..Aku gak suka hal -hal tak masuk akal dan gak masuk nalar ku mengenai aplikasi -aplikasi seperti itu. Juga , Aku gak terlalu suka baca.." Kata Ray menolak usul Sudrajat.
" Ya udah , kau buatlah akun untuk melindungi Eve secara diam -diam dan kau juga bisa jalin persahabatan online dengan teman -teman yang di miliki oleh Eve dari aplikasi buku novel online favoritnya." Kata Sudrajat memberikan ide yang berikutnya kepada Ray.
__ADS_1
"Emmm..Kau sajalah Sudrajat yang wakili aku untuk membuat akun untuk melindungi Eve..! Aku sangat sungkan bermain apk kayak apk itu." Kata Ray yang menyunggingkan senyuman yang di ibaratkan perintah darinya untuk Sudrajat.
Bersambung...!!