Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
107. Menyadarkanmu dengan Menyakitimu


__ADS_3

“Sayang kamu sadar,” Orion beribinar beranjak akan menekan tombol untuk memanggil dokter. Namun tangan mungil Nayla mencekalnya.


“Mas..,”


“Iya sayang apa ada yang sakit???” Orion bertanya khawatir


“Bagaimana keadaan kedua anakku?”


“Anak kita sayang.” Orion meralat pertanyaan Nayla. Merengkuh tubuh Naula dalam pelukan dan mengecup kening Nayla. “Terimakasih kamu bertahan untuk kami sayang “ Ucap Orion masih memeluk Nayla. Nayla ingin menolak pelukkan Orion namun tenaganya masih sangat lemah, terpaksa Nayla menerima pelukkan Orion meskipun tidak membalas pelukan Orion.


“Dimana mereka?” Nayla mengalihkan pembicaraan. Ekpresi Nayla terlihat datar tanpa senyuman. Orion cukup bahagia dengan Nayla yang tersadar masih tidak merasakan perubahan sikap Nayla.


“Mereka ada di ruangan bayi sayang. Mas panggil dokter dahulu ya.”


Nayla mengangguk dengan ekpresi yang tidak bisa dibaca.


Dokter datang memeriksa keadaan Nayla. “Syukurlah tuan semua baik-baik saja. Pengenalan ****** dengan DBF (Direct breastfeeding alias menyusui langsung dari pa*yu*dar*a ibu ke bayi) bisa dilakukan saat ini untuk kedua bayi nyonya.”


Perawatpun membawa kedua bayi Nayla dan Orion.


Putra pertama Orion Nayla diberikan kepada Nayla untuk DBF (Direct breastfeeding alias menyusui langsung dari pa*yu*dar*a ibu ke bayi). Namun Nayla meringis saat Fariz menghisap pa*yu*dar*anya dengan kencang. Tak lama Fariz menangis.


“Dok air susu saya tidak keluar.” Nayla berkaca-kaca melihat anaknya uang menangis kehausan karena tak ada air susu yang keluar.


Orion tertegun dengan keadaan Nayla. Seingat Orion saat mereka melakukan hubungan intim terakhir kali pa*yu*dar*a Nayla mengeras dan air susu sudah mulai menetes. Dan Orion adalah orang pertama yang merasakan tetesan ASI Nayla yang keluar saat me**ng*his**ap pa*yu*dar*a Nayla namun di buang ke wastafle kamarnya karena tidak diperbolehkan meminum ASI sang istri.


“Mengapa bisa tidak megeluarkan ASI dok?” tanya Orion dengan khawatir. Sedangkan kedua bayi Nayla dimasukkan ke box lagi dan diberi susu formula yang biasa diberikan saat Nayla tak sadarkan diri


“Semua keadaan tubuh nyonya sudah membaik. Proses pemberian ASI secara langsung telah dicoba namun tidak keluar ya. Ada satu tindakan yang bisa dilakukan.”


“Apa itu dok?” Orion tak sabar menunggu jawaban sang dokter


“Pemijatan langsung dibantu oleh sang suami dengan memberi r*ang*sang*an ke pa*yu*dar*a sang istri.”


Orion mengerti maksud dokter. Nayla bersemu merah dnegan ucapan dokter Elisa.

__ADS_1


“Bisa dilakukan saat ini dok?”Tanya Orion to the point. Nayla menegang ia tak ingin Orion menyentuhnya di saat akan menikahi wanita lain. Nayla terbangun karena ucaoan menyakitkan Orion yang akan menikahi Lisa hari ini. Artinya Nayla akan dimadu kedua kalinya.


“Iya tuan sebaiknya dilakukan secepat mungkin karena sepertinya ASI nyonya tertahan, karena pa*yu*dar*a nyonya cukup mengeras dan kesakitan saat dihisap,”


“Baik dok.”


Dokter dan perawatpun keluar dari ruangan Nayla. Orion mengunci pintu ruang rawat VVIP Nayla terlebih dahulu. Lalu menghampiri Nayla yang masih duduk bersandar di kepala ranjang.


“Sayang mas bantu kamu ya, agar anak kita bisa meminum ASI mu.” Orion membuka kancing baju rumah sakit Naylayang ditutup Nayla saat Fariz menangis. Baru dua kancing terbuka tangan Nayla mencekal tindakan Orion.


“Jangan tidak perlu.” Ucap Nayla dengan ekpresi datar


“Kenapa sayang? Kamu tadi mendengarkan saran dari dokter?”


“Maaf mas aku tidak ingin kamu menyentuhku lagi di saat kamu akan menikahi wanita lain.”


Deg


Sesak hati Orion akan penolakkan Nayla. Orion mencoba menetralkan keterkejutannya. Ternyata Nayla sadar karena ucpannya. Dan benar saran dari Riani ibu Orion jika kata penyemangat dan positif tidak bisa membangunkan Nayla. Katakan hal yang akan menyakiti Nayla.


Nayla membuat wajahnya ke arah berlawanan dengan keberadaan Orion. “Saya merelakan jika kamu mau menikah lagi. Namun satu hal yang harus kamu lakukan talak saya saat ini juga.” Ucap Nayla tanpa menatap Orion dengan cairan bening yang sudah menetes namun tak ada sedikitpun isakan yang terdengar


Deg


Hati Orion semakin sesak dengan ucapan Nayla yang meminta menalaknya. Bagaimana bisa Orion melepaskan wanita yang dicintainya saat cara mendapatkannya saja tak mudah, membutuhkan waktu yang panjang dan jalan yang berliku.


“Mas tidak akan pernah melakukan itu sayang. Mas mengatakan kalimat itu hanya untuk membuatnu tersadar. Mas tidak akan pernah menikah lagi. Kamu, cukup kamu wanita yang memenuhi hati dan hidup mas. Wanita yang susah payah mas dapatkan dan mas cintai. Maafkan mas mengatakan kalimat tadi saat kamu tak sadarkan diri. Sungguh sakit dan terpaksa mas mengatakan itu hanya mengikuti saran mamah agar kamu tersadar karena dengan ucapan yang bisa menyakitimu kemungkinan kamu tersadar dan itu berhasil. Karena ucapan semangat dan positif yang mas ucapkan selama satu bulan tak membuahkan hasil, sayang. Maafkan mas. Mungkin kata maaf ke sekian kalinya tak bisa menghapus luka di memorymu. Tapi izinkan mas mengganti masa-masa lukamu dengan kebahagiaan sayang. Maukah kamu menjalani kehidupan bersama mas hingga menua dan hingga jannahNya?” Orion mensejajarkan tubuhnya dengan wajah Nayla dan memberikan kotak merah yang rencananya akan diberikan sebagai kado kelahiran dua buah hatinya. Namun Nayla tak sadarkan diri. Untuk itu Orion memberikannya di saat Nayla tersadar.


Nayla menatap Orion melihat kesungguhan di mata Orion tak ada kebohongan di matanya, tanpa diminta cairan bening terus membasahi pipi putih mulus Nayla. Nayla menubruk dada bidang Orion dan memeluknya karena terharu dengan kesungguhan Orion. Mengabaikan kotak merah sedang di tangan kanan Orion.


“Terimakasih...,terimakasih.., sayang mas sangat sangat mencintaimu. Jangan pernah meninggalkan mas lagi. Mas tidak tahu apa jadinya hidup mas tanpamu.” Orion mengelus lembut punggung Nayla dan mengecup puncak kepala Nayla


“Aku juga sangat mencintaimu mas. Maafkan aku membuatmu menunggu.”


“Jika memang mas harus menunggumu lebih lama akan mas lakukan. Mas tak akan pernah membiarkan siapapun mengganti posisimu sayang.”

__ADS_1


Nayka benar – benar terharu dan tersipu malu akan ucapan dan tindakan Orion yang menciumnya langsung dengan l**umat**an tanpa aba-aba dan turun ke ceruk leher Nayla lalu membuka kancing baju runah sakit Nayla dan memberikan pijatan halus di pa**yuda**ra Nayla seperti video yang di perlihatkan sang dokter obgyn. Orion melakukannya di pa**yuda**ra kiri dan kanan Nayla. Nayla men**de**sah karena pijatan halus Orion yang membangkitkan has**ra*tynya Namun ASI Nayla masih tak mau keluar.


Orion pun melakukan cara terakhir dengan memberi rang**sa**ngan me**ng**hi**sap pa**yuda**ra Nayla dengan tangan memijat halus secara sensual secara bergantian. Dan cara itu sangat efektif ASI Nayla keluar. Orion yang merasa kenikmatan malah melanjutkan aksinya seperti meminum jatah kedua anaknya, namun ia keluarkan karena tidak boleh diminumnya..


*Aa***hhh mas.., hentikan itu milik anak kita. Namun Orion mengabaikan ucapan Nayla. Karena masih terus melakukannya Nayla terpaksa menjambak rambut lebat hitam Orion


“Aauw..sakit sayang .”


“Mas sih bandel, ASI nya sudah keluar aku mau menyusui kedua anak kita.”


“Sebelum mereka mas yang harus mencicipinya dulu sayang.” Ucap Orion dengan terkekeh dengan candaanya


Nayla memutar bola malasnya. “Baru aja baikkan selalu aja mesum si om ini yah.” Dalam hati Nayla


“Maaf.., maaf.., sayang. Mas merindukan dan menginginkanmu sayang.”


“Akun juga mas, “ Nayla tersipu malu mengatakannya.


Drama laktasi pun usai. Perawat membawa kedua bayi Nayka Orion kembali ke ruangan Nayla dan akan berada di sana hingga Nayla diizinkan pulang. Nayla memberikan ASI pertama kali kepada kedua bayi kembarnya. Keduanya sangat kencang menghisap pa**yuda**ra Nayla Kemampuan mereka sama besar seperti sang ayah Orion.


“Kenapa kamu senyum-senyum sayang?” orion heran melihat Nayla senyam senyum melihat kedua anaknya yang sedang menyusui


“Lihatlah mas cara mereka menysui sama sepertimu sangat kuat.” Nayla terkekeh


“Anak siapa dulu dong sayang.” Orion dengan angkuhnya. “Tapi nak jangan dihabisin ayah juga mau.” Bisik Orion kepada kedua anaknya yang belum memahami ucapan Orion


“Mas ya kamu sembarangan ngomong sama mereka.” Nayla mecebikkan bibir


Orion selalu gemas dengan Nayla yang mencebikkan bibir dan tak menyiakan kesempatan Orion mencium bibir seksi Nayla.


Kan ga boong DOUBLE UP nih semakin KENCENG LIKE, VOTE, HADIAH 🌹 atau ramai Komen miss ga akan tanggung-tanggung nih up nya 🤭


Demi mistizen miss begadang 🥰


Untuk itu apresiasi karya miss dengan LIKE, VOTE, HADIAH 🌹🤭 dan ramaikan Komen 🙏🏻🤭

__ADS_1


__ADS_2