Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
130. Peran Ayah Sesungguhnya


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat Orion benar-benar merasakan the real orang tua. Orion bukanlah lelaki yang hanya mau membuatnya saja, melepas tangan menyerahkan perawatan semua anaknya di tangan Nayla. Peran suami sangatlah penting untuk kesehatan mental dan fisik sang ibu dengan memberi peran meringankan tugas seorang ibu dan istri. Bukankah Tuhan menciptakan kedua insan bersatu untuk melengkapi satu sama lain dalam suka dan duka. Dan Orion sering turun tangan memandikan anak-anaknya, ikut bergadang dengan Nayla saat Fakhri haus. Dan tak jarang juga Orion yang merasa kasihan karena melihat Nayla yang terlelap kelelahan, untuk itu Orion tidak membangunkan Nayla namun meminumkan susu stok yang berada di frezeer susu Fakhri. Orion juga tahu cara mencairkan susu Fakhri.


“Sabar ya sayang, susunya sedang ayah hangatkan dulu. Ibunya lelah, kita biarkan ibu istirahat ya nak.” Seakan mengertu ucapan Orion Fakhri tidak menangis, Orion pun memberi susu melalui botol dot. Fakhri yang kehausan pun meminumnya dengan rakus.


“Anak sholeh ayah anteng ya sayang. Tidur lagi.” Orion mengelus kening Fakhri naik turun agar Fakhri tertidur lagi.


Keesokkan harinya Nayla terbangun setengah lima melihat wadah pumping ASI kosong dan dot yang tergeletak. Melihat jam didinding betapa terkejutnya karena jam menunjukkan setengah lima subuh. Nayla merasa bersalah tidak bangun di jam Fakhri seharusnya meminum ASI. Orion yang terganggu dengan gerakan Nayla yang melepas pelukannya ikut terbangun.


“Sayang ada apa?” Tanya Orion dengan suara serak khas bangun tidur


“Yah ibu telat bangun, jadwal Fakhri minum susu ibu dua jam sekali terlewat.”


Orion malah menarik Nayla ke dalam pelukannya dan berbaring kembali. “Sudah ayah berikan sayang dua jam lalu, ayah menghangatkan susu dari frezeer.” Ucap Orion dengan mata terpejam dan memeluk Nayla.


“Kenapa ayah nggak bangunin ibu, yah?”


“Sayang ayah tahu kamu lelah, lagian nggak apa-apa sekali-sekali Fakhri meminum susu dari stok susu di freezer.”


“Iya nggak apa-apa sih yah. Tapikan jadi ayah sendiri yang bergadang. Mana ayah harus ke kantor lagi. Terimakasih ya sayang.” Nayla mengecup bibir Orion yang matanya masih terpejam. Apa yang dilakukan Nayla malam membuat Orion membuka mata.


“Cara berterimakasih tuh bukan seperti itu sayang.” Orion membalikkan tubuh Nayla menindih tubuh mungil Nayla dan me*ncium melu*mat bibir se*ksi Nayla yang semakin sek*si karena ulah candunya. Walau telah memiliki empat putra Orion tidak pernah menghentikkan kebiasaan mencium bibir dan kening Nayla bahkan memberi pelukkan sebelum pergi dan pulang bekerja. Sentuhan fisik suami istri bisa membuat hubungan semakin dekat dan langgeng. Jadi jika kamu di awal pernikahan sering melakukan itu biasakanlah setiap harinya. Karena sentuhan fisik mengurangi resiko kehadiran pelakor dan pebinor karena sang pasangan selalu mendapat penghormatan dan kehangatan dari pasangannya. (Itu yang miss perhatikkan dari orang yang telah berumah tangga lama 🤭)


“Mas..,” Nayla mengerucutkan bibir akan perlakuan Orion setelah menciumnya Orion tak henti menghujani Nayla dengan kecupan-kecupan di seluruh bagian wajahnya. Kening, pipi, hidung, dagu dan berakhir di bibir


“Jangan kesel kesel sayang, kamu juga sukakan?" Orion benar-benar selalu membuat pipi Nayla merona dan malu walau mereka sering melakukannya bahkan lebih dari sebuah ciuman. Tapi entahlah Nayla masih selalu merasa malu.

__ADS_1


“Sudah sering juga masih aja malu-malu tapi mau gitu sayang. Bahkan lebih dari ini loh sayang.”Ucap Orion menggoda Nayla dengan tawanya. Nayla malah menghadiahi pukulan kecil di dada bidang Orion. Orion malah semakin gemas dengan ekpresi Nayla yang selalu malu-malu oleh sikapnya.


“Anak sudah empat juga masih aja mesum.” Nayla memutar bola malasnya


“Mesum sama istri sendiri ya nggak apa-apa sayang. Daripada mesum sama istri orang kan?" Orion terkekeh mengucapkannya


“Apa? Berani mesumin istri orang?? Oh gitu.”Nayla lagi-lagi menghadiahi dada bidang Orion dengan pukulan tak seberapa


Orion malah tertawa terbahak-bahak. Nayla semakin kesal dengan Orion yang malah tertawa.


“Kamu malah ketawa mas? Jangan harap dapat jatah malam ini.” Nayla berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan melakukan kewajibannya sebelum memasak. Nayla sudah melewati masa nipasnya, karena usia Fakhri juga sudah menginjak delapan bulan. Jadi sudah enam bulan berlalu Nayla selesai nipas. Dan Nayla sudah memakai IUD kembali. Nayla rasa untuk saat ini cukup dahulu akan kehadiran dua jagoan dan satu princessnya. Baru jika Orion menginginkannya kembali Nayla akan melepasnya.


“Sayang, maaf. Ayah cuman bercanda.” Orion menahan pergelangan tangan Nayla saat akan beranjak ke kamar mandi


“Nggak lucu yah, jangan bercanda gitu. Hati-hati ucapan itu do’a loh. Ibu nggak suka ayah bercanda ngawur.”


“Hmm,” Nayla hanya bergumam membalas pelukan Orion


“Jangan terlalu kelelahan sayang, biarkan nanny membantumu. Apalagi Fariz dan Freya semakin aktif.”


“Ibu nggak lelah yah, walaupun ibu kadang merasa capek tapi ada saja tingkah mereka yang membuat ibu bahagia. Ibu bersyukur memiliki dua jagoan dan satu princess yang menggemaskan, ya walaupun mereka dominan ayah, ibu hanya menang di bentuk mata dan bibir mereka dan hanya Freya saja yang dominan ibu .” Ucap Nayla masih dalam dekapan Orion. Fariz dan Fakhri memang lebih dominan mirip Orion dan Freya dominan Nayla. Meski sifat mereka menuruni sifat keduanya. Namun sifat Fariz lebih dominan Orion sedangkan Fakhri menuruni sifat mbah kakungnya dari Orion yang berjiwa bebas dan suka melakukan hal berbahaya. Walau usianya delapan bulan Fakhri sudah bisa berjalan lebih cepat dari kakak-kakaknya dahulu. Sering kali Nayla kecolongan Fakhri sudah menaiki meja bahkan naik tangga jika berada di ruang keluarga. Namun tak pernah sampai terjatuh. Jadi tak heran saat mengandungnya Nayla mengidam hal ekstrim.


“Walau mereka dominan ayah setidaknya mereka memiliki karakter ibu tidak dominan ayah. Coba kalau semuanya seperti ayah apa jadinya?”


“Aduh jangan deh, yang ada ibu pusing di posesifin semua. Bisa stress ibu. Keposesifan ayah ditambah tiga orang ngeposesifin ibu.” Nayla menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Orion tertawa terbahak dengan ekpresi Nayla yang sudah melepas dekapannya.


“Gimana ayah nggak posesif kalau istri ayah yang sudah melahirkan tiga anak ini masih semenggemaskan ini.”


“Udah tua masih ngegombal.” Nayla memutar bola malasnya


"Enggak gombal sayang kenyataan." Orion mengikuti Nayla yang hendak masuk ke kamar mandi.


"Ngapain ayah ikut masuk?"


"Mau mandi juga sayang."


"Ya sudah ayah dulu, ibu setelah ayah." Nayla berbalik menuju pintu keluar namun ditahan Orion


"Mandi bersama sayang." Mau tak mau Nayla pun mengikuti keinginan Orion dan terjadi apa yang harusnya terjadi di pagi yang dingin itu dengan saling memberi kehangatan.


Kan miss up lagi nih sebelum pergi mencari cuan demi apa???


Demi misstizenku zheyenk 🤭


Kalau misstizen tahu miss bikin naskah di mana dijamin ngakak 🤣


Hanya demi misstizen pembaca setia miss miss lakukan ini 😂🤭


Jadi please hargai karya miss dengan apa? KENCENGIN LIKE, VOTE dan ramaikan KOMEN

__ADS_1


HARI SENIN nih pake VOUCHER BACA nya untuk VOTE 🥰


__ADS_2