Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
112. Menjalankan Ide


__ADS_3

Nayla bersiap-siap untuk mengikuti saran ketiga Riani.


“Hallo Assalamu’alaikum Rion?”


“Walaikumsalam mah, apa kabar?”


“Alhamdulillah mamah sehat Rion, nih mamah baru pulang dari Singapore ada di kediaman kamu.”


“Kenapa mamah nggak bilang?”


“Inikan mamah bilang..”


“Mamah bilang setelah di rumah Rion, tahu mau pulang Rion jemput dari bandara Soetta.”


“Aah palingan Dirga yang kamu suruh jemput,” Riani terkekeh dengan ucapan Orion yang membual


“Iya sih mah,” Ucap Orion dengan tawa kecilnya.


“Rion mamah mau minta izin nih ngajak Nayla merawat diri di rumah sakit estetika milik temen mamah. Boleh ya??? Kasiankan Nayla merawat kedua cucu mamah tapi melupakan perawatan dirinya.”


“Rion sih mengizinkan saja mah, kalau Nayla mau. Rion selalu menawari untuk perawatan tapi Nayla selalu tak tega meninggalkan kedua baby twins mah.”


“Tenang saja kamu Rion mamah sudah menggunakan jurus andalan, jadi Nayla mau tadi.”


“Iya syukurlah jika mau, hati – hti di jalan mah.”


“Oh ya satu lagi Rion, mamah minta penjagaan hanya dari mamah saja, kamu nggak perlu menempatkan mereka yang berjarak dekat atau jauh. Biar bodyguard mamah semua yang mengambil alih.”


“Rion tak mengizinkan jika seperti itu.”


“Ya Allah Rion kamu nggak percaya dengan mamah kamu sendiri? Toh bodyguard – bodyguard suruhan papah juga tak kalah hebat dengan yang kamu miliki. Hanya kali ini saja Rion, biarkan Nayla menikmati me time nya. Mamah tahu kamu khawatir tapi dia juga butuh bernapas seperti wanita lainnya. Ingat Rion dia rela berkorban untukmu dan kedua anakmu, melepas impian dalam karir fashion dan melepaskan tanggung jawab karirnya kepada orang kepercayaannya. Nayla memilih tak turun tangan sama sekali dan benar-venar menyerahkan waktu, tenaga, cinta dan kasih sayangnya untukmu dan kedua anakmu. Mamah hanya minta waktu beberapa jam saja Rion.”


Orion menghela napas berat di sebrang telepon, walau berat membiarkan Nayla di luar pantauannya tapi apa yang dikatakan Riani memang beanr adanya.


“Baiklah mah, hati-hati. Jika ada apa-apa hubungi Rion langsung.”


“Nah giru dong baru ini yang dinamakan anak mamah suami yang pengertian.”


“Iya mah, Rion tutup dahulu ya sebentar lagi ada meeting.”


“Iya nak terimakasih, assalamu’alaikum.”


“Sama-sama mah walaikumsalam.”


Orion menutup sambungan telepon dengan Riani. “Ga perintahkan semua bodyguard yang bertugas jarak dekat atau jauh untuk menjaga keamanan Nayla mundur, hari ini tugas mereka digantikan bodyguard mamah dan papah.”


“Apa tidak masalah tuan, nyonya Nayla diluar pantauan kita?”

__ADS_1


“Hanya untuk hari ini saja Ga.”


“Baik tuan.”


Setelah tugas keamanan berganti Nayla dan Riani keluar dari kediaman Orion. Dan demi kebaikan semua dengan berat hati Nayla menitipkan kedua baby twins ke baby sitter Fariz dan Freya. Tak lupa Nayla membawa kamera pemantau untuk kedua baby twins saat bersama baby sitter.


“Mah aku jadi deg deg an, apa jadinya jika mas Rion tahu?”


“Mamah yang akan bertanggung jawab sayang. Tenanglah, setelah ayudi dilepas kita lakukan tes keseluruhan untuk kesehatanmu agar jika kamu mengandung kembali dan Rion mengetahui rencana kita tes kesehatanmu bisa diberikan kepada Rion. Bahwa rahim dan kesehatan tubuhmu baik.”


“Terimakasih banyak mah, mamah mendukung keinginanku.”


“Sudah seharusnya mamah mendukung kamu menantu mamah dan mewujudkan harapan anak mamah. Bagaimanapun mengandung dan melahirkan adalah kodrat wanita. Jika kita dilimpahi rezeki berlebih mengapa harus menunda momongan, disaat banyak pasangan di luar sana menantikan momongan setelah lama menikah bahkan ada yang merogoh kocek untuk mendapatkan anak dari bayi tabung atau inseminasi buatan.”


“Iya mah Nay juga berpikir yang sama dengan apa yang mamah pikirkan. Bukankah setiap anak yang terlahir memiliki rezekinya masing-masing jadi Nay tidak mengkhawatirkan itu. Nay juga bersyukur Nay dan mas Rion cukup sehat dan subur untuk memiliki anak lebih dari dua. Di saat banyak pasangan yang bermasalah dengan kesehatannya.”


“Iya Nay mamah yakin jika sang jabang bayi telah tumbuh di rahimmu kembali, Rion pasti akan menerimanya. Bagaimanapun kehadirannya adalah rezeki yang tidak bisa ditolak.”


“Iya mah mudah-mudahan, terimakasih banyak ya mah mau mendukung keputusan Nay.”


“Sama-sama sayang.”


Nayla dan Riani pun sampai di rumah sakit yang dituju, dan langsung menuju ruangan obgyn yang sudah direservasi oleh Riani. Riani mengeluarkan kocek yang lumayan besar untuk bekerja sama dengan dokter obgyn tersebut agar tidak memberi info kepada siapapun bahwa Riani meminta melepas ayudi Nayla dan memeriksa keselururhan kesehatan Nayla. Siapa yang tidak tahu Riani dengan mudahnya dokter obgyn menyanggupi permintaan Riani.


Saat ini Nayla sedang melepas ayudinya dan tak lama melakukan tahap demi tahap pemeriksaan kesehatan tentunya tanpa ada pantauan keamanan milik Orion.


Setelah berjam-jam proses pemeriksaan, Nayla dan Riani berada di salah satu restoran terbaik di Jakarta untuk makan malam. Karena hari yang sudah mulai gelap.


“Iya mah alhamdulillah Nay bersyukur dengan hasil pemeriksaan kesehatan Nay. “


Obrolan mereka terhenti karena pelayan datang membawa pesanan makan malam Nayla dan Riani.


Drt...drt...


Suara dering gawai Rianai berbunyi


“Hallo assalamu’alaikum, nak.”


“Walaikumsalam mah, mamah dan Nayla di mana sekarang? Mengapa dari tadi Rion menelefon Nayla tidak diangkat.”


Riani menloudspeaker telefon dirinya dengan Orion. Nayla yang mendengar ucapan Orion mengeluarkan gawai di tas selendangnya. Ternyata panggilan tak terjawab dari Orion hingga tiga puluh kali dan banyaknya pesan. Semenjak keluar dari rumah Nayla memang memode silent gawainya.


“Mamah dan Nayla ada di restoran L Rion, kami makan malam dahulu sebelum pulang.”


“Bisa berikan gawai mamah ke Nayla.” Riani memberiakan gawainya kepada Nayla


“Sayang kenapa telefon dan pesan mas ga dijawab?”

__ADS_1


“Maaf mas hapeku ke silent.”


“Ya sudah setelah makan malam, segera pulang ya. Mas sudah di rumah.”


“Iya mas.”


“Dasar Rion baru beberapa jam istrinya keluar aja kayak ditinggal kemana, suami bucin kamu tuh Nay.” Riani terkekeh dengan kelakuan sang anak


“Iya nih mah mas Rion kadang berlebihan. Nay suka sih jika mas Rion posesif tapi kadang posesifnya itu berlebihan.”


“Ya resiko dicintai anak mamah Nay. Kalau sudah cinta dan sayang Rion akan menjaga wanitanya dengan sangat.”


“Iya mah Nay nggak apa-apa ko, Nay malah bersyukur memiliki lelaki bertanggung jawab dan setia seperti mas Rion.


Merekapun menikmati makan malam dengan hening. Pukul sembilan malam mereka sampai di kediaman. Orion terduduk di ruang tamu sudah menanti kehadiran istri mungil nan cantiknya.


“Assalamu’alaikum..,” Nayla dan Riani mengucapkan salam bersama


“Wa’alaikumsalam..,” jawab Orion. Nayla menyalami Orion dan Orion mengecup kening Nayla. Lalu berpindah mencium punggung tangan sang mamah


“Mamah langsung pulang ya,”


“Sudah malam mah nggak menginap saja?”


“Kalau mamah menginap gimana papah kamu Rion? Yang ada mamah nggak nyenyak tidur dihubungi terus papah kamu, papah kamu kan sama kayak kamu bucinnya.” Riani tertawa kecil


Orion dan Nayla ikut tertawa kecil, Riani pun berpamitan.


“Mas Fariz dan Freya rewelkah?”


“Engga ko sayang. Mereka anteng, alhamdulillah karena stok ASI kamu melimpah mereka bisa minum ASI dengan kenyang, sekarang sudah tertidur.”


“Alhamdulillah kalau gitu, aku ke ruang tidur mereka dahulu ya?”


“Iya, cepet-cepet ke kamar kita ya? Jangan lupa janji kamu sayang malam ini.”


“Iya mas aku mengingatnya.” Nayla pun hanya mengecek kedua bayinya sebentar lalu masuk ke kamar utama. “Mas aku membersihkan diri dahulu ya.”


“Iya sayang.” Nayla pun menyelesaikan kegiatan membersihkan dirinya hanya tiga puluh menit


Baru saja Nayla keluar dari kamar mandi dengan handuk kimononya Orion menggendong Nayla ala bridal ke ranjang king mereka. Kabut gairah sudah menguasainya. Sebelum Nayla masuk ke kamar mandi seperti baisa Orion meminum vitaminnya di gelas di atas nakas sebelah tempat tidur yang telah disiapkan Riani sebelum pergi bersama Nayla yang telah dicampur obat pera*ng*sang. Karena itu setelah 15 menit Nayla di kamar mandi Orion sudah merasakan panas di sekujur tubuhnya.


Orion mencium Nayla dengan rakus setelah diturunkan di ranjang. Menjelajah seluruh tubuh Nayla tanpa terlewat dengan memberi tanda kepemilikan di tubuh Nayla. Nayla hanya bisa mel*eng*uh dan me*ndes*ah nikmat akan setiap sentuhan Orion yang sangat bergairah namun lembut. Memacu mili*knya dengan cepat dan tanpa sadar karena terbalut ga*irah efek obat Orion memenuhi vag*ina Nayla dengan benihnya, hingga beberapa kali kl*im*aks.


Selain menikmati kehangatan benih yang dikeluarkan Orion di rahim Nayla, Nayla pun berdo’a. “Semoga engkau izinkan aku mengandung benih suamiku kembali Ya Rabb,aamiin.” Orion pun tumbang di samping Nayla karena kelelahan.


Zheyenk-Zheyenk miss KENCENGIN LIKE, VOTE, RAMEIN KOMEN & BERI MISS HADIAH 🌹🤭

__ADS_1


Miss crazy up lagi nih kalau RAMAI DAN KENCENG 🤭


*Oh ya btw miss promo dikit nih buat miistizen atau siapanya yang kesulitan cari jaket/kemeja/celana BIG atau UKURAN NANGGUNG mau CUSTOM cek insta*gram @bigsizeandriana lagi OPEN PO tuh 🤭*


__ADS_2