
Untuk kedua kalinya Fiana terbangun di pesawat lagi. Kini dirinya hanya sendiri di private room jet pribadi tersebut. Celingukan mencari Fariz sang suami.
"Aa.., aa.., di mana?"
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka
Fariz dengan handuk melilit di pinggangnya dengan handuk kecil untuk rambutnya yang basah di sampirkan di bahunya
"Sudah bangun sayang."
"Ko sudah di pesawat lagi, kita mau kemana?"
"Kamu akan tahu sebentar nanti sayang."
"Mulai deh nyebelinnya."
"Bukankah kamu suka melihat lumba-lumba di Maladewa?"
"Iya aku sangat menyukai lumba-lumba."
"Kali ini kita bukan hanya melihatnya tapi bisa berenang dengan mereka?"
"Aa serius? Jangan bilang kita pulang ke Jakarta mau berenang di dalam sea world?"
Pletak
"Aauw." Fiana kesakitan Fariz menyentil dahinya
"Jangan konyol, bukanlah. Kita akan ke syurganya Indonesia berenang bersama dengan mamalia yang kamu sukai."
"Syurga Indonesia?" Fiana berpikir keras di mana syurganya Indonesia yang bisa berenang dengan lumba-lumba. Setahu Fiana bukan lumba-lumba yang bisa berenang bersama dengan wisatawan tapi ikan Hiu di Syurganya Indonesia itu...
"Raja ampat? Papua kah?" Pikir Fiana, baru akan mengutarakannya Fariz keluar kamar tanpa pamit. "Menyebalkannya kumat." Gerutu Fiana, berlalu ke kamar mandi membersihkan diri
Fariz kembali dengan minuman kesehatan yang menghangatkan tubuhnya dan Fiana yang sama-sama kelelahan karena pergulatan. Waktu belum menunjukkan adzan berkumandang. Fariz dan Fiana masih punya waktu santai.
"Aa..,"
"Iya sayang."
__ADS_1
"Apa kita akan ke raja ampat?" Tanya Fiana yang baru saja keluar sudah lengkap dengan dress bunga bermotif lengan panjang dengan handuk melilit di rambutnya
"Kenapa memakai baju di kamar mandi sih." Kesal Fariz yang melihat Fiana sudah memakai pakaian lengkap, mengalihkan pertanyaan Fiana
"Jika aku menggunakan di depanmu nanti berakhir di ranjang hingga siang dan kita melewatkan waktu subuh lagi." Fiana memutar bola matanya
"Hahaha iyaiya sini sayang minum dulu minuman ini untuk menghangatkan tubuhmu."
"Minuman apa ini? Nggak aneh-anehkan?"
"Nggak lah sayang. Pamali suudzon gitu." Kilah Fariz padahal minuman tersebut sudah dicampur dengan vitamin penyubur, agar rencananya berjalan baik. Sepulang bulan madu Fariz junior segera tumbuh di rahim Fiana.
"Manis, minuman apa ini aa?"
"Entahlah yang pasti ini menyehatkan kita, nikmati saja sayang." Senyum smirk tak terlihat Fiana terbit di bibir tipis Fariz
Setelah subuh berjamaah mereka memanfaatkan sisa perjalanan saling mengobrol ngaler ngidul bersuka cita. Namun obrolan mereka melupakan niat Fiana yang ingin menanyakan tujuan mereka.
"Sayang, " panggil Fariz
"Iya..,"
"Aa mau jawaban jujur atau klise."
Pletak, Fariz menyentil dahi Fiana
"Aauuw..," Ringis Fiana. "Sakit tahu aa."
"Suruh siapa pake tanya. Jelas jawaban jujur lah. Ini serius sayang."
"Iya.., iya.., maaf."
"Jadi?"
"Jujur aku ingin menikmati masa berdua dahulu aa...,"
"Kamu nggak pake pil pencegah kehamilankan?" Belum juga Fiana selesai menjawab Fariz sudah menyambarnya
"Dengar dahulu iih, siapa lagi yang pake pil kontrasepsi."
"Syukurlah, lanjutkan." Fariz bernapas lega
__ADS_1
"Meski jujur aku ingin menikmati masa berdua setelah menikah, tapi aku tak akan menunda jika aa mau kita langsung memiliki anak."
"Alhamdulillah jika kamu tak ingin menunda."
"Tapi inget." Peringatan satu Fiana kepada Fariz
"Inget apa?"
"Jangan mau bikinnya aja, mau nerima konsekuensi saat aku mengandung dan setelah anak kita lahir aa. Banyak hal yang mungkin akan berubah 360°, mulai dari kebiasaan bangun dan tidur di jam tak tentu, makan yang tak teratur bahkan mungkin tak mudah me time setelah kelahiran anak kita."
"Insya Allah aa siap sayang. Selagi kita muda bisa merencanakan program jumlah memiliki anak. Sekitar ksebelasan bola kan."
"Ya ampun aa satu aja belum ini sudah memikirkan jumlah yang bejibun. Kan sebelum menikah sudah sepakat loh bukan tim kesebelasan tapi antara pemain voly atau basket tanpa cadangan."
"Hahaha aa pikir kamu lupa dan mau berubah pikiran."
"Tidak dong Ferguso masa masalah penting dilupain."
"Sayang..," Panggil Fariz lagi
"Hmm..," Fiana hanya menanggapi deheman.
"Aa ingin jujur sesuatu."
"Apa itu?"
"Minuman yang kamu minum tadi aa campur dengan vitamin penyubur."
"Ya Allah aa ko baru bilang."
"Memang kalau bilang kamu mau minum?"
"Aku kan tak akan menunda kehamilan aa. Lagian tadi aku sudah bilangkan tak akan menunda. Lagian saat ini masa-masa suburku ko. Jika aa sudah memberiku vitamin penyubur dengan kondisiku yang masuk masa subur, jika Allah meridhoi kita dengan titipan sang anak inya Allah akan tumbuh di rahimku."
"Syukurlah, mudah-mudahan sayang. Usaha kita sesuai rencana, aamiin.." Keduanya mengaminkan do'a itu
Miss up dikit dikit ya..
Ditunggu jngan lupa LIKE, VOTTE,BUNGA nya
Follow juga akun instagram miss di @missnayla93 🤗😊😔
__ADS_1