
Setelah hari yang panjang dengan perdebatan yang selalu dimenangkan ibu hamil Nayla. Hari ini Orion merasa benar-benar lelah. Bukan lelah karena pekerjaan yang menumpuk, melainkan lelah menghadapi emosi ibu hamil yang tak bisa dibantah.
Malam ini Orion sangat merindukan Nayla yang tenang tanpa mau ini itu. Orion menikmati waktu santai mereka di ranjang. Walau sudah malam Nayla belum tertidur karena Orion yang meminta bersantai sejenak ternyata sudah tertidur labih dahulu terlelap lupa akan Nayla yang tidak bisa tidur tanpa elusan di perutnya.
Orion hanya memegang perut Nayla tanpa mengelusnya dengan kaki menindih kaki Nayla.
"Ayah...yah..," Nayla memanggil Orion dengan menyentuh tangan Orion
"Hem..iya sayang." Orion menyahut tanpa membuka mata.
"Ibu nggak bisa tidur, elusin perut." Tanpa menjawab Orion pun mengelus lembut perut Nayla. Mereka pun tertidur lelap.
Keesokan harinya Orion terbangun lebih dahulu ia mengganggu Nayla yang belum terbangun. Biasanya Nayla terbangun lebih dahulu daripada Orion, tapi semenjak beberapa hari lalu Nayla yang semakin mudah kelelahan menjadi terbangun jam 05.00.
Jam masih menunjukkan pukul 04.30. Orion mengecup lembut pipi, hidung, mata kanan kiri, kening dan terakhir bibir ranum Nayla bermaksud membangunkan Nayla dengan menganggu tidur Nayla kedua kalinya. Tapi Nayla tak terganggu dengan kecupan-kecupan Orion. Lalu Orion dengan tangan jahilnya mengelus perut bawah Nayla yang menjadi titik sensitif Nayla akhir-akhir ini. Nayla melenguh dengan sentuhan tangan Orion, terbangun dan mengerjapkan matanya.
"Yah, aah..jangan ibu ngantuk." Tangan Orion semakin nakal, Nayla mendesah karena sentuhan Orion.
Orion yang melihat Nayla sudah terbangun, bersandar di kepala ranjang. Nayla menahan hasrat yang di rangsang Orion, ia masih bisa menahan selama sentuhan itu tak berlanjut. Nayla merasa sangat lelah dan mengantuk.
"Bu sini duduk di sini." Orion meminta Nayla duduk di atas perutnya.
"Mau ngapain, yah? Malam udah loh yah." Setelah malam jam 21.00 mereka terlelap Orion terbangun jam 23.00 ia tiba-tiba sangat menginginkan Nayla. Orion menganggu tidur Nayla dengan sentuhan-sentuhan di bagian sensitif Nayla hingga membuat Nayla melenguh dan terbangun. Orion menuntaskan hasratnya hingga jam menunjukkan 01.00.
"Enggak lagi, sayang. Ayah hanya ingin ibu duduk di sini. Ayo."
"Hanya duduk saja ya?"
"Iya, sayang."
"Beneran ya, yah?" Walau Nayla tak yakin akan ucapan Orion Nayla tetap mengikuti keinginan Orion duduk di atas perut Orion.
Orion mengangguk dengan senyum tak bisa diartikan.
Ilustrasi gambar diambil dari pinterest
Saat Nayla sudah duduk di perut Orion, Orion melingkarkan tangan di pinggang Nayla memberi elusan lembut ke punggung hingga ke perut depan Nayla.
"Hangat nggak bu?" Orion terbangun menginginkan mengelus perut Nayla dengan posisi duduk di atas perutnya
"Iya, yah. Pegal di punggung dan pinggang ibu berkurang." Orion tersenyum dengan mengulangi elusannya. Semakin lama elusan dari punggung ke depan turun ke bawah perut Nayla yang sangat sensitif akan sentuhan Orion yang merangsang Nayla.
"Yaah, aaah...aah." Sentuhan Orion dibawah perut Nayla sangat merangsang Nayla. Orion yang mendamba Nayla yang sedang menikmati sentuhan Orion dengan desahannya. Posisi Nayla duduk di atasnya membuat junior Orion terbangun. Orion menurunkan tubuh Nayla membaringkan Nayla dengan perlahan ke ranjang kingnya
Merekapun saling memberikan kehangatan di pagi yang dingin kedua kalinya. Hasrat Orion yang sudah tinggi semakin tak terkendali semenjak kehamilan Nayla. Nayla yang terlihat semakin seksi dengan perut yang semakin membuncit membuat Orion selalu merindukan dan ingin menyentuhnya, bibir dan tubuh Nayla menjadi candu untuknya. Saat Orion merindukan dan merasakan menginginkan Nayla ia tak bisa menahannya, seperti beberapa hari lalu. Ia yang sedang berkutat di meja kantornya, tetiba sangat merindukan dan menginginkan Nayla. Langsung menghentikkan pekerjaan dan pulang ke kediaman dengan mengemudikan mobil sendiri tanpa Dirga.
Flashback On
Orion sedang menandatangani setumpuk berkas di ruang kerja perusahaannya, tetiba menginginkan Nayla. Ia yang biasanya bisa menahan hingga waktu pulang tiba, akhir-akhir ini tak bisa menahannya. Rasanya sangat menyiksa diri. Orion meninggalkan semua berkas, bergegas keluar dari ruangan.
"Tuan, anda mau kemana? Siang ini ada meeting dengan klient." Ucap sang sekretaris
__ADS_1
"Biar Dirga yang menghandle, saya ada urusan urgent." Orion berlalu tanpa mendengar respon sang sekretaris.
Orion mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Ia benar-benar tersiksa sangat merindukan dan menginginkan Nayla. Saat sudah sampai di kediaman, ia turun dari mobil dengan berlari kecil.
"Sayang, bu dimana?" Orion berteriak memanggil Nayla.
"Nyonya muda berada di gazebo tuan." Ucap salah satu pelayan yang berjaga. Orion menghampiri Nayla yang berada di gazebo belakang.
"Sayang," Orion memanggil Nayla yang sedang memberi makan ikan yang kolamnya berada di bawah gazebo.
"Ayah ko, sudah pulang?"
Orion berlari ke gazebo dan menubruk tubuh mungil Nayla. "Ayah sangat merindukan ibu." Orion berkata dengan memeluk tubuh Nayla
"Lagi?? Ayah ninggalin kerjaan lagi?" Nayla heran karena akhir-akhir ini Orion selalu pulang tiba-tiba memeluk dan berakhir di ranjang bersamanya
"Ayah nggak tau sayang, kenapa begini. Ayah sangat tersiksa jika merindukan dan selalu bersamaan menginginkan ibu, sayang." Orion berucap dengan menggendong Nayla ala bridal style menuju kamar utama.
"Ayah tuh kayak yang ngidam aja."
"Iya sepertinya ayah ngidam bu. Dan ngidam ayah tuh hanya mau ibu." Orion yang sudah berkabut gairah menurunkan Nayla ke ranjang dengan perlahan. Menindih mengungkung tubuh mungil Nayla dengan perut yang mulai membesar. Siang itu ruangan kamar utama semakin panas dengan pergulatan Orion yang tak mengenal lelah menggempur Nayla walau dengan perlahan dan hati-hati. Orion takut melukai anak pertama dalam kandungan Nayla, tapi ia juga tak bisa mengendalikan keinginannya, hanya Nayla lah yang wanita yang selalu ia inginkan menuntaskan hasratnya.
Flashback Off
Karena sangat kelelahan Nayla dan Orion pun tertidur kembali hingga menjelang sore melewatkan makan siang.
Drt....drt...
"Hallo assalamu'alaikum, Rion," suara ibu Riani di sebrang sana
"Walaikumsalam, iya mah," suara serak Orion khas bangun tidur
"Kamu baru bangun? Nggak ke perusahaan, Rion?"
"Iya mah baru bangun, tadi sempat ke sana tapi ngerasa nggak enak badan jadi siang pulang." Orion sedikit berbohong karena ia malu jika mengatakan pada mamahnya jika akhir-akhir ini Orion sangat tersiksa setiap kali merindukan dan menginginkan Nayla.
"Kamu sakit? Sakit apa? Mamah usahakan besok pulang."
"Tidak usah mah, hanya kurang enak badan. Nayla sudah mengobati Rion. Ini juga sudah membaik mah. Nggak perlu khawatir, ada Nayla mah di sini."
"Alhamdulillah syukurlah, hahaha ya mamah lupa sudah ada wanita cantik yang kamu cintai di sampingmu, nak. Mamah bersyukur sekali sekarang hidup kamu lebih baik bersama Nayla."
"Iya mah, alhamdulillah Rion juga bersyukur mah Nayla hidup bersama Rion."
"Apa kabar Nayla dan calon cucu mamah?"
"Alhamdulillah keduanya sehat, mah."
"Oh ya Rion, untuk rencana kamu tasyakuran empat bulan Nayla, mamah mau kamu merayakannya di hotel x di Bandung saja, tempat kamu dan Nayla menikah."
"Kenapa tidak di sini saja mah?"
__ADS_1
"Keluarga Nayla, teman-temannya kan banyak di Bandung. Lagian fasilitas di hotel x berbintang 6 itu sangat lengkap. Setelahnya kalian juga bisa beristirahat dengan nyaman."
"Baik, mah Rion ikut baiknya mamah."
"Oh ya untuk pakaian yang akan dikenakan kamu, Nayla, keluarga besar kita, dan keluarga besar Nayla, nanti akan ada desainer ya datang ke kediaman masing-masing. Mungkin besok.
"Iya, mah. Mamah dari sana pulang kapan?"
"Insya allah mamah dan papah pulang ke Indonesia sekitar 1 minggu atau 5 hari sebelum acara tasyakuran Nayla. Kamu jangan buat Nayla kelelahan, Rion. Ini anak pertama kalian, pasti Nayla juga banyak mengalami hal nggak nyaman selama kehamilannya."
"Iya mah. Alhamdulillah Nayla nggak merasakan morning sickness. Rion yang menggantikannya mah di dua bulan pertama."
"Hahaha, itu efek kamu yang bucin sekali pada Nayla."
"Memang kenyataannya mah. Rion akhir-akhir ini benar-benar tak bisa menjauh dari Nayla mah. Rion sangat tersiksa jika Nayla jauh dari pandangan, Rion." Akhirnya Rion jujur akan apa yang dirasakannya.
"Serius kamu, Rion? Ternyata kamu dan papahmu merasakan yang sama seperti dulu mamah mengandungmu."
"Maksud mamah?"
"Iya papah kamu tuh bucin banget sama mamah pas hamil kamu dia nggak bisa sebentar aja jauh dari mamah. Kamu mending sih hanya merindukan Nayla papah kamu tuh selalu mau mamah, parahnya lagi suka nggak tahu tempat. Bahkan karena saking nggak mau jauh dari mamah, mamah tuh hampir tiap hari dibawa ke kantor."
"Oh ya mah? Ternyata papah juga seperti itu." Orion tak mengatakan jika ia juga selalu menginginkan Nayla, dalam dirinya ia selalu ingin melakukan dimana saja ketika Nayla berada. Tapi ia tak bisa selalu mengikuti keinginannya, karena Nayla pernah merasa tidak nyaman dengan melakukan dimanapun, Nayla lebih nyaman di tempat tertutup seperti kamar, kamar mandi atau suatu ruangan private. Orion sangat menurunkan ego demi kenyamanan dan kebahagiaan Nayla. Ia tak mau egois, memikirkan selalu kepuasaan birahinya saja. Dan Orion merasa mendapat ide dari mamah untuk membawa Nayla ke perusahaannya.
"Iya, Rion. Jangan-jangan sebenarnya kamu juga seperti itu ya pada Nayla?"
"Hahaha, sudah mah Rion mau membersihkan tubuh dulu." Rion mengalihkan pembicaraan karena ia malu mamah bisa menebak
"Tuhkan, kamu baru buat Nayla kelelahan ya? Bilang saja kamu pulang dari perusahaan karena mau Nayla? Hahaha"
"Orion tutup ya mah, assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, ingat Rion jangan bikin Nayla kelelahan."
"Iya, iya mah." Mamah Orion pun mematikkan sambungan telefon lebih dahulu
Hallo misstizen gimana gimana makin seru nggak???
Uwuuu banget ga nih om Rion makin bucin sama Nayla????
Miss mau tau dong saran dan kritik membangunnya lagi. Jujur miss seneng ko baca komen kalian meskipun ada yang kurang baik dalam menyampaikannya, tapi miss hargai itu.
Ada juga nih yang bilang miss muter muter iih walau nulis novel yang pertama banyak tuh yang bahasanya udah bagus.
Makasih sekali masukannya miss masih benar benar baru belajar sayang sayangku jadi mohon dimaklum ya
Jujur menuliskan kata kata secara detail itu tak semudah menjadi netizen loh guys, miss merasakan kesulitan thor thor lain sekarang kadang ngerasa ga punya ide, stuck bahkan kepikiran aduuh kasian misstizen nih belum dikasih asupan Up dari miss ðŸ¤
Jadi miss harap misstizen menghargai usaha miss yang selalu berusaha up di sela sela kesibukkan real life miss yaa dengan memberi LIKE, VOTE dan FOLLOW miss di sini dan instagram missnayla93
Gomawoyo cingudeul 🥰😘
__ADS_1