Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
88. Memilih Bertahan atau Pergi


__ADS_3

Seharian Nayla tidak keluar kamarnya. Seharian itu juga Orion terus mencoba menghubungi Nayla karena para maid terus diminta melaporkan aktifitas yang dilakukan Nayla. Namun para maid tidak bisa mengetahuinya karena Nayla tidak juga keluar kamar, beberapa kali para maid mengetuk pintu jawaban Nayla hanya tak ingin diganggu.


Saat makan malampun Nayla meminta maid menyimpannya di depan kamar. Nayla baru keluar kamar tengah malam membawa masuk makanan yang sudah dingin, ia sadar bahwa tak bisa membiarkan kedua anaknya juga terluka dengan tidak menerima asupan gizi karena tidak makan.


Setelah makan Nayla menyalakan gawainya yang sempat ia matikan karena panggilan dan pesan dari Orion terus masuk tanpa dibaca dahulu.


Nayla telah mengambil keputusan untuk memastikkan kebenaran dokumen tersebut saat Orion kembali. Dan saat ini ia yang sangat merasa lelah menangis seharian akhirnya menyerah tak bisa mengabaikan pesan Orion yang mengkhawatirkannya.


Baru saja Nayla membalas pesan Orion langsung melakukan panggilan video. Namun Nayla tolak mentah-mentah. Nayla mengirim pesan kepada Orion untuk tidak melakukan panggilan video maupun suara. Nayla beralasan seharian ini merajut pakaian untuk Orion dan kedua calon anaknya dan saat ini dia ingin beristirahat. Padahal Nayla tidak mau Orion tahu bahwa seharian ini Nayla menangisinya dengan mata sembab.


Setelah Nayla berkomunikasi dengan Orion lewat pesan Nayla tertidur karena kelelahan dengan mengelus-elus perutnya. Masih terasa sakit di hatinya apalagi dengan keadaannya yang sekarang hamil besar. “Maafkan ibu hari ini sayang-sayangnya ibu. Ibu janji akan berbicara kepada ayah kalian untuk memutuskan jalan terbaik untuk kehidupan kita.” Ucap Nayla kepada kedua anak dalam kandungan dengan mengelus perut besarnya. Nayla pun terlelap.


Di negara L sana Orion hati Orion masih gelisah dan khawatir begitu kuat rasa cinta Orion kepada Nayla. Membuat Orion sangat peka akan perubahan sikap Nayla. Cukup waktu enam bulan lebih mengenal karakter Nayla yang tidak seperti biasanya. Orion yakin ada hal yang disembunyikan Nayla. Sesibuk apapun aktifitas Nayla, Nayla tak mungkin mengabaikan panggilan ataupun pesannya. Orion merasa Nayla menghindarinya, ia tidak bisa mengecek aktifitas Nayla di dalam kamar. Karena Orion tidak memasang di ruang pribadinya bersama Nayla. Orion merutuki keputusan dirinya sendiri, padahal jika pun ia memasang CCTV tersembunyi tidak masalah jika CCTV itu hanya terhubung untuk dirinya sendiri.


“Ga, siapkan kepulanganku beso sore.”


“Apa tuan tidak akan menunggu hasil tes DNA milik nyonya Hanum dan milik tuan?”


“Tidak Ga, telalu lama harus menunggu satu minggu. Saya rasa ada suatu hal yang terjadi dengan Nayla namun Nayla menyembunyikannya.”


“Baik tuan.” Dirga undur diri untuk mempersiapkan kepulangan Orion esok sore. Orion ingin pulang sore hari agar sampai ke negara swiss malam hari dan memberi kejutan kepada Nayla.

__ADS_1


**


Keesokkan harinya Nayla terbangun dengan kepala sedikit pusing. Nayla bersandar di ranjang king size sebelum melakukan kewajibannya. Tak berselang lama Nayla membersihkan diri melakukan kewajiban.


“Ya Rabb, jika aku memang ditakdirkan menjadi yang kedua berilah aku kesabaran dan ketabahan untuk menjalaninya. Bagaimanapun aku tak ingin kedua anakku terlahir tanpa seorang ayah. Maafkan aku yang telah egois mencintai lelaki milik hambamu yang lain.” Do’a Nayla setelah kewajibannya kepada sang pencipta dengan cairan bening yang berjatuhan kembali


Setelah melaksanakan kewajiban Nayla melihat dirinya di cermin. Mata sembabnya masih terlihat jelas, ia rasa tak bisa keluar dari kamar saat maid melihat keadaannya. Untuk itu Nayla memutuskan menghubungi maid untuk menyimpan sarapan di sofa depan kamarnya.


Seorang maid melaksanakan kemauan Nayla tanpa banyak bertanya. Naylapun melakukan hal yang sama seperti semalam membawa makanan yang masih hangat ke kamarnya, tanpa ada maid yang menunggu di depan kamar. Nayla berpesan tidak boleh ada maid yang menungguinya jika mereka menginginkan Nayla makan. Para maid pun menerima perintah Nayla daripada sang nyonya tidak sarapan dam mereka yang mendapat kemarahan Orion.


Baru saja Nayla menyelesaikan sarapan. Suara getaran dari gawai Nayla terdengar. Getaran gawai Nayla menandakan pesan masuk.


“Anak-anak ibu sehat ya di dalam, ibu sangat menyayangi kalian. Maafkan ibu kalian hadir dalam situasi seperti saat ini. Ibu tidak menyesal kalian hadir di hidup ibu. Ibu sejak dulu ingin merasakan mengandung anak dari orang yang ibu cintai yaitu ayah kalian. Tapi sayangnya,”Nayla tak meneruskan ucapannya yang bergetar sejak tadi dan Nayla menangis kembali tanpa diminta.


Nayla menghapus air mata dan mengambil gawai di nakas. Nayla berniat menghubungi Orion lewat pesan untuk segera pulang. Nayla ingin segera memastikkan kebenaran dokumen itu. Namun ia malah mendapati pesan dari nomor tak di kenal.


Cairan bening yang sempat berhenti tanpa diminta menetes kembali lebih deras tanpa suara saat Nayla membuka pesan dari orang tak dikenal.


Beberapa gambar Orion dengan Hanum saat di ruang bayi Hanum. Hanum yang memeluk Orion dari belakang, Orion dan Hanum yang berada di depan ruang rawat rumah sakit dan saat Orion mengantarkan Hanum dan kedua bayinya ke kediaman Hanum usao dari rumah sakit. Foto itu diambil dari jarak aman dan secara candid. Dalam pesan itu tertulis. “Lelakimu sedang bersama istri pertama dan kedua anaknya. Mereka yang lebih berhak atas cinta dan kehidupan yang kamu ambil darinya.” Gawai Nayla terjatuh bersamaan dengan tubuh Nayla yang limbung jatuh terduduk di sisi ranjang. Kaki Nayla terasa lemas membaca pesan tersebut.


“Apalagi ini mas, ketika aku akan mempertahankan ini untuk menerima kenyataan ternyata kamu memiliki anak kembar sama denganku dari rahim tante Hanum. Apa selama ini kamu membohongiku mas? Sakit mas...sakiit...,” Nayla memukul mukul dadanya yang terasa sesak menangis tersedu

__ADS_1


“Kamu membohongiku mas, kamu bilang hanya dari rahimku kamu ingin memiliki anak, tapi kenyataannya? Aku memang egois hanya ingin aku yang mengandung anakmu, hanya ingin aku yang kamu cintai mas. Apa yang harus aku lakukan mas? Bila kenyataannya seperti ini, aku benar-benar wanita jahat mengambilmu bukan hanya dari seorang wanita tapi dari kedua anak yang tidak bersalah. Haruskah aku pergi dengan membawa kedua anak kita?” Nayla berucap dengan tangisan pilu mengelus lembut perut besarnya.


Nayla menangis selama dua jam mencoba mengendalikan diri untuk mengakhiri tangisannya dengan berpikir langkah yang akan diambilnya sebelum Orion pulang.


Nayla bersiap-siap ia menelefon kepala maid Nayla ingin pergi ke salah satu mall. Nayla pun keluar dari kamar dengan midi dress santai dengan cardigan panjang dengan warna senada dengan midi dress blue mint. Nayla mengenakan kaca mata hitam sebagai aksesories untuk menutupi mata sembab yang tidak akan diketahui siapapun.


Kepala maid sudah menunggu di depan kamar.


"Tuan mengizinkan anda untuk keluar nyonya. Namun anda harus kami temani." Ucap kepala maid kepada Nayla."


Sayang sayangku please nikmati alur cerita miss ya ini kan lagi klimak ketika badai menghadang insya allah akan segera berlalu


Seperti hidup tidak selamanya bersedih dan berada dalam kesulitan


setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan


Jadi nikmati alurnya yaaa 🤭


Kan miss udah memperingati Jangan kesel kesel di part klimaks 🤭


mana mana yang pengen teru miss crazy up Like, Vote dan komennya zeyenk 🤭🤗

__ADS_1


__ADS_2