
Pada jam tujuh malam waktu setempat David bisa mempersiapkan dirinya untuk pulang bekerja di bengkel bubut tempatnya bekerja di setiap harinya dan Ia tiba -tiba terpaku melihat Istrinya yang baru keluar dari mobil mewah yang berhenti di depan gerbang perumahannya tinggal.
" Mobil siapakah itu dan kenapa Agnes keluar dari mobil itu ?" Pikir David mencorong tajam ke arah mobil mewah yang pintunya terbuka ke atas lalu Ia terbelalak kaget saat Ia melihat seorang laki -laki muda memeluk dan mencium Agnes begitu mesra.
" Kurang ajar Agnes mempermainkanku secara diam -diam di belakangku..!" Gelora amarah yang membara membuat David menjadi gelap mata.Ia mengambil besi yang di pegangnya itu lalu Ia pun melangkah ke arah pria yang memeluk dan juga mencium Agnes.
Kemudian besi itu Ia hempaskan begitu saja untuk memukul kepala pria itu yang langsung bocor dan tersungkur di tanah sampai Agnes berteriak amat keras.
" Agghhhh..! Davidd..Apa yang kamu lakukan itu?!" Teriak Agnes terpucat -pucat melihat David telah memukul Johan hingga Johan pingsan dengan kepala bocor di pukul pakai besi oleh David.
" Membunuh pria yang berani menyentuh Istriku dan Aku juga tak segan untuk membunuh Istri yang sudah selingkuh di belakangku....!! "Balas David yang mengangkat besi untuk memukul juga Agnes.
Agnes yang ketakutan itu berlari dengan cepat ke arah taman pintu gerbang perumahannya tinggal bersama dengan David tetapi Ia makin takut sekali karena David mengejarnya hingga Ia terpojok di jalan buntu.
" Mau kabur ? Huh...!" Dengus David yang tangan kanannya di kepal lalu memukuli Agnes hingga Agnes dengan beringas menggambil kayu berat yang di gunakan Agnes memukul kepala David hingga David meninggal dunia di tempat.
" David jangan salahkan Aku..! Semua salahmu yang sudah membuat ku harus membunuh kamu David..!" Geram Agnes yang membuang kayu di tangannya ke selokan lalu kabur dari tempat di jalan buntu.
Agnes dengan gemetaran itu berlarian masuk ke gerbang perumahan Citra Garden untuk menuju ke rumahnya dan begitu Ia tiba di rumahnya segera Ia mengetuk pintu rumah dengan kencang.
Tok..!
Tok..!
__ADS_1
Tok..!
" Agnes...Astaga apa yang telah terjadi kepadamu dan kenapa wajahmu babak belur begini?" Tanya Mama Regina Wulandari Lin terkaget -kaget lihat Agnes pulang kerja dengan wajah babak belur.
" Dengar,Mama gak usah tahu ya pokoknya Aku mau pergi dari rumah ini...Sekarang juga bersama dengan Yogi..!" Nada ketus dari jawaban Agnes itu membangkitkan emosi dan kegalakan dari Mama Regina Wulandari Lin.
" Kamu itu sebagai menantu kurang ajar sekali sih membentak mertua mu sendiri..!" Balas Mama Regina Wulandari Lin dengan melotot galak sekali kepada Agnes Cinora Wang.
"Trus Gue harus bilang apa sama Elo yang Gue tahu selama ini bersandiwara dengan baik sekali sebagai Mama mertua yang baik hati kepada Gue menantunya? Ahh..Jangan ngibulin Gue deh,ya?!" Bentak Agnes Cinora Wang dengan wajahnya itu di dekatkan kepada Mama Regina Wulandari Lin.
Mama Regina Wulandari Lin memukul keras pada wajah Agnes sehingga wajahnya Agnes semakin biru lebam.Agnes membalasnya dengan sebuah tamparan yang tak kalah keras kepadanya.
"Keterlaluan kauuu..!" Teriak Mama Regina yang dengan emosi itu mengambil gunting jahit untuk menusuk Agnes tetapi Agnes dengan gesit sekali menyambar tangannya dan gunting jahit pun tak terelakkan menusuk perut Mama Regina hingga mengalirlah darah dari perut Mama Regina yang kesakitan dan akhrnya menghembuskan napas terakhirnya di lantai rumah itu.
"Yogi,jangan kamu berteriak keras-keras ya? Atau Mama juga akan menusuk mu dengan gunting lain nya sepertinya yang Mama lakukan kepada Oma mu yang galak ituu..!" Agnes mengancam Yogi.
Yogi yang ketakutan itu terpaksa mematuhi Mama nya itu,lalu anak itu melihat Mama nya mengambil semua barang yang ada di kamar Oma nya dan juga kamar Mama dan Papa nya untuk di simpan di tas ransel besar milik Papa nya yang biasa di gunakan oleh Papa nya untuk jalan -jalan keluar kota.
" Ayo,kamu cepat ikut Mama keluar dari rumah ini sebelum tetangga mengetahui semua yang telah terjadi di rumah ini dan Mama gak mau untuk kedua kalinya masuk penjara..!" Bentak Agnes di dekat Yogi Yudistiro yang lalu di seretnya keluar dari rumah.
Tetapi, Agnes terblokir oleh para warga yang tak sengaja menemukan jasad David di jalan buntu di taman luar pintu gerbang perumahan Citra Garden sampai Agnes terpucat -pucat di tempatnya.
" Kau pikir bisa kabur setelah kamu membunuh karyawan ku ?" Tanya Bos bengkel butut tempat kerja David dengan tegas kepada Agnes.
__ADS_1
" Mama juga membunuh Oma Regina,Oom...!" Teriak Yogi Yudistiro yang langsung diamankan oleh warga saat melihat Agnes melototi anak itu.
" Wanita jahat ini harus kita bawa ke kantor polisi untuk di hukum sesuai perbuatannya..!" Seru para warga setempat yang memanggil kepala rumah warga atau Rw setempat sebagai saksi.
" Ya..Kita bawa dia ke kantor polisi sekarang juga." Jawab Rw setempat yang sudah memerintahkan para warga untuk membekuk Agnes.
Agnes pun untuk malam hari itu juga di jebloskan ke penjara sesuai perbuatannya itu ,sedangkan untuk Yogi Yudistiro anak itu di masukkan ke panti asuhan untuk di rawat oleh negara sebagai anak yatim-piatu.
" Aku masih punya Oom yang bisa merawatku di rumahnya,Ibu panti." Kata Yogi Yudistiro yang memberitahukan Ibu panti asuhannya tentang diri nya masih ada sanak saudara.
"Oh,kamu masih punya Oom ?Dimanakah Oom mu itu dan siapa namanya itu agar Ibu panti dapat membantu mu untuk menemukan Oom mu itu?" Tanya Ibu panti asuhan dengan baik hati sekali kepada Yogi Yudistiro.
" Oom ku namanya Raymond Gilberto Xu tetapi Aku gak tahu di mana Beliau tinggal,Ibu panti." Jawab Yogi Yudistiro dengan jujur sekali kepada Ibu panti asuhan.
"Oh,lalu apakah kamu punya fotonya biar kami mencarinya melalui akun sosialnya?" Tanya Ibu panti asuhan yang pantang menyerah sekali agar Yogi bisa berjumpa dengan Pamannya sebagai satu -satunya sanak saudara yang di miliki oleh anak itu.
"Ah,sayang sekali Aku gak punya fotonya.." Jawab Yogi Yudistiro dengan lesu.
Ibu panti asuhan pun dengan penuh kasih sayang membantu Yogi untuk nyaman tinggal di panti asuhan untuk sementara waktu sampai Yogi bisa menemukan Pamannya itu.
Perumahan Anyelir,Kota Tangerang.
Mama Jenny masih menangisi kepergian Delia yang sangat melukai hatinya kalau dirinya teringat tentang peristiwa naas itu yang disebabkan oleh suaminya sendiri,yakni Doni Wildan.
__ADS_1
Bersambung..!!