Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
162. Season 3 - Menegaskan Hubungan


__ADS_3

Cup


“Kecupan pagi sayang.”


“Aa..., Apa-apaan iih? Kita tidak dalam hubungan sepasang kekasih.”


“Itu menurutmu sayang, tapi bagi aa kamu masih calon istri aa.”


“Aa tak menghargai keputusanku kemarin? Aa hanya pura-pura."


“Tidak sayang, untuk apa aa berpura-pura? Aa sudah memikirkannua semalaman. Aa tak ingin hubungan kita sementara berakhir. Aa tak mau ada orang yang seenaknya mendekatimu apalagi dengan tak ada status di antara kita.”


“Aa egois.”


“Ini demi kebaikan kita sayang. “


“Kebaikan kita atau aa saja?” Jelas Fiana kesal dengan keputusan sepihak Fariz


Fariz kali ini menahan emosinya, ia tak ingin terpancing emosi oleh wanita kecil di hadapannya yang tak mengerti maksudnya. Kedua insan ini sedang berada dalam model kesal.


Sang lelaki kesal karena wanitanya tak memahami maksudnya, sedangkan sang wanita kesal sang lelaki membuat keputusan sepihak.


“Dengar sayang, aa sudah memperkenalkanmu kepada banyak orang siapa kamu bagi aa. Artinya banyak yang mencari tahu tentangmu, aa tak ingin terjadi apa-apa padamu. Kamu tahu sendiri bagaimana perselisihan di dunia bisnis. Para pebisnis yang ingin menjatuhkan mencari tahu kelemahan lawannya. Dan mungkin mereka tahu salah satu kelemahan aa adalah kamu.”


“Maksud aa?" Fiana masih tak mengerti arah pembicaraan Fariz yang ingin melindungi wanita tercinta di pengkuannya

__ADS_1


“Sayang kamu masih tak paham?” Fariz yang gemas dengan ekpresi bingung Fiana malah menyentil kening Fiana


“Aauw sakit aa. Aku memang tak paham maksudmu aa. Kenapa aku yang menjadi kelemahanmu?”


“Karena kamu orang yang aku cintai.”


Blush pipi Fiana langsung merona


“Aa tak mau salah satu musuh aa menjadikan orang yang aa cintai sebagai titik kelemahan aa, dengan berniat menyelakaimu. Untuk itu aa tak akan membiarkamu jauh apalagi lepas dari sisi aa. Aa tahu kamu marah, benci dan kecewa pada aa. Sekali lagi aa minta maaf, sayang tak berusaha jujur padamu dan kekanak-kanakan mengabaikanmu karena cemburu buta.” Fariz memang bukan lelaki yang gengsi mengatakan kata maaf, berterimakasih dan tolong seperti yang diajarkan Nayla Orion. Tapi cemburu butanya lah yang membuat dirinya egois


“Lalu? Maksud aa aku harus menerima hubungan kita utuh kembali?


“Memang kamu tak mau? Apa karena aa tak jujur padamu tentang masa lalu yang ingin kamu ketahui?" Fariz menghela napas berat, ia memilih mengalah kembali, usia gadis di hadapannya lebih muda darinya jadi butuh banyak kesabaran untuk menjelaskan maksudnya. “Jika itu yang menghalangi hubungan kita, aa akan jujur apapun yang ingin kamu ketahui. Aa tak jujur bukan karena tak ingin tapi aa rasa masa lalu sudah selesai tak ada hubungannya lagi dengan saat ini dan masa depan kita. Tapi aa tak mau kita salah paham lagi aa akan menjawab semua pertanyaanmu hari ini.”


“Benar ya?” Fiana meyakinkan diri untuk mempercayai lelaki di hadapannya. Karena ia tahu Fariz bukan lelaki yang mudah mengumbar janji ataupun berganti wanita.


“Tapi lima menit lagi kita masuk aa.”


“Kita bisa bolos yuk?”


“Nggak mau, aa sudah janji untuk profesional.”


“Ok..,ok..,kita lanjut setelah istirahat ya sayang?”


“Fiana tuan.” Fiana mengingatkan Fariz kembali

__ADS_1


“Baiklah nona Fiana Hardiardjo.” Fariz mencubit gemas pipi Fiana. Fiana berusaha bangun namun masih ditahan Fariz


“Apalagi aa?”


“Kiss morning sayang.” Bisik Fariz di telinga Fiana. Hal ini Fariz berani minta dan lakukan karena ia akan menikahi Fiana dan hanya dirinya yang boleh menyentuh bibir ranum milik Fiana.


Fariz adalah lelaki gentle yang bertanggung jawab. Tak mudah berganti wanita ataupun menyentuh bagian tubuh berharga wanita sembarangan. Dengan sang mantan sebelum Fiana pun bahkan ia tak menyentuh bibirnya, Fiana merupakan yang pertama baginya. Begitupun sebaliknya Fariz juga yang pertama untuk Fiana


“Enggak mau. Tadi kan aa sudah ambil kecupan paksa.”


“Itu kecupan bukan ciuman. Ya sudah kalau nggak mau terus aja kayak gini sampe pulang.” Ancam Fariz kepada Fiana dengan mengendikkan bahu


“Aa apa-apaan iih kalau Elang atau karyawan lain yang masuk gimana?”


“Iya atau begini saja?” Tanya Fariz tanpa ingin ditolak


Fiana menghela napas berat. Fiana dengan cepat mengangguk.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Fariz mencium bibir candu Fiana menge"cap, menghi*ap dan mengabsen mulutnya. Karena pangutan yang lembut Fianapun membalas ciuman bibir Fariz. Setelah pangutan berakhir Fariz mencium kening Fiana. “Terimakasih sayangku. Pukul 8 kita ada meeting, mau tetap seperti ini aja?” Fariz menaik turnkan alisnya


“Nyebelin siapa yang mulai seakan aku yang menahan aa.” Fiana memutar bola matanya dan bangun dari pangkuan Fariz


Fariz tertawa renyah menggoda sang pujaan hati. “Bersiaplah nona Hardiardjo.”


Fiana mendelikkan mata menuju mejanya, Fariz pun keluar ruangan Fiana menuju ruangannya. Tak sulit Fiana menyiapkan materi meeting, karena materi telah dikirimkan Elang ke surel miliknya. Dan beberapa dokumen hard copy telah tersedia di meja Fiana.

__ADS_1


“Bukankah ini dokumen yang kemarin Wilona siapkan? Mengapa ada di mejaku?” Fiana bemonolog, lalu mengambil telepon yang berada di mejanya


__ADS_2