
“Kalau apa-apa itu bicaraiin baik-baik. Jangan kayak gini, amarah diutamain.”
“Salah siapa nggak jawab pesan teks dan panggilan aa?” Dengan gengsinya Fariz masih tak mau di salahkan
“Sudah salah malah marah-marah, nggak minta maaf lagi.” Fiana merapikan barangnya dan berniat pergi dari restoran.
“Mau ke mana?”
“Pulanglah.”
“Enggak boleh.”
“Punya hak apa aa ngelarang aku?”
Fariz menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Permisi.” Fiana meminta Fariz menggeser tubuhnya yang menghalangi jalan
Fariz hanya tetap diam ditempat seperti orang bodoh. Ia masih bingung harus berkata apa.
“Aa taukan kata permisi, kalau nggak tau punten. Punten aa aku mau lewat.“
Spontan Fariz menggeser tubuhnya membiarkan Fiana melangkah keluar, baru beberapa langkah suara bariton Fariz menghentikkan
“Fiana berhenti.” Fariz menghentikkan langkah Fiana dan berbalik mendekati Fiana
“Kenapa aa?” Fiana berbalik bertanya dengan sebiasa mungkin walau sebenarnya jantungnya dari tadi bergemuruh tak karuan
“Dengarkan aa, kamu milik aa. Tak boleh ada siapapun yang memilikimu. Tak boleh bertemu berdua dengan lelaki manapun apalagi memberikan senyummu kepada lelaki manapun. Aa nggak suka kamu seperti tadi.”
“Aku bukan milik aa, sepenuhnya aku masih hak kedua orang tuaku aa. Hakku mau bertemu dengan siapa dan tersenyum pada siapa.” Fiana memberanikan diri mengatakan itu untuk menegaskan bahwa dirinya tak bisa diatur oleh Fariz yang tak tegas akan hubungan dengan dirinya
“Sebelum ini kamu memang masih hak kedua orang tuamu. Tapi mulai saat ini kamu hakku. Jadilah wanita yang akan mendampingiku, menjadi ibu dari anak-anakku dan mencintaiku kembali.” Fariz tetiba berlutut mengambil sebuah kotak di dalam jasnya dan menyerahkannya kepada Fiana. Fariz telah mempersiapkan cincin custom dua hari lalu, ia hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk melamar Fiana.
Fiana terkejut, dan terharu dengan kejutan yang tak pernah disangkanya. Hasil dari kesabaran dan penantian mencintai, menyukai dan mengagumi lelaki yang selalu mengagumkan ini di matanya dua puluh tahu lebih terbayar sudah. Fariz mau menurunkan ego mengakui perasaan yang telah lama dinantinya.
Fiana meneteskan air mata bahagia. Fariz yang tak mendapat respon apa-apa mendongakkan wajah dan berdiri “Mengapa kamu menangis?”
__ADS_1
“Apa ini mimpi? Aa melamarku?”
“Kamu menghancurkan suasana dek, “ Fariz mencubit hidung mancung mungil Fiana
“Aa nggak lagi ngeprank aku kan?”
Cletak
Fariz menyentil dahi Fiana
“Ngapain aa menghabiskan uang buat mengosongkan ini tempat dan mengusir si lelaki glowing operasian itu?”
“Aa Hwan Soek sahabat adek yang selalu ada saat di Seoul aa.”
“Aa akan membayar kerugian materil dan imateril selama berada di sisi kamu. Mulai saat ini hanya aa yang boleh ada di sisi kamu.”
“Aa pikir adek merugikan materi dia.”
“Mau merugikan atau tidak aa akan memberi kompensasi untuknya. Saat ini tidak boleh bersahabat ataupun berteman dengan lelaki manapun tanpa izin aa.”
“Bilang aja aa cemburu.”
“Oh Keyla namanya. Aku memang nggak cemburu.”
“Oh gitu baik kalau tak cemburu. Hari ini dia meminta aa mengunjungi aprtnya. Aa akan ke sana, kamu pulang bersama Elang.”
“Untuk apa? Mau ngapain ke sana?” Fiana tak terima Fariz yang baru melamarnya bersama wanita lain
Fariz malah tersenyum tipis dengan pertanyaan Fiana ia hanya ingin Fiana mengakui dirinya cemburu.
“Terserah aa dong.”
“Nggak lucu aa, aa ngelarang aku untuk berteman dengan Hwan Soek tapi aa secara terang-terangan menghampiri apartemen wanita lain.” Freya mencebikkan bibir dan itu malah membuat Fariz gemas
Cup
Hanya kecupan di bibir, Fiana yang tak siap membelalakan mata. Memukul bahu Fariz.
__ADS_1
Elang yang sejak tadi berada di antara mereka hanya dianggap patung (Sabar ya mblo 🤣)
“Dasar dua bucin.” Elang membatin
“Makannya jujur aja kalau cemburu dnegan Keyla. Keyla itu adiknya aa Arga. Masih ingatkan?”
“Bukankah ia lebih tua dari kita.”
“Memang, terus kenapa aa tak memanggilnya kak?”
“Dia menolak tua, tak ingin dipanggil kakak. Aa dan Feeya memanggil namanya.”
“Ooh pantesan.”
“Jadi apa jawaban kamu dek?”
“Datang saja ke mamah papah.”
“Dek aa tuh mau nikahin kamu bukan mamah papah kamu. Ya jawabannya dari kamu dululah sayang.” Fariz mengelus lembut kepala Fiana
“Boleh dipertimbangkan dahulu nggak?”
“Nggak lucu dek, apa susahnya jawab mau atau enggak.”
“Aa nggak sabaran banget iih, harusnya aa tuh romantis dikit coba. Cari tempat dan kondisi yang tepat buat lamar aku."
"Aa memang nggak bisa romantis dek, tapi aa akan tunjukkan keseriusan dan tanggung jawab aa. Jadi?"
Fiana tersenyum manis menganggukan kepalanya
"Terimakasih sayang." Fariz mengecup kening Fiana lama, lalu menyematkan cincin berlian di tangan kiri Fiana
Lagi bahagia-bahagianya nih Couple Aa Fariz dek Fiana.
Jangan dikira ndak ada problem yess
Nantikkan setelah pernikahan mereka 🤣
__ADS_1
Miss kasih bawang merah dikitlah ga banyak banyak 🤣🤣
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, HADIAH 🌹 dan komennya misstizenku 😍🥰