Stay For Love

Stay For Love
Episode 94.


__ADS_3

Bu Ecih dan Lisa saling tarik -menarik sapu duk di tengah jalan area gedung rusun Mawar yang membuat suasana kawasan parkiran motor di rusun Mawar semakin ricuh dan ramai sehingga di kelilingi oleh sejumlah penghuni rusun itu di karenakan suara teriakan mereka berdua.


" Anak liar...! Perawan liar Gue sumpahin Elo kalo Elo selamanya gak bakalan dapat jodohhh..!" Teriak Bu Ecih yang menarik kencang ujung kiri sapu duk untuk mempertahankan dirinya.


"Wanita tua bau tanah...! Elo tuh ya mulutnya itu tuh minta diulek pake cabe setan level sepuluh ama Gue yaaa...!!" Balas Lisa yang menarik ujung lain sapu duk dengan sekuat tenaganya sehingga sapu duk patah menjadi dua bagian dan terlempar lepas patahan lainnya dari tangan Bu Ecih.


Bugh..!


" Auhhh..!" Suara pekikan dari seorang cowok yang baru masuk ke kawasan gedung rusun itu yang tak sengaja terkena timpaan patahan sapu duk yang melayang dari genggaman tangan Bu Ecih.


Sejumlah penghuni rusun Mawar dengan teratur membuka jalan untuk Bu Ecih dan Lisa dapat melihat korban dari pertengkaran mereka berdua dan ternyata korban mereka itu adalah seorang cowok tampan yang sepertinya orang baru di rusun Mawar.


" Aihh...! Aku minta maaf banget atas sapu duk yang terbang dari tanganku gara-gara perawan liar itu...!" Kata Bu Ecih yang tak mau di salah kan oleh cowok tampan yang baru datang ke rusun nya sambil menunjuk ke arah Lisa yang melotot kepadanya.


" Ehhhh..! Dia yang salah bukan Gue, tong..! " Tukas Lisa yang menunjuk ke Bu Ecih untuk bela diri nya.

__ADS_1


Cowok tampan itu memegang sapu duk yang patah itu terpana menatap Lisa yang di anggap nya sebagai tipe cewek yang unik sekali dan langka sampai tak sadar kalau ada orang yang mengenalinya telah memanggilnya dari arah pintu gerbang gedung rusun Mawar.


" Kak Luk...! Tumben kamu malam -malam gini datang ke rusun ku tinggal ?" Sapa Benny yang baru saja memarkirkan motor nya di parkiran khusus motor di bagian barat gedung rusun itu.


" Hai, Ben..Ya , Karena Kakak Lukas kangen sama kamu, dek..! " Jawab Lukas yang cepat menemui Benny yang merasa heran melihat Lukas yang terus -menerus melihat ke arah Lisa yang sedang melihat arah mereka di samping Bu Ecih.


" Ouh, ternyata cowok ini Kakakmu ya, Ben..! Ah aku minta maaf gak sengaja telah melukai Kakak mu dengan sapu duk yang patahannya terlepas dari genggaman Bu Ecih si perempuan tua bau bunga mawar liar di pinggir jalan..!" Kata Lisa yang mengedip -edip centil kepada Benny yang menilai gadis itu kesurupan.


" Ei, Lisa apa Elo kerasukan setan terowongan cassablanca yang mana sih? " Tanya Benny yang bergidik ngeri dengan kedipan centil Lisa kepada nya.


" Iihhh, Elo tuh ya Ben...Masa cewek secantik Gue di katakan kerasukan setan terowongan cassablanca..! " Kata Lisa dengan nada sebal kepada Benny. Lalu berlari menaiki tangga ke arah unit rusun nya tinggal dengan air mata nya mengalir deras sampai orang tua dan keluarga nya merasa kebingungan melihatnya menangis.


" Gue kan emang cewek benaran, Enno..!! " Teriak Lisa yang menatap pedih kepada Kakak iparnya yang pura -pura tak melihat kepedihan di mata nya itu.


" Ehh..Ehh..Lisa..Kamu jangan berteriak kepada Kakak Enno kamu yang sedang hamil muda loh nanti kamu akan mengejutkan bayi kakak Enno kamu..!" Kata Emak nya yang lebih membela Enno daripada Lisa.

__ADS_1


"Iya..Trus saja Emak memihak kepada Kak Enno yang memang anak kesayangan Emak..! " Kata Lisa yang semakin kesal lalu masuk ke kamar nya dan berkemas dengan cepat lalu keluar dari kamar dan unit rusun nya tanpa berpamitan pada Emak , Kakak dan Kakak iparnya serta adik nya yang hanya menengok dari kamar tanpa ada rasa perduli kepadanya.


Benny yang mengajak Lukas untuk melihat unit rusun nya itu menengok melihat Lisa membawa tas punggung meninggalkan unit rusun keluarga Budiman. Ia pun terheran -heran begitu tak lama Ia mendengar suara deru motor Lisa yang telah meninggalkan rusun Mawar.


" Eh, dia ngamuk sampai kabur dari rumah..!" Pikir Benny sambil memasukkan kunci ke lubang kunci pintu unit rusunnya untuk mengajak Lukas melihat -lihat tempat tinggalnya yang sederhana itu.


" Ben..Aku turut prihatin dengan kabarmu yang baru saja ku dengar dan ketahui dari Papa ku tentang kamu sudah bercerai dari Sally yang di ketahui telah berselingkuh dari mu..!" Kata Lukas begitu sudah berada di ruang serba guna dalam unit rusun Benny tinggal.


" Ya, makasih Kak Luk..Aku juga turut prihatin kalau kamu sudah jadi duda keren karena Kakak ipar sepupu Jessica telah meninggal dunia karenakan kecelakaan dan Aku juga baru- baru ini dengar kabar Tante Jenny Mama mu dan juga Mama nya Ray sudah meninggal dunia karena sakit keras...! Ah, Aku sudah menghubungi Ray melalui wa untuk menyatakan belasungkawaku kepada Ray..! " Kata Benny yang tampak sedih saat mengingat Tante Jenny nya yang sangat baik hati kepadanya.


" Iya, Ben sama-sama..! Oh ya, Aku datang ke sini untuk memberikan surat undangan untuk mu dari William yang akan melangsungkan hari pernikahannya dengan Sarah pacarnya pada hari minggu yang akan datang di restoran pondok selera satu di Kota Tangerang." Kata Lukas yang memberikan surat undangan warna biru kepada Benny.


" Wahh, cepat banget Will adik bungsu kita itu menemukan jodohnya dengan gadis pilihannya sendiri..! Ahh, Aku turut bahagia mendengar nya dari mu , Kak Luk..!" Kata Benny kepada Lukas sambil menawarkan camilan di dalam toples di atas meja serba guna nya.


"Ben..Kamu itu dari dulu gak pernah lupa untuk jajan camilan sosis so nice , agar-agar inaco dan permen mentos yang menjadi jajanan favoritmu sejak kamu kecil..!" Kata Lukas tersenyum manis dan penuh kasih sayang kepada Benny seraya mengambil camilan tersebut dari toples yang di sodorkan oleh Benny kepada nya.

__ADS_1


" Hahahaha ya, Kak Luk. Asal kamu ketahui ya kalau ketiga camilan ini adalah dulunya favorit nya Tante Jenny untuk menghilangkan perasaan sedihnya hatinya itu yang menular kepadaku dan Ray yang akhirnya menyukai ketiga jenis camilan ini..!" Kata Benny yang teringat kepada Tante Jenny nya seketika itu juga sampai raut wajah nya yang sedih itu terlihat jelas sekali oleh Lukas yang memakan camilan itu sambil menangisi kepergian Mama tiri nya itu yang terlalu cepat baginya itu.


Bersambung..!!


__ADS_2