
Edgar di minta pulang ke Indonesia oleh kedua orang tuanya untuk kepentingan yang sangat mendesak sekali sehingga ia mau atau tidak mau terpaksa harus pulang ke Indonesia untuk memenuhi permintaan orang tuanya.
Dan, permintaan dari orang tuanya itu adalah Ia di suruh menikah dengan seorang perempuan pilihan dari kedua orang tuanya yang tak lain dan tak bukan adalah Irene Gilberto Xu gadis pujaan hatinya sendiri.
" Irene.." Gumam Edgar begitu Ia tiba di rumah orang tuanya di Jakarta Selatan.
" Edgar, kenapa kamu baru datang jam segini? Aduh, kau nyaris saja terlambat! Ayo, cepatlah kau ikut kakakmu ke kamar mu untuk berhias dirimu dengan baik untuk hari ini. " Kata Mama nya yang segera menariknya masuk ke kamar nya.
Lima belas menit kemudian, Ia berdiri di depan altar salib Yesus Kristus di gereja kecil yang berada di sebelah kanan rumahnya dan Ia tak berani untuk mencoba membantah perintah dari kedua orang tuanya.
Tak lama kemudian, Ia melihat Irene memakai gaun pengantin dengan anggun luar biasa telah di gandeng oleh Papa gadis itu untuk berjalan menuju ke arahnya.
" Edgar, mulai dari hari ini aku serahkan putriku Irene Gilbeto Xu kepada mu. " Kata Papa nya Irene memberikan tangan Irene kepada Edgar.
Di samping mereka, ada sepasang pengantin lain yang ternyata adalah Kakaknya Irene yang bernama Jeremi Song yang menikah dengan gadis cantik yang bernama Tamara.
" Para hadirin yang berbahagia kita di dalam rumah Tuhan yang suci ini akan segera menjadi saksi suci untuk melangsungkan pernikahan dari dua pasangan calon suami dan istri yang kudus yaitu Tuan Jeremi Song dengan Nona Tamara dan Tuan Edgar Purnomo dengan Nona Irene Gilberto Xu. " Kata pemuka agama setempat.
Lalu, baik Edgar maupun Irene serta Jeremi Song dan Tamara mengikrarkan janji suci mereka di hadapan Tuhan dan juga keluarga mereka di dalam gereja Katolik kecil di dekat rumah orang tuanya Edgar.
" Acara selanjutnya adalah kedua mempelai bisa saling menukar cincin pernikahan kalian untuk menandakan bahwa kalian berdua sudah sah dan resmi menjadi sepasang suami-istri yang kudus. " Kata pemuka agama kepada kedua sepasang pengantin itu.
__ADS_1
Edgar memakaikan cincin pengantin ke jemari manis Irene Gilberto Xu begitu juga sebaliknya Irene Gilberto Xu menyematkan cincin berlian pernikahan mereka ke jemari manis Edgar.
Kini, di kota Seoul usai mereka melangsungkan pernikahan mereka di ibukota Jakarta, Indonesia dimana pernikahan mereka merupakan sebuah pernikahan jebakan oleh kedua orangtua mereka untuk masa depan mereka.
"Irene, apakah kamu masih belum bisa adaptasi dengan status baru mu yang mendadak menjadi seorang istri dari Edgar Purnomo?" Tanya Edgar Purnomo dengan nada halus kepada Irene Gilberto Xu yang duduk di sofa di ruang keluarga di apartemen nya.
" Iya, apalagi aku belum pernah mengenal mu dan aku juga belum bisa melupakan mantan kekasih ku. "Jawab Irene Gilberto Xu yang kini mengangkat wajahnya untuk menatap langsung kepada suaminya.
" Ehmmm..Aku juga sama belum bisa mengenal mu lebih dalam tetapi Aku tak pernah bisa untuk menerima kenyataan bahwa istriku sendiri yang mengatakan bahwa ia belum bisa melupakan mantan kekasihnya. Ahh, Aku sebagai seorang suami dan pria mu merasa terhina sekali, Irene. " Kata Edgar Purnomo yang menatap marah dan kecewa dengan pernyataan dari Irene Gilberto Xu tentang istrinya belum bisa melupakan mantan kekasih dari istrinya itu.
" Seterah deh pokoknya aku sudah berbicara dengan jujur tentang isi hatiku yang masih cinta kepada mantan kekasih ku. " Kata Irene Gilberto Xu yang meninggalkan suaminya untuk masuk ke kamar tidur lain.
Edgar Purnomo yang merasa sedih dan kecewa itu pergi menemui seseorang di luar rumahnya. Ia menumpahkan segala unek-unek nya kepada teman kerjannya yaitu Dokter Wanda Hanita di kafetaria dekat rumah sakit tempatnya bekerja.
" Ahhh, bodoamat sama mabuk..! Aku ingin menumpahkan segala beban di hatiku yang saat ini penuh dengan kekecewaan berat." Kata Edgar Purnomo dengan nada sedih sekali.
" Kau harus sabar untuk mendapatkan cinta dari istri mu dengan kamu terus memberikannya cinta dan perhatian mu setiap harinya maka Ia cepat atau lambat akan jatuh cinta kepada mu. " Kata Wanda Hanita yang memberikan nasehat kepada Edgar Purnomo.
Edgar Purnomo malah menjatuhkan dirinya ke pelukan Wanda Hanita yang segera membayar biaya minumannya kepada pemilik kafetaria lalu membawanya pulang ke apartemennya dan di lihat oleh Irene Gilberto Xu yang membukakan pintu untuknya.
" Terimakasih kamu sudah mengantarkan suami ku pulang ke rumahku. " Kata Irene Gilberto Xu yang menerima Edgar Purnomo dari Wanda Hanita.
__ADS_1
" Iya, sama-sama Irene. Aku pulang ya..!" Kata Wanda Hanita yang segera pamit kepada Irene Gilberto Xu.
Irene Gilberto Xu membawa Edgar Purnomo ke kamar lalu merapikan suaminya dengan sikap seorang istri yang memiliki kewajiban untuk melayani suaminya dengan ketulusan hati.
" Irene..! Kemarilah..! " Kata Edgar Purnomo yang menariknya ke tempat tidur lalu mencium bibir nya dengan kemesraan.
" Aku masih belum siap untuk menyerahkan diri ku kepada mu, Edgar. " Kata Irene Gilberto Xu di bawah tubuh Edgar Purnomo.
" Aku mau kamu sekarang juga. " Kata Edgar yang membuka pakaian tidurnya lalu mencium dan menyentuh setiap inci kulit dan dagingnya.
" Aaahhh..! Edgar..!! " Jerit Irene Gilberto Xu yang meremas rambut Edgar Purnomo begitu suami nya itu memasuki dirinya dan menjadikannya sebagai seorang istri sejati.
Edgar Purnomo menjatuhkan dirinya di atas tubuh Irene Gilberto Xu sesudah Ia menjadikan Irene Gilberto Xu secara utuh menjadi miliknya seorang.
Hari demi hari berlalu begitu cepat bagi Edgar Purnomo dan Irene Gilberto Xu hidup sebagai suami dan istri di Korea Selatan dan terutama bagi Edgar Purnomo yang semakin besar cinta nya terhadap Irene Gilberto Xu.
"Musim dingin tahun ini adalah tahun pertama aku menjadi suami mu, Irene Gilberto Xu. Aku sangat bahagia menjadi suami mu. " Kata Edgar Purnomo di suatu hari di awal musim dingin dan Ia akan segera pergi bekerja ke rumah sakit sebagai seorang dokter spesialis anak.
" Iya, sama-sama Edgar. Nih, bekal makan siang mu. " Kata Irene Gilberto Xu yang menyodorkan kotak makan siang kepada Edgar Purnomo di pintu masuk ke apartemen mereka.
" Terimakasih untuk bekal makan siang yang kamu siapkan untukKu. " Kata Edgar Purnomo yang memberikan ciuman di bibir Irene sebelum keluar dari apartemen.
__ADS_1
Irene sendiri segera mempersiapkan dirinya untuk pergi kuliah di salah satu kampus di kota Seoul. Ia sudah sangat merindukan suasana perkuliahannya itu dan Ia bisa bertemu dengan teman-teman kuliahnya lagi setelah Ia menikah dengan Edgar Purnomo.
Bersambung!