Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
75. Swiss


__ADS_3

Orion telah mendengar semua rekaman Rio yang menelefon Nadira adik kandung ibu Nayla. Saat ini Orion sedang memikirkan alasan logis untuk kepindahan mereka secara tiba-tiba ke negara Swiss kepada Nayla, ia masih berdiam diri di ruang kerjanya.


“Baiklah semoga Nayla memahami semua yang akan aku katakan.” Orion pun keluar ruang kerja masuk ke kamarnya bersama Nayla melalui pintu koneksi ke kamar mereka.


Nayla tak terlihat di dalam ruangan ataupun walk in closet. Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Orion pun menunggu Nayla keluar dari kamar mandi di sofa depan ranjang king sizenya.


Ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, Nayla keluar dengan kimono mandinya dengan kepala yang dililit handuk. Nayla duduk di depan meja rias mengeringkan rambut dengn hair dryer. Orion menghampiri Nayla mematikkan hair dryer.


“Biar ayah yang mengeringkan, sayang.” Orion mengambil alih handuk kecil mengeringkan rambut panjang legam Nayla


“Terimakasih, sayang.” Ucap Nayla tersenyum terlihat dari cermin


“Sama-sama sayang. Bu ada yang ingin ayah bicarakan.”


“Ada apa yah? Apa terjadi sesuatu saat Dirga menenui ayah?”


“Bukan terjadi sesuatu Dirga hanya menyampaikan informasi bahwa perusahaan Z yang bekerja sama dengan ayah, ingin ayah membuka cabang di Swiss.”


“Oh jadi maksud ayah kita akan pergi ke Swiss?”


“Benar sayang, karena ayah akan membuka cabang di sana jadi kita harus berpinda ke sana. Karena Perusahaan ini bersifat independent dan akan menjadi titik RnD jadi tidak boleh ada yang tahu sekalipun keluarga kita.”


“Maksudnya bagaimana itu yah? Tidak boleh ada keluarga yang tahu? Orang tua ibu nggak boleh tahu keberadaan ibu?”


“Iya sayang, karena perusahaan yang ayah dirikan termasuk rahasia. Keberadaan kita pun tidak bisa diberitahukan, mereka hanya tahu kita masih di negara ini. Jadi selama ayah mengembangkan perusahaan di sana, kita akan memutus hubungan komunikasi apapun dengan siapapun. Jika ibu ingin menyampaikan sesuatu kepada keluarga ibu, Dirga yang akan membantu dengan memberikan sinyal seolah berada di negara ini.” Orion mendapatkan tawaran memegang anak perusahaan di negara swiss sebagai Direktur tapi keberadaannya akan di rahasiakan oleh pihak perusahaan Z. Orion meminta bantuan perusahaan Z untuk kasusnya. Mereka pun sedang menyelidiki Rio, Hanum dan perusahaan Rio. Mencari celah kelemaahan Rio dan perusahaan M rival perusahaan Z.


“Ibu istri ayah, ibu makmumnya ayah jadi ibu akan ikut baiknya ayah bagaimana dan kemana ayah pergi.” Nayla menghentikkan pergerakkan tangan Orion di rambutnya. Berdiri dari duduknya menghadap Orion menengadah menatap Orion karena tubuh Nayla yang hanya sedada Orion


“Terimakasih sayang, mau mengerti posisi ayah.” Orion mengecup lama kening Nayla, turun ke mata kir kanan, pipu kiri kanan dan terakhir ke bibir tebal seksi merona Nayla. Memberi *******. “Ayah sangat mencintaimu, maafkan ayah sayang membuatmu selalu berpindah dan menyesuaikan diri.” Orion menyatukan menunduk menyatukan keningnya dan kening Nayla


“Ibu juga sangat mencintai ayah. Jangan berkata seperti itu yah, itu sudah menjadi tuga ibu sebagai istri.” Nayla tersenyum manis kepada Orion


Orion menggendong Nayla ala bridal style melanjutkan aktifitas intim yang sempat tertunda karena kehadiran Dirga.


Sore itu mereka habiskan dengan saling memberi kehangatan, memuaskan satu sama lain. Bahkan Nayla meminta di atas Orion memimpin pergulatan. Orion menahan pinggul Nayla membantu menggerakannya karena ia khawatir kedua bayinya tertekan. Orion sangat senang karwna kali ini Nayla lebih agresif. Nayla juga sadar dia hormon kehamilannya membuat dirinya lebih berani memberikan kepuasan untuk Orion.

__ADS_1


“Terimakasih sayang, yang sering ya,” ucap Orion setelah pergulatan saat membalikkan Nayla menatap kedua manik mata kecoklatan Nayla dengan senyum bahagia.


“Ayah iih,” pipi Nayla merona merasa malu dengan ucapan dan sikapnya yang lebih agresif memukul dada bidang Orion


Orion tertawa dengan melihat ekpresi Nayla yang malu-malu. “Kenapa harus mau sayang?” Ucap Orion lalu mencium kening Nayla dengan posisi masih di atas menahan tubuhnya dengan satu tangan agar tidak mengenai perut besar Nayla. Lalu berpindah ke samping Nayla merengkuh tubuh Nayla dalam pelukannya. Mereka berpelukkan dengan peluh yang masih memasahi keduanya.


“Yah, ibu takut?”


“Takut kenapa sayang?” Orion mengusap punggung polos Nayla


“Entahlah yah, semakin hari ada perasaan takut jauh dari ayah. Takut apa yang akan terjadi di depan sana.”


“Sayang dengarkan ayah, tidak ada yang perlu kamu takuti selama ayah ada di sisi ibu, ok?” Walau dalam hati Orion ia pun merasa khawatir dengan apa yang sedang mereka hadapi tanpa Nayla ketahui tapi Orion setenang mungkin mengendalikan kekhawatirannya.


“Iya, yah. Aauuuw...,” Nayle meringis mengelus perutnya


“Kenapa, sayang?” Orion merenggangkan pelukan menatap wajah Nayla


“Anak-anak kita tenadanganya luar biasa yah,” ucap Nayla dengan terkekeh


“Kalian mau di sapa ayah ya? Hello baby-baby ayah merindukan suara ayah ya?” Cup...cup..cup Orion mensejajarkan wajah dengan perut Nayla yang tidak tertutup apapun dan mengecupnya berulang dengan usapan sensual di perut Nayla membuat Nayla yang sensitif mudah terangs*ng.


“Sayang masih mau kamu.” Tanpa menunggu jawaban Nayla Orion melakukannya kembali dengan lembut dan berhati-hati. Kali ini Orion yang dominan karena Nayla sudah kelelahan.


Orion ataupun Nayla menyalurkan rasa takut dan kekhawatirannya dengan saling menghangatkan dan memberi kenikmatan satu sama lain. Melepas sejenak kekhawatiran yang ada dalam hati dan pikiran mereka masing-masing.


**


Keesokkan harinya Orion dan Nayla berangkat ke negara swiss dengan private jet Orion.


Orion sebelumnya telah meminta kepada Dirga untuk mengganti identitas sementara mereka. Orion pun menjelaskan kepada Nayla selama di sana diluar kediaman Nayla akan dikenal sebagai Neysa dan Orion sebagai Rafka. Hal itu untuk menjaga kerahasiaan perusahaan. Orion memberi pengertian kepada Nayla. Nayla pun memahami hal itu tidak ada rasa curiga apapun kepada Orion, karena Nayla telah menyerahkan hidupnya sebagai istri kepada Orion dan mempercayai Orion sebagai imam dalam hidupnya.


Walau sebenarnya Orion sangat merasa bersalah telah banyak membohongi Nayla untuk menutupi satu kebohongan besar.


Orion pun tak ingin membayangkan apa yang akan terjadi dengan rumah tangganya jika semua kebohongan yang berpusat dari satu kebohongan terbesar terungkap.


“Sayang, di sana ayah usahakan tidak sesibuk di negara x.” Ucap Orion kepada Nayla yang sedang bersandar di bahunya di dalam kursi private jetnya

__ADS_1


“Ibu nggak apa-apa loh ya sendiri kalau memang ada pekerjaan. Ibu mengerti pasti banyak pekerjaan menanti ayah.”


“Ayah hanya akan sesekali ke perusahaan, sisanya ayah bisa melakukannya dari rumah “


“Baiklah jika memang seperti itu, ayah yang lebih tahu pekerjaan ayah. Tapi jangan karena ibu ayah melakukan itu “


“Enggak sayang, memang pekerjaan ayah seperti itu di sana. Kita bisa menikmati waktu bersama lebih banyak sebelum baby twins terlahir.” Ucap Orion dengan tersenyum lebar mengelus perut Nayla


Setelah perjalanan panjang Nayla dan Orion sampai di pusat kota Swiss, Zurich.


Orion memiliki kediaman mewah di pusat kota tersebut. Ia memang membeli tanah dan membangun kediaman sesuai keinginannya karena suatu hari nanti ia menginginkan kota Zurich menjadi salah satu kota masa tua bersama keluarga tercinta.


Dan di luar dugaannya rencana yang masih lama terealisasi saat ini ia bersama Nayla wanita yang dicintai bersama kedua calon babynya bisa hidup di kota yang ia inginkan. Bukan hanya memiliki kediaman di pusat kota Swiss, saat Orion ingin merasakan sejuknya alam ia juga memiliki hunian di Grindelwald terletak di pegunungan Alpen.


Mungkin kediamannya terlihat biasa saja seperti kediaman penduduk setempat tapi dalamnya masih hunian mewah yang tidak tampak dari luar. Desain kediaman di Grindelwald dibuat seperti itu agar tidak terlalu mencolok dibandingkan dengan kediaman lainnya. Orion membuat hunian di sana memang untuk menenangkan diri saat penat dari hiruk pikuk kota Zurich. Ia juga berencana membawa Nayla akhir pekan minggu ini untuk menikmati kesejukkan gunung alpen.


“Sayang rumah siapa ini?” Nayla bertanya dengan polosnya saat memasuki gerbang kediaman mereka di Zurich


“Rumah kita, sayang.” Jawab Orion dengan tersenyum menatap Nayla yang berada di sampingnya


“Kapan, ayah menyiapkan ini semua?”


“Sudah beberapa tahun ke belakang, ayah sengaja membuat hunian di negara ini. Rencananya ketika usia ayah 50 tahun ayah ingin hidup menetap bersama wanita yang ayah cintai. Dan alhamdulillah ayah memiliki wanita itu yaitu ibu, Nayla Chaira Hardiardjo. Ayah akan memberikan rumah ini sebagai kejutan di hari tua kita. Tapi sayangnya, urusan perusahaan memaksa kita untuk lebih cepat menghuni kediaman ini. Maafkan ayah tidak mengatakan ini sebelumnya kepada ibu.”


“Terimakasih , yah sudah sangat menyiapkan segalanya sampai hari tua kita. Ayah tidak perlu meminta maaf. Terimakasih ayah selalu memberikan hal terbaik untuk ibu, untuk kita.” Ucap Nayla dengan mencium pipi kiri Orion, saat Nayla memundurkan wajahnya Orion menahan kedua pipi Nayla mencium dalam Nayla dengan lembut.


“Ibu anugerah terindah yang ayah miliki, sudah pasti ayah akan memberikan hal terbaik untuk wanita terbaik sepertimu sayang.” Orion menyatukan keningnya dengan kening Nayla dengan hidung bersentuhan. Mereka masih berada di dalam mobil.


Misstizenku tahan emosi yaaa baca part-part sekarang. Boleh ngumpat Orion tapi dengan sopan yaa kasian Rionku dimaki maki 🤣🤣


Pokonya sing sabar, tahan emosi lagi puasa, kalau kesel inget nggak boleh nyalahin miss 😂


MISS INGATKAN KEMBALI


ini hanya FIKTIF BELAKA, tidak ada sangkut paut dengan REAL LIFE hanya IMAJINASI miss saja


Karena mungkin nggak ada yg kayak gini, atau miss nggak tau yaa. Ya kalaupun ada itu KETIDAKSENGAJAAN pokonya jangan LUPA LIKE, VOTE kasih sikit hadiah lah 🤭

__ADS_1


Dan untuk pembaca setia dari episode Awal komen "Thor lanjut saya/aku/gue pembaca setia miss" spam komen kalo bisa dari episode satu yes 🤭


__ADS_2