Stay For Love

Stay For Love
Episode 9.


__ADS_3

Siluet temaram yang sangat cerah terpancar dari atas langit yang tertutup genteng -genteng rumah -rumah yang berbaris rapi dengan membelah satu ruang kosong untuk jalanan yang panjang dan di jadikan pembatas bagi barisan rumah -rumah di perumahan Anyelir.


" Apakah kalian berdua sudah merasa yakin untuk menyewa dua kamar di rumah nomor 208 yang merupakan rumah Ibu Nabila Paramitha Tan ? " Tanya Mama Jenny pada Ray saat Ray kasih tahu Mama Jenny mengenai keputusannya untuk Ray dan Delia keluar dari rumah Papa Donny Wildan agar Delia tidak meresahkan Papa Donny dengan tingkah laku nya yang tak seperti anak remaja lain pada umumnya.


" Iya , Ma. Ray udah bayar dp kok dan besok Ray juga akan bekerja di kafetaria kopi milik anak bos putri ketiga Tante Nabila untuk biaya hidup dan sekolah Delia." Jawab Ray menenteng koper dan tas besar miliknya dan Delia.


" Ya , sudah.Jika itu memang sudah keputusanmu yang terbaik untuk kau dan Delia. Mari , Mama antar kalian ke rumah Tante Nabila." Kata Mama Jenny menggandeng tangan Delia yang patuh di tuntun berjalan bersama dengan Mama Jenny ke luar rumah nomor 205.


Di depan rumah nomor 208 terlihat Evelyn sedang membeli semangkuk bakso malang langganan Eve di sore petang. Melihat kedatangan Ray dan Delia serta Tante Jenny ke arah rumahnya. Eve pun segera menghampiri ketiganya dengan sopan santun yang sangat baik.


" Met sore , Tante Jenny , Kak Ray dan Adik Delia mari Eve bantu bawakan barang -barang kalian ke rumah Eve." Kata Eve mengulurkan tangannya ke tas jinjing yang di bawakan Delia.


" Makasih , Kak Eve." Kata Delia sopan kepada Eve yang tersenyum ramah dan hangat untuk Delia.


" Neng Eve , ini mau di taruh di mana mangkuk bakso mu ? " Tanya tukang bakso malang yang membawakan mamgkuk bakso malang Eve di kedua tangan Tukang bakso malang itu.


" Oh , Mas Roni tolong taruh aja mangkuk bakso malang Eve di bangku rotan depan teras rumah Eve." Jawab Eve menengok sopan kepada Tukang bakso malang seraya menaruh tas jinjing milik Delia di sofa panjang kayu ruang tamu.


" Eve , kau makan saja bakso mu. Biar Aku yang menangani barang -barang ku dan Delia." Kata Ray mengambil tas jinjing miliknya dari Evelyn yang mengambilnya dari tangan Mama Jenny.


" Oh , oke. Ohya , kau mau makan bakso ,gak ? Del dan Tante Jenny juga mau makan bakso, gak ? Kalo mau pesan , gih sekalian ?" Tanya Eve seraya duduk bangku rotan panjang lalu asyik makan bakso malang.


" Enggak ,makasih atas tawarannya." Jawab Ray sambil membawa barang -barang ke lantai atas dan menaruh barangnya di kamar yang di beri tanda nama ' Kamar Raymond ' yang berarti ini kamar khusus untuknya.

__ADS_1


Ray membuka pintu kamar itu lalu menemukan tempat tidur yang sudah rapi dengan sprei warna biru motif power ranger lengkap dengan bantal kepala ,guling dan juga selimut motif dan warna senada. Di kamar itu juga ada jendela yang bisa di buka dan langsung memperlihatkan sederetan bunga -bunga wijayakusuma yang mulai tumbuh kuncupnya bila sore hari.


" Wah , gordennya pun senada dengan sprei dan selimut di ranjang. Lemari pakaian ada cermin di sudut dengan pintu ada meja dan kursi belajar putar warna krem yang pas untuk meja kerjaku di malam hari." Kata Ray yang segera menata barang -barangnya dengan rapi di tempat -tempat yang sudah di sediakan untuknya dari keluarga Evelyn.


" Kak Ray , kemarilah.Lihatlah kamarnya Delia." Kata Delia sukacita dari kamar sebelah yang ada gantungan tirai kerang warna pink di pintunya.


" Kamar Delia." Baca Ray membukakan pintu dan masuk melihat Mama Jenny merapikan barang -barang Delia di tempat yang sudah di sediakan untuk Delia dari keluarga Evelyn.


" Gambar sprei ,gorden sangat sesuai yang Delia inginkan selama ini , Kak.Ada gambar twiti yang lucu." Kata Delia begitu senang dengan kamar itu.


Usai mereka merapikan barang -barang mereka di kamar yang sudah di tunjukkan untuk mereka. Ray bersama Delia dan Mama Jenny turun bersama -sama untuk bergabung dengan Tante Nabila , Eve dan Ziko yang sudah duduk rapi menanti mereka bertiga di ruang makan.


" Jen , Ray dan Lia mari kalian makan malam bersama dengan kami. Kebetulan sekali Eve yang masak makan malam untuk hari ini dengan menu yang bisa di masak olehnya." Kata Tante Nabila menawarkan Mama Jenny , Ray dan Delia makan malam bersama dengan keluarganya.


" Kak Eve ,mari Delia bantu untuk bawain piring, gelas, sendok dan garpu." Kata Delia menemui Eve yang menata piring, gelas ,sendok dan garpu di meja makan untuk Tante Nabila , Mama Jenny , Ray , Delia , Ziko dan untuk Eve juga.


" Iya , Del. Sini bantu Kakak Eve " Kata Eve nada ramah yang sangat tulus dan apadanya sehingga Delia merasa nyaman dengan Eve.


" Jen dan Ray mari di cicipi sayur sup otak -otak ikan soun dan perkedel untuk makan malam hari ini." Kata Tante Nabila menaruh sup otak -otak ikan soun di mangkuk khusus sup untuk masing -masing dan perkedel di piring yang sudah di beri nasi putih untuk masing -masing oleh Eve.


" Iya , Tante Nabila.Makasih banyak." Jawab Ray yang menerima bagiannya dari Eve sodorkan pada nya.


" Ya ,makasih Nabila. Kau baik sekali sudah beri tumpangan untuk Ray dan Delia di rumahmu." Kata Mama Jenny dengan rasa syukur memiliki teman dan tetangga sebaik Tante Nabila.

__ADS_1


" Eve , kamu kok gak makan sih ? " Tanya Ray yang melihat Eve cuma duduk menemani Ray , Mama Jenny , Delia , Tante Nabila dan Ziko makan.


" Aku 'kan udah makan bakso tadi. Ya udah cukup kenyang lah." Jawab Eve memegang perutnya yang kecil.


" Ah , Eve memang lebih suka jajan gituan dari makan nasi kalau malam katanya buat diet biar tetap langsing tubuhnya." Kata Tante Nabila yang menyuap makanannya ke mulutnya.


" Emm..Gitu ,ya ? Lalu apakah kamu gak akan lapar di tengah malam saat tidur ,Eve ? " Tanya Ray menatap Eve yang duduk di sebelah Ziko dan di seberang Delia.


" Enggak. Udah biasa soalnya." Jawab Eve suara bening yang mengalun manis di telinga Ray.


" Emm.." Gumam Ray sambil menikmati makan malamnya.


" Gimana rasa sup otak -otak ikan soun dan juga perkedel buatkan Eve, Kak Ray dan Delia juga Tante Jenny ? " Tanya Ziko mengangkat alisnya kepada Ray yang setengah kaget juga di tanya Ziko soal makan malam karya Eve.


" Enak sekali rasanya pas gak asin dan hambar juga otak -otak ikannya manis dan empuk..Hmm perkedelnya enak." Jawab Ray melihat Eve yang tersenyum senang dengan pujiannya.


" Wah ,ya Eve kau pintar juga masak ,ya ? Enak dan top deh." Kata Mama Jenny memberikan ibu jari kepada Eve.


" Ah ,Tante Nabila dan Kak Ray bisa aja. Eve masih jauh kalau bagian masak di bandingkan dengan Mama dan Kakak ketiga Eve yang jago masak." Kata Eve merendah kepada Tante Jenny.


" Enggak , kok.Orang masakan Kak Eve gak kalah enaknya dengan masakan Mama dan Kak Erni. Buktinya Delia bisa makan dua piring nambah sampai habis tuh." Tutur Ziko menunjuk Delia di depannya.


" Hahaha , Ziko terlalu memuji ku dengan maksud untuk dapat di belikan minuman pocari sweat di Indomart ," Kata Eve merona di wajahnya yang manis di pandang mata Ray.

__ADS_1


Bersambung...!!


__ADS_2