
Orion sama tersiksanya dengan Nayla sesibuk apapun Orion, Nayla dan kedua calon anaknya selalu memenuhi pikirannya. Orion yang mulai menghangat saat keberadaan Nayla di sisinya kini berubah kembali menjadi Orion yang dingin, datar dan emosional. Sedikit kesalahan yang dilakukan karyawannya emosi Orion tak terkendali.
Setiap malam ia pulang ke kediamannya di negara swiss, Orion selalu merenung memerhatikkan sekitar kediamannya mulai dari ruang keluarga, ruang makan, dapur hingga kamar pribadinya.
Biasanya tempat tersebut digunakan Nayla untuk melakukan berbagai aktifitasnya. Sudah satu bulan Orion selalu memeluk pakaian Nayla mencium aroma tubuh Nayla yang tertinggal dan tanpa diminta cairan bening menetes. Setiap malam Orion lelaki dengan tubuh atletis itu terlihat sangat kacau. Sering melewati makan malam, dengan makan siang tak beraturan dan wajah yang sudah dipenuhi kumis tipis tak terawat.
Malam ini ada dorongan besar tiba-tiba Orion ingin membuka nakas sebelah ranjangnya.
Ada kotak sedang berwarna pink. Sebuah album foto di dalamnya, Orion keluarkan dan dibuka lembar per lembar. Foto Nayla saat bergonta β ganti outfit dan hasil USG kedua bayi kembar mereka dari waktu ke waktu.
βSayang kamu dimana? Ayah sangat merindukanmu. Ayah benar-benar menyesal menyembunyikan semua ini.β Orion mengelus foto Nayla di dalam album saat Nayla menggunakan midi dress soft pink tanpa lengan dengan belahan dada terlihat, rambut legam hitam terurai. Berfoto di depan cermin kamar mereka dengan perut yang sudah membesar. Foto tersebut diambil saat mereka baru saja tinggal di kota Zurich dan Orion pergi sebentar ke perusahaan.
Dilembar terakhir ada sebuah surat.
Mas Rion suamiku, ayah dari kedua anak yang sedangku kandung. Terimakasih telah memberikan mereka, merasakan nikmatnya mengandung yang merupakan salah satu citaku mengandung anak dari lelaki yang aku cintai yaitu kamu mas. Aku sangat bersyukur karena Allah menakdirkan kita bersama, lelaki yang ku kagumi teryata mencintaiku juga, terimakasih mas sudah mencintaiku dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku dan calon anak-anak kita.
Tapi hatiku sangat sakit saat mengetahui kenyataan bahwa mas belum bercerai dengan tante Hanum dan aku hanyalah istri keduamu. Dari awal aku pikir kamu mempercayaiku. Namun kamu menyembunyikan hal besar, membuatku berada dalam lingkaran kehidupan kalian. Aku duri dalam rumah tangga kalian. Aku telah menyakiti wanita lain yang seharusnya mendapatkan cinta dan perhatian yang sama darimu mas. Apalagi tante Hanum sedang mengandung buah cinta kalian sama sepertiku.
Hatiku sakit, aku kecewa mas. Apakah semua yang kamu katakan berulang kali untuk tak meninggalkanmu karna hal ini? Begitu banyak hal yang ingin aku tanyakan mas padamu. Tapi aku tak kuat dengan rasa sakit ini.
Aku benar-benar bingung harus bagaimana dengan keadaan saat ini. Aku dan kedua calon anak kita tak bisa hidup tanpamu. Namun aku juga tak bisa egois mendapatkan segalanya darimu. Membiarkanmu di sisiku namun kamu mengabaikan istri pertamamu dan kedua anak yang tidak bersalah mas.
Saat ini aku hanya butuh waktu untuk kelanjutan rumah tangga kita. Biarkan aku menenangkan diri dan aku harap mas akan menerima semua keputusan yang akan aku ambil. Saat hatiku telah siap aku akan memberikan keputusan dan mendatangimu.
Dari wanita yang mencintaimu
Nayla Chaira
__ADS_1
Nayla menuliskan surat tersebut dengan menangis terisak menahan sesak didada. Nayla sangat ingin egois memiliki Orion seutuhnya. Namun Nayla sadar diri ia hanya istri kedua ddan Nayla sudah menikmati waktu bersama Orion hampir tujuh bulan ia memiliki dan mendapatkan cinta kasih serta kehadiran Orion di sisinya.
Orion yang tak pernah menangis, menangis tertahan memukul dadanya yang terasa sesak membaca surat yang Nayla tuliskan untuknya, merasakan rasa sesak yang Nayla rasakan.
"Maafkan mas, sayang maafkan mas. Mas yang membuat semua ini rumit dan membiarkanmu terluka. Di mana kamu berada? Mas akan melakukan apapun untukmu dan anak kita. Tapi jangan meminta mas meninggalkanmu. Tak akan pernah mas meninggalkanmu." Orion bermonolog dengan suara bergetar cairan bening menetes begitu saja
Orion tidak merubah posisi di sisi ranjang selama satu jam merenungi kehidupan rumah tangganya. Orion mengambil gawai di atas nakas, menghubungi Dirga.
"Ga hancurkan harapan perusahaan Rio yang terakhir. Aku ingin melihat dia hancur dan bertekuk lutut memohon kepadaku dan Hanum bersedia menandatangani surat perceraian."
Setelah hasil DNA keluar Orion dinyatakan ayah kandung kedua bayi Hanum. Namun secara bersamaan hasil dari beberapa rumah sakit Orion bukan ayah biologis kedua bayi Hanum. Orion juga memberikan salinannya kepada Hanum. Hanum yang tidak terima ternyata Orion mencuri beberapa peralatan yang dikenakan anaknya untuk melakukan tes DNA di beberapa rumah sakit. Hanum mengancam akan mengangkat kasus pemalsuan perceraiannya ke publik dan tidak mau menandatangani surat perceraian jika Orion tidak memenuhi keinginan yang disebutkan sebelum tes DNA memberikan salah satu perusahaannya.
Orion yang ingin segera lepas menyetujui permintaan Hanum. Namun Hanum masih belum mau menandatangani perceraian untuk itu Orion sendiri meminta Dirga menghancurkan perusahaan yang diberikan kepada Hanum yang merupakan harapan satu satunya perusahaan Hanum dan Rio.
"Baik tuan,"
"Baik tuan."
**
Di kediaman Belinda
Belinda sudah beberapa hari ini menginap di rumah minimalisnya bersama Nayla. Selama beberapa malam Belinda selalu mendengar suara isakan dari kamar Nayla. Namun Belinda tidak menghampiri Nayla, ia memberikan waktu untuk Nayla.
"Nay, mbak ingin berbicara." Ucap Belinda kepada Nayla yang sedang memasak di dapur. Belinda melarang Nayla memasak karena ada maid namun Nayla menolak ia merasa jenuh tidak ada yang bisa dia lakukan dikediaman Belinda yang tidak memiliki halaman.
"Iya mbak, Nay selesaikan ini terlebih dahulu." Nayla menuangkan makanan yang baru selesai dan meletakkan di meja makan yang tidak jauh dari dapur.
__ADS_1
Mereka duduk di meja makan menyantap makam siang buatan Nayla bersama.
"Pantas saja Rion sangat mencintaimu Nay. Selain cantik, rajin beribadah kamu juga pandai memasak. Wajar jika Rion sangat posesif terhadapmu Nay."
"Mbak berlebihan aku masih banyak belajar menjadi istri yang baik untuk mas Rion. Tadi mbak bilang ada yang mau dibicarakan, kenapa mbak?" Tanya Nayla kepada Belinda yang memberikan ekpresi tak bisa dibacanya
"Insya allah Nay kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Rion. Nay mbak hanya mau memberi saran lebih baik kamu segera hubungi Rion dari pengawal mbak, Rion mencarimu kemana-mana. Dia terlihat kacau tanpamu. Sebaiknya kamu bicarakan baik-baik agar ada solusi untuk keutuhan keluarga kalian. Mbak yakin hal ini menjadi rumit karena Hanum memiliki niat terselubung. Buktinya Hanum sampai memiliki anak dengan Rio."
"Tapi mbak hati Nay masih sangat sakit. Walau kenyataannya dengan tante Hanum sudah tidak ada hubungan apapun dan kedua bayi kembarnya bukan anak mas Rion, Nay masih belum siap untuk bertemu mas Rion."
"Nay dengarkan mbak sayang. Kamu tanya pada hati kecilmu apakah kamu tidak tersiksa seperti ini? Tidakkah kamu merindukan Rion? Dengan kondisi hamil besar seperti ini kamu sangat membutuhkan kehadiran Rion. Mbak pernah merasakannya Nay. Soal urusan dengan Hanum mbak yakin Rion sedang menyelesaikannya. Yang perlu kamu tahu lawan Rion bukan orang yang mudah ditaklukkan karena pendukung Hanum adalah Rio yang memiliki kemampuan hebat seperri Rion."
"Nay akan pertimbangkan mbak. Tapi Nay mohon mbak jangan dulu memberi tahu keberadaan Nay di sini pada siapapun."
"Iya sayang, mbak hanya tidak mau kamu dan Orion saling menyiksa diri. Dia lelaki setia dan bertanggung jawab Nay. Memang salah cara dia bertindak menyembunyikan hal besar padamu. Tapi Orion memiliki alasan kuat mengapa dia menyembunyikannya Nay."
"Apakah mbak tahu apa alasan mas Rion menyembunyikan semua ini?"
"Mbak tidak tahu Nay, tapi mbak yakin Rion memiliki alasan kuat untuk menyembunyikannya darimu. Sekarang istirahatlah jangan terlalu lelah."
Naylapun masuk ke kamar utamanya untuk beristirahat karena kandungan yang semakin besar membuat Nayla cepat kelelahan dan pegal-pegal dibagian punggung bahkan kaki membengkak.
Miss mau tamatin kisah NaRi (Nayla Rion) nih. Pada setuju nggak miss bikin skuel anak Rion dan Hanum saling mencintai tanpa tahu masa lalu kedua orang tuanya???
Kalaiu detuju lebih baik season 2 di novel ini? atau beda novel??
Btw LIKE, VOTE π, RAMAIKAN KOMEN untuk mengapresiasi karya miss ππ€
__ADS_1