Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
132. Berulah


__ADS_3

Teh Eyaa no no.., adek ilangin aa Ais.”


(Teh Freya tidak tidak boleh, adek bilangin aa Fariz). Ucap Fakhri yang masih belum jelas mengucapkan kata demi kata walau usianya sudah tiga tahun.


“Dedek awas ya kalau bilang aa Fariz, nggak akan teteh kasih es krim.” Ancam Freya yang sedang mencoba memanjat pohon di depan rumahnya. Freya merasa tertantang oleh teman laki-lakinya yang mengatakan dirinya manja dan tidak bisa bermain bebas seperti memanjat pohon. Freya juga telah merekam tindakannya dengan menyandarkan gawai miliknya ke meja yang ada di gazebo berhadapan dengan pohon tersebut untuk membuktikkan bahwa dirinya mampu dan tidak manja.


“Freyaa...," teriak Fariz yang baru saja melihat apa yang dilakukan Freya


“Aaargh...,bruk.” Freya terjatuh dari pohon karena terkejut dengan teriakan Fariz


“Teh eyaa...hiks...hiks..,” Fakhri menangis melihat Freya menangis karena kakinya terkilir dan berdarah di sikunya karena goresan


Para maid menghampiri kegaduhan yang dilakukan ketiga kakak beradik tersebut


“Biar saya yang gendong nona muda, tuan muda.” Ucap Eilia asisiten pribadi Nayla yang mau menggendong Freya.


“Jangan mbak, biar saya saja.” Fariz yang tubuhnya lebih tinggi dan tegap di banding Freya yang tubuhnya mungil menuruni postur Nayla. Fariz menggendong Freya ala bridal ke kamarnya.


“Hiks..,hiks..,sakit aa.” Isak Freya yang masih ada di gendongan Fariz


“Suruh siapa bandel.” Ucap Fariz dengan datar tanpa ekpresi. Fariz memang tak akan memarahi Freya, Fariz tumbuh menjadi anak yang cerdas secara intelektual dan emosional. Walau Orion memiliki sikap yang terkadang tempramental namun sifat Nayla yang tidak mudah emosi lah yang telah dituruni kepada Fariz. Bisa dikatakan Fariz merupakan sosok anak sempurna perpaduan Orion dan Nayla entah dari segi fisik dan karakter. Orion yang terkadang tempramental dan Nayla yang lemah lembut kesatuan yang saling melengkapi hingga terbentuk karakter Fariz yang dibilang bijaksana. Jadilah tumbuh Fariz kecil dengan jiwa seorang calon pemimpin yang bijaksana dan bertanggung jawab walau tergolong laki-laki yang dingin dan tak ramah namun menyayangi adik-adik dan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sedangkan Nayla sedang keluar menemani Orion di Perusahaan. Walau Nayla tak membantu Orion, namun terkadang Orion ingin Nayla menemaninya kerja di kantor. Bukan kemauan bawaan Nayla hamil kembali. Memang pada dasarnya Orion si ayah tiga anak dari Nayla dan suami yang bucinnya tingkat dewa ke tujuh. Orion kadang merasa cemburu jika Nayla menghabiskan hampir seluruh waktunya bersama ketiga anaknya. Sedangkan bersamanya hanya saat malam hingga pagi sebelum harus pergi ke Perusahaan. Untuk itu dengan entengnya Orion meminta dua hari dalam seminggu Nayla menemani aktifitasnya entah hanya di kantor atau harus pergi bertemu klient. Karena dengan kemajuan pesat perusahaan-perusahaan yang dimiliki membuat Orion sulit untuk menikmati quality time bersama Nayla ataupun keluarga kecilnya jika bukan hari sabtu atau minggu. Itu pun sering teganggu oleh pekerjaan yang tiab-tiba-tiba menghampirinya. Apalagi jika ada setumpuk dokumen yang harus di tandatangani.


“Mas aku pulang ya?” Eilia bilang Freya jatuh.”


“Apa jatuh? Jatuh darimana?” Orion langsung berdiri di kursi kebesarannya terjangkit kaget mendengar apa yang dikatakan Nayla


“Jatuh dari pohon.”


“Astagfirullah kenapa bisa dari pohon apa yang dilakukan Freya kali ini?” Freya memang dimanja oleh seluruh anggota keluarganya tapi dia tak menjadi gadis manja. Walau Freya gadis feminim yang menyukai warna pink dan lilac Freya sering kali melakukan hal yang membuatnya penasaran bahkan sering membahayakan dirinya. Seperti saat ini mencoba memanjat pohon walau tidak tinggi tapi tetap saja untuk ukuran anak lima tahun perempuan memanjat pohon adalah hal yang membahayakan. Dan Orion akan langsung meninggalkan segala aktifitasnya jika terjadi sesuatu kepada anak-anaknya terutama Freya anak perempuan satu-satunya.


“Ibu belum tahu yah.”


“Ayo kita pulang sayang.”


“Enggak apa-apa biar Dirga yang mengurusnya. Freya lebih penting.” Orion menggenggam tangan Nayla keluar dari ruangannya dengan ekpresi khawatirnya


Nayla hanya bisa pasrah mengikuti keputusan Orion.


“Ga meeting siang ini kamu yang urus. Freya terluka jadi jangan ganggu saya oleh urusan pekerjaan apapun.” Ucap Orion kepada Dirga yang baru akan masuk ke ruangan saat Orion dan Nayla keluar dari ruangan


“Baik tuan.” Dirga menunduk hormat kepada Orion dan Nayla

__ADS_1


**


Di kediaman Orion


“Jadi gimana rasanya dek?” tanya Fariz tanpa ekpresi kepada Freya yang telah diobati dirinya, Fariz yang mandiri bahkan bisa memijit kaki terkilir. Fariz belajar dari pelatih karatenya jika sewaktu-waktu mereka mengalami cidera karena terkilir.


“Ko aa nanya sih? Nggak liat adek kesakitan.” Freya dengan sisa isakannya


“Kan sudah tahu sakit. Mau nyoba-nyoba yang belum pernah kamu alami lagi tanpa nanya aa?” Fariz bertanya dengan lembut namun penuh kharisma


“Ya habisnya Freya sebel sama Irfan dia bilang Freya manja, nggak pernah ngerasain permainan anak kecil normal lainnya. Cuman di rumah aja. Terus Freya nanya emang permainan normal tuh kayak gimana? Eeh dia jawab manjat pohon bisa nggak kamu? Buktiin kalau kamu bukan anak manja dengan ngerekam saat Freya manjat.”


“Terus adek percaya gitu aja? Emang adek pernah liat teman adek itu manjat pohon?”


Freya menggelengkan kepala, menundukkan kepalanya walau dari tadi Fariz tidak memarahinya hanya bertanya dan memberikan pernyataan


“Aa kan udah bilang kalau ada yang ngomong apa-apa bilang ke aa, tanya ke aa pastiin. Jangan kemakan apalagi kepancing omongan temen-temen kamu yang berniat ngerjain kamu. Nah sekarang kamu sendiri yang rugi sampai terkilir gitu ditambah luka. Jadi besok kamu nggak bisa sekolahkan?”


“Iya maafin Freya aa, Freya nggak akan ulangi lagi.”


“Aa sudah bosan dengar kata maaf dan janji adek. Sekarang aa balikin ke adek aja mau terus-terusan dengar kata orang atau nurut sama aa sudah gitu aja dari aa mah. Adek nggak harus minta maaf sama aa, kamu nggak punya salah sama aa. Tapi kamu harus minta maaf sama diri kamu sendiri karena terus ngelukain diri kamu sendiri karena ucapan teman-teman kamu. Lihat aja kalau ibu tahu akan ada keputusan apa buat kamu.”

__ADS_1


“Aa please atuh lah bantuin Freya, Freya nggak mau sampai di home schoolingin sama ibu.”


“Siapa yang mau home schoolingin Freya?” Ucap Nayla yang baru saja masuk ke kamar Freya. Pura-pura tak paham apa yang dikatakan Freya


__ADS_2