
“Sekarang kembali padamu? Apa pilihanmu? Mempertahankan anak ketiga kita tumbuh dengan baik di rahimmu atau menyakitinya dengan sikap keras kepalamu? Tak berpikirkah kamu mengenai mas yang selalu mengkhawatirkan keselamatanmu?”
Nayla mencerna ucapan Orion dengan baik, Nayla tahu dirinya sering keras kepala di kehamilan ketiganya. Hormon kehamilan Nayla kali ini tak ingin egonya terkalahkan. Namun perkataan Orion mampu menampar dirinya yang cukup egois.
“Maafkan aku mas, aku egois. Aku mau mengikuti permintaanmu. Tapi bagaimana dengan kebutuhan gizi Fariz dan Freya?”
Orion bisa bernapas lega, akhirnya kecamannya meluluhkan keras kepala Nayla. Orion memang sadar jika keras kepala Nayla bukanlah karakter Nayla namun dikarenakan hormon kehamilan Nayla. Satu hal yang Orion pelajari saat kehamilan pertama Nayla saat mengandung Fariz dan Freya tidak selamanya hal yang diidamkan sang ibu harus dituruti apalagi itu membahayakan sang ibu ataupun sang calon bayi.
“Kebutuhan gizi mereka bisa susu formula ditambah MPASI dengan berbagai makanan bergiz. Jadi sayang kamu tidak perlu mengkhawatirkannya. Yang terpenting saat ini keselamatanmu dan tumbuh kembang anak ketiga kita.” Ucap Orion dengan lembut kembali ke Orion yang hangat. Tangan Orion mengelus lembut perut besar Nayla.
**
Kehamilan Nayla sudah menginjak enam bulan, Orion pun semakin protektif. Jika kamu bertanya di kehamilan sekarang siapakah diantara Nayla dan Orion yang bucinnya tingkat dewa? Jelas pemenangnya adalah seorang Orion Hardiardjo. Semenjak drama menghentikkan ASI, setiap hari Orion sering bolak-balik Perusahaan hanya untuk melihat Nayla, di saat jam makan siang Orion akan pulang ke kediamannya untuk makan bersama Nayla dan melihat Naylanya. Terkadang sebelum pergi ke Perusahaan lagi Orion memenuhi energinya dengan menggauli Nayla secara cepat. Dan jelas Nayla selalu kewalahan saat Orion memintanya karena Nayla akan berakhir di ranjang beristirahat hingga sore hari.
Seperti siang hari ini setelah makan siang Orion membawa Nayla masuk ke kamar utama dan menggaulinya hanya dalam waktu tiga puluh menit. “Terimakasih sayang, mas pergi lagi. Istirahat ya,” Orion mengecup kening dan mencium bibir ranum Nayl sekilas setelah membersihkan diri dan telah bersiap ke perusahaan.
Walau sebentar namun cara Orion mengagahinya sungguh membuat Nayla kewalahan dan kelelahan. Nayla hanya menganggukan kepala saat Orion pamot, dan terlelap.
Fariz dan Freya sudah bisa berjalan karena usia mereka hampir dua tahun tepatnya satu tahun delapan bulan. Dan sudah banyak berceloteh dengan instonasi yang cukup jelas. Walau Nayla mengandung kembali tapi Nayl tak melupakan kewajibannya mengurus Fatiz dan Freya semampunya, membuat makanan khusus mereka dengan tangannya bahkan mengajari mereka mengaji dan sholat saat waktunya tiba.
Sore ini setelah Nayla membersihkan diri dan masuk waktu maghrib. Nayla membawa Faris dan Freya ke musholla di lantai yang sama dengan kamar mereka berada.
“Fariz, Freya sayang kita sholat maghrib yuk? Tuh dengar suara adzan.”
“Ayo ibu,”Suara balita Fariz yang terdengar lebih jelas dibanding Freya
__ADS_1
“Eya uga au ibu, yo” Freya menanggapi ajakan Nayla
(Freya juga mau ibu, ayo.)
Mereka mengikuti Nayla yang sholat walau gerakan sesuka mereka namun tidal masalah bagi Nayla. Yang terpenting di usia emasnya mereka sudah mengenal kewajibannya sebagai muslim
Setelah selesai melakukn kewajiban, Nayla mengajak Fariz dan Freya mengaji iqro.
“Aa Fariz dan adek Freya duduk kiri knan ibu ya. Kita mengaji.Ikuti ibu ya sayang-sayangnya ibu.”
“Iya ibu, ya bu.” Jawab Fariz Freya
“Bismillahorrahmanirrahiim.., A ba ta..,
“Ta ba A” Nayla mencontohkan beberapa baris bacaan iqro a ba ta untuk malam ini. Setelah selesai melakukan kewajibannya. Nayla mengajak Fariz dan Freya turun ke bawah demgan lift bersiap untuk makan malam. Nayla di temani dua baby sitter twins, walau tugas mereka hanya memperhatikkan dan membantu saat Nayla perlu bantuan seperti saat Fariz atau Freya ingin di gendong. Orion melarang keras Nayla menggendong Fariz atau Freya.
Dan biasanya saat mereka turun suara deru mobil Orion masuk ke halaman kediamannya. Orion jadi sering pulang bertetapatan dengan makan malam karena Orion selalu kembali telat ke Perusahaan setelah makan siang di kediamannya, mau tidak mau pekerjaannya harus diselesaikan melebihi jam pulang sore hari.
Sebelum makan malam Nayla dan kedua babynya tidak langsung ke ruang makan tapi di ruang keluarga. Karena sebelum makan malam biasanya mereka menunggu Orion membersihkan diri dahulu sebelum bergabung makan malam.
“Ya...yaah...,”teriak Freya sambil berlari ke arah Orion yang baru saja masuk
“Assalamu’alaikum...,anak sholehah ayah.” Orion menggendong Freya yang memeluk kakinya dan memberi ciuman bertubi-tubi ke pipi chubby Freya
“Wa aikum calam yayah, udah yayah cekayang eya yang sun yayah.” Jawab Freya dengan mengecup pipi kanan Orion dengan posisi Freya sudah berada di gendongan Orion.
__ADS_1
Nayla selalu merasa terharu melihat kedekatan Orion dengan Freya. Freya memang sangat manja kepada Orion berbeda dengan Fariz yang lebih mandiri dan tidak manja. Fariz jarang sekali bermanja apalagi kepada Orion kepada Nayla pun hanya bisa terhitung, Fariz terlihat lebih cuek namun sangat menyayangi adiknya. Setiap kali Freya menangis karena terjatuh ataupun hal lainnya Fariz lah yang selalu siaga memeluk Freya, menenangkan adiknya. Bahkan saat mereka bermainpun Nayla sering memergoki Fariz menjaga Freya, mengikuti Freya kemanapun. Jiwa sang kakak telah melekat kepada seorang Fariz balita.
Untuk seumuran balita hampir dua tahun memang jarang jiwa melindungi saudara terjadi. Karena pertumbuhan dan perkembangan setiap anak tidak bisa disama ratakan. Fariz memang terlahir berjiwa kepemimpinan, bertanggung jawab dan cerdas. Semua itu dituruni oleh sang ayah Orion, namun jiwa dermawan dan penyayang telah dituruni oleh Nayla. Semua sikap itu telah terlihat dari sikap Fariz kepada Freya dan sekelilingnya.
Setiap berbelanja bulanan Nayla yang ditemani Orion dan mengajak kedua balitanya. Fariz sering meminta membeli berbagai makanan cemilan, saat pertama kalinya Nayla pikir Fariz memang ingin memiliki stok makanan. Namun siapa sangka saat sampai di kediaman Fariz membagikan makanan kepada para maid dan keamanan yang menjaga. Nayla sangat terharu dengan kebaikan sang anak yang masih sangat kecil namun memiliki jiwa kedermawanan.
Orion pun cukup tertegun dengan sikap Fariz balita yang sudah berjiwa dermawan. Namun Orion bersyukur setidaknya ada sikap Nayla yang diturunkan kepada Fariz. Orion sempat khawatir sikap yang kurang baik seperti mudah marah, posesif, terlalu over protective dan bossy menurun kepada Fariz namun ternyata dugaannya salah. Ada beberapa sifat Nayla yang menurun kepada Fariz kecilnya.
“Sayang terimakasih telah melahirkan dan merawat mereka bertumbuh menjadi anak sholeh dan sholehah di usia yang masih sangat kecil.” Ucap Orion memeluk Nayla dari belakang dengan menyandarkan dagu di bahu Nayla. Posisi mereka baru masuk ke kediaman setelah berbelanja bulanan dan melihat Fariz yang dibantu Freya membagikan makanan cemilan kepada seluruh maid yang dikumpulkan atas perintah Orion namun permintaan Fariz.
“Aku juga bersyukur yah mereka menjadi anak yang mudah berbagi kepada sesama dan menghormati yang lebih tua tanpa melihat kedudukan mereka.” Nayla mengelus kedua tangan Orion yang melingkar di perut depannya
“Ayah nggak tahu apa jadinya jika tidak bersamamu sayang. Mungkin ayah tak akan memiliki anak-anak yang sholeh dan sholehah terlahir dari rahimmu.”
“Ibu juga sangat bersyukur bisa dinikahi pria tampan yang mecintai ibu dan bertanggung jawab seperti ayah. Terimakasih cintanya ibu.” Nayla membalikkan tubuh dan untuk pertama kalinya berani mencium bibir Orion sekilas di depan para maid dan keamanan yang sedang mengantri pembagian makanan dari Fariz dan Freya. Elia dan kepala maid spontak menutup mata Fariz dan Freya. Sedangkan yang lain terkejut namun bisa menetralkan ekpresi karena mereka harus seolah membutakan mata saat melihat apa yang terjadi di kediaman Orion.
Miss up again JANGAN LUPA LIKE, VOTE, HADIAH🌹🤭 dan ramaikan KOMENNYA jika mau miss lanjut 🤭
Miss benar-benar sibuk banget di real life nih misstizen do'akan miss selalu diberi kesehatan ya dan diberi kemudahan yaa untuk proses bersama dengannya 🤭🥰
Peyuuuk online untuk misstizen pembaca setiap miss yang selalu tak melewatkan setiap episode dan memberi dukungan miss LIKE, VOTE, HADIAH & KOMENNYA
Pokonya miss ga akan lupa janji miss uang tunai s**p*e p*y buat kamu yg nanti miss pilih sebagai pembaca setia karya miss 🤭
Jangan lupa follow instagram miss di @missnayla93 kesempatan menangnya lebih gede 🤩
__ADS_1