Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
32. Perkara Es Krim


__ADS_3

Mall xxxx mereka sampai di mall tepat pukul 15.30. Tujuan utama mereka ke salah satu resto khusus menyediakan berbagai macam es krim. Orion yang tak suka menjadi perhatian walaupun menghindar tetap menjadi perhatian karena wajah dan posturnya yang atletis memilih kursi di pojok dalam.


Sejak keluar dari mobil Orion terus menggenggam tangan Nayla, dan membiarkan Arga berjalan di depannya karena tak mau dipegang.


"Sayang, jangan tersenyum." Bisik Orion di telinga Nayla yang tertutup hijab pashmina hitamnya


"Lah, ko ga boleh senyum liat anak sendiri." Nayla heran dengan larangan Orion untuk tak tersenyum melihat tingkah Arga di depannya yang dengan gemas berlari kecil ke arah permainan yang berada di resto es krim


"Mas ga suka, orang lain liat kamu senyum."


"Ya Allah mas, masa Nay harus judes gitu? Atau tanpa ekspresi kayak mas kalau lagj marah kayak tadi, pake nyebut nama lagi." Ujar Nayla yang terkekeh mengingat perubahan ekpresi Orion yang merasa tertohok dengan sikapnya yang marah sebelum ke sekolah Arga.


"Jangan bahas yang udah, sayang. Kamu mau es krim apa?" Orion mengalihkan pembicaraan karena rasa malu akan sikapnya yang kadang berlebihan pada Nayla, dan mebolak-balikan menu yang diberikan pelayan


"Ciih ngalihin pembicaraan lagi." Nayla semakin terkekeh dengan tingkah Orion sambil mengelus pipi Orion


"Udah ya, sayang? Orion menghentikkan bahasan Nayla karena rasa gengsi untuk mengakui bahwa dirinya memang salah. "Mau es krim dan cemilan apa?" Tanyanya lagi.


"Nay mau menu mix ini mas vanilla choclate fruits aja mas. Arga sukanya yang mana mas?"


"Kamu dan Arga punya kesukaan yang sama, sayang." Orion memanggil pelayan resto.


"Saya pesan tiga vanilla choclate fruits, satu lemomande, dua snack recommended." Ucap Orion kepada pelayan yang ada di hadapannya


"Baik tuan, tiga vanilla choclate fruits,. satu lemomande dan dua snack yang kami rekomendasikan ya tuan." sang pelayan mengulangi pesanan Orion.


"Iya, benar."


"Mas suka es krim variant yang sama dengan Nay dan Arga?"


"Engga suka, mas ga terlalu suka manis. Mas pesan tiga, dua untuk Arga yang ga cukup satu dan satu lagi untuk adek."


"Kirain mas juga suka."


Lima belas menit pelayan telah kembali dengan nampan pesanan Orion. Ia menyajikkan pesanan Orion ke mejanya.


"Sayang, mas panggil Arga dulu ya."


Biar, Nay aja yang ke sana ya.


"Jangan, kamu duduk aja di sini. Mas ga mau kamu kelelahan, siapkan energi kamu untuk malam ya," ucap Orion dengan senyum menggoda Nayla


"Dasar mesum," lirih Nayla yang tak mau terdengar orang di meja lain

__ADS_1


Orion hanya tertawa kecil dan berlalu menuju Arga. Merekapun duduk bersama memakan makanannya masing-masing.


"Mas es krimnya aneh," ucap Nayla dengan lirih tak enak terdengar orang lain


"Aneh kenapa sayang? Itu Arga makan lahap sekali."


"Enak ko, bu." Arga yang mendengar ucapan Nayla berkomentar


"Rasanya pahit, yah. Coba ayah cobain deh." Ucap Nayla sambil tangan menyuapkan satu sendok es krim ke mulut Orion. Orion pun memakannya. Nayla dan Orion akan menmanggil diri mereka sendiri dengan sebutan ayah dan ibu di depan Arga.


"Ga aneh apalagi pahit sayang, ini enak."


"Tapi ibu ga bohong, yah. Rasanya aneh dan pahit di mulut ibu." Nayla meyakinkan Orion apa yang ia rasa tak sama seperti yang Orion rasa


"Ya mas percaya mungkin kamu lagi ga enak badan jadi indera perasanya lagi ga karuan, sayang. Sudah jangan dimakan, ya?"


"Tapi mubadzir, ayah yang makan ya?" Paksa Nayla kepada Orion


"Engga, sayang ayah beneran ga suka manis."


"Tapi ibu maunya ayah yang makan." Pinta Nayla dengan memelas


"Ayah makan, kasian ibu tuh udah mau nangis." Arga berkomentar setelah satu mangkuk es krim pertama habis


"Mau Aga aja yang abisin?" Orion balik bertanya pada Arga yang akan memakan es krim mangkuk keduanya


"Iya, ayah abisin yah es krim ibu. Ibu beneran pengen banget liat ayah makan es krim", pinta Nayla kepada Orion


"Tadikan udah liat sayang. Pas ibu suruh ayah cobain es krimnya."


"Ibu pengen liat ayah makan es krim sampe abis, yah. Katanya tadi enak," pinta Nayla untuk kesekian kalinya


Biarin aja, yah bu? Orion bertanya kepada Nayla kembaki dengan wajah memohon


"Yaudah kalau ayah ga mau makan, ga ada jatah malam ini," bisik Nayla di telinga Orion dengan wajah kesalnya


"Jangan gitu bu, kasian junior ayah," bisik Orion. "Ayah akan makan nih," Orion langsung mengambil alih mangkuk es krim Nayla dan memakannya dengan terpaksa.


Nayla tersenyum sumringah dengan mata berbinar-binar menyukai pemandangan Orion yang sedang memakan es krimnya.


Nayla sendiri tak mengerti dengan perasaan dirinya yang tiba-tiba ingin Orion menghabiskan es krimnya. Ditambah wajah Orion yang tersiksa menahan rasa mual menahan rasa mual memakan es krim yang terlalu manis untuknya. Arga pun sibuk menghabiskan es krim mangkuk keduanya.


***

__ADS_1


Saat sudah sampai rumah Orion dan Nayla memasuki kamarnya. Sedangkan Arga memasuki kamar miliknya.


"Sayang, perut mas ga enak."


"Mas sakit?"


"Engga, hanya perut mas saja yang ga enak." Rasanya ingin muntah, tapi engga. Orion menjawab pertanyaan Nayla tanpa mengatakan jika ia masih merasa mual karena memakan es krim tadi.


Nayla yang sudah membuka hijabnya mendekati Orion yang terduduk di sofa. Menyentuh kening Orion dengan punggung tangannya.


"Engga panas, mas. Nay buat teh hangat dulu ya?" Baru Nayla akan berdiri Orion menarik Nayla ke pelukannya.


"Mas mau dipeluk istri mas aja." Orion memeluk erat tubuh Nayla dengan menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Nayla, Orion sengaja menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Nayla, agar Nayla terangsang. Ia mengetahui ceruk leher Nayla salah satu bagian sensitifnya setelah dua kali pergulatan panas waktu itu.


"Mas...," suara d**a*h** Nayla keluar karena Orion tersu bermain di ceruk leher Nayla


"Mau, sayang."


"Nay belum mandi, mas juga lagi ga enak badan."


"Sayang, kamu ga mandi aja masih wangi ko. Badan mas akan enak kalau mas makan kamu."


Tanpa menunggu jawaban Nayla, Orion melanjutkan aktifitasnya dari atas hingga mahkota tubuh Nayla dengan mengangkat Nayla ala Bridal ke ranjang king mereka. Pergulatan sorepun terjadi hingga suara adzan isya berkumandang dan waktu makan malam bersama.


Arga yang tak melihat kedua orang tuanya turun dari semenjak mereka pulang. Mengetuk pintu kamar Orion dan Nayla.


Tok...tok...tok..


"Ayaah.....Ibu...," teriak Arga dari luar pintu kamar


Orion yang akan menuju puncak pergulatannya yang ke sekian kali. Merasa terganggu.


"Mas, Arga, sudah mas nanti dilanjut. Kasian Arga nyariin kita."


Orionpun mengikuti keinginan Nayla memakai pakaiannya kembali menuju pintu untuk dibuka. Sedangkan Nayla beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Miss up double nih hari ini sesuai janji miss. Hanya dua hari kamis jumat kemarin miss ga up.


Insya allah miss up normal ke depannya dengan NOTED kencengin like dong🀭


Oh ya ada yang komen juga nih katanya karakter Nayla ga cocok sama usianya. Miss mau info juga nih dari novel miss ini gabungan dari haluable dan kenyataan.


Halunya yang dilebih lebihkan gitu, ya kalau ada yg kurang masuk akal menurut misstizen. Kalau kenyataannya salah satunya karakter Nayla. Miss ngejadiin karakter seseorang yang miss kenal dia tuh wanita yg usianya 27 tahun tapi wajahnya yang baby face, terlihat kekanak-kanakkan saat bersama orang yang sudah dia kenal tapi ga keliatan jijik geuleuh gelaay gitu loh πŸ˜…

__ADS_1


Miss aja yang liat visual dan karakternya seneng gitu. Tapi si wanita ini tuh dewasa loh dalam beberapa hal yang harus ia hadapi. Miss menilai dia menjadi sosok yang manja saat bersama orang yg dia kenal dan periang hasil dari cinta dan kasih sayang keluarganya yang melimpah ruah sih sepertinya.


Nah miss jadiin wanita yg miss kenal ini jadi tokoh Nayla gitu looh misstizenku tersayang πŸ₯° Keukeup (peluk) online dari miss yang insya allab akan segera berkeluarga πŸ€—πŸ₯°πŸ˜˜


__ADS_2