Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
177. Season 3 - Maldives


__ADS_3

“Dimana aku?Bukankah tadi di pesawat?” Fiana juga membuka selimut yang menutupinya, kali ini ia mengenakan mini dress rumahan bermotif cocok di pantai dengan bagian atas tanpa lengan yang memperlihatkan dadanya yang menyembul


“Sayangku sudah bangun?” Fariz baru menunjukkan batang hidungnya


“Aa kita di mana?”


“Kita sudah di Maldives sayang.”


“Maldives? “


“Iya Maldives.”


Fiana melempar selimutnya smebarang dan meloncat ke arah Fariz yang berada di depan ranjangnya. Fariz dengan sigap menangkap tubuh Fiana yang meloncat ke arahnya


“Terimakasih aa sayang membawaku ke pulau yang ingin aku kunjungi.”


“Ya Allah sayang kirain aa kamu kenapa pake loncat segala.”


“Aku senang aa mengajakku ke sini.” Fiana degan binar matanya


“Alhamdulillah jika kamu senanng sayang. Mau di kamar terus saja? Aa dengan senang hati loh mengurungmu di kamar.”


“Enggak...,teriak Fiana tak sengaja di telinga Fariz melepaskan pelukannya


“Ya sudah ayo kita sarapan di sana.” Fariz menunjuk mini kolam renang yang langsung menghadap ke laut. Makanan di atas nampan terapung sudah disiapkan pihak sana.


Fariz dan Fianapun sarapan di atas kolam renang. Fiana memilih makan di pinggir kolam, hanya mencelupkan kakinya saja ke kolam sedangkan Fariz berhadapan dengan Fiana dengan tubuh yang masuk ke kolam renang sebatas dadanya


"Sayang sini turun,"


"Masih laper aa, salah siapa bikin kelaperan."

__ADS_1


"Haha ya sudah aa renang duluan ya "


Fiana mengangguk dengan mulut yang masih mengunyah sarapannya. Dengan menikmati pemandangan hamparan laut biru dari hunian mereka berbulan madu.


"Nggak nyangka aa tahu aku inigin ke pulau ini." Batin Fiana tersenyum melihat Fariz yang sedang berenang sesekali berhenti dan tersenyum padanya.


Byuur


Putaran ketiga Fariz menarik paksa tangan Fiana yang baru saja selesai memakan dessert strawberry chesee cakenya.


"Aa iih..,"


"Renang bareng sayang."


"Sebentar masih ada strawberry chesee cake dimulutku," Fiana baru akan menyentuh tisu di nampan makanan mereka namun dihentikkan oleh Fariz membaliklan tubuh Fiana dan menyambar bibir Fiana. Fariz menjilat cream chesee yang ada di ujung bibir Fiana oleh lidahnya lalu mencium dalam Fiana


"Aa.., nakal yaa..,"


"Iih main nyambar saja." Fiana malah mencebikkan bibirnya


Cup


Lagi, Fariz menyambar bibir candu Fiana


"Aa hentikkan. Kapan renangnya kalau gitu terus?"


"Suruh siapa bibir seksinya dimajukan." Fariz tertawa renyah memainkan air ke arah Fiana


"Aa kumat ya nyebelinnya." Fiana juga membalas semburan air dari Fariz mereka bermain air dan berenang bersama. Sesekali berhenti Fariz melingkarkan kedua tangannya di pinggang Fiana dan menyatukan dahinya dengan dahi Fiana.


"Kamu bahagia sayang?"

__ADS_1


Fiana mengangguk, "Terimakasih aa. Darimana kamu tahu pulau impianku untuk berbulan madu?"


"Mamah Andara yang memberitahunya".


"Dasar mamah ya. Tapi terimakasih ya aa mau membawaku ke sini."


"Tak perlu berterimakasih sayang. Kamu istriku pantas mendapatkan hadiah indah ini. Walau keindahan pulau ini tak lebih indah dari dirimu."


"Dasar gombal."


"Aa nggak gombal memang kenyataan ko, apalagi tubuhmu dan sarangku yang menjepit erat."


"Ya Allah, mesum banget sih aa."


"Nggak apalah mesum selama hanya padamu istriku,. Daripada mesumin istri orang coba."


"Awas saja kalau berani." Fiana mengepalkan satu tangannya ke arah Fariz


"Hahaha ngapain mesumin yang lain kalau istriku saja lebih dari W O W."


"Iih sudah aah nggak habisnya bahas gitu sama aa." Fiana yang malu berlalu menaiki tangga untuk masuk ke kamar hunian mereka.


"Tunggu sayang, mau kemana?"


"Mau mandilah."


"Jangan dulu sayang kita snorkeling."


Fiana berhenti melangkah, "Serius aa ajak aku snorkeling."


"Iya ayo." Fariz mengenggam tangan Fiana, di arah pintu luar sudah ada orang yang mempersiapkan segalanya. Pelayanan yang cepat dan baik memang menjadi salah satu keutamaan private island tersebut

__ADS_1


__ADS_2