
"Sayang, di workshop sampai jam berapa?"
"Mungkin sampai jam 2 siang, mas. Memang kenapa mas?"
"Engga mas cuman pengen tau setelah itu kamu punya rencana apa, sayang?"
"Ga ada rencana apa-apa, Nay langsung pulang sepertinya."
"Kamu ga bosen di rumah aja??"
"Gimana ga bosen, mas buat rumah yang Nay impikan. Gimana Nay ga betah coba di rumah." Nayla menjawab dengan terkekeh
"Serius kamu suka rumah kita, dek??" Tanyanya seolah terkejut, jelas-jelas Orion membuat rumah itu seperti impian Nayla dengan mengorek informasi dari kakak-kakaknya
"Iya lah seribu rius malah, suka banget. Dan ini yang dari awal pengen Nay tanya ke mas. Ko mas bisa buat rumah yang sesuai banget dengan impian Nay? Dulu kan Nay ga pernah bilang ke mas rumah impian Nay, jadi kalaupun mas bikin untuk hadiah penghargaan penerimaan beasiswa kuliah Nay, ko mas tau banget sih sampe detail-detail rumah impian Nay?" Nayla bertanya dengan panjang lebar tanpa jeda.
"Mas taulah yang, apa coba yang mas ga tau tentang kamu dek?" Jawaban Orion dengan bangganya.
"Iih so tau banget sih mas, tapi masih banyak kali yang mas ga tau, weeek. Nayla menjawab dengan menjulurkan lidah meledek.
"Hahaha, mas kan pernah bilang ke kamu dek. Mas sudah persiapkan rumah itu 8 tahun lalu, meskipun ga langsung sempurna sesuai impian kamu. Tapi sedikit demi sedikit mas tambahin kelengkapannya dengan sesuai impian kamu. Meskipun dulu mas merasa ga akan punya kesempatan memilikimu. Tapi mas tetep akan ngasih rumah itu sebagai hadiah hari special kamu, dek." Orion pun menjelaskan dengan jelas
"Memang niatnya mas Rion, di hari special apa tuh?"
"Jika kamu menikah. Karna mas pikir ga ada kesempatan untuk memiliki kamu. Mas mau kasih rumah itu sebagai hadiah pernikahanmu dengan takdirmu. Tapi mas bersyukur, karna kamu akhirnya menikah dengan mas. Dan bisa tinggal bersama dengan kamu di rumah impianmu, sayang." Ujar Orion dengan mencium punggung tangan sebelah kanan Nayla.
"Terimakasih banyak suamiku, untuk bukti cintanya. Nay ga tau harus ngasih apa ke mas, mas udah punya segalanya. Bahkan materi mas pun melimpah."
"Cukup kamu mengandung anak mas dan selalu ada di samping mas selalu, sayang. Apapun yang akan kita hadapi. Janji???" Dengan menggenggam tangan kanan Nayla
"Insya allah Nay akan memberikan mas anak yang lucu-lucu atas keridhoan Allah. Tapi nih ya mas, ko mas ini udah ke berapa kali loh mas bilang gitu, kayak bakal ada apa gitu di hadapan nanti."
"Bukan gitu sayang, mas hanya antisipasi saja. Kitakan ga akan pernah tau. Hidup itukan ga selalu ada suka saja, tapi ada saat dukanya. Nah mas harap adek ataupun mas sama-sama berjuang bersama dalam keadaan apapun, sayang. Adek ngerti kan kekhawatiran mas, sayang?"
Orion menuturkan penjelasannya dengan lembut
***
20 menit kemudian, Nayla dan Orion sampai di depan Workshop Nayla. Orion turun membukakan pintu Nayla. Hal sederhana tapi membuat hati Nayla berbunga-bunga.
"Sayang kalo sudah selesai kabari mas ya, siapa tau jadwal mas ga padet, mas bisa jemput kamu."
"Iya mas, nanti adek kabari."
"Mas pergi ya." Pamit Orion dengan mencium kening Nayla.
"Iya hati-hati, jangan ngebut-ngebut." Ujar Nayla sambil mencium punggung tangan Nayla.
*****
Assalamu'alaikum....
Wa'alaikumsalam....
"Teteh Naaaaay....,Mbaak Naaay....boooosque...."
__ADS_1
Teriak para karyawan saat Nayla membuka pintu Workshop.
Empat Karyawan wanita Nayla berhambur memeluk Nayla. Hubungan Nayla dengan karyawannya memang tak bisa dibilang antara bos dan karyawan. Nayla menganggap karyawannya keluarga. Karna hampir semua karyawan wanitanya 2-3 tahun di bawah Nayla, ia menganggap mereka seperti adiknya. Jadi tak heran tak ada pembatas untuk kedekatan mereka di kantor. Walaupun saat bekerja mereka tetap profesional sesuai dengan tugas mereka masing-masing.
"Ciiieee pengantin baruu." Ledek Ella admin sosmed
"Gimana malam pertamanya mbaak?" Celetuk Indah Admin Stok Produk yang asli orang malang dengan terkekeh
"Teteh...teteh..rasanya gimana udah nikah??? Enak ga??" Celetuk Felly si bungsu admin marketing sosial media dengan polosnya.
"Ya allah kalian ini yaa, baru dateng dikasih pertanyannya pada ngaraco." Ujar Nayla yang menahan malu ditanya hal tabu menurutnya, dan berlalu ke ruang kerjanya di lantai 2
Kring...kring...
Bunyi telpon di lantai 1 menyala
"Ella, tolong panggil Irina ke atas yaa bawa laporan keuangan."
"Ok, siap teh."
"Rina dipanggil teh Nayla ke atas bawa laporan keuangan."
Rina ke atas memberikan laporan keuangan kepada Nayla.
"Na gimana penjualan minggu ini? Banyak yang closing ga?"
"Alhamdulillah, teh makin rame. Rezekinya teteh berumah tangga nih, orderan deras. Banyak yang ikut Po big size lagi teh. Ini Laporan Hard filenya minggu ini." Dengan senyum menggoda mengedip-ngedipkan matanya.
"Alhamdulillah, aamiin..mudah-mudahan seterusnya rame ya Na."
"Astaga Iriiinaaaa iih kamu mah sama aja kayak yang lain nanyain yang gituan" Kesalnya Nayla dengan pipi merona
"Gituan teh apa teh?" Goda Irina dengan jahilnya
"Ga tau aaah, sana balik ke kandang" Nayla mengusir Irina yang semakin membuatnya kesal dengan godaannya.
"Hahaha kandang di kira aku anak monyet teh." Irina tertawa terbahak-bahak mendengar respon Nayla
"Iya emang, udah sana."
***
Pukul 14.30
Drt..drt...drt...
Telpon Nayla bergetar, menampilkan nam "Mas Rion" di layar handphone bobanya.
"Assalamu'alaikum....sayang."
'Walaikumsalam, mas."
"Kenapa, mas?'
"Mas udah ga ada jadwal meeting lagi yang, mas jemput sekarang ya?"
__ADS_1
"Ok, mas, Nay tunggu."
"Ok, sayang. Tunggu di ruangan kamu aja ya, mas nanti masuk ke dalam."
**
20 Menit Orion sampai di workshop Nayla
"Assalamu'alaikum...." Salam Orion ketika membuka pintu workshop
"Wa'alaikumsalam." Jawab serempak semua karyawan Nayla
"Mbak Naylanya ada di Lantai dua mas." Ujar Indah
"Ok, trimakasih." Orion berlalu menuju lantai Nayla berada. Dengan perlahan Orion membuka pintu. Nayla yang sedang membuka laci membelakangi Orion dikagetkan oleh tangan besar yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Astagfirullah, mas iih ngagetin aja." Ia tau tangan ia Orion karna wangi parfum manly yang menyeruak di tubuh Orion yang sangat ia kenal.
"Kamu sih serius banget, sampai mas masuk ga sadar"
"Nay beresin dokumen ini mas." Tunjuknya ke dokumen yang dimasukkan ke laci. Orion tak melepaskan tangannya dari pinggang Nayla, malah menyangga dagunya ke bahu Nayla dan menelusup, membuka sedikit hijab Nayla mencium ceruk leher Nayla. Nayla merasa kegelian.
"Mas iiih, nanti ada yang masuk"
Ceklek
"Teh, dokumennya sudah sa...." Belum selesai berucap Indira terkejut mendapatkan pemandangan yang mengotori matanya. "Maaf Teh, aa. " Dengan segera Indira menutup pintu.
"Tuhkan mas iih, apa adek bilang."
"Gapapa, sayang dia ngerti masih pengantin baru." Elak Orion dengan terkekeh
"Iya tapikan harus tau tempat, Nay malu iih, nanti jadi bahan omongan, Nay digodain lagi. Udah lepas iih tangannya." Sebal Nayla dengan mencebikkan bibirnya
"Hahaha...Iyaiya ampun nih mas lepas." Tawa Orion dengan tangan yang di angkat seperti penjahat yang terciduk polisi. "Yaudah yuk." Pinta Orion dengan tak sabar
"Mau kemana sih mas? Buru-buru amet."
"Kencan, sayang." Dengan menaik turunkan alisnya
"Kayak anak muda aja."
"Walaupun usia mas udah ga muda, tapi jiwa mas masih muda, sayang." Jawab Orion dengan mengedipkan mata dan tersenyum jahil
"Apaan sih mas." Ujar Nayla dengan pipi merona
"Kenapa tuh pipi, yang? Hahaha." Tawa Orion yang gemas dengan ekpresi wajah Nayla yang malu dengan pipi merona
Nayla hanya memukul pelan lengan Orion
Udah mulai gemoooy ga sama dua sejoli ini????
Nih miss kasih episode-episode bahagia dulu ya. Jangan kaget kalo tetiba mewek berderai air mata dan menguras emosi 🤣
Jauhkan benda-benda keras yang ingin kamu lempar. Cukup duduk manis atau rebahan aja di kasur siapin tisu 😂
__ADS_1
Tinggalin Like dong kalo suka episode ini dam jangan lupa VOTE VOTE dan komen 😘