
Di kediaman Wijaya di Jakarta, datang seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan rambut lurus bercat pirang dengan perawakan yang cukup mungil. Sangat mirip dengan almarhum ibu kandung Nayla yang telah meninggal karena kecelakaan. Jadi jika ditanya dari mana Nayla bisa mengandung anak kembar, jawabannya adalah dari ibu kandung Nayla yang terlahir kembar, sang kembaran adalah Nadira. Sebelum kecelakaan terjadi kepada Nadia, ibu kandung Nayla. Nadia selalu menitipkan Nayla di kediaman Nadira saat ia harus pergi ke luar kota atau ke luar negeri bersama sang suami. Jadi ketika kecelakaan terjadi Nayla bersama adik kandung sang ibu.
Nadira tidak memiliki anak, untuk itu ia sangat menyayangi Nayla seperti anaknya sendiri. Saat Nadia meninggal, hak asuh Nayla menjadi bahan rebutan keluarga wijaya yang merupakan sahabat ibu Nayla. Mereka mendapatkan bukti bahwa Nadira ingin mengambil hak asuh Nayla karena warisan Nadia, bukan karena menyanyangi Nayla dengan tulus. Untuk itu berbagai upaya keluarga Wijaya lakukan agar hak asuh Nayla jatuh ke tangan mereka. Hingga akhirnya hak asuh Nayla remaja jatuh di tangan keluarga Wijaya. Keluarga Wijaya sendiri memiliki 5 orang anak laki-laki. Anak laki-laki ke lima dari mereka merupakan anak angkat dari kerabat Wijaya. Usia anak angkat tersebut yang bernama Adrian lebih muda lima tahun dari Nayla. Jadi kedudukan Nayla dikeluarga Wijaya merupakan anak ke lima dan satu-satunya wanita. Nayla sendiri mengetahui itu semua.
Dengan berat hati Nayla pergi dari sang tante yang merupakan adik kembar ibunya. Keluarga Wijaya memperlakukan Nayla dengan sangat baik, menganggap Nayla keluarga kandungnya. Bahkan Nayla selalu mendapat perlakuan istimewa dari kakak-kakak dan adiknya karena ia satu-satunya saudara perempuan yang mereka miliki.
Dengan tidak sopan Nadira masuk menerobos keamanan di gerbang kediaman Wijaya. Nadira tidak terima dengan Nayla yang dibawa pergi ke negara liberal oleh Orion suami pengganti yang berstatus duda gagal dua kali pernikahan. Saat pernikahan Nadira masih bisa sabar, tapi saat tahu Nayla dibawa pergi ke sana dalam keadaan hamil bayi kembar, Nadira tidak bisa tinggal diam. Mau tidak mau dia akan membukakan bukti palsu yang didapatkan keluarga Wijaya bahwa Nadira menginginkan harta warisan Nadia. Bukti palsu itu telah dimanupulasi oleh kerabat Wijaya sendiri yang benci terhadap kebahagiaan Nadira yang merupakan teman sejak masa sekolah.
Selama ini Nadira diam, karena ia tidak mau mengusik kebahagiaan Nayla bersama keluarga Wijaya dan bersama Orion suaminya. Namun hal yang membuat Nadira tak percaya adalah informasi dari orang kepercayaannya yang mengawasi Orion telah ditemukan hal ganjal tujuan Orion ke negara x. Dari tangan kanan Nadira menyebutkan bahwa ada persaingan tidak sehat antara Orion dan Rio. Nadira mengenal Rio karena Orion dan Rio merupakan pengusaha sukses yang terkenal dan sering muncul di majalah bisnis.
Dan keluarga Wijaya harus mengetahui itu, meski Nadira belum mengetahui apa tujuan utamanya. Namun Nadira tak ingin Nayla berada dalam lingkaran persaingan Orion maupun Rio apalagi di negara liberal. Sangat mengancam keamanan keponakan dan calon bayinya.
"Hendraaaa..," teriak Nadira di pintu masuk yang dijaga oleh para pelayan
"Apakah anda tidak memiliki sopan santun?" Ucap tegas Hendra ayah Nayla yang baru datang dari dalam kediaman
"Saya tak ingin basa-basi denganmu. Setelah Naylaku kamu bawa sekarang kamu membiarkan dia berada dalam bahaya, haah?"
"Apa maksudmu, Nadira?" Ucap ibu Nayla
"Kamu ingin membahas ini di sini? Membiarkan saya berdiri di sini?" Tanya Nadira dengan jutek
"Biarkan dia masuk," ucap pak Hendra
Merekapun duduk di ruang tamu. Nadira duduk di hadapan Hendra dan ibu Nayla.
__ADS_1
"Jelaskan apa maksudmu Nayla berada dalam bahaya?" Ucap Hendra dengan tatapan mengintimidasi
"Ini yang aku khawatirkan kamu tidak menjaga Naylaku dengan baik. Kamu memberikan Nayla kepada orang yang salah."
"Jangan bertele-tele Dira, apa maksudmu? Selama ini kami menjaga dengan sangat baik, dan kami menyayangi Nayla seperti anak kami sendiri." Ucap ibu Nayla dengan suara bergetar menahan rasa marah dan tangisnya
"Sebelum aku katakan, lihatlah ini." Nadira melemparkan amplop coklat besar berisi dokumen pemalsuan bahwa dirinya ingin mengambil hak waris Nayla. Dan dalam dokumen lain tertulis sebagian aset milik Nadira dibalik namakan atas nama Nayla. Karena Nadira tak memiliki anak untuk itu asetnya ia balik nama atas nama Nayla satu-satunya keluarganya selain kakak kandung yang meninggalkan dirinya dan Nayla.
Nadira merupakan pengusaha properti dan hotel ia mendirikan perusahaan bersama sang suami keturunan Indonesia-Jerman.
"Maksudmu dokumen bukti terdahulu palsu?" Tanya ibu Nayla
"Iya seperti itu kenyataannya."
"Karena aku tak ingin merusak kebahagiaan Nayla. Aku tahu Nayla sangat berbahagia hidup bersama kalian dan anak-anak kalian yang memperlakukannya sangat baik."
"Sebelumnya kami minta maaf Dira. Lalu apa tujuanmu memperlihatkan ini kepada kami? Jika kamu tak ingin membawa Nayla kembali?" Tanya ibu Nayla lagi
"Aku sudah memaafkan kalian. Aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman, dan aku ingin kita bersatu untuk melindungi Naylaku, satu-satunya keluarga yang aku punya."
"Katakan dengan jelas Nadira? Harus melindungi Nayla dari siapa? Dan karena apa?" Tanya ibu Nayla
"Sebelumnya maafkan aku, aku menempatkan anak buahku untuk mengawasi Nayla dan Orion. Aku mengawasi Nayla sedari Nayla berpisah dariku dan ketika sudah menikah dengan Orion. Aku rasa ada hal yang tidak beres dengan Orion."
"Maksudmu kamu tidak percaya dengan lelaki yang saya pilihkan untuk anak gadisku satu-satunya?" Ucap Hendra
__ADS_1
"Sorry Hen bukan maksudku seperti itu, informasi dari kepercayaanku mengatakan jika kepergian Orion ke negara x memiliki tujuan terhadap rivalnya Riogardo. Kamu pasti tahu Rio kan?"
"Iya saya mengenal Rio, ia pernah mengirimkan proposal kerja sama pada perusahaan saya." Jawab Hendra
"Aku belum bisa memastikkan tujuan Orion kepada Rio apa, informasi yang aku dapat mereka bersaing dalam bisnis dan ada permasalahan pribadi. Untuk itu aku butuh bantuan kalian."
"Jika itu mengenai Nayla, tanpa kamu meminta bantuan pun kami berada di garda terdepan untuk melindungi Nayla. Lalu apa hubungannya persaingan mereka dengan Nayla kami?"
"Itulah yang aku tidak tahu sampai saat ini. Aku butuh bantuanmu Hendra, buat Orion dan Rio tahu bahwa saat ini kita sedang bersiteggang karena kesalahapahaman hak asuh Nayla sampai saat ini."
"Lalu jika mereka tahu tentang itu semua, darimana kamu mengetahui tujuan mereka?" Tanya ibu Nayla
"Jika mereka mengetahui kita masih berselisih, kita lihat siapa yang akan menghubungi saya untuk bersatu dengan salah satu diantara mereka. Siapapun yang menghubungi saya Orion atau Rio, dari merekalah saya akan tahu tujuan utama mereka."
"Idemu sangat luar biasa Dira. Malam ini saya akan membuat anak buah saya membicarakan ini di sekeliling kediaman. Saya tahu Orion diam-diam mengirimkan keamanannya untuk menjaga dan mengawasi kami."
"Baguslah dengan begitu Orion dan Rio akan tahu dengan cepat, dan kita tidak akan terlambat menyelamatkan Nayla jika memang tujuan diantara mereka bisa melukai Nayla. Ucap Nadira dengan penuh keyakinan.
Mistizenkuuu tersayaaang yang merasa mulai merasa ruwet tenang-tenang klimaks memang begini alurnya. Nikmati saja ya. Miss kan udah bilang siap-siap kesel, marah bahkan nangis bombay jangan baledog miss yaa ðŸ¤ðŸ¤£
Pokonya miss usahakan selesiin klimaks nyebelin sebelum atau awal puasa. Miss juga nggak mau ngedosain bikin kesel orang 😂😂
Tapi mohon maaf nih kalau ada halangan yang terpaksa masuk hari-hari di bulan Ramadhan 😅
Jangan lupa LIKE, VOTE dan ramaikan komennya 😉
__ADS_1