
" Bel, sedang apa kamu di situ ?" Tanya Pak Bram papa nya Belinda yang datang dari lift lain.
" Gak sedang apa-apa kok ,Pa. Bel mau balik aja ke Jakarta. Malas berada disini kalau di cuekin sams cowok yang Bel taksir." Jawab Belinda yang melangkah menuju ke lift di belakang Papanya itu dengan sikap uring -uringannya itu.
" Hmm kenapa lagi sama tuh anak ?" Tanya Pak Bram menggeleng kepala pusing menghadapi putrinya yang manja itu.
" Mungkin sedang badmood karena masalah yang biasa di gandrungi para anak -anak muda saja." Jawab Oom Bruno ringan.
" Iya, mungkin." Kata Pak Bram mencoba pahami.
" Ya, mari kita menuju ke ruang rapat untuk kerja lagi saja." Kata Oom Bruno tanpa membuang - buang waktu lagi untuk segala bisnis yang tahu akan menguntungkan dirinya itu.
" Ya, mari." Jawab Pak Bram melangkah ke ruang rapat. Di mana sudah ada Ray dan beberapa orang dari anggota pekerja baik di perusahaan Bruno maupun di perusahaan Bram telah hadir di ruang rapat itu.
Perumahan Anyelir, Tangerang.
Gorden tersingkap dari jendela di ruang tamu di rumah nomor 208. Di setiap kisi -kisi jendela itu sedang di lap bersih oleh Eve yang menaiki tangga besi lipat untuk mengganti gorden kotor dengan gorden bersih.
" Kak Eve hati -hati naik tangga nya." Kata Delia di bawah tangga besi lipat membantu jaga tangga untuk melindungi Eve.
" Iya, Del. Tenang aja Kakak udah biasa kok untuk bersih -bersih kisi -kisi jendela, ganti lampu dan bersihin kipas angin serta ac." Kata Eve yang di tutup mulutnya dengan masker untuk terhindari dari debu.
Di ruang tv ada Ziko yang sedang duduk di sofa panjang sambil menonton film Korea di tv sambil menikmati buah anggur yang hanya di izinkan tiga butir sehari untuknya atas saran Dokter nya.
" Sepi banget ya hari tanpa ada anak -anak yang di titip di rumah ini." Kata Mama Nabila dengan nada bosan dengan sepinya rumah itu di hari -hari yang biasa anak -anak sekolah.
" Iya, Ma. Mending Mama nonton film gih dari hp nya Eve biar gak bosan kesepian di rumah." Kata Ziko mengambilkan hp Eve yang tergeletak di meja ruang tv untuk Mama Nabila pakai nonton film.
__ADS_1
" Iya, boleh juga Zik. " Kata Mama Nabila mulai menikmati kegiatan siang harinya dengan santai yaitu menonton film melalui hp nya Eve.
" Non Eve mari Saya gantikan pekerjaan Nona Eve selanjutnya agar Nona bisa makan siang dulu." Kata Bi Umi mengambil ember isi air kotor dari bawah tangga besi lipat.
" Ya, Bi Umi makasih." Jawab Eve ramah kepada Bibi Umi seraya turun dari tangga besi lipat dan mencuci tangan di keran samping garas minimalis rumahnya.
" Auw ," Keluh Eve pada perutnya yang kram.
" Non, kenapa ? " Tanya Bi Umi cemas.
" Sepertinya Aku akan segera datang bulan. Aku mau lihat dulu di kamar mandi." Jawab Eve yang bergegas menuju ke kamar mandi bawah tangga.
" Eve ,kamu gak papa 'kan ?" Tanya Mama Nabila mengetuk pintu kamar mandi dengan nada cemas akan kesehatan Eve.
" Ya, gak papa kok , Ma." Jawab Eve keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat sekali dan Eve terlihat lemas.
" Aku gak apa -apa, Zik. Aku cuma kecapaian aja kok." Kata Eve tersenyum tabah untuk Mama dan keluarganya tidak mencemaskannya.
" Kalau gitu mending kamu makan siang ,minum obat sakit perut lalu tidur siang dan jangan kerja urusan rumah lagi sampai kamu benar -benar sehat." Kata Mama Nabila menasehati Eve.
" Iya, Ma." Jawab Eve.
Hari itu Eve tidur siang sangat lama sampai hari menjelang malam barulah Eve bangun dan Eve melihat Mamanya terlihat habis menangis dan Ziko beserta keluarganya berkumpul di sekitarnya di sebuah ranjang pasien di rumah sakit.
" Ei , Aku ini kenapa ? Kenapa Aku bisa berada di rumah sakit ?" Tanya Eve bingung dirinya di infus.
" Kau jatuh pingsan selama tiga hari tiga malam di depan pintu kamar mandi lalu kami membawamu ke rumah sakit karena kamu terserang sakit dari penyakit Demam Berdarah yang cukup parah dan nyaris merenggut nyawamu ,Eve. Jika kami telat membawamu ke rumah sakit," Jawab Kakak nya Eve yang pertama dengan tatapan mata cemas.
__ADS_1
"Ouh..? "
Eve tampak merasa bersalah karena Ia telah buat keluarganya cemas terhadapnya.
" Eve gimana keadaanmu ? " Tanya Ray yang tahu -tahu telah datang ke ruang menginap di rumah sakit itu dan pemuda ini dengan cemas sekali memandangi Eve di pinggir tempat tidur pasien Eve.
" Kak Ray ,kau juga sampai balik cepat dari kerja mu di Palembang karena Aku sakit." Kata Evelyn merasa tak enak hati kepada Ray.
" Eve , bagiku yang terpenting dirimu. Aku masih bisa melanjutkan pekerjaanku di lain waktu namun Aku tak bisa berhenti memikirkan mu yang jauh dariku dan ketika Aku tahu dirimu jatuh sakit lalu di rawat rumah sakit. Aku langsung kembali ke sisi mu untuk memastikan dirimu selalu sehat dan baik -baik saja." Kata Ray memeluk Eve dengan perasaan penuh kecemasan dan kerinduan serta ketakutan akan kehilangan Eve.
"Kak Ray...! " Panggil Eve menaruh telapak tangan di pipi Ray untuk memberikan hiburan untuk Ray.
" Eve Oh Eve ku sayang." Kata Ray mengecup dahi Eve dengan lembut.
" Emm, Ray kamu juga harus menjaga kesehatan mu dengan kamu beristirahat di rumah besok pagi kau masih bisa datang lagi kesini untuk jaga Eve di sini." Kata Kakak pertamanya Eve menasehati Ray untuk pulang.
" Gak mau ! Aku mau menjaga Eve di luar ruang inapnya usai Aku mengantar pulang Tante Nabila dan Kakak -kakak ke rumah." Kata Ray bersikeras untuk menjaga Eve di luar kamar pasien.
" Ah ,yaudah seterah Kau Ray. Kami bisa pulang sendiri kok, bukankah tadi kamu lihat di lobby ada Kakak Ipar Eve yang menunggu kami di lobby? " Ucap Tante Nabila pengertian terhadap Ray.
"Iya ,Tante. Ray ucapkan terimakasih atas rasa pengertian Tante pada kemauan diri Ray yang mau menjaga Eve di rumah sakit bersama Kakak Echa." Kata Ray tulus kepada Tante Nabila sambil menyalami tangan Tante Nabila sebagai salam kesopanannya itu.
Malam itu Ray benar -benar menjaga di luar ruang menginap tanpa mengeluh dingin, nyamuk atau semacamnya, Ia hanya berpikir untuk melindungi Eve nya saja dan tak ada perasaan lain lagi di hati dan pikirannya itu.
" Wah , grup di aplikasi novel nya Eve punya ada banyak teman seru nih ada Anezaki, Senja , Yukity dan Chris serta yang lainnya berkumpul ramai di rumah online Eve." Kata Ray menatap layar ipad miliknya.
Bersambung..!!
__ADS_1