
" Tawaran mu sangat menggiurkan buat Gue, Ray. Tapi, Gue gak mau mengandalkan Elo untuk Gue bisa menyelesaikan polemik rumah tangga Gue yang amburadul akibat ulah Sally." Kata Benny di dalam hatinya namun Ia menjawab lain kepada Ray.
" Gue malu banget Ray untuk balik kerja di kantor yang dulu.Gue mau cari kerja di tempat lain saja deh, Ray.Misalkan toko atau resto atau hal lain yang bisa Gue kerja sepulang Gue kerja di Pabrik itu dari pagi jam 8 pagi hingga jam 5 sore setiap hari senin hingga jumat ,dan hari Sabtu Gue tak ada kerjaan lain.Minggu ya Gue Ibadah." Jawab Benny sambil menyeruput softdrinknya kepada Ray.
" Emmm..Apa Elo gak bakal capek dan menyita waktu kebersamaan Elo dengan Sally sebagai pasangan muda yang lagi hot -hot nya?" Tanya Ray melirik lembut Evelyn yang membalasnya itu dengan suapan burger yang sama dari burgernya milik Eve.
" Ehemm..Gue jadi kedinginan deh lihat Elo berdua bermesraan trus dari tadi di depan Gue yang lagi bete banget untuk hot -hotan sama Sally cewek murahan yang tidur ama cowok lain yang bukan laki nya sendiri bahkan sampai hamil anak tuh cowok selagi laki nya kerja di luar kota." Jawaban Benny yang tanpa sadar keceplosan itu amatlah nengejutkan Ray dan Evelyn yang melongo kaget bersamaan sampai keduanya berhenti sejenak saling bersuapan satu sama lain dan sesekali Ray mencium bibir Eve sekilas seraya mengelap sisa makanan di sudut bibir Eve dengan tisue.
" Ei..Elo barusan omong apa,Ben?Masa iya Sally tega benar ama Elo ?" Tanya Ray tanpa percaya.
" Ahhhh...? Kok Kak Sally bisa seperti itu sih ,Kak Ben?" Tanya Eve mengangga lebar.
" Emmm..Ahhh..Ya beginilah nasib Gue yang amat buruk ini,Ray dan Eve..! Sally selingkuh dengan mantan pacar di belakang Gue sampai bunting selama Gue kerja di luar kota dan sekarang Gue harus bagaimana menghadapi rumah tangganya Gue sekarang yang amburadul..!" Jawab Benny menutup mukanya dengan kedua tangannya untuk menutupi rasa malunya di hadapan Ray dan Eve.
" Ceraikan saja dan cari lagi cewek lain yang lebih ok dari cewek bajigur itu." Kata Ray geram sekali karena Ia bisa merasakan sakit hatinya Benny di saat itu.
__ADS_1
" Ya,Kakak Benny.Tinggalkan saja dia dan kamu gak perlu khawatir masih banyak gadis yang baik -baik untuk pasangan hidup Kak Benny yang lebih baik lagi." Sambung Evelyn merasa kasihan sekali kepada Benny
" Inginnya sih tapi Gue gak bisa cerai kalau Gue gak bisa balikin semua yang Sally berikan kepada Gue berikut bunganya.Itu yang di katakan oleh Ayah mertua Gue Bapak Irfan Yohanto kepada Gue," Jawab Benny dengan suara tersendat yang sangat jelas kalau Benny ingin menangis tetapi di tahan karena Benny malu untuk menangis karena Ia laki -laki yang pantang menangis meskipun dia sesusah apapun di hidupnya.
" Oh, jahatnya mereka." Kata Evelyn ikut sedih hati merasakan pedihnya hati Benny.
" Berapa kerugian yang mereka minta supaya Elo bisa cerai dari Sally? Elo katakan saja entar Gue bantu panggil pengacara Gue untuk menangani kasus Elo dengan baik ,Ben?" Tanya Ray yang di lihat di wajahnya tampak marah sekali mendengar curahan hati Benny yang di selingkuhi Sally dan di hina habis oleh keluarga Sally.
"Cukup besar ,Ray.Tapi, Gue gak bisa meminta Elo yang menangani masalah Gue, sebab Gue bisa atasi sendiri.Meskipun Gue harus menunggu lama sama Gue sukses besar dengan kemampuan Gue sendiri, Ray.Gue amat engga enak hati sama Elo dan Eve." Jawab Benny dengan suaranya yang amat pedih menolak bantuan Ray.
" Lah , Gue bantuin Elo karena Elo saudara sepupu Gue, Ben.Masalah Elo adalah masalah Gue.Elo di hina orang karena kasta ,status dan pekerjaan Elo yang jauh di bawah mereka..Apa Gue harus diam saja setelah Gue mengetahui Elo di sakiti orang? Ah, Ben.Elo jangan merasa gak enak gitu dong ke Gue.Gue pasti akan tolong Elo secepatnya dan kalau bisa hari ini juga,Gue akan urus masalah Elo sampai Elo terbebas dari Sally dan keluarga Irfan Yohanto yang kurang ajar itu melalui pengacara terbaik Gue yang bisa Gue andalkan itu." Kata Ray menepuk bahu Benny untuk menenangkan hati dan pikiran Benny yang sedang kalut itu.
" Ya,Elo tunggu bentar ya Gue hubungi pengacara Gue dulu." Kata Ray yang mengambil hpnya dari saku celana jeans nya warna coklat itu dan Ray segera menghubungi pengacaranya itu.
Di sebuah rumah yang berada di kawasan Jakarta Barat tampaklah Agnes Cinora Wang menuntun seorang anak laki -laki usia tiga tahun yang akan di antarkan ke sebuah sekolah playgroup yang berada di sekitar daerah itu juga.
__ADS_1
" Yogi, kamu harus ingat untuk patuhi Gurumu di sekolah dan jangan nakal.Mama akan menjemput kamu setelah kamu selesai dan pulang sekolah mu ini di jam sepuluh pagi ini yaitu setelah Mama selesai belanja di pasar." Kata Agnes Cinora Wang memberikan pesannya kepada anak balita laki -laki itu yang di sambut oleh seorang guru wanita yang sangat lembut terlihat dari wajah guru itu di saat menyambut kedatangan anak itu yang di antarkan ke sekolah oleh Agnes.
" Halo,selamat pagi Yogi.Apakabarmu, nak?" Sapa Guru wanita itu tersenyum ramah dan manis pada Yogi Anak balita itu.
" Ya ,halo selamat pagi juga Bu guru Cindy.Yogi sayang ayo di jawab dong sapaan Ibu Guru mu ini." Kata Agnes Cinora Wang mengelus rambut di kepala anak itu yang berwarna hitam legam dan halus.
" Halo,selamat pagi Bu Guru Cindy.Kabar Yogi baik dan sehat.Terimakasih." Jawab Yogi dengan suara lucu sekali kepada Bu Guru Cindy yang menuntun jemarinya masuk ke ruangan dalam dari gedung sekolah playgroup Bunga Matahari.
Agnes berbalikan badannya dengan tegap untuk berjalan menuju ke pasar yang tak jaraknya tidak terlalu jauh dari sekolah itu.Ia terlihat mulai untuk memilih -milih sayur yang di inginkannya kepada penjual sayur di pasar itu.
Lalu Agnes tiba -tiba di tegur sapa oleh seorang pria berkacamata yang sedang duduk di kedai penjual soto mie yang berada di salah satu ruko di sekitar belakang penjual sayur itu.
" Hi, Agnes..Kamu kok makin cantik dan bahenol saja semenjak kita berpisah di Kanada ?" Sapa Hendrik salah satu mantan pacar Agnes Cinora Wang selain Danny teman dekatnya Ray.
Agnes mengangkat wajahnya dan tatapan mata nya yang beradu pandang dengan Hendrik yang memamerkan senyuman yang mengejeknya yang penampilannya yang sekarang ini terlihat lebih sederhana daripada di waktu dirinya di Kanada yang penampilannya waktu itu sangatlah modis dan seksi luar biasa sampai memikat kaum adam dengan jumlah tak terhitung.Karena Agnes dahulu setiap minggu selalu berganti pacarnya seperti Ia mengganti makanan di lemari es dalam waktu satu minggu sekali.
__ADS_1
" Hi, gadis lotere ?" Sapa Hendrik mendekatinya dengan wajahnya dan sikapnya merendahkan diri Agnes.
Bersambung..!!