
Nayla dan Orion sudah kembali ke kediamannya di Jakarta. Nayla dan Orion mendapatkan kejutan kedatangan anak pertama mereka Arga dan sang adik Keyla.
“Ibu Ayah,” teriak Arga saat Nayla dan Orion memasuki kediaman
“Arga...,” Nayla memeluk Arga penuh cinta berpindah keapda Orion di samping Nayla
“Anak ayah sehat? Gimana sekolahnya sayang?”
“Alhamdulillah sehat ya, Aga senang ya teman-temannya baik dan bisa diajak bekerja sama team saat ada tugas kelompok.”
“Alhamdulillah, di mana mamahmu?”
“Mamah ke kantor papah dahulu, nanti ke sini lagi.”
“Hello cantik apa kabarmu sayang?” Tanya Nayla kepada Keyla
“Baik ibu, Keyla ingin menginap di sini bersama kak Arga bolehkah?”
“Boleh dong sayang.” Nayla mensejajarkan diri memeluk Keyla
“Aga akan bertambah adik lagi bu?” Arga mengikuti Nayla di belakang Keyla dan melihat ke arah perut bulat Nayla
“Iya sayang, adik Arga akan bertambah satu.”
“Alhamdulillah, Aga boleh main bersama Fariz dan Freya?”
“Boleh dong sayang, mereka baru masuk kamarnya.”
“Keyla juga mah bermain dengan kak Arga dan baby twins.”
__ADS_1
“Boleh sayang”
“Hore..., Ayo kak Aga.” Keyla menarik tangan Arga dengan pelan menuju kamar baby twins
Nayla dan Orion pun masuk ke kamar mereka.
“Sayang sore mas ada meeting penting, kemungkinan pulang malam. Jangan tunggu mas pulang ya, kamu istirahat duluan.”
“Enggak bisa di reschedule mas? Mas kan baru pulang. Jangan memporsir diri.”
“Enggak ko sayang, dua jam istirahat dari sekarang cukup untuk mas. Yuk kita istirahat.” Nayla dan Orion seperti biasa sudah membersihkan diri di jet pribadi setelah Orion mengambil kesempatan di ruang pribadinya.
Nayla dan Orion pun istriahat di ranjang king size dengan berpelukkan.
Sore harinya Orion pergi meeting, Arga, dan Keyla sudah masuk ke kamar tamu beristirahat. Nayla membersihkan diri sebelum menengok kedua baby twinsnya. Setelah selesai dengan kegiatannya, Nayla masuk ke kamar Fariz dan Freya. Bertepatan Nayla masuk Fariz menangis. Naylapun menggendong Fariz ke pangkuannya. Memberi ASI secara langsung.
“Aauuw..huuh..aauuw..huh.” Nayla mencoba mengendalikan rasa ngilu dengan menarik napas. Nayla bisa saja langsung menekan tombol ke maid. Namun Nayla tidak ingin membuat kehebohan di kediamannya dan berakhir di laporkan ke Orion yang baru saja pergi meeting. Untuk itu Nayla mencoba menahan diri untuk mengendalikan rasa sakit kontraksinya.
Semakin sini rasanya ngilu semakin mendominasi. Akhirnya Nayla tak tahan dan menekan tombol maid. Nayl melepas pu*ting dari mulut Fariz yang sudah tertidur , dengan sisa tenaga Nayla memasukkan Fariz ke box bayi.
“Aauuw.., mengapa sakitnya tak berhenti setelah aku menyusui.” Nayla bermonolog dengan tangan menyentuh perut bagian bawahnya sambil berjalan perlahan ke sofa yang berada di kamar tersebut.
“Nyonya apa ada yang sakit?” Tanya maid saat memasuki ruang baby twins melihat Nayla terduduk di sofa dengan mengelus-elus bawah perutnya
“Perutku sangat ngilu, bisakah bantu aku ke kamarku?”
“Baik, nyonya.” Sang maid memapah Nayla ke kamarnya. “Nyonya saya hubungi tuan Orion terlebih dahulu.” Ucap maid setelah membantu Nayla naik ke ranjangnya.
“Jangan bu, mas Rion sedang meeting. Ini hanya kontraksi kecil. Cukup istirahat sebentar juga membaik.” Nayla menyebut kepala pelayan kata bu karena pelayan teesebut sudah mengabdi puluhan tahun di keluarga Orion, untuk itu ia menghargainya seperti Orion menghargai kepala pelayan.
__ADS_1
“Tapi nyonya terlihat pucat.”
“Enggak apa-apa saya hanya butuh istirahat. Jangan hubungi tuan tanpa seizin saya bu.”
“Baik, nyonya. Jika ada sesuatu yang dibutuhkan panggil saya.”
“Iya bu,” kepala maid pun pergi dari kamar utama Nayla Orion
Setelah meeting Orion dikejutkan dengan kecelakaan kerja dalam proyek pembangunan Villa dan Hotel di Bali. Kecelakaan tersebut tercium oleh media dan kepolisian untuk itu hari ini juga Orion harus ke Bali. Orion tanpa pikir oanjang berangkat dengan Dirga ke Bali dengan Jet Pribadinya. Orion pikir tak masalah mengabari Nayla dua jam setelah sampai di bandara Ngurah Rai.
Setengah dua belas malam Orion sampai di Bali. Langsung menuju Rumah Sakit para pekerja yang menjadi korban kecelakaan di rawat. Orion yang baru saja datang disibukkan oleh media para pemburu berita da kepolisian lupa mengabari Nayla. Begitu juga dengan Dirga yang langsung terjun ke lapangan kecelakaan tanpa mengingatkan Orion untuk mengabari Nayla atau mewakili Orion mengabari Nayla.
Di Jakarta, pukul delapan malam waktu makan malam Nayla tidak keluar dari kamar utama. Pintu sudah diketuk oleh maid, Arga dan Keyla bahkan berulang kali. Tapi tidak dibuka. Kepala maid yang merasa khawatir meminta keamanan membuka kamar dengan pintu cadangan. Saat pintu terbuka, Nayla sudah terkapar di bawah lantai, tak sadarkan diri dalam keadaan wajah yang pucat dan peluh yang membasahi wajahnya.
Dengan bantuan para maid wanita, Nayla di bopong ke mobil untuk segera dilarikan ke Rumah Sakit. Seperti aturan yang harus dipenuhi para maid. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti Nayla yang tidak sadarkan diri, maid wanitalah yang harus membopong Nayla.
Nayla sampai di salah satu ES milih keluarga Orion hanya 15 menit karena jalan malam yang lenggang ditambah pengawalan keamanan khusus. Sedangkan kepala maid terus mencoba menghubungi Orion dan Dirga namun tak ada jawaban dari keduanya.
Hallo miss up lagi nih 🤭
Maaf miss ga up beberapa hari sungguh di real life miss mulai disibukkan dengan aktifitas sebagai karyawan, kaka, adek, anak dan preneurship
Mohon dimaklum ya
Selagi detik-detik voucher baca angus PLEASE VOTE, LIKE, HADIAH 🌹 dan ramaikan komennya.
Tunggu besok miss up lagi selagi libur
Makannya KENCENGIN LIKE, VOTE, KOMEN & HADIAHNYA belum masuk target euy VOTE 500 HADIAH 20.000 🤭
__ADS_1