Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
80. Mengapa aku rasa waktu bersamamu tak lama??


__ADS_3

Mengapa aku rasa waktu bersamamu tak lama??


Di pedesaan Grindelwald sudah dua minggu Orion mengajak Nayla tinggal di sana. Selain udaranya yang sejuk menenangkan di sana juga tempat yang cukup indah untuk dinikmati berdua seperti bulan madu. Ya Nayla dan Orion belum pernah sekalipun merencanakan honeymoon. Orion pikir ini bisa disebut babymoon untuk usia kandungan Nayla di 5 bulan.


“Sayang mau tidak kita pemotretan untuk babymoonmu?” Tanya Orion kepada Nayla yang sedang memakai skincare malamnya.


“Usia kandungan ibu masih 5 bulan yah. Kalau ketika usia tujuh bulan bagaimana?”


“Kalau mau ibu seperti itu tidak masalah, hanya saja ini tempat yang cocok untuk pemotretan selagi kita di sini, sayang.”


Nayla berpikir sejenak, mempertimbangkan ucapan Orion. Ada benarnya di tempat sejuk dan indah saat ini cocok untuk pemotretan selagi Nayla dan Orion di sini. Karena Nayla ataupun Orion sendiri tidak tahu mereka akan berada di Swiss sampai kapan.


“Baiklah, yah ibu ikut ide ayah.” Setelah Nayla mempertimbangkannya Nayla menyetujui ide Orion


“Ok, sayang. Lusa kita pemotretan ya?”


“Untuk temanya bagaimana yah? Ibu kan belum menyiapkan baju apapun?”


“Casual saja sayang. Simple dan alami saja agar berbaur dengan keindahan alam di sini. Soal pakaian ibu nggak usah memikirkannya, ayah meminta bantuan desainer di sini untuk memilihkan pakaian casual yang simple dan terbaik untuk kita.”


“Terimakasih ayah.” Ucap Nayla dari pantulan cermin


“Terimakasihnya ko gitu, sini dong,” Orion yang sedang di sisi ranjang melebarkan kedua tangannya meminta Nayla memelukunya. Nayla pun beranjak dari meja rias menghampiri Orion dan masuk ke dalam pelukannya.


“Terimakasih suamiku, i love you.” Ucap Nayla pelan namun masih terdengar Orion


“Ibu bilang apa? Ayah nggak salah dengar?? Coba sekali lagi, sayang ayah nggak dengar.” Orion puta-pura tak mendengar ucapan Nayla, Orion ingin Nayla mengatakan sekali lagi dengan jelas


“Nggak ada reka ulang, yah.” Ucap Nayla dengan malu-malu


“Bener nggak ada reka ulang? Bilang atau ayah makan ibu sekarang?” Ucap Orion dengan menahan pinggang Nayla yang mencoba melepaskan diri dari Orion. Nayla memutar bola matanya malas.


“I Love You, sayang. Udah, lepasin.” Nayla terpaksa mengulangi ucapannya sebenarnya Nayla masih malu jika harus mengucapkan isi hatinya, ia lebih baik melakukan dengan tindakan dibanding dengan kata-kata. Nayla memilih mengulangi ucapannya karena dia masih lelah dengan pergulatan siang hingga sore tadi. Tubuh, bibir dan segala yang ada dalam diri Nayla sudah menjadi candu untuk seorang Orion hingga Orion selalu menginginkan dan menyentuh Nayla.


“Nah gitu dong sayang. Malam ini ibu bisa lolos tapi masih ada hari esok dan selanjutnya.” Ucap Orion dengan terkekeh menggoda Nayla

__ADS_1


Nayla hanya memukul dada bidang Orion “Iih dasar mesum.”


Orion tertawa terbahak dengan ucapan Nayla.


**


Hari ini hari di mana Orion dan Nayla akan foto maternity. Pakaian yang Nayla dan Orion gunakan hanya pakaian casual dengan dua pakaian berbeda Nayla bebalut long dress hitam dan Orion hanya menggunakan kemeja lengan panjang putih dan jeans untuk foto pertama. Untuk foto kedua Orion menggunakan kemeja panjang hitam, Nayla dress hamil berwarna teracota yang memancarkan kecantikan alami.


Orion mengambil latar alam di Swiss. Rencananya Orion dan Nayla akan melakukan dua sesi foto maternity saat usia lima bulan sekarang dan ketika usia kandungan Nayla tujuh bulan. Nayla pun menyetujuinya.


Beberapa moment diambil. Ada dua moment di pakaian berbeda yang paling Nayla sukai. Pertama saat Orion menyentuh perutnya ketika menggunakan kemeja putih dan dirinya dress hitam. Dan yang kedua saat Nayla duduk di pangkuan Orion saat menggunakan dress hamil teracota dan Orion menggunakan kemeja hitam. (Gambaran diakhir ya miss tizen)


Setelah sesi pemotretan Orion mengajak Nayla makan siang di salah satu restoran mewah yang berada di hotel terna di Swiss.


“Sayang, kenapa makan di restoran hotel?” Nayla bertanya karena ia sudah menduga apa yang diinginkan Orion. Saat sesi pemotretan yang intim Orion melakukan beberapa sentuhan sensual meskipun tidak di titik sensitif Nayla sehingga foto terlihat sangat natural dan mesra


“Kita makan dulu sayang, ayah nggak mau kamu kelelahan. Kita isi energi kita dahulu.”


“Ibu tahu apa yang mau ayah lakukan.” Nayla menatap Orion dengan terkekeh


“Mata dan sentuhan ayah itu loh setiap pemotretan, fotografernya hanya berkomentar natural sekali bagus, tidak harus di arahkan. Padahal ibu tahu ayah mnginginkannya ya.”


“Hahaha karena ekpresi ayah saat menginginkan ibu hanya ibu yang tahu sayang untuk itu mereka tidak tahu ayah menginginkan ibu. Ayah sempat terkejut ibu menggunakan pakaian ini terlihat sangat seksi.” Orion berbicara bebas dengan Nayla karena mereka makan siang di private room hotel tersebut. Nayla saat ini menggunakan pakaian dress hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Saat sesi pemotretan selesai Orion memasangkan mantel karena ia tak ingin orang lain melihat lekuk tubuh Nayla yang seksi.


Fotografer yang Orion sewa juga semua teamnya perempuan dari awal Orion mempersiapkan itu. Orion sengaja meminta seluruh team perempuan karena ia ingin Nayla bebas menggunakan pakaian apapun. Dan ingin ada beberapa foto mesra yang intim. Karena foto maternity tersebut untuk konsumsi pribadi dan kenangan saat Nayla mengandung anak pertama mereka.


“Ya sudah ayo yah kita makan dahulu ibu sangat lapar dan tidak tahan gerah.”


“Tidak tahan ya mau ayah juga?” Ucap Orion menggoda Nayla. Nayla memutar bola mata malasnya.


Orion tertawa dengan respon Nayla. Merekapun makan siang dalam diam hanya ada suara sendok dan garfu.


Setelah makan siang Orion dan Nayla membersihkan tubuh mereka karena sudah sangat lengket. Seperti biasa Orion selalu memaksa mandi bersama tapi berakhir dengan pergulatan panas di bathub dan dilanjutkan di ranjang king size kamar suite mereka.


Keesokan harinya Orion membawa Nayla check up ke salah satu rumah sakit terbaik di sana. Orion sudah membuat reservasi dengan dokter terbaik. Hari ini Orion dan Nayla ingin melihat jenis kelamin kedua bayi kembarnya.

__ADS_1


“Sayang, ibu merasa sesuatu nggak dengan kehamilan ibu yang semakin besar?” Orion yang berada di samping Nayla bertanya. Mereka sedang berada di dalam mobil menuju rumah sakit.


“Alhamdulillah nggak yah, hanya mulai mudah kenyang dan mudah lapar saja.” Ucap Nayla dengan terkekeh mengetawakan dirinya yang mudah kenyang dan lapar


“Tidak apa-apa sayang iru wajar. Karena usia kandungan ibu yang semakin besar anak kita membutuhkan banyak nutrisi.” Orion mengusap perut besar Nayla


“Yah ibu rasa pekerjaan ayah di sini tidak terlalu sibuk.”


“Iya bu, perusahaan yang ayah pegang hanya membutuhkan kehadiran ayah beberapa waktu. Sisanya seperti biasa ayah bisa mengerjakan 2-3 jam di ruang kerja rumah kita.”


“Salah ya,” ucap Nayla dengan senyum menggoda


“Apa yang salah sayang?”


“Sisa waktu kerja ayah. Sisa waktu ayah banyaknya nempelin ibu mulu.” Ucap Nayla dengan tawa kecilnya


“Oh itu memang benar, sayang. Suruh siapa istri ayah makin cantik dan seksi.”


“Mulai deh,” ucap Nayla dengan memutar bola mata malasnya


Orion tertawa mencubit hidung mungil Nayla dan mengecupnya. Entahlah Orion mempunyai feeling kurang baik untuk dirinya dan Nayla saat ia berencana mengikuti permainan Rio. Rencananya saat usia kandungan Nayla enam bulan, dan umur anak Hanum dan Rio menginjak 1 bulan dua minggu Orion akan menjalankan rencananya. Untuk itu sebelum waktunya tiba Orion akan menikmati waktu bersama Nayla hanya berdua. Melakukan apapun yang ia inginkan bersama Nayla.


Orion sudah memikirkan matang-matang rencana yang akan dia lakukan. Orion pun mengantisipasi kemungkinan terburuk saat rencana itu terjadi apalagi sampai keluarga Wijaya mulai mengetahuinya. Tapi satu hal yang Orion khawatirkan, Nayla memilih pergi dari hidupnya karena satu kebohongan besar yang diikuti berbagai kebohongan lainnya untuk menutupi itu.


Jika Orion memikirkan itu semakin besar feelingnya jika waktu bersama Nayla tak akan lama. “Mengapa ayah merasa waktu ayah bersama ibu tak akan lama sayang? Semoga ini hanya sebuah perasaan saja tidak menjadi kenyataan.” Batin Orion dalam hati yang memeluk Nayla mengusap kepala yang tertutup hijab


Masih aman shaumnya misstizen?


Insya allah aman ya? jangan baper baca couple NARI siang siang gini, miss ngesensor adegan 21+ nya yaa lagi puasa bisi ada yang pikirannya travelling 🤣🤭✌🏼


Dua episode setelah ini mohon jaga emosinya ya miss nggak tanggung jawab kalau pahala shaumnya berkurang ✌🏼🙏🏻🤭


Miss mah doakan semoga kita selalu sehat ada dalam lindungan Allah SWT dengan keadaan sedang shaum dimana mana banyak bencana, cuaca extreme.Semoga kita semua ada dalam Rahmat dan Lindungan Allah SWT. Kita saling mendoakan ya misstizenku zheyenk 🤗


Jangan lupa sedekahnya. Sedekah itu jika kita tak mampu secara materi bisa dengan jasa, jika kita terbatas waktu setidaknya tersenyumlah kepada sesama karena senyum ibadah paling murah dan mudah. Selagi Allah memberikan kita kesehatan ya misstizen reminder sih sebenrnya buat miss sendiri. 🥰 Asal jangan senyum senyum sendiri yaa nanti dikira orgil 😂

__ADS_1


VOTE sekarang SENIN pake voucher baca yang kalian punya dan please lah misstizen yang baik hatinya beri miss BUNGA dari hadiah yang kalian miliki klik sebagai APRESIASI untuk karya pertama miss 🤭🙏🏻 Gomawoyo Haturnuhun Terimakasih Thank you so much peyuk online dari miss 🤗


__ADS_2