Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
23. Rebutan Nayla


__ADS_3

Setelah drama bahagia keluarga kecil, Nayla dan Orion untuk malam ini memginap di rumah ibu Riani, orang tua Orion. Dan semenjak siang tadi Arga tidak mau lepas dari Nayla.


"Arga jangan nempel ibu terus." Ujar Orion yang dari tadi merasa tersisihkan dan tak dihiraukan Nayla. Ia asyik mendengar cerita Arga selama di Jogja berama eyang kakungnya.


"Ayah syirik aja."


"Udah gih sana tidur udah malem, sekarang malam ibu bagian bareng ayah." Orion berucap dengan posisi duduk di sofa memangku laptopnya.


"Ga mau, ayah. Arga mau tidur sama ibu." Arga merengek dengan menatap Nayla meminta pembelaan


"Yaudah mas gapapa, Arga tidur bareng kita aja."


"Asyiiik, makasih ibu." Arga tersenyum merekah dengan menidurkan kepalanya di paha Nayla yang bersandar di kepala ranjang.


"Sayang, terus sama masnya kapan." Orion merajuk pada Nayla, menutun laptop dan menghampiri Nayla dan Arga di ranjang.


"Mas iih, masa sama anak sendiri ga ngalah. Kenapa coba tadi mamah bilang mas nahan-nahan Arga biar ga ke Bandung ke rumah kita?" Nayla bertanya dengan mata menatap tajam Orion


"Mas udah bisa duga akan kayak gini, sayang. Tuh Arga nempelin kamu terus." Orion berucap dengan dagu mengarah ke Arga yang sedang dipangkuan Nayla yang terlihat sudah mengantuk. 'Kita jadi ga bisa malem pertama, sayang kalo dia nempelin kamu terus." Bisik Orion ke telinga Nayla


"Ya allah mas ada ga ada Arga aja kerjaan kamu ga pernah selesai, selalu aja ada gangguan." Nayla menjawab Orion dengan memutar bola matanya


"Ciiiieee, yang kesel ternyata ga jadi terus. Udah ga sabar, ya sayang???" Ucap Orion dengan menaik turunkan alisnya terkekeh.


"Iiih, siapa yang kesel." Jawab Nayla dengan mendelikkan mata pada Orion


"Hahaha, jujur aja sayang. Keselkan udah hampir klimaks eeh ada gangguan." Orion menggoda Nayla dengan tawa


"Apaan sih mas." Pipi Nayla merona merah malu akan ucapan Orion. Arga telah tertidur dipangkuan Nayla.


"Beneran sayang, mas juga kesel. Mas pindahin Arga dulu ya, sekarang aja ya??" Ucap Orion dengan serius.


"Engga mas, kasian Arga kamu pindahin nanti bangun ngeuh ga ada kita."

__ADS_1


"Terus kapan sayang mas bisa makan kamu?" Orion bertanya dengan terkekeh


"Apaan sih mas emang Nay makanan?" Nayla menjawab dengan pura-pura tak paham maksud Orion, ia merasa malu dengan ucapan Orion dengan pipi yang sudah memerah.


"Hahaha jangan pura-pura ga ngerti, sayang. Tuh pipi udah merah gitu." Nayla memutar bola matanya melihat ke sembarang arah karna ia benar-benar merasa malu


Tunggu nanti masa subur Nay bulan depan ya mas. Nayla merespon ucapan Orion dengan terkekeh.


"Ya Allah dek, udah puasa sebulan nambah lagi sebulan, tega amet sama mas." Ujar Orion dengan wajah terkejut dan kecewa


"Haha, tuhkan siapa yang ga sabaran iih." Ujar Nayla dengan tertawa puas menjahili Orion


Orion yang merasa dipermainkan berpindah posisi yang tadinya di sisi ranjang kiri Arga yang tertidur, menggeser Arga dan mnggelitik Nayla yang berada di sisi ranjang kanan Arga. Mereka tertawa bersama. Hingga Nayla tak kuat menahan geli tangan jahil Orion yang menggelitik perut dan pinggangnya.


"Mas ampun..ampun mas udah hentiin, nanti Arga kebangun." Pinta Nayla dengan ketawa karna geli


Orion menghentikkan gelitikkannya. Ia mencium lama kening Nayla.


"Nay yang harus berterimakasih sama mas, karena izinkan Nay jadi Ibu Arga." Nayla membalas pelukkan Orion.


"Karena cuman kamu yang pantas menjadi ibu dari anak-anak mas, sayang. Termasuk menjadi ibu Arga." Oriin mengeratkan pelukannya dengan tangan mengelus surai panjang hitam legam milik Nayla.


Nayla merasa terharu dengan sikap dan perkataan Orion. Ia mengeratkan pelukannya, mengusel-ngusel wajahnya ke dada bidang Orion, ia sedikit terisak.


Hey..hey..istri mas kenapa? Ko nangis? Tanya Orion yang berusaha merenggangkan pelukan dari Nayla untuk melihat wajah Nayla yang ditelusupkan ke dadanya. Nayla berusaha tak melepas pelukan Orion, ia menahan Orion agar tak melihat wajahnya yang menangis karena terharu.


Tapi tenaga Nayla tak sebanding dengan tenaga Orion. Orion bisa melepaskan pelukannya dari Nayla. Ia mengangkat wajah Nayla dengan memegang dagunya.


"Kenapa istrinya mas? Apa ada ucapan mas yang salah?" Orion menatap mata Nayla penuh cinta


"Engga mas, Nay bahagia ada mas dan Arga, Nay ga bisa ngasih apa-apa untuk kebahagiaan yang masih beri buat Nay."


"Sssttt sayang kehadiran kamu di hidup mas, sebuah anugerah terindah. Kamu ga harus memberi mas apapun, cukup kamu selalu ada di sisi mas dan bisa menghormati mas sebagai suamimu. Sudah sangat cukup membuat mas bahagia. Kamu sumber kebahagiaan mas, sayang. Tak mudah mas mendapatkan kamu setelah jalan takdir 8 tahun ke belakang harus mas lewati untuk memiliki kamu. Mas sangat mencintai kamu." Ucap Orion dengan lembut dan tatapan penuh cinta

__ADS_1


"Terimakasih, mas." Hanya dua kata itu yang mampu Nayla katakan, ia memeluk Orion kembali karena ia semakin terharu dengan ucapan Orion. "Maafkan Nay mas yang belum bisa menjawab perasaan mas, Nay takut sungguh takut perasaan yang terbuka ini semakin dalam dan menjadi rakus tak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya mas. Nay masih ragu untuk mengatakannya, Nay selalu merasa ada hal besar yang mas sembunyikan dari Nay." Batin Nayla dalam hati


"Kita tidur ya sayang." Orion mengubah posisi duduk mereka menjadj posisi berbaring Nayla menghadap tubuh Arga dan Orion berada di belakang Nayla, memeluk erat pinggang Nayla.


***


Saat mentari menunjukkan sinarnya melalui celah jendela di kamar Orion dan Nayla. Orion bangun terlebih dahulu, ia menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Nayla. Nayla yang merasa terganggu dengan wajah yang membuatnya geli di bagian sensitif lehernya, terbangun.


"Mas, ada Arga."


"Sebentar seperti ini, sayang." Orion mencium dalam aroma Nayla, ia memberi tanda kepemilikan di leher Nayla. Nayla yang merasa kegelian, tanpa sengaja mengeluarkan suara d*s*h*n.


Mas jangan, ada Arga. Arga yang merasa terganggi dengan gerakan di mobilnya terbangun. Dan melihat ayahnya yang menelusupkan wajahnya dileher sang jbu, marah.


Ayaaah, apa yang ayah lakuin ke ibu? Arga memukul Orion dengan bantal. Walau pukulannya tidak berarti bagi Orion. Orion meringis.


"Udah..udah sayang. Ayah ga ngapa-ngapain ibu." Nayla menghentikkan pergerakan tangan mungil Arga dengan memeluknya. Walau usia Arga sudah 10 tahun tapi wajah baby face putih, hidung mancung, pipi gembil blasteran dari ayah Orion, ia masih sangat manja, layaknya anak usia 7 tahun. Hal itu karena Arga anak dan cucu satu-satunya di keluarga Orion. Ia sangat dimanjakan, namun tak sombong.


Gemaaay gaa sama keluarga kecil bahagia couple NARI alias NAylaRion ???


Gemaay atau gelaaay? βœŒπŸΌπŸ˜…


Duhduuuh miss jadi julid sama yang lagi heboh di sosmed maafkan abisnya jadi gelaaay πŸ€­πŸ˜…πŸ˜‚


Mau lanjut ga????


Tinggalin komennya atuh. Jangan lupa like dan VOTE juga


Jangan buat misss menangiiis VOTE nya sikit amet


Makin sini insya allah makin seru apalagi pas part-part "Ku menangis...membayangkan..." Lah lah kan miss jadi auto nyanyi πŸ˜…


Udah aah next yaaa LIKE, VOTE, KOMEN dulu dong gaiiis

__ADS_1


__ADS_2