Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
90. Mengakui Kesalahan kepada Keluarga Wijaya


__ADS_3

Di dalam mall


“Kalian semua berkumpul di depan toko,” ucap Eilia kepala maid kepada seluruh pengawal melalui sambungan telekomunikasi milik mereka


Seluruh pengawal sudah berkumpul dan menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di mall.


“Nyonya Nayla menghilang dari kamar ganti, kalian semua menyebar cari keberadaan nyonya Nayla. Dan saya akan ke tempat CCTV berada.”


Seluruh pengawal Orion pun menyebar mencari keberadaan Nayla.


Eilia menelefon Orion namun masih tidak ada jawaban.


“Tolong mundurkan 10 menit ke belakang di tempat itu.” Tunjuk Eilia ke layar yang menampilkan depan ruang ganti di toko peralatan ibu dan anak yang Nayla datangi.


Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat Nayla yang merubah tampilannya dan masuk ke ruang pegawai.


“Apakah di ruang pegawai ada CCTV?”


“Itu sudah ranah pemilik toko nyonya. Anda bisa langsung tanyakan kepada pengelolan toko tersebut.”


“Ok terimakasih bantuannya.” Eilia pun pergi meninggalkan ruangan CCTV di mall dan masuk kembali ke toko. Dengan izin pemilik toko Eilia mengecek CCTV di ruang pegawai, terlihatlah Nayla yang dibantu keluar oleh pegawai toko tersebut. Namun sang pegawai telah ganti shift. Eilia juga menemukan tampilan di basment saat Nayla di bekam.


Dengan perasaan campur aduk Eilia berusaha terus mencoba menelefon Orion, karena ia ingin meminta izin melakukan pencarian besar-besaran di kota tersebut. Namun nihil telefon Orion tak dijawab.


Di negara L, Orion yang akan menuju bandara untuk pulang ke swiss dengan jet pribadinya dihadang oleh banyaknya pengawal keluarga Wijaya di bandara.


“Tuan kami perwakilan dari keluarga Wijaya, tuan Hendra ingin anda menemuinya di Jakarta. Silahkan anda mengikuti kami.”


“Saya akan menemuinya lusa. Saat ini saya tidak bisa ikut dengan kalian.”


“Maaf tuan, jika anda tidak mengikuti kami saat ini. Para anak buah kami akan membawa anda dengan paksa dan membuat keributan di negara ini atas nama anda. Dan anda tidak boleh membawa pengawal-pengawal anda, anda hanya diizinkan membawa satu pengawal saja.


“Pergilah kalian kembali ke negara Swiss. Dan kamu Dirga ikut denganku.”


“Baik, tuan.”


Orion yang tidak mau direpotkan oleh kekacauan dari ancaman pengawal perwakilan Wijaya pun memilih mengikuti mereka. Orion menatap Dirga terlebih dahulu, Dirga paham maksud Orion. Dirga mengikuti Orion masuk ke jet pribadi Wijaya. Dirga juga telah memberi pesan lewat surel kepada Eilia untuk memperketat keamanan Nayla atas perintah Orion.

__ADS_1


Orion mau tak mau harus siap dengan apa yang akan dilakukan keluarga Wijaya, satu hal yang sudah Orion siapkan. Dia akan mempertahankan keutuhan keluarganya bersama Nayla. Bagaimanapun caranya ia tak ingin kehilangan wanita yang dicintainya selama ini.


Hampir seharian perjalanan Orion dari negara L ke Jakarta, tepatnya 23 jam 15 menit.


Setelah perjalanan panjang keesokan sore harinya, pengawal Wijaya membawa Orion ke suatu tempat tapi bukan kediaman Wijaya. Pa Hendra, papah angkat Nayla tidak ingin apa yang dilakukannya diketahui mamah angkat Nayla, Riani. Untuk itu Hendra menyiapkan sebuah tempat kosong untuk memberi pelajaran pada Orion.


1 jam perjalanan yang harus Orion tempuh untuk sampai di tempat Hendra berada. Merekapun sampai di sebuah gedung kosong di sana terparkir tiga mobil mewah. Para pengawla Wijaya membawa Orion ke dalam gedung melewati setiap ruangan kosong seperti gudang. Naik ke lantai dua. Di sana sudah ada Hendra, Adrian dan Asisten Hendra duduk di kursi yang disediakan. Hendra dan Adrian menatap tajam Orion yang baru datang.


Bug..,


Tanpa sepatah kata Adrian memukul wajah Orion yang berjarak tidak jauh.


Bug


“Untuk lelaki brengsek yang telah mengambil adik kami dengan cara licik dan membohongi keluarga kami.” Adrian memberi pukulan kedua dan ketiga, Dirga maju saat pukulan kedua namun Orion mengangkat satu tangannya. Dua pengawal Wijaya menahan kedua tangan Dirga untuk tidak ikut campur dengan apa yang dilakukan oleh tuannya.


“Sudah hentikkan Rian jangan kotori tanganmu untuk kekotoran manusia tidak tahu malu ini.” Ucap pa Hendra dengan tegas. “Katakan apa benar yang ada di dokumen ini?” Ucap Hendra dengan melempar dokumen ke wajah Orion


Orion memungut dokumen tersebut, membuka dan membaca lembar demi lembar dengan tenang. Orion sudah mengira Rio dan Hanum akan melakukan hal picik ini. Wajah Orion sudah lebam karena pukulan Adrian.


“Jelaskan brengsek bukan hanya diam.” Bentak Adrian yang akan memukul kembali namun ditahan Hendra


Bug bug bug


Adrian yang sudah emosional menendang perut Orion hingga terjatuh dan memukuli wajahnya kembali tanpa ampun, tidak menunggu penjelasan Orion terlebih dahulu.


“Tuan mohon dengarkan penjelasan tuan Orion, tidak semua yang kalian tahu benar. Tuan Rion memiliki buktinya.” Ucap Dirga dengan lantang yang mencoba melepas tangannya dari kedua pengawal Wijaya untuk membantu Orion.


“Hentikkan Rian,kita dengar dahulu penjelasan Rion” bentak Hendra


Adrian menghentikkan pukulan untuk Orion. Orion mencoba berdiri namun terjatuh karena rasa sakit di perutnya. Tangan Dirga dilepaskan pengawal dan membantu Orion berdiri.


“Jelaskan Rion mengenai dokumen itu.” Tunjuk Hendra pada dokumen yang tergeletak di lantai


“Saya memang belum bercerai secara hukum dengan Hanum, kami belum bercerai karena ada surat perjanjian pra nikah yang Hanum hindari. Untuk itu dia bersembunyi untuk memperlambat proses perceraian secara hukum. Dan untuk anak yang dikandung Hanum bukanlah darah daging saya pah. Saya memiliki bukti itu.”


Dirga langsung memberikan chip kecil yang disimpan di dalam dompetnya diberikan kepada pak Hendra.

__ADS_1


“Di chip itu ada rekaman percakapan Hanum dan Rio pah maksud dari mereka mengirimkan dokumen ini ke keluarga papah. Saya mengakui salah tidak jujur dari awal kepada keluarga papah dan Nayla. Maafkan saya pah, tapi saya benar-benar mencintai anak papah Nayla. Saya mohon beri saya kesempatan menyelesaikan urusan saya dengan Hanum dan hidup damai aman bersama putri papah.” Ucap Orion dengan tegas dan lugas walau menahan perih di bibir dan wajahnya yang lebam karena pukulan Orion


Asisten Hendra yang peka membuka macbook memasangkan chip tersebut dan memutar rekaman Hanum dan Rio. Hendra dan Adrian yang mendengar itu menahan amarah dengan rahang mengeras.


“Kamu tau Rion semua sumber masalahnya ada di kamu. Mereka mengincarmu namun melibatkan Nayla di dalamnya. Saya tak ingin tahu bagaimana caranya selesaikan urusanmu dengan mereka. Dan untuk Nayla bawa dia kembali padaku.” Hendra berkata dengan tegas dan lantang


“Saya benar-benar meminta maaf pah tapi saya benar-benar mencintai putri papah Nayla. Saya mohon beri saya kesempatan menyelesaikan urusan saya dengan Hanum dan hidup damai aman bersama putri papah. Biarkan Nayla tetap berada di sisi saya pah.”


“Kamu pikir saya tega membiarkan Nayla berada dalam lingkaran permasalahanmu yang rumit?”


“Saya mohon pah, jangan ambil Nayla saya tidak bisa hidup tanpanya dan kedua calon anak kami.”


Dirga yang mendapat panggilan terus menerus memutuskan mengangkat telefon dan agak menjauh. Lalu menghampiri Orion dan akan membisikan sesuatu.


“Jangan berbisik katakan ada apa Dirga?” Titah Hendra kepada Dirga yang akan berbisik kepada Orion


“Kepala maid kami di negara Swiss melaporkan bahwa nyonya Nayla kabur dari mall saat mencoba pakaian, dan di kamar nyonya ditemukan dokumen yang sama dengan yang diterima tuan Hendra.”


“Lihatlah Rion semua karena permasalahanmu yang pelik. Saya tidak mau tahu cari Nayla jika tidak kamu temukan Nayla mau tidak mau saya sendiri yang akan mengurus perceraian kalian.”


“Pah saya mohon jangan pisahkan kami. Saya memang belum jujur kepada Nayla. Nayla hanya salah paham. Beri saya waktu mengurus perceraian dengan Hanum dan saya akan menemukan Nayla secepatnya. Sekali lagi saya mohon jangan pisahkan kami pah. Saya sangat mencintai putri papah.”


“Saya beri kamu waktu dua minggu menyelesaikan permasalahanmu dengan Hanum. Dan temukan Nayla secepatnya, perpisahan kalian saya serahkan keputusannya kepada Nayla. Apapun keputusan Nayla saya akan mendukungnya.”


Miss baikkan double up 🤭


Miss mau cepet cepet selesain klimaks


jujur yees tadinya alurnya sangat menyakitkan tapi miss ga mau bikin para misstizen kesel sama Rion apalagi sama miss 🤭😅


Nikmati alurnya ya, riders miss yang bilang seru tapi ko sedikit sekali bunga dan Vote nya?? 😢


Diklik dong zheyenk untuk mengapresiasi karya miss 🤗


Miss mau tanya skuel anak Rion dan Hanum nanti mau beda judul atau season dua ya? Komen yaa


Ceritanya ga ribet ko lebih ringan kalau masih pada mau baca

__ADS_1


Mau nggak? Dibuat skuel anak mereka?


__ADS_2