Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
100. Cemburu


__ADS_3

Nayla yang tidak tenang semenjak kepergian Orion ke perusahaan memutuskan untuk memasak makan siang Orion dan mengantarkannya.


Setelah semua makanan siap, Nayla membersihkan diri dan bersiap. Nayla pergi menuju perusahaan Orion dengan diantar supir pribadi yang dikhususkan untuk Nayla.


“Pa berhenti sebentar di toko aprilmaret dekat perusahaan mas Rion ya.” Nayla meminta sang supir berhenti di salah satu toko untuk membeli mayonaise. Karena persediaan di rumah habis.


“Nayalaa..,” teriak seorang wanita. Nayla tidak mengenal wanita berkulit putih, berperawakan tinggi dengan high heels tinggi, tubuh semampai dengan mini dress soft pink tanpa lengan, rambut terurai berwarna pirang kecoklatan.


“Maaf apa nona mengenal saya?” Tanya Nayla dengan ramah.


“Siapa yang tidak mengenal kamu, Nay. Kamu kan istri dari omku. Padahal nasib kita sama tapi kamu beruntung diselamatkan om angkatku, bahkan mengandung anaknya.” Ucap sang gadis dengan so akrab dan melihat ke arah perut besar Nayla.


“Nona keponakan mas Rion?” Tanya Nayla kepada sang gadis dihadapannya dengan pikiran berkecamuk dan perasaan yang tidak enak karena ucapannya. Nayla benar-benar tidak paham maksud gadis di depannya. Dia tak mengenalnya namun seolah tahu segalanya.


“Oh iya perkenalkan aku Lisa keponakan angkat om Rion. Sama halnya denganmu, aku anak dari rekan bisnis om Rion tapi karena ayahku menyayangi om Rion seperti adiknya, untuk itu aku dianggap keponakannya. Kita seumuran loh, jujur aku patah hati saat om Rion menikah apalagi ternyata dengan kamu.” Lisa menatap Nayla dari atas yang mengenakkan hijab sampai bawah. Perawakan lisa jauh lebih tinggi dibanding tubuh mungil Nayla.


Nayla semakin heran dengan Lisa yang tidak mengenalnya namun so akrab, apalagi memberi tatapan tidak ramah dan tak sopan.


“Kalau begitu saya pamit ya, senang bertemu denganmu.” Nayla tidak merespon apapun dari yang diucapkan Lisa, Nayla hanya pamit dengan sopan dan tersenyum meski hatinya yang sensitif merasa tidak enak dengan apa yang diucapkan Lisa


15 menit Nayla sampai di loby perusahaan Orion. Nayla berada di toko agak lama karena ia membeli beberapa barang setelah meninggalkan Lisa. Saat di loby. Nayla yang baru akan ke resepsionis berpapasan dengan Dirga.


“Nyonya Nayla,” panggil Dirga


“Mas Rion ada Ga?”


“Tuan baru saja masuk ke ruang meeting. Apa ada hal yang urgent nyonya?”


“Tidak Ga, saya hanya ingin makan siang bersama mas Rion.”


“Jika seperti itu mari ke ruangannya saja, menunggu di sana. Tuan hanya meeting sebentar bersama klient.”


“Iya Ga gapapa saya tunggu di ruangannya.” Dirga pun menemani Nayla masuk ke lift. Sepanjang perjalanan dari lobby ke lift banyak yang kagum dan gemas dengan perawakan Nayla yang mungil dengan perut besar membulat sempurna namun wajah baby face. Nayla menjadi perbincangan para karyawan Orion yang dilewati. Menyapa kembali karyawan yang menyapanya dengan ramah.


“Silahkan masuk nyonya,” Dirga mempersilahkan Nayla masuk


Nayla menunggu Orion empat puluh lima menit. Terdengar suara tawa Orion dan seorang wanita dibalik pintu ruangan Orion yang akan memasuki ruang kerja.


Ceklek


“Sayang kamu di sini?” Tanya Orion yang sedikit terkejut karena tidak biasanya Nayla datang ke perusahaannya. Orion menghampiri Nayla di sofa dengan seorang wanita di belakangnya


“Hallo Nay, kita bertemu lagi.” Sapa Lisa yang ternyata ada di belakang Orion. Klient yang meeting bersama Orion adalah anak rekan bisnis Orion yang sudah dianggap keponakan. Lisa terlebih dahulu sampai dibanding Nayla saat mereka tak sengaja bertemu di toko aprilmaret.

__ADS_1


“Hallo,” Nayla berusaha ramah walau hatinya tidak seramah senyum yang terlihat. Nayla merasa Lisa memiliki perasaan kepada Orion. Selama Nayla menunggu Orion Nayla mencerna ucapan-ucapan Lisa kepadanya.


“Kalian saling kenal?”


“Baru aja kenalan pas ketemu di aprilmaret depan. Dia istri yang om selamatin dari pernikahannya kan?” Lisa mengetahui jika Orion menjadi suami pengganti Nayla dari sang papah yang menemani Orion datang ke nikahan Nayla saat itu. Dan mengetahui jelas Orion menggantikan posisi Hari mantan calon Nayla.


Orion terkejut Lisa berani mengatakan itu di depan Nayla. Orion melihat ekpresi Nayla yang belum pernah dilihatnya tak bisa dibaca.


“Masih ada kerjaan ya mas, aku pulang ya. Jangan lupa makan siang. Ini makanannya.” Nayla seperti di toko tidak merespon ucapan Lisa dia mengalihkan pembicaraan, tidak tahan dengan ucapan tidak sopan Lisa yang seolah mengetahui segalanya. Ada rasa sesak melihat dan mendengar Orion dan Lisa seakrab tadi. Nayla pikir lebih baik pulang daripada berada di antara mereka.


“Kita makan bareng sayang.” Orion mencekal lengan Nayla yang akan pergi. Dia lebih menanggapi ucapan Nayla dibanding harus merespon ucapan Lisa yang menurutnya tidak memiliki hak apapun untuk berkata seperti itu.


“Om aku mau nyobain dong masakan Nayla?”


“Boleh ko, kita makan barengan.”


Nayla mengurungkan niatnya untuk pulang, dia lebih baik makan bersama walau tidak nyaman daripada membiarkan Orion dan Lisa menikmati makanannya berdua.


Nayla membuka semua menu masakannya, menuangkan pada piring Orion. Saat Nayla mau memberikan ayam ke piring Orion, Lisa lebih dahulu memasukkannya. Nayla mengembalikan ayam tersebut ke tempatnya. Orion yang melihat itu merasa kikuk dengan kedua wanita yang melayaninya.


Saat Lisa mau menuangkan air Orion menghentikkannya “Tidak perlu kamu lakukan Lisa, biar Nayla yang melakukannya.” Orion memperhatikkan ekpresi Nayla yang tidak nyaman dengan keberadaan Lisa dengan mengambil alih tugasnya.


“Aku kan cuman mau meringankan beban Nayla aja om, kasiankan tuh kesusahan dengan perut besarnya.”


Orion merasa hawa di ruangannya cukup panas padahal pendingin dinyalakan. “Ada alamat tidur diluar.” Batin Orion yang takut akan kemarahan Nayla karena ucapan Lisa yang seenaknya dari tadi. Dia juga melihat Nayla hanya mengaduk makanannya.


“Sayang, aaa...,”Orion menyuapi sendok makanannya ke mulut Nayla. Nayla pun menyambutnya dengan senyum manisnya. Rasa kesalnya dari tadi setidaknya berkurang dengan sikap Orion yang tidak sungkan memperlakukannya dirinya dengan baik di depan Lisa.


Lisa yang melihat itu merasa gerah sendiri. “Harusnya aku yang berada di posisimu, Nay.” Batin Lisa


“Aku sudah kenyang om, aku pamit ya.” Lisa yang muak dengan pemandangan Orion yang terus menyuapi Nayla akhirnya keluar dari ruangan Orion.


Setelah suara sepatu Lisa tak terdengar, tatapan Nayla berubah menatap tajam Orion di sampingnya. Orion pikir dengan perlakuannya akan lolos dari amukan Nayla.


“Siapa dia yah? Dia tahu sekali tentang ayah?” Nayla menyingkirkan tangan Orion yang akan menyuapinya lagi dengan pelan. Orion pun menurunkan sendoknya dan mengembalikan ke piringnya.


“Dia anak rekan bisnis ayah, saat kita menikah dulu, papahnya menemani ayah ke acara pernikahanmu. Jadi dia tahu betul jika ayah menjadi suami penggantimu. Hanya tahu sebatas itu saja. Sepertinya Lisa tahu dari papahnya.”


“Sebegitu dekatnya kamu dan dia?”


“Sayang ayah ga suka kalau ibu sudah panggil kamu kamu.”


“Ko mengalihkan pembicaraan sih?” Ketus Nayla

__ADS_1


“Ya Allah istri ayah ternyata bisa cemburu ya, jelek sayang kalau marah.” Orion malah tersenyum menggoda Nayla yang sedang berada dalam mode marah


“Enggak lucu, ditanya apa jawab apa. Terserahlah aku mau pulang.” Nayla mendelikkan mata bangun dari posisi duduknya. Orion menahan tangan Nayla.


“Hey sayang dengarkan ayah dulu. Sini duduk lagi.”


Nayla pun mengikuti keinginan Orion.


“Ya sudah jelasin apa hubungan kamu dengan dia?” Ucap Nayla masih dengan ketus. Walau Nayla sudah tahu dari Lisa saat di toko, tapi ia ingin memastikkan dan mendengar langsung dari mulut Orion.


“Hanya sebatas om dan keponakan sayang. Enggak ada hubungan apa-apa lagi selain itu. Ayah hanya menganggapnya keponakan. Dia kemari juga karena mau bekerja sama untuk perusahaan papahnua yang dia pegang. Papahnya sendiri menganggap ayah adiknya. Sudah ya jangan jutek dan marah – marah lagi apalagi sampe manggil aku kamu. Ayah ga suka kalau ibu marah seperti ini.”


“Ibu kalau marah ya ibu bicarain nggak kayak ayah tiba-tiba mengabaikan dan mengacuhkan ibu tanpa sebab. Ayah nggak suka ibu marah tapi ayah sendiri mengabaikan ibu dua hari ini.” Nayla mengutarakan isi hatinya dengan cairan bening yang menetes begitu saja tanpa suara isakan.


Orion terpojok dengan ucapan Nayla yang memang benar adanya. Tak seharunya Orion bersikap egois. Tak suka Nayla marah-marah tapi dirinya mengabaikan Nayla wanita yang dicintainya, wanita yang sedang mengandung kedua buah hatinya. Sakit hati Orion melihat Nayla yang meneteskan air mata karena dirinya kembali.


“Maafkan ayah sayang, jangan menangis. Ayah salah ayah cemburu.” Orion menghapus air mata di pipi Nayla dan merengkuh tubuh Nayla dalam pelukannya


“Ayah mengabaikan ibu, cemburu karena ibu kemarin berkumpul dengan sahabat ibu?” Tanya Nayla yang ada dalam pelukkan Orion


“Ayah cemburu mengenai Hari yang masih mencari ibu. Bukankah mungkin dia tahu ibu sudah menjadi istri ayah dan sedang mengandung kedua buah hati ayah. Tidakkah dia melihat berita tentang kita?"


Nayla tidak merespon ucapan Orion namun mengeratkan pelukan. Nayla selalu terharu dengan ucapan dan rasa cinta Orion yang begitu besar apalagi jika Orion sudah cemburu dan posesif. Mungkin untuk sebagian wanita itu menyiksa tapi tidak bagi Nayla ia merasa sangat berarti untuk Orion.


“Sayang ko nggak direspon sih?” Orion menurunkan pandangannya kepada Nayla yang malah menelusupkan wajah ke dadanya. Terdengar isakan Nayla. “Hey sayang kenapa malah semakin menangis, ayah minta maaf. Sudah jangan menangis hati ayah sakit melihat ibu seperti ini.”


Orion merenggangkan pelukan memegang kedua bahu Nayla. “Bicara sayang kenapa malah semakin menangis?”


“Ibu terharu, ibu sangat cinta dan sayang ayah.” Nayla yang malu mengatakan itu malah memeluk kembali tubuh Orion dan menyembunyikan wajahnya yang terlihat merona.


Orion tertawa terbahak melihat ekspresi Nayla yang menggemaskan saat menyatakan perasaannya. Membalas pelukan erat Nayla dan mengecup pucuk kepala.


Nooh miss double up 1500 Kata lagi🤭


Demi mistizenku terzheyeng 🤗


Jangan lupa atuh LIKE, VOTE, GIVE MISS 🌹 dan ramaikan komennya eeh satu lagi deng SHARE Karya miss di sosmed kalian yees ajak orang-orang baca karya miss 😊


Peluk Online buat misstizen yang setia membaca dan menunggu setiap episode miss.


Sejujurnya miss belum dapet apa apa loh dari platform ini. Tapi karena pembaca setia miss miss semangat up nya.


Maacih yaa mistizenkuuu muaaach 😘😘🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2