Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
101. Menghukum Menantu Membuat Anak Tersiksa


__ADS_3

Sore hari Orion dan Nayla dari perusahaan langsung menuju ke kediaman keluarga Wijaya. Seperti janji Orion kepada Hendra dia dan Nayla bersedia tinggal bersama daripada harus dipisahkan. Untuk kebutuhan Orion dan Nayla sendiri selama tinggal di kediaman Wijaya sudah dipersiapkan Dirga sebelum Nayla dan Orion pulang dari perusahaan Orion.


“Assalamu’alaikum..,”Nayla dan Orion mengucapkan salam bersama saat memasuki kediaman Wijaya


“Waalikumsalam..,” jawab serempak Hendra, Revani, Adrian dan kakak-kakak Nayla lainnya. Mereka semua sedang berkumpul menyambut kedatangan Nayla karena hanya baru Hendra dan istrinya yang bertemu Nayla


“Dek makin embul kamu,” Anggara terkekeh mau memeluk Nayla namun tubuh atletis Orion menghadangnya


“Dilarang memeluk, Ang.” Orion menatap tajam Anggara


“Hahaha waah dek bodyguardnya galak eung. Sudah nggak bisa dipeluk-peluk kamu.” Ucap kakak kedua Nayla Alfian


“Ponakan Veno jenis kelaminnya apa Nay?”


“Insya allah satu pasang aa.”


“Wah hebat lu Rion sekali gol dua sepasang lagi.”


“Hasil bibit unggul, Ang.” Ucap Rion santai dan datar kepada Anggara yang satu usia dengannya


Semua orang yang berada di ruang keluarga tertawa dengan ucapan Orion. Wajah Nayla sudah memerah merona mendengar ucapan Orion, mencubit lengan Orion karena malu. Orion hanya mengusap lengannya dan menggenggam tangan Nayla yang duduk di sampingnya.


“Sayang kedua cucu ibu sepertinya besar.” Revani ibu angkat Nayla mengelus perut besar bulat Nayla. Revani berada di sisi kiri Nayla sedangkan Orion di sisi kanan Nayla.


“Iya mah saat pemeriksaan terakhir memang bobotnya berat menuruni ayahnya.” Nayla tersenyum melirik Orion yang di sampingnya


“Baiknya kamu melahirkan caesar sayang.” Revani memberi sarang kepada Nayla


“Enggak bu, Nay mau lahiran normal. Alhamdulillah hasil pemeriksaan di negara x menyatakan Nay dan kedua anak Nay sehat jadi bisa lahiran normal.”


“Kamu yakin sayang? Sudah memikirkan dengan matang?”


“Insya Allah Nay yakin bu. Nay ingin merasakan nikmatnya melahirkan normal.”


“Lalu bagaimana menurutmu Rion?”


“Saya maunya Nay melakukan saran ibu, tapi Nay yakin bu ingin melahirkan normal. Jadi saya dukung keinginan Nayla. Insya allah saya juga yakin akan pilihan Nayla.”


“Baiklah jika kalian berdua sudah yakin. Mudah-mudahan lungsur-langsar (lancar) proses kelahirannya.”


“Aamiin..aamiin yarobbal’alamin. Makasih bu do’anya.” Orion mengaminkan do’a sang ibu mertua


“Ada saran dokter untuk mempercepat dan memperlancar proses kelahirannya Nay?”


“Ada mah Nay harus sering melakukan..,”


“Sering jalan di pagi hari mah, dan dengan rutin melakukan satu kegiatan yang di bantu Rion,” belum sempat dilanjutkan Orion memotong ucapan Nayla, Orion tidak mau Nayla mengucapkan segalanya dengan gamblang apalagi hal privasi di depan semua keluarga apalagi dengan kepolosannya.

__ADS_1


“Bilang aja sering berhubungan Rion.” Celetuk Anggara yang sengaja menggoda Orion. Anggara paham kenapa Orion memotong ucapan Nayla karena pasti Nayla akan menjelaskan detailnya dengan kepolosannya.


Ketiga kakak Nayla menertawakan Rion, Hendra, Revani hanya tersenyum. Sedangkan Orion dan Nayla hanya tersenyum malu. Orion menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Merekapun makan malam bersama tanpa bersua hanya suara sendok dan garfu yang terdengar.


Setelah makan malam keluarga Wijaya sholat isya berjamaah dengan imam yang dipimpin oleh Hendra. Berdoa bersama setelah sholat dan saling menyalami.


Perut Nayla yang bulat sempurna dan besar membuatnya kesusahan untuk bangun dari duduknya setelah sholat. Orion membantu membangunkan Nayla.


“Mas, punggungnya sakit.” Nayla meringis, semakin besar perutnya yang hitungan minggu akan melahirkan membuat Nayla sering merasa sakit di punggung, pinggul, payudara yang sering mengeras, perut yang kadang mengeras juga ditambah nafas pendek karena tekanan kedua buah hati Nayla di dalam perut.


“Beristirahatlah kalian,” ucap Hendra yang mendengar keluhan Nayla


Nayla dan Orion pun masuk ke kamar mereka. Kamar di lantai satu yang sudah disiapkan untuk mereka. Hendra mempersiapkan kamar di lantai satu agar Nayla tidak kesulitan naik turun tangga. Karena di kediaman Wijaya tidak ada lift seperti di setiap kediaman Orion.


Nayla terlebih dahulu masuk kamar diikuti Orion dari belakang. “Mas..,”panggila Nayla kepada Orion yang baru akan memasuki kamar mandi


“Kenapa sayang?” Orion mendekati Nayla yang duduk di sisi ranjang.


“Aku mau..,”Nayla menyentuh tangan kekar Orion dengan wajah yang sudah bersemu merona


Orion tersenyum bahagia semenjak dokter menyarankan untuk berhubungan secara rutin. Nayla sudah tidak segan meminta duluan. Meskipun tanpa Nayla minta Orion selalu menginginkannya. Seperti saat ini sejak kemarin kedatangan sahabat Nayla hingga di kantor Orion ingin melahap Nayla. Namun ia menahan diri karena melihat Nayla yang tidak nyaman bergerak dengan nafas pendek. Merasa sesak dan terus mengusap punggungnya yang sakit. Orion pun tak tega.


“Sayang kamu yakin? Ayah takut menyakitimu dan kedua anak kita.”


“Sayang walau saran dokter seperti itu, tapi tidak dengan menyakitimu. Punggungnya tersa sakitkan?”


“Iya yah, tapi elusan ayah menguranginya. Lakukan yah dengan posisi ibu menyamping, itu cukup aman.”


Orion dengan senang hati mengikuti keinginan Nayla. Baru lima belas menit Orion memberikan sentuhan-sentuhan sensual yang membuat Nayla melenguh dan mendesah namun belum sampai juniornya memasuki sarangnya. Ketukan pintu mengganggu gairah Orion yang akan menuju puncaknya.


Tok..tok...tok...


“Rion sudah tidurkah kamu?”


Orion dan Nayla menghentikkan aktifitasnya. “Suara ayah Hendra sayang, ayah buka dahulu.” Orion memungut boxer dan kaos polosnya, memakaikan asal dan membuka pintu. Sebelum meninggalkan Nayla, Orion menutuo tubuh polos Nayla dengan selimut dan mengecup kening Nayla


Nayla hanya mengangguk, Nayla sudah tidak tahan karena aktifitas mereka dijeda.


“Temani ayah,” Saat pintu kamar terbuka.


“Baik yah, tunggu sebentar yah. Saya akan menyusul ayah.”


“Hmmm.cepatlah.” Orion masuk kembali ke kamarnya bersama Nayla. Meski Orion tidak tahu maksud Hendra menemani kemana namun ia tidak bisa mengabaikan kemauan Hendra.


“Sayang, ayah Hendra minta ayah temani. Kita lanjut nanti yah sepertinya sebentar. Jika ibu ngantuk tidurlah lebih dahulu.”

__ADS_1


“Enggak yah, ibu nggak ngantuk. Ibu tunggu ayah saja di sini.”


“Ya sudah ayah keluar dulu ya.” Orion mengecup sekilas bibir seksi tebal milik Nayla dan mengusap punggung polosnya sebentar karena sejak masuk Nayla masih mengusap-usap punggungnya. Orion pun keluar.


Orion mendatangi Hendra yang berada di gazebo belakang rumah.


“Kemarilah Rion temani ayah bermain catur.”


“Yang benar saja, kalau sudah main catur nggak tahu waktu nih ayah. Bagaimana Nayla?" Batin Orion yang menolak dalam hati namun tetap berjalan menghampiri Hendra


Tanpa Orion sadari Hendra tersenyum tipis melihat ekpresi Orion yang kaget dengan permintaannya. Hendra sengaja mengganggu Orion. Dia tahu jika Orion sedang menikmati waktu bersama Nayla. Hendra menjahili Orion sebagai hukuman kecil untuknya. Tapi Hendra tidak tahu bahwa kegiatan Orion dan Nayla adalah keinginan anak perempuannya yang sedang bergairah dan ingin menyalurkan hasratnya pada sang menantu.


Orion terlihat tidak tenang dan cemas dari tadi. Dia khawatir Nayla benar-benar menunggunya dan kelelahan. Sudah putaran ke lima dan berlangsung dua jam mereka bermain catur. Namun tidak ada tanda-tanda Hendra akan mengakhiri permainannya.


Di dalam kamar Nayla sejak kepergian Orion merasa tidak nyaman memposisikan diri ditambah gairahnya yang belum tersalurkan dengan ******** yang terus berkedut. Membuat hormon kesensitifannya kambuh. Menahannya membuat Nayla ingin menangis tak tahan. Dengan terpaksa Nayla bangun dari ranjang menggunakan dress tidru tertutup dengan tutle neck karena banyaknya kissmark yang sudah Orion tinggalkan.


Dengan susah payah dan pelan Nayla berjalan keluar kamar ke arah sumber tawa sang ayah ke gazebo belakang.


“Ayah.., maas..,” panggil Nayla saat diambang pintu ruang keluarga yang menghubungkan dengan gazebo belakang.


“Kenapa sayang..,” ucap Hendra


“Sayang,” ucap Orion yang bersamaan dengan Hendra


“Nay butuh mas Rion yah. Nay nggak bisa tidur.” Ucap Nayla dengan mata berkaca-kaca


Hendra tertegun melihat Nayla yang seperti itu untuk pertama kalinya. Hendra melihat sesosok gadisnya menahan tangis karena membutuhkan dan bergantung besar terhadap laki-laki yang pernah mengkhianati kepercayaannya dengan sebuah kebohongan besar. Hendra pikir terhitung hari ini ia akan menghukum Orion sedikit demi sedikit tanpa Orion sadari. Namun ternyata pemikirannya salah. Anak gadisnya yang sudah tak gadis dihadapannya sangat mencintai dan membutuhkan lelaki yang telah menanamkan benih di rahimnya.


“Pergilah Rion istirnmu membutuhkanmu. Maafkan ayah mengganggu kalian.” Hendra tak tega untuk memulai rencananya. Dia pun akan mengurungkan segala niat dan rencananya untuk menyiksa dan menghukum Orion secara perlahan.


“Rion tinggal yah.” Orion berpamitan menghampiri Nayla menggengan tangan Nayla dan masuk ke kamar mereka. Saat sudah di dalam kamar. Nayka berhambur ke pelukkan Orion. Terdengar suara isakan Nayka yang bersembunyi di dada bidang Orion.


“Hey sayang kenapa?”


“Nggak tahan ya, dari tadi anaknya minta dijenguk. Malah ayah anggurin lama.” Ucap Nayla terisak entah keberanian dari mana Nayla berkata seperti itu. Biasanya dia akan malu-malu.


Orion tersenyumgemas melihat ekpresi Nayla. Orion memulai sentuhan-sentuhan sensualnya tanpa merespon ucapan Nayla. Menggiring Nayka ke ranjang kingsizenya. Malam itu pun terjadi pergulatan panas saling memberikan kehangatan dan kenikmatan syurgawi.


Nah nah part uwwuuu lagiiii


Mau yaaa???? Samaa miss juga 🤭🤣


miss doakan yang belum berumah tangga disegerakan, yang sedang proses otw halal kayak miss dipermudah diperlancar juga dijauhkan dari halangan dan godaan apapun.


Dan untuk yang sudah berumah tangga semoga langgeng sakinah mawadah warahmah. Pertahankan dan jaga apa yang kalian miliki, dengan cara elegant agar terhindar dari kegarangan para Peyakor yang semakin memarak menggembang biak, hewan kali aaah miiss 😂😅


Emang iyaa, yang ga pake akalnya siapa coba? Kan hewan yang ga punya akal, bener atau betul???? 🤭😂Lah kalau manusia mah punya akal sehat sudah dijadikan sempurna oleh sang Maha Pencipta 🥰 Jadi berpikir dahulu sebelum bertindak. Karena kebaikan atau keburukan yang dilakukan akan kembali kepada para pelakunya. Jadi berhati-hatilah dalam bertindak.

__ADS_1


Jangan lupaa VOTE, LIKE, KOMEN & GIVE MISS 🌹 mistizen sayang sayangku 🤗😘


__ADS_2