Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
123. Titanic Versi Orion


__ADS_3

“Mas kita ko nggak di luar kamar kita. Mau kemana kita?”


“Kita ke paling atas sayang. Kamu akan menikmati indahnya lautan luas di atas sana.” Orion mengenggam tangan Nayla dengan jalan beriringan menuju tempat oaling atas di kapal pesiar tersebut


“Mas anginnya kencang sekali. Tenanglah sayang, ada mas. Ayo kita ke tengah ujung kapal pesiar.”


“Apa yang mau mas lakukan mas? Aku takut terlalu dekat dengan lautan.” Kamu


“Percayalah sayang, mas akan ajari kamu menikmati hembusan angin laut sore ini. Lihatlah sayang senja mulai terlihat di langit.” Orion menunjuk langit di depannya dan mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan Nayla yang dempat terlepas karena menolak untuk ke tengah ujung kapal pesiar. Akhirnya Naylapun menerima uluran tangan Orion untuk saling mengisi ruas jari mereka dengan saling menggenggam. Saat sudah berada di tengah ujung pesiar. Orion meminta Nayla merentangkan kedua tangannya.


“Jangan gugup sayang, nikmati saja mas di belakangmu.” Orion melingkarkan kedua tangannya ke perut bulat Nayla dengan kepala bersandar di bahu Nayla. Tangan Nayla sudah terentang dan mulai relaks saat Orion mengelus perut besarnya.


“Mas kita seperti tokoh utama dalam titanic melakukan hal seperti ini.”


“Ya memang seperti itu sayang. Tapi kita dan mereka jelas berbeda. Setelah ini kita tetap hidup bersama dengan anak-anak kita. Menua hingga mereka memberikan cucu dan cicit untuk kita.”


“Aamiin..aamiin yarobbal’alamin semoga Allah memberikan kita kesehatan dan usia yang panjang. Bisa mendampingi anak-anak kita kelak tumbuh dewasa dan bermanfaat untuk banyak orang, negara dan agama kita.”


“Aamiin.., mudah-mudahan sayang. Atas izin Allah insya Allah kita bisa mendampingi mereka. Apa kamu suka sayang dengan pemandangan senja sore ini?”


“Alhamdulillah aku suka mas hamparan laut yang tenang ciptaanNya dengan senja yang menghiasi langit sungguh indah ciptaanNya. Subhanallah. Terimakasih mas untuk pertama kalinya aku bisa berdiri di atas kapal pesiar menyaksikan keagungan ciptaanNya.”


“Jika kamu ingin sering menyaksikannya dengan senang hati mari kita berlayar kemanapun kamu mau sayang.”


“Tidak mas, tiga hari ini sudah cukup aku merasakannya. Kamu harus ingat mas akan kewajibanmu menjalankan amanah Perusahaan-Perusahaan yang kamu kelola. Dan kehidupan anak-anak kita yang terus bertumbuh dan harus mengenal dunia. Apa jadinya jika kita tersu berlayar?” Nayla terkekeh dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


“Jadinya akan banyak Nayla dan Rion junior, sayang.” Orion tertawa kecil membayangkan banyaknya anak yang terlahir di rahim Nayla. Tanpa sadar Orion mengitarakan keinginannya.


“Mas masih ingin aku mengandung banyak anakmu? Dengan senang hati aku mengandung benihny mas jika kamu mengizinkan.”


“Big No sayang. Sudah cukup anak ketiga kita penutup anak terakhir yang terlahir dari rahimmu. Mas tidak ingin serakah. Sudah memilikimu dan anak-anak kita sudah menjadi kebahagian luar biasa untuk mas sayang. Mas tak ingin karena keserakahan mas membuatmu mengorbankan nyawa untuk ke sekian kalinya. Jangan pernah lagi kamu melakukan hal besar tanpa izin mas sayang. Mas mohon mengertilah betapa mas takut kehilanganmu.”


“Insya Allah aku tidak akan mengulanginya lagi mas. Tapi satu hal yang perlu mas ingat. Ada satu kekuatan yang tidak bisa ditolak oleh manusia manapun. Yaitu kekuatan Allah yang memiliki kehidupan hambanya. Yakinlah mas, Allah melindungi hambanya saat berjuang melawan rasa sakit saat melahirkan. Kodratnya kami para wanita untuk melahirkan anak. Ada Allah yang melindungi dan memberi kekuatan kepada aku untuk melahirkan anak-anak kita sayang.” Ucap Nayla dengan senyum termanis menatap Orion dengan kedua tangan di kalungkan ke leher Orion.


“Terimakasih sayang kamu mengingatkan mas untuk yakin akan jaminan hambanya yang berjuang dijalanNya. Maafkan mas yang terlalu meyakini ego diri.”


“Aku bahagia memiliki lelaki yang tak sungkan meminta maaf dan berterimakasih. Tapi ada hal yang tak perlu mas minta maaf. Memohon maaflah kepada sang Penciptaku mas. Aku ada karena atas izin Allah.”


Orion yang spechless dan terharu tak menjawab ucapan Nayla lagi namun malah mencium Nayla dibawah senjanya sore dan di tengah lautan luas nan indah dengan hembusan angin sejuk.


**


“Nay mau kemana?”


“Mau masuk La, sebentar lagi maghrib. Mas Rion menyuruhku masuk terlebih dahulu, pamali katanya lagi hamil sareupna (waktu menuju maghrib) di luar.”


“Aah bilang aja om Rion yang bucin tingkat dewa mau ***-*** lagi sebelum maghriban.” Cerocos sembarang Adinda


“Ekhem..,” Orion datang di waktu tidak tepat lagi di saat Adinda meledek dirinya


“Eeh om..,” ucap Adinda dengan wajah sudah pucat karena tertangkap membicarakan Orion kembali

__ADS_1


Sedangkan Nayla dan ketiga sahabat lainnya menahan tawa melihat Adinda yang pucat dan gugup.


“Maaf kali ini saya bawa Nayla masuk. Ada urusan mendesak sebelum maghriban.” Ucap Orion menyindir ucapan Adinda dengan wajah datar dan tanpa ekspresi.


Blush pipi Nayla merah merona berbeda dengan ketiga sahabatnya yang tidak kuat ingin tertawa. Orion menggenggam tangan Nayla membawa Nayla masuk.


“Mas suka banget bikin orang terintimidasi.”


“Bukan mas yang suka gitu sayang. Teman kamu yang hobi bicara frontal di belakang. Jangan terpancing untuk mengatakan hal privasi tentang kita sayang.” Ucap Orion dengan penuh kelembutan


“Memang aku suka kepancing dan keceplosan?”


“Hmm nggak inget di depan papah mamah kamu pernah bilang apa.”


Nayla malah tertawa terbahak. “Maaf..maaf mas. Kanyeunyeurian (merasa sakit hati) gitu kamu mas. Masih inget aja.”


“Enggak gitu sayang. Kadang kamu terlalu polos untuk mengatakan hal privasi yang terlalu intim untuk kita.” Orion sempat-sempatnya berbisik dengan sentuhan tangan sensual ke punggung Nayla


“Aah.., mas jangan mulai.”


Orion malah tertawa karena niatnya hanya menggoda tapi Nayla malah mengeluarkan suara merdunya saat mend*esah.


Wah hadiahnya udah mau 20.000 tapi sayang VOTE nya masih 300an. Miss crazy up kalau 20.000 plus VOTE 500 yaw 🤭


Btw karena Novel couple NARI (Nayla Rion) akan segera tamat ramaikan NOVEL KEDUA MISS dong misstizen

__ADS_1


"CEO KEJAM PENOREH & PENYEMBUH LUKA" Miss Up juga tuh KENCENGIN LIKE, VOTE, HADIAH dan ramaikan KOMENnya ya di sini dan di sana. Klik profil miss aja untuk baca novel keduanya.


__ADS_2