
Dua hari berlalu setelah kepulangan Orion dari Belanda. Hari ini Orion disibukkan dengan proyeknya bersama perusahaan IT dan Teknologi terbesar di dunia yang berpusat di negara x tempat Hanum dan Riogardo tinggal.
Orion harus mempersiapkan berbagai berkas pendirian perusahaan cabang di sana dan memilih hunian yang aman untuk Nayla dan Arga selama di sana.
Di kediaman Orion, Nayla sedang berusaha memberi pengertian kepada Arga secara perlahan untuk menerima Belinda sebagai ibunya dan pa Herdian sebagai kakeknya.
“Sayang tadi bagaimana di sekolah?”
“Alhamdulillah baik bu. Bu memang kita akan berpindah ke negara x? Om Dirga tadi ke sekolah mengurusi pemindahan Arga.”
“Iya benar sayang, ayah akan mendirikan perusahaan cabang di negara x untuk itu kita akan berpindah ke sana.”
“Aga harus ninggalin teman-teman baik Aga di sini. Aga sudah nyaman di sini, bu.”
“Sayang dengar ibu, walau kita berpindah, hubungan pertemanan bisa tetap terjaga sudah ada fasilitas video call untuk tetap menjalin komunikasi. Ibu tahu pasti berat untuk berpisah dengan teman-teman di sini. Apalagi menyesuaikan dengan lingkungan baru di sana. Tapi ibu dan ayah juga tidak ingin membiarkan kamu di sini seorang diri.” Nayla memberi pengertian kepada Arga, walau sebenarnya Nayla ingin menghabiskan waktu bersama dengan Arga sebelum Arga dibawa oleh keluarga Belinda.
“Iya benar bu, Aga hanya berpisah jarak. Aga akan menyesuaikan diri di sana bersama teman baru. Terimakasih ya bu. Aga sangat sayang ibu. Aga ingin selalu bersama ayah dan ibu.” Aga yang duduk di samping Nayla memeluk perut besar Nayla
Deg
Perkataan Aga tidak bisa Nayla respon karena Nayla sendiri masih tidak sampai hati menyampaikan kenyataan pahit yang harus Arga terima. Nayla masih enggan memberitahu Arga, hati Nayla sesak mengingat Arga tidak bisa hidup bersama dengannya dan Orion setiap waktu. Tapi bagaimanapun ini sudah menjadi keputusan kedua belah pihak. Dan ini kesempatan Nayla untuk secara perlahan memberi pengertian kepada Arga.
“Sayang, jika mamah kandung Aga ingin tinggal bersamamu, apakah Aga mau tinggal bersama mamah Aga?”
“Aga tidak pernah mendapat kasih sayangnya, bu. Dan Aga tidak tahu apakah mamah sayang Aga? Jika mamah sayang Aga, kenapa selama ini mamah nggak pernah menemui Aga sekalipun?”
“Sayang, mamah Aga sangat menyanyangimu. Bahkan rasa sayangnya melebihi ibu. Mamah tidak pernah menemui Aga mungkin ada suatu alasan yang mungkin tidak Aga tahu dan belum saatnya Aga tahu.”
“Kenapa ibu bertanya seperti ini? Apa mamah Aga meminta Aga pada ibu?”
Deg
Nayla tidak bisa menjawab pertanyaan Arga yang satu ini, Nayla masih belum bisa menjelaskan kesepakatan diantara kedua keluarga.
“Ibu hanya bertanya saja, sayang. Aga tidur siang dulu, ya sayang. Ibu juga mau istirahat.” Nayla mengalihkan pembicaraan yang cukup membuat hatinya sesak tak tega memulai percakapan ini.
“Iya, bu. Ibu dan adik-adik Aga juga bobo siang ya?” Arga mengecup dan mengusap perut Nayla
__ADS_1
“Iya, kaka Aga, adek-adek juga mau bobo siang.” Jawab Nayla dengan suara seperti anak kecil dengan terkekeh
Malam harinya Orion pulang telat pukul 21.45 karena urusan di perusahaan yang akan ditinggal beberapa bulan ke depan.
Ceklek
Orion membuka pintu kamar utama. Nayla belum bisa tidur karena tidak ada Orion yang biasa mengusap perut besarnya. Nayla yang sedang membaca majalan ibu dan anak menoleh ke pintu.
“Assalamu’alaikum, sayang belum tidur?”
“Walaikumsalam, belum yah ibu nggak bisa tidur. Seperti biasa baby’s ayah ingin ditidurkan ayah.” Nayla terkekeh dengan ucapannya sendiri
“Baby’s kita atau ibunya?” Goda Orion yang menghampiri Nayla yang berselenjor di sisi ranjang kiri. Nayla menyalami tangan Orion dan Orion mengecup kening Nayla.
“Dua-duanya,” Nayla tertawa kecil menjawab pertanyaan Orion
“Ayah membersihkan diri dahulu ya, sayang.”
“Iya, ayah. Pakai air hangat nanti masuk angin.” Setelah Nayla dinyatakan hamil baby twins hal kecil seperti menyiapkan air untuk mandi Orion sudah tak Nayla siapkan. Orion melarang Nayla menyiapkan air karena ia selalu khawatir saat Nayla ke kamar mandi bisa saja terpeleset, saat Nayla mandi pun Orion selalu menemani walau akhirnya tak pernah Nayla mandi dengan tenang selalu berakhir dengan pergulatan.
“Iya, sayang.” Orion pun membersihkan diri. Hanya 20 menit Orion membersihkan diri dan telah menggunakan pakaian tidur yang telah Nayla siapkan.
“Sudah, sayang. Tadi ayah makan bersama Dirga di kantor.” Orion pun menggeser tubuhya merengkuh Nayla dalam pelukkan hangatnya.
“Yah,”
“Iya, sayang. Kenapa?”
“ tadi sedikit mengobrol dengan Arga. Tapi ibu belum memberitahunya. Ibu hanya meminta pendapat Arga jika tante Belinda meminta Arga tinggal bersamanya.”
“Lalu, bagaimana respon Arga, bu?”
“Arga mempertanyakan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang tidak pernah menemuinya selama bersama ayah. Tapi ibu memberi Arga pengertian bahwa tante Belinda memiliki alasan yang tidak kita ketahui. Arga juga mempertanyakan mengapa ibu bertanya seperti ini.”
“Ibu memberitahunya?”
“Ibu belum siap yah memberitahu kenyataan yang bisa melukai anak sekecil Arga. Maafkan ibu, ibu masih berat untuk mengatakannya. Arga ingin selalu bersama kita, yah. Ibu tak tega mengatakan itu di saat Arga ingin selalu bersama kita. Apa yang harus kita lakukan, yah?”
__ADS_1
“Sayang, kamu tenang saja ya. Kita pelan-pelan memberi tahu dan memberi pengertian kepada Arga. Ibu jangan terlalu memikirkan ini yang malah membuat ibu dan baby’s kita stress.” Orion mengelus surai legam hitam panjang Nayla dan mengecup pucuk kepala Nayla.
"Iya, yah. Kita pindah ke negara x kapan yah?"
"Kemungkinan lima hari dari sekarang, sayang. Selama itu juga ayah akan pulang larut menyelesaikan pekerjaan di sini terlebih dahulu sebelum ditinggalkan beberapa bulan ke depan."
"Iya, yah ibu paham jika ayah harus pulang larut."
"Selama ayah pulang larut ibu jangan menunggu ayah, ya? Nggak baik ibu yang sedang hamil tidur malam-malam."
"Ibu nggak bisa tidur tanpa elusan ayah. Lagian ibu nggak ngantuk ko ibu masih bisa melakukan hal yang menenangkan bayi kita dengan membaca buku kehamilan, membacakan baby's kita cerita dan bersholawat. Mereka aktif loh ya setiap kali ibu lakukan itu, tapi aktif mereka tak seperti sebelumnya lebih beraturan dan tak kencang."
"Oh ya ayah belum liat nih anak-anak ayah sekatif apa hari ini."
"Tuhkan, yah nih anaknya mulai nendang-nendang lagi." Nayla membawa tangan Orion yang melingkar ke pinggangnya ke perut
"Hey anak-anak ayah paham sekali ya setiap kali diajak mengobrol." Orion mengusap perut Nayla yang bergerak-gerak
"Setiap gerakannya kayak gini malah membuat ibu kegelian, yah."
"Anak-anak ayah senang ya buat ibunya geli?" Orion bertanya kepada bayi diperut Nayla dengan mengecup perut Nayla
"Iya, ayahku sayang." Nayla menjawab seperti suara anak kecil
Merekapun tertidur saling memeluk.
Nah miss up lagi kan 🤭
Btw, maafkan miss yang sering bikin adegan ngusap surai dan kecup pucuk kepala atau kening, ini mah emg isi hati miss yang suka diginiin berasa disayangi, dilindungi dan dihargai sebagai wanita #eaaa si miss bapeer
Biarin aah baper juga 😂🤣
Jangan lupa LIKE, VOTE dan ramaikan komennya
Ramaikan novel kedua miss juga ya di profil "CEO KEJAM PENOREH DAN PENYEMBUH LUKA"
Jangan lupa buat ORDER KEMEJA/ KOKO di akun OLSHOP KERABAT miss di instagram @kokoandriana.2014 atau yang lagi butuh jaket dimusim penghujan ini cekiceki di @bigsizeandriana 🤭
__ADS_1
Kalau mau berinteraksi langsung sama mis DM aja di instagram miss ya @missnayla93 minta di Accept Ig nya . Maafkan miss jarang bales komen kalian misstizenku 🥰
Peluk online lah dari miss untuk misstizen 🤗