
Setelah perjalanan satu jam Nayla dan Orion sampai dilokasi pemotretan maternity kedua seperti janji Orion kepada Nayla saat di Swiss.
Tema alam dengan berbagai pose sederhana yang Nayla inginkan. Nayla akan menggunakan tiga dress bergantian. Dress ibu hamil yang sederhana namun terlihat elegant dan sesuai dengan tubuh mungil Nayla. Dress berwarna soft pink, putih dan bermotif dengan hijab yang seduai dengan dress maisng-masing. Sedangkan Orion hanya menggunakan jas abu, dalaman kemeja putih dan celana formal hitam.
“Baik tuan nyonya sudah siap ya?” Tanya sang photographer. Nayla dan Orion sudah siap di posisi mereka. Untuk pose Nayla sudah memperlihatkannya kepada Orion terinspirasi dari p*****t, namun karena Nayla tahu Orion termasuk lelaki yang kaku saat di foto. Nayla tidak memaksa Orion untuk berpose sama dengan foto yang menginspirasinya. Nayla ingin Orion memperlakukannya secara alami menjadi sesosok Orionnya yang seperti biasa. Orion pun menyambut dengan bahagia. Karena dia akan melakukan perannya sesuai dengan keingingan hatinya.
“Mas ini terlalu intim.” Ucap Nayla yang terdengan oleh photographer. Nayla merasa malu dengan pose Orion terhadap dirinya yang disaksikan oleh photographer terlihat dari pipi Nayla yang merona.
“Tidak apa-apa nyonya malah ini sangat bagus terlihat natural. Tidak perlu malu nyonya anggap saja tidak ada kami. Hanya anda berdua.” Sang photographer mendengar ucapan Nayla kepada Orion. Di lokasi sang photogrpher membawa teamnya yang berjumlah 5 orang termasuk make up artist untuk mendandani Nayla.
“Dengarkan sayang tidak masalahkan, tidak usah malu. Anggap saja hanya kita berdua.” Ucap Orion dengan tersenyum bahagia karena bisa berfoto sesuai keinginannya.
Nayla hanya mengangguk. Merekapun melakukan sesi foto namin setiap Nayla berganti dress. Orion meminta waktu sekitar 1 jam untuk Nayla beristirahat walau Nayla bilang tidak kelelahan namun Orion tidak ingin mengambil resiko akan apa yang terjadi terhadap istri dan kedua calon anaknya.
“Mas istirahat sudah cukup, yuk lanjut lagi. Satu jam terlalu lama. Ini tinggal satu dress lagi.”
“Engga sayang, beristirahatlah setengah jam lagi. Kamu mungkin merasa baik-baik saja, tapi efek ke tubuhmu setelah pemotretan ini selesai belum tentu baik. Mas tidak ingin kamu dan anak-anak kita kenapa-kenapa. Ok? Hanya setengah jam lagi.”
Nayla pasrah tidak bisa melanggar larangan Orion karena bukan hanya dirinya yang difoto melainkan bersama Orion. Nayla mencebikkan bibirnya karena keinginannya tidak dipenuhi Orion.
“Jangan seperti itu bibirnya sayang. Kamu mau mas cium kamu di sini?” Orion terkekeh merasa gemas dnegan ekpresi Nayla yang mencebikkan bibir dengan pipi chubbynya.
__ADS_1
“Lakuin aja kalau nggak malu.” Nayla semakin mencebikkan bibirnya. Orion mendekatkan wajahnya saat jarak mereka sangat dekat Nayla menutup matanya dan Orion malah tertawa terbahak melihat Nayla yang berkata malu tapi menutup matanya
“Katanya malu, tapi mau.” Ucap Orion dnegan tertawa nyaring. Nayla benar-benar merasa malu pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus. Orion sengaja menjahili Nayla.
“Kamu mas awas aja ya.” Nayla beranjak dari kurisnya meninggalkan Orion yang masih tertawa telah menjahilinya. Orion dengan cepat melangkah mencekal lengan Nayla.
“Sayang jangan marah, mas hanya bercanda. Mas gemas melihat ekpresi lucumu. Maaf ya?” Orion berucap dengan lembut dan merengkuh Nayla dalam pelukannya mengusap lembut punggung Nayla
Merekpun melakukan sesi pemotretan dengan dress terakhir Nayla.
Jam menunjukkan pukul 5 sore, karena jam mendekati waktu maghrib. Orion meminta Dirga mencari hotel atau penginapan terdekat untuk dirinya dan Nayla beristirahat satu malam saja. Orion yang memiliki kekhawatiran berlebih dan sangat posesif terhadap Nayla dan kedua calon bayinya tidak ingin membuat mereka kelelahan dengan perjalanan satu jam. Apalagi weekend jalan yang akan dilewati pasti sangat macet. Dan membuat Nayla tidak nyaman diperjalanan.
Dirga dengan kemampuannya menemukan villa terbaik yang sesuai dengan kriteria tuan dan nyonyanya. Langsung membawa Nayla dan Orion ke villa terdekat.
“Sayang indah sekali pemandangan malamnya.” Ucap Nayla yang takjib akan pemandangan di hadapannya
“Kamu suka sayang?” Tanya Orion kepada Nayla dengan melingkarkan tangan ke perut besar Nayla dari belakang.
“Suka banget mas. Berapa lama kita akan berada di sini mas?”Tanya Nayla yang berharap berada di tempat ini beberapa hari
“Hanya malam ini sayang.”
__ADS_1
“Bisakah kita di sini dua atau tiga hari mas?”
“Tidak bia sayang, mas yakut kamu merasakan kontraksi di sini. Jatak dari dini ke rumah sakit cukup jauh ditambah fasilitas rumah sakitnya tidak sebaik di kota.”
“Tapi dokter bilang kan masih satu atau dua minggu lagi mas.”
“Feeling mas tidak akan selama itu. Tadi pagi saat kita berhubungan mas merasakan dan melihat tanda-tanda kelahiran anak kita sayang. Kita pulang besok ya? Demi kebaikanmu dan kedua buah hati kita.” Saat pergulatan tadi pagi Orion merasakan dan melihat tanda-tanda Nayla akan melahirkan sesuai dengan yang dibicarakan dokter kandungan Nayla ditambah ilmu yang Orion baca dari web resmi dan buku proses melahirkan.
Nayla juga mengeluh perutnya semakin mengeras dan merasa seperti sebuah benda besar turun ke bawah mendesak ke vaginanya. Walau tak merasa kontraksi tapi hanya rasa ngilu yang datang dan hilang selama pemotretan berlangsung. Untuk itu Orion tidak ingin mengambil resiko apalagi keselamatan tiga nyawa yang berarti dalam hidupnya.
“Baiklah mas, tapi kita pulang agak siang ya? Aku ingin melihat pemandangan di sini ditambah udaranya sangat sejuk dan menenangkan.”
“Baiklah, sekarang kita masuk udara menuju malam tidak baik untukmu sayang.”
Nayla menuruti keinginan Orion meski belum puas melihat pemandangan menuju malam hari. Tapi Nayla tidak mau egois hanya emi keinginannya membuat tubuhnya masuk angin ditambah kondisinya yang hamil besar
Setelah makan malam dan Nayla Orion melakukan kewajiban sebagai muslim. Mereka berdua kelelahan dan terlelap. Tengah malam Nayla merasa tidak nyaman karena merasa perutnya semakin mengeras dan kedua buah dadanya pun mengeras. Dan itu terasa ngilu. Nayla yang melihat Orion terlelap terlihat nyenyak tidak tega membangunkannya. Untuk itu Nayla bangun dan duduk di sofa yang berada di kamar tersebut agar pergerakannya yang tidak nyaman untuk tidur ke kanan kiri bahkan setengah duduk tidak menganggu Orion.
Nayla mencoba memperaktikan hasil dari yoga kehamilannya. Menarik napas perlahan, mengendalikan rasa panik dan takutnya dengan mengelus perut besarnya. Namun rasa ngilu dibawah perutnya semakin menjadi. Sekuat tenaga Nayla menahan suaranya agar tidak membangunkan Orion. Nayla yakin malam ini belum saatnya. Karena masih jauh dari perkiraan dokter. Hingga peluh membasahi Nayla akhirnya Nayla menyerah mengeluarkan suara ringisannya.
Sekarang hari SENIN jangan lupa VOTE nya dari voucher membaca kamu dan hadiah bunga 🌹 dari poin yang kamu miliki
__ADS_1
Kencengin like dan ramaikan komen miss triple up nih kalau rame 🤭🥰