Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
98. Kesal


__ADS_3

Saat ini Nayla dan Orion di dalam mobil menuju kediaman mereka.


“Sayang..,” panggil Orion yang sedang mengemudikan mobilnya memanggil Nayla yang berada di sampingnya sibuk memainkan gawainya


“Iya yah.” Jawab Nayla tanpa melihat ke arah Orion


“Kenapa tadi bilang hal privasi itu kepada ayah Hendra?”


“Memang kenapa?”


“Itu hal privasi kita sayang.” Ucap Orion dengan lembut


“Jadi ibu salah ngomong gitu?” Semakin besar kandungan Nayla semakin sensitif perasaan Nayla


“Bukan salah hanya ayah tidak suka jika hal privasi kita diberitahukan kepada orang lain.”


“Tapi ayah Hendra bukan orang lain, dia ayah ibu yah.”


“Iya ayah tau, ayah Hendra ayah ibu. Tapi ibu sudah bukan anak remaja yang harus membicarakan hal-hal privasi didalam keluarga kita.”


“Jadi benar ibu salah ngomong gitu? Ibu bilang gitu agar ayah Hendra tidak memisahkan tidur kita dan masih bisa berhubungan yah. Ibu mau melahirkan normal.” Jelas Nayla dengan mata berkaca-kaca menghadap Orion. Orion yang melihat Nayla sudah berkaca-kaca menghela napas.


“Ya Allah salah saya mendebat ibu hamil.” Batin Orion. Orion menepikan mobilnya. Menghadap Nayla memegang kedua bahu Nayla.


“Sayang ibu nggak salah maksud ayah bukan seperti itu. Maafkan ayah ya?” Orion tidak memperpanjang perdebatannya karena ia akan kalah menghadapi mood ibu hamil. Orion menangkup kedua pipi chabby Nayla mencium kening, hidung dan terakhir bibir Nayla dengan **********. Nayla memukul-mukul dada bidang Orion. Namun diabaikan hingga Nayla mengigit bibir bawah Orion.


“Aauuw,”Orion meringis melepas ciumannya.


“Kita di jalan yah, kelihatan di kaca depan kalau ada yang lewat. Ibu nggak mau masuk headline memalukan berbuat mesum dalam mobil di pinggir jalan.” Ucap Nayla dengan polosnya


Orion tertawa terbahak-bahak.


“Sayang.., sayang.., benar kata ayah Hendra kamu tuh ya sudah mau punya anak dua lagi tapi masih terlalu polos. Untung ayah yang jadi suamimu kalau bukan banyak dibohongin kamu.” Orion mengelus pipi chabby Nayla


“Jadi ayah bohongin ibu karena kelemahan ibu? Dan memang kenyataannya ibu dibohongin ayah.” Nayla memutar bola matanya


“Ya Rabb salah lagi, senjata makan tuan.” Batin Orion lagi


“Sayang sudah ya ayah kan sudah minta maaf, ayah melakukan itu bukan karena memanfaatkan kelemahan ibu. Sekalipun kita melakukan itu di sini tidak akan terlihat sayang. Kaca mobil ini sudah di desain khusus.” Orion mengalihkan pembicaraan agar Nayla tidak membahas yang sudah-sudah.


Nayla pun luluh. Orion melanjutkan perjalanannya menuju kediaman.

__ADS_1


Orion dan Nayla yang sudah saling menginginkan menyatukan kedua bibir mereka saat berada di ruang keluarga. Orion sebelum sampai ke kediamannya sudah memerintahkan tidak boleh ada satupun pelayan yang berada di kediaman utamanya. Orion ingin memberi kenangan di berbagai sudut rumahnya. Ketika awal ia telah merasakan sensasi bercinta di kolam renanv dan dapur. Kini ia ingin melakukan dengan Nayla di ruang keluarga.


Saat Orion telah meremas dua buah dada Nayla yang masih terbungkus namun telah menurunkan midi dress sebatas pinggang dengan bibir yang masih bertautan. Suara bel berbunyi bekali-kali. Orion mengabaikannya namun berbeda dengan Nayla. Nayka mengigit bibir Orion kedua kalinya agar berhenti.


“Yah berhenti bel berbunyi.”


“Shit,” umpat Orion dalam hati


“Naylaaa...., Bocaaah..,Naaay...,”teriakan beberapa orang di luar pintu yang ridak terdengar ke dalam karena pintu depan kedap suara hanya bunyi bel yang terdengar


Orion masih berusaha memberi sentuhan sensual di punggung, bagian depan Nayla dan mengecup ceruk leger Nayla yang sudah tidak tertutup hijab yang dibuka Orion agar Nayla mengabaikan suara bel dan melanjutkan kemauan Orion.


“Aah...aahh, sayang hentikkan,” Nayla berusaha menghentikkan sentuhan tangan Orion di dadanya. “Yah maafkan ibu, ibu lupa sahabat-sahabat ibu akan ke sini, sepertinya itu mereka.”


Orion menghentikkan aktifitasnya dan menatap Nayla. “Kenapa ibu nggak bilang?” Orion untuk pertama kalinya terlihat kesal kepada Nayla karena gairah yang sudah diujung


“Ibu lupa yah, maafkan ibu.” Nayla mendapat pesan di aplikasi chatnya saat diperjalanan tadi bahwa sahabat-sahabatnya yang sudah tahu Nayla pulang dari keluarga Wijaya ingin menemui Nayla karena sangat merindukan Nayla.


Orion untuk pertama kalinya juga mengabaikan ucapan Nayla masuk ke kamar utama. “Bersenang-senanglah dengan teman-temanmu,” Ucap Orion sambil berlalu


Nayla merapikan dress dan memakai hijabnya lagi. Walau Nayla ingin menyusul Orion membujuknya agar tidak merajuk, namun suara bel tidak berhenti berbunyi. Terpaksa Nayla membukakan pintu ia sudah menyetujui kedatangan sahabat-sahabatnya.


“Naylaaaa...,bocaaah...,Naaaay..,” Teriak sahabat-sahabat Nayla yang baru saja di bukakan pintu oleh Nayla. Adinda dan Ella memeluk Nayla dari samping kiri kanan.


“Sudah ayo masuk dahulu.” Nayla melepas pelukan Adinda mengajak Adinda, Ella, Reyhan, Ardinto ke ruang tamu.


“Bocah punya bocah kalian sehatkan?” Tanya Reyhan


“Alhamdulillah seperti yang terlihat.” Nayla tersenyum manis di wajahnya walau hatinya masih gelisah mengingat Orion yang masih merajuk


“Selama sebulan lebih kamu di mana Nay? Kita coba bantu nyari kamu tapi tidak menemukanmu..” Tanya Ardianto kepada Nayla. Ke empat sahabat Nayla yang memang orang berada membantu pa Hendra mencari Nayla dengan link yang keluarga masing-masing miliki namun hasilnya nihil.


“Aku di Belanda Ar bersama ibunya Arga.”


“Astaga ternyata beda benua guys, kita ngubek-ngubek di benua kita lah dia ada di benua orang.” Cerocos Adinda lagi. Nayla hanya tersenyum dengan ucapan Adinda yang ekpresif


“Iya Nay ga nyangka kamu di sana. Suamimu yang hebat aja ga nemuin kamu, apalagi kita.” Ella tertawa kecil karena tak ada satupun dari mereka menemukan keberadaan Nayla.


“Aku hanya butuh waktu menenangkan diri saja.”


“Nay bawaannya makin dewasa kamu.” Ardianto bersua

__ADS_1


“Masa sih? Aku masih Nayla yang dulu ko, Ar.”


“Eeh bambang yaiyalah Nayla makin dewasa kewon sama duda hot lebih tua gitu.”


“Sssst berisik lu Dinda bukan masalah kewong sama yang lebih tua engganya. Lu aja kewong sama yang lebih tua masih aja petakilan nggak ada dewasa dewasanya. Nayla lebih dewasa karena dia mau belajar saat menghadapi hal-hal sulit bareng om Rion. Lah lu kalau ada apa-apa kerjaannya kabur ke kita.” Ucap Reyhan yang tidak kalah cerewet dari Adinda


“Oh ya Nay, kemarin kita ketemu mas Hari di Cafe. Tiba-tiba nyemperin kita. Dan nanyain kamu. Malah nanya kontak dan alamat kamu tapi kita nggak kasih tahu sih. Kita bilang aja kamu pinda ke negara x bareng om Rion.” Ella memberitahu pertemuan tak sengaja mereka dengan Hari mantan calon suami Nayla yang kabur di hari pernikahan mereka.


“Enggak tahu malu banget dia Nay udah ninggalin lu. Sekarang balik lagi muncuk ke daratan. Setelah pergi kagak tahu kemana. Kayaknya tuh cowok ditinggalin ceweknya, kemarin aja gue liat Nay nggak ada cincin di tangannya. Ada bibir mau jadi pebinor tuh orang.” Adinda memperjelas pertemuan mereka yang tak sengaja


“Apaan itu pebinor?” Tanya Nayla


“Perebut Bini Orang, Nay.” Jawab Ella dengan pembawaan yang tenang dibanding Adinda yang heboh seperti toa


“Haha ya ampun istilah sekarang ada-ada saja. Aku pikir cuman perebut laki orang aja tapi ada toh istilah perbut bini orang.” Nayla yang hampir sembilan bulan hidup dalam sangkar Orion tidak mengikuti bahasa istilah anak-anak sekarang.


“Eeh malah ketawa lagi kamu Nay. Tuh gimana kalau si mas Hari minta balik lagi?” Ardianto bertanya kepada Nayla.


Orion yang baru saja keluar kamar berniat menyapa sahabat-sahabat Nayla, namun saat Ella menyebut kata Hari, Orion duduk di sofa sebelah yaitu ruang keluarga yang menghubungkan dengan ruang tamu. Dari ruangan itu Orion bisa mendengar jelas percakapan sahabat-sahabat Nayla. Orion yang masih sedikit kesal karena akhirnya harus bermain sendiri menutaskan gairahnya semakin kesal mendengar penuturan percakapan sahabat-sahabat Nayla. Bukan hanya kesal namun juga cemburu dengan perkataan Ardianto yang meminta pendapat mengenai kedatangan Hari


Orion masuk kembali ke kamarnya tidak mendengar percakapan lanjutan


“Enggak mungkin lah Ar, kalaupun iya untuk kembali itu tidak akan pernah bisa. Aku malah akan berterimakasih karena dia tidak jadi menikahiku dan aku menikah dengan lelaki yang mencintai dan aku cintai.”


“Astagaaa ngeriii ngeriiii si Nayla bisa bucin juga, jarang-jarang si Nayla bisa ngomong sweet gini. Lu sehakan Nay?” Adinda tertawa terbahak-bahak karena baru pertama kali Nayla mengatakan isi hatinya dengan sungguh-sungguh. Siapapun yang melihat dan mendengarnya tatapan serta ucapan Nayla sangat dalam dan tulus. Dinda menyentuh kening Nayla karena merasa Nayla di hadapannya bukanlah Nayla yang bisa dengan terbuka mengatakan persaaannya.


Orion tidak mendengar respon Nayla terhadap pernyataan dan pertanyaan para sahabatnya


Miss double up misstizen nih


Ada yang nanya miss ini ceritanya bulan ramadhan


Cerita novel ini nggak real time ya


jadi bukan 2021


Dan untuk misstizen TONG HILAP alias JANGAN LUPA VOTE nyaaa HEEEY VOTE selagi hari senin ada VOUCHER BACA pake buat VOTE karya miss sayang kalau hangus


KENCENGIN LIKE, GIVE MISS 🌹🤭 dan RAMAIKAN KOMEN GUYS 🥰


Ga berasa 10 hari terakhir Ramadhan nih sok sok yang mau kirim hampers buat miss Dm ig miss aja di missnayla93 ✌🏼😂🤣

__ADS_1


Miss PEDE GILAAA 😅😅


Ya kan siapa tahu misstizen ada yang turunan SULTAN mau berbaik hati ngasih hampers lebaran buat miss 🤭


__ADS_2