Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
151. Season 3 - Kamu Lebih Cantik Tertutup


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Fariz, Fiana harus ikut kemanapun Fariz pergi. Siang setelah makan siang Fariz ada meeting dengan klientnya di salah satu private room sebuah restoran mewah. Fiana pun mau tak mau mengikuti titah sang tuan yang tak lama lagi menjadi suaminya.


“Jangan jauh-jauh dariku Queendy. Jangan tersenyum juga kepada klient atau siapapun itu, kecuali padaku.” Fiana hanya bisa mengangguk meniruti perintah Fariz


“Selamat datang tuan Fariz,”


Klient bernama Ferdinan mengulurkan tangan kepada Fariz


“Terimakasih tuan.” Fariz menjabat uluran tangan Ferdinand


“Hallo nona, apakah dia sekretaris anda ?” Ferdinan mengulurkan tangannya juga kepada Fiana, Foana membalas uluran tangan Ferdinan. Mata Ferdinan memperhatiikan Fiana dari atas hingga bawah padahal tubuhnya menggunakan pakaian tertutup. Ferdinan masih saja menatap Fiana. Dan Fariz tak memperhatikkan itu.


“Iya dia sekretaris pribadi saya.”


“Beruntung sekali memiliki sekretaris yang berpakaian tertutup dan cantik.” Ferdinan melirik ke arah Fiana yang berada di samping Fariz. Barulah Fariz merasa tatapan Ferdinan yang berubah. Ia tahu tatapan lelaki yang tertarik kepada lawan jenis. Ia juga sesama lelaki. Di bawah meja tangan Fariz mengepal.


“Apakah anda sudah bisa memperesentasikan prosopasl anda tuan?” Fariz tak menggubris pertanyaan tak berhubungan dnegan tujuannya bertemu. Fariz berusaha sepropofesional mungkin di depan klientnya


“Baiklah tuan, apa sebaiknya kita makan siang dahulu?” Tanya Ferdinan kepada Fariz


“Ok.” Hanya jawaban singkat dari mulut Fariz


Mereka makan dalam keheningan hanya suara sendok dan garfu. Namun sesekali mata nakal Ferdinan melirik Fiana. Fiana yang dilirik tak melihat sama sekali ke arahnya. Ia menikmati makan siangnya, berbeda dengan Fariz dari tadi ia memperhatikkan arah mata Ferdinan. Dengan kencang Fariz membanting sendok dan garfu di piringnya .


“Hentikkan curi pandang mata anda kepada calon istri saya.” Fariz bangun dari duduknya menarik kerah kemeja Ferdinan.


“Maaf tuan dari tadi bukankah kita makan. Saya juga tak tahu jika dia calon istri anda."


“Jangan pikir saya tak melihat mata jelalatanmu. Dia calon istri saya. Jangan kurang ajar.”


“Aa lepaskan,” Fiana mencoba melerainya namun di tepis


“Ingat kerja sama kita batal. Tak ada kesempatan untukmu.” Fariz melepas kerah Ferdinan dan menarik Fiana keluar ruangan private di restoran tersebut.


“Baru segitu saja sudah temprament, apalagi liat calon bininya gue sentuh. Cih.” Seringai licik dari bibir Ferdinan. Ferdinan anak seorang lengusaha sukses seperti Orion namun di bidang perhotelan dan pariwisata. Perusahaannya lebih besar dari Perusahaan pariwisata milik Orion mereka terlebih dahulu terjun di dunia itu. Sedangkan Orion baru membangun kerajaan bisnis pariwisata dan perhotelan lima tahun lebih baru dari perusahaan orang tuanya. Tapi jika dibandingkan dengan keseluruhan aset kerjaan bisnis Orion diberbagai bidang yang semakin luas bantuan sang anak Fariz masih lebih besar kerajaan bisnisnya. Fariz sendiri berencana memperluas bisnis pariwisata sang ayah dengan memberi kesempatan perusahaan Ferdinan untuk bekerja sama dahulu dengan persuahaan ITE nya lalu ia akan mengambil kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan pariwisata dan perhotelan milik orang tua Ferdinan. Namun sikap mata jelalatan Ferdinan yang memang terkenal cassanova mengganggu penglihatannya. Apalagi sampai memiliki niat mengambil Fiananya.

__ADS_1


“Mulai besok kamu nggak boleh ada di ruangan meeting bersama klient.”


“Ya sudah aku di perusahaan saja ya?”


“Enggak boleh.”


“Eeh, terus harus di mana dong? Nggak boleh ikut meeting atau di kantor.


“Selalu ikut bersamaku tapi di ruangan berbeda. Tak sudi lelaki lain melihat kecantikanmu.” Fariz memukul kendalinya


Freya tersipu malu dengan penyataan Fariz. “Aa sayang walau banyak lelaki di luaran sana yang tampan aku tak akan tergoda oleh lelaki manapun. Aku hanya ingin bersama aa.” Fiana bersandar di lengan Fariz yang sedang mengemudi mengelus lengan kekar Fariz untuk meredakan emosinya. Lelaki manapun tak bisa menggantikan Fariz nya yang telah lama ia kagumi.


Fariz menepikan mobil.


“Kenapa berhenti aa?” Fiana menegakkan tubuhnya kembali menatap ke arah Fariz dibelakang kemudi


Fariz memegang kedua bahu Fiana, ia menekan tombol dark window yang dirancang khusus untuk mobilnya. Seluruh lapisan mobil otomatis gelap tak terlihat dari luar walau jarak dekat. “Ulangi kamu tadi bilang apa?”


“Mau bersama aa.”Fiana gugup dengan Fariz memegang kedua bahunya dengan jarak yang dekat


“Aa sayang.” Fiana semakin gugup Fariz malah membuka seat belt miliknya Dan cup Fariz mencium keningny Fiana lama


“Sebut aa dengan panggilan itu sayang.” Fariz menempelkan keningnya dengan kening Fiana. Memegang kedua pipinya yang agak chubby


Fiana menggeleng. Fariz mengernyitkan dahi.


“Kenapa?”


“Malu.”Fiana menundukkan wajah dengan pipi yang sudah merona


Fariz tertawa kecil, “Kenapa harus malu? Ini aa ko bukan orang lain. Panggil aa sayang. Iya sayang?” Fariz memegang dagu Fiana untuk menatapnya. “Iya sayang?” Tanya Fariz sekali lagi


Fiana mengangguk. Fariz semakin mendekatkan wajahnya beberapa senti lagi bibirnya mengenai bibir Fiana. Tok...tok...tok...,” suara ketukkan dari luar jendela bagian Fariz diketuk seseorang


“Mengganggu saja.” Protes Fariz, walau protes ia membuka jendela kemudinya

__ADS_1


“Sore tuan. Oh Maaf saya tidak tahu tuan Fariz yang di dalam.” Sapa seorang patroli jalanan yang mengenal siapa Fariz. Walau anak-anak Orion tak terpublikasi setelah remaja namun jajaran keamanan negara tahu siapa anak-anak Orion. Orion jelas menjaga keamanan keluarganya bukan oleh keamanan pribadinya saja tapi jajaran keamanan negarapun dilibatkan.


“Tidak apa pak.”


“Apa ada kendala dengan mobilnya tuan?”


“Tidak ada pak.”


“Oh baiklah kalau begitu, tapi mohon maaf tuan berhenti di tanda mobil dilarang berhenti.” Fariz tertegun ia melihat ke arah sang patroli lalu lintas menunjuk


“Ok mohon maaf pak, untuk sanki karena saya melanggar akan diurus oleh asisten saya.” Walau Fariz dari keluarga terpandang dan berkuasa. Ia tak mau memanfaatkan kekuasaannya seperti yang diajari Nayla dan Orion. Ia akan menerima sanksi pelanggaran lalu lintas.


“Baik, tuan. Ini kartu nama saya. Asisten anda bisa menghubungi saya.”


“Baik terimakasih.” Fariz pun menjalankan kemudinya, mengganti tombol dark window menjadi mode normal kembali.


“Maaf ya sayang, aa nggak lihat tanda stop menepikan mobil begitu saja.”


“Nggak apa-apa aa. Apa kita akan kembali ke kantor?”


“Nggak sayang,sahabat aa ingin bertemu aa. Sekarang ke aprtemen Andra dahulu.”


“Ya sudah aku di sini saja biar pulang menggunakan taksi online.”


“No, sayang. Aa akan mengajakmu dan memperkenalkan kamu kepada mereka.”


“Aa nggak malu?”


“Kenapa malu?”


“Bukankah pasangan-pasangan sahabat-sahabat aa mereka satu umuran sedangkan aku umurnya di bawah mereka. Pakaianku juga saat ini tertutup. Bukan lagi gadis modis yang memakai long dress atau mini dress cantik.” Fiana merasa tak percaya diri, seingatnya dahulu sebelum studi Fariz bersama para sahabatnya bermain di taman belakang rumah Fariz bersama para kekasihnya yang cantik dan semampai berpakaian mini dress dengan rambut tergerai indah. Fariz memang tak pernah mengenalkan secara langsung Fiana kepada para sahabatnya. Mereka hanya tahu Fiana teman Freya. Fiana sendiri walau menggunakan hijab tetap fashionable. Seperti para hijabers zaman milenial.


“Sayang kamu malah terlihat cantik seperti ini. Aa bangga kamu mau mematuhi perintahNya menutup auratmu. Dengan kamu yang menutup aurat, aa tak khawatir berbagi pandangan dengan lelaki lain menatap lekuk tubuhmu. Biarkan lekuk tubuhmu kelak hanya aa yang bisa melihatnya. Jujur aa terkejut kamu menggunakan hijab, tapi aa bahagia setidaknya tak ada yang akan melihat lekuk tubuhmu.” Fariz mengecup punggung tangan Fiana


Part ringan dulu aah di sini 🤭

__ADS_1


Kencengin 🌹, like dan ramaikan komennya dong zheyenx jangan lupa ke novel sekuel Freya's a tough woman akan menuju klimaks tuh 🤭


__ADS_2