
Selama tiga hari keluarga kecil Orion dan Nayla di Bali, akhirnya kembali ke Jakarta untuk bersiap acara tasyakuran empat bulan Nayla. Mereka akan pergi ke Bandung H-2 sebelum acara. Persiapan ballroom di hotel t**n* l*x**y Bandung telah disiapkan oleh EO pilihan mamah Orion dan ibu Nayla. Merekalah yang mempersiapkan segalanya.
Saat sampai di kediaman Orion, Orion dikejutkan oleh kehadiran Belinda ke rumahnya.
"Arga, kamu Arga sayang? Ini mamah." Belinda menghampiri Arga yang bergandengan tangan dengan Nayla
Arga yang tidak mengenal Belinda secara langsung karena ia dahulu ditinggalkan masih sangat kecil hanya mengetahui Belinda dari opa, kakek Orion yang pernah memperlihatkan foto Belinda. Arga bersembunyi di belakang Nayla. Orion pun menghalangi Belinda yang mau mendekati Nayla dan Arga.
"Untuk apa kamu datang kemari?"
"Aku hanya ingin menyapa anakku, Rion. Apakah aku salah?"
"Sayang bawa Arga ke kamar kita." Orion meminta Nayla membawa Arga ke kamar utama Orion dan Nayla
"Iya, yah." Nayla menurut ucapan Orion membawa Arga ke kamar utama mereka.
"Saya akan mendatangi keluargamu tanggal 10 lalu untuk apa kamu ke sini?" Ucap Orion dengan tegas setelah Nayla dan Arga tak terlihat
"Aku hanya ingin melihat Arga agar dia tidak terkejut saat waktunya tiba dia hidup bersamaku."
"Jangan terlalu yakin Belin, Arga tidak akan pernah hidup bersamamu."
"Kamu yakin Rion? Kita lihat saja apa kamu bisa mempertaruhkan Naylamu?"
"Apa maksudmu?"
"Itu bukan urusanku, tunggu saja saat kamu bertemu papah. Apa yang akan ia lakukan." Belinda bicara dengan berlalu keluar rumah
Rahang Orion mengeras dengan tangan mengepal, Orion berpikir ada sesuatu yang akan dilakukan keluarga Belinda kepada Nayla.
Setelah kepergian Belinda Orion tidak langsung menyusul Nayla dan Arga ke kamar. Orion langsung ke ruang kerja untuk menghubungi Dirga lewat surel miliknya.
"Dirga, Belinda datang ke rumah. Dugaan saya benar akan ada sesuatu yang dilakukan keluarga Belinda. Pastikkan hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan Nayla. Hubungi mereka dan katakan, saya tidak akan bertemu jika mereka menyakiti Nayla."
"Baik, tuan saya pastikkan semuanya sebelum acara nyonya muda terlaksana."
Orion pun menyusul Nayla dan Arga ke kamar mereka.
"Ayah," panggil Nayla yang sedang duduk di sofa dengan kepala Arga yang berada di paha Nayla, Arga tertidur tak lama mereka menunggu Orion di kamar
__ADS_1
"Iya, sayang." Orion mendekat ke sofa yang diduduki Nayla. "Ayah pindahkan Arga dahulu ke kamar, ya. Pasti kaki kamu pegal."
"Tidurkan Arga di ranjang kita saja, yah."
"Ada yang mau ayah bicarakan, nanti membangunkan Arga."
"Ya sudah, kalau gitu." Orion pun menggendong Arga dan memindahkannya ke kamar Arga tepat di sebelah kamar milik Orion dan Nayla.
Tak lama Orion pun masuk ke kamar.
Nayla yang sudah berganti pakaian sedang merapikan surai panjang hitam legamnya di depan meja rias.
Orion memeluk Nayla dari belakang, mengecup bahu Nayla yang terbuka dan mencium leher jenjang Nayla. Saat di kamar atau beristirahat Orion meminta Nayla menggunakan midi dress tidur tanpa lengan. Hobi baru Orion sejak kehamilan Nayla selain menginginkan Nayla ia juga selalu mengecup bahu halus dan mencium leher jenjang milik Nayla.
"Aaah, yaah. Kebiasaan nih ya," Orion hanya tertawa kecil mengeratkan pelukannya. "Katanya tadi ada yang mau ayah katakan."
Orion pun membalikkan tubuh Nayla menghadapnya, menggenggam kedua tangan Nayla dan mengecupnya.
"Untuk sementara waktu, ibu benar-benar ada di rumah ya. Jangan keluar sedikitpun tanpa ayah. Walau ditemani supir atau kepala pelayan." Belakangan ini Orion mengizinkan Nayla jika hanya ingin berjalan-jalan ke taman kota atau mall ditemani supir dan kepala pelayan.
"Memang kenapa yah? Apa ada hubungannya dengan tante Belinda?"
"Ayah nggak mungkin khawatir kalau nggak ada sesuatu. Memang apa yang dibicarakan tante Belinda?" Nayla semakin mengenal Orion, Orion akan khawatir jika sebelumnya ada sesuatu yang memacu kekhawatirannya
"Belinda hanya meminta ayah mengizinkan bertemu Arga. Kekhawatiran ayah tidak ada hubungannya dengan Belinda. Ayah hanya khawatir saat ayah harus meninggalkan ibu ke Belanda, dengan keadaan baby kita yang semakin besar ayah tidak ada di samping ibu. Ayah tidak mau terjadi apa-apa jika ibu keluar tanpa ada ayah di sisi ibu."
"Walau ibu, hanya ke taman di depan, yah?"
"Iya walau ke taman depan, ayah tidak mengizinkan ibu ke sana. Hanya sementara, sayang. Ok?"
"Iya, ibu ikut mau ayah saja."
"Istri ayah memang penurut nih," Orion merengkuh tubuh Nayla dalam pelukannya.
"Yah," panggil Nayla yang berada dalam pelukan Orion
"Iya, sayang"
"Mau,"
__ADS_1
"Mau apa, sayang?"
"Mau, ayah," ucap Nayla dengan malu-malu ini pertama kalinya Nayla meminta terlebih dahulu. Orion merenggangkan pelukan memegang dagu Nayla untuk menatapnya, pipi Nayla sudah memerah karena malu akan permintaannya yang tiba-tiba. Hormon kehamilan Nayla lah yang menginginkan Orion pertama kalinya.
Dengan senang hati ayah akan memberinya sayang, Orion sempat terkejut dengan permintaan Nayla, tapi tidak dipungkiri Orion merasa senang untuk pertama kalinya Nayla yang meminta. Orionpun mendekatkan wajahnya mencium lembut bibir merah berisi milik Nayla, ******* dan menghisapnya. Nayla yang memang menginginkannya membalas ciuman Orion tak kalah dengan kelihaian Orion memainkan mulut Nayla. Nayla mulai bisa mengimbangi ciuman panas Orion. Menahan tengkuk Orion dan membuka kancing kemeja Orion satu persatu, menyentuh dada bidang Orion yang membangunkan gairah Orion.
Nayla melepas pangutannya, beralih ke rahang, leher dan dada Orion memberi tanda kepemilikan di sana. Orion yang tak tahan menggendong Nayla seperti bayi koala menurunkan di ranjang king size. Memainkakn kedua mahkota kenyal Nayla dan memasukkan miliknya dengan tangan menahan tubuh besarnya agar tak mengenai kedua baby twins dalam kandungan Nayla.
Nayla meminta Orion agar dirinya yang mendominasi, pergulatan siang ini berlangsung cukup lama dengan Nayla yang mendominasi dan lebih agresif dari biasanya. Keringat membasahi keduanya. Orion bahagia dengan perubahan Nayla yang lebih agresif. "Sayang lagi," Orion meminta Nayla mengulangi kembali permainannya. Tapi Nayla hampir terlelap karena energinya terkuras mendominasi.
'Ibu lelah, yah. Ibu ngantuk." Orion yang tidak tega melihat mata sayu lelah Nayla pun merengkuh Nayla dalam pelukannya.
Terimakasih, sayang. Lebih sering seperti ini ya? Orion terkekeh menggoda Nayla
Nayla mencubit pelan dada Orion yang tidak terasa oleh Orion. Tak lama Nayla pun terlelap. Berbeda dengan Orion, ia menatap ke sembarang arah dengan posisi miring memeluk erat tubuh Nayla.
"Sayang, cepat atau lambat ketamakkan ayah ingin memilikimu tanpa menuntaskan urusan dengan Hanum akan terdengar. Sepandai-pandai ayah menutupi baunya akan tercium juga. Kamu mulai mengenal dan memahami ayah. Jika memang harus seperti itu, ayah akan mengikatmu lebih erat, membuatmu tak bisa hidup tanpa ayah." Batin Orion.
Siap-siap klimaks kaka 🤭🤣
Siapin ember tisu buat nangis bombay karena akan ada beberapa episode mengandung bawang, diharapkan saat membaca sediakan palu dan pakunya duduk bersandar di dinding kalau kesel tancepin paku dan palu ajaa daripada kesel kesel mukul orang 🤣🤣🤣
Btw makasih loh misstizen yang dukung miss bikin novel ini ampe seratusan bahkan dua ratusan episode. Tanpa kalian miss mah apa atuh, makannya kencengin VOTE dari poin kalian atau voucher yang kalian dapet setiap senin. Dan KENCENGIN LIKE WOOI 🤭
Oh ya ada yang nanya jg ke miss, miss hotel bintang 6 apa yang ada di Bandung?
Berhubung miss bukan duta dan ga diendorse hotel itu mohon maaf miss ga mau nyebutin yees, dasar si miss nyaaak 🤣🤣🤣
klue nya di jalan gatot subroto bandung, searching aja tuh di si om cerdas 😅
Kalau miss di endorse atau menjadi BA atau nih yeeh dikasih voucher gretong staycation 3-4 kali sebula di sono di kamar suitenya dengan senang hati miss berulang kali menyebut nama hotelnya 🤭🤣🤣🤣
Yang tau hotel apa, sok sok ajuin miss jadi BA nya 🤣🤣🤣 Siapa lu miss model bukan aktris apalagi. Hello miss tuh ya sebelas dua belas sama visual ini
Muntah muntaah daah misstizen 🤣😅
Pokoknya LIKE & VOTE lah missnayla nih 🤭🥰
__ADS_1