Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
137 Ekstra Part 1


__ADS_3

“Ayah di mana.., ayah...,” Nayla menangis terisak tak mendapati Orion di sampingnya saat terbangun. Kehamilan keempat Naynia ini benar-benar mimpi indah yang menjadi kenyataan bagi Orion tak sedikitpun Nayla ingin berjauhan dengannya. Walau kadang Orion merasa kewalahan namun Orion tidak mempermasalahkannya.


Nayla tak bisa melihat Orion jauh sedikit saja darinya hingga usia kandungannya enam bulan saat ini. Nayla sering ikut kemanapun Orion pergi. Orion tak bisa membiarkan Nayla sering menangis karena berjauhan dengan dirinya. Untuk itu Orion membawa kemanapun dirinya pergi. Sekalipun bertemu klient. Namun Orion harus menerima resiko yang paling dia benci. Tatapan para klient nakal yang tak bisa selalu Orion larang melihat istri cantik nan seksinya.


“Sayang ayah di sini. Ayah tadi ke kamar Fakhri sebentar. Fakhri menangis mungkin bermimpi.” Orion mendekap Nayla erat ke pelukannya mengelus punggung Nayla setelah berada di ranjang. Jam masih menunjukkan lukul dua malam. Nayla akan terbangun jika merasa ranjang di sebelahnya kosong walau Orion hanya di kamar mandi. “Kita istirahat lagi ya.”


Nayla mengangguk, Orion pun memeluk Nayla dengan mengelus-elus perutnya yang berbaring agak miring ke belakang.


“Sayang,” panggil Orion


“Iya yah.”


“Besok ayah harus ke lapangan proyek. Hanya sebentar. Ayah nggak bisa ajak ibu ke sana. Karena situasi yang tidak memungkinkan di sana. Enggak apa-apakan?”


“Berapa lama ayah di sana?”


“Hanya dua sampai tiga jam. Ayah pergi agak siangan pukul sembilan. Perjalanan memakan satu jam.jadi pulang pergi memakan waktu lima jam. Sore ayah sudah di rumah.”


“Benar ya jangan kelamaan. Ibu benar-benar nggak bisa mengendalikan perasaan rindu ibu saat berjauhan dengan ayah.”


“Iya sayangku. Anak ayah besok ayah tinggal sebentar ya. Jangan membuat ibumu kesakitan ataupun menangis. Ayah hanya pergi sebentar.” Orion berpindah posisi mensejajarkan wajah dengan perut bulat Nayla, mengelus, memberi kecupan dan mengajak sang anak berkomunikasi.


Keesokkan harinya Nayla seperti biasa melakukan tugasnya menjadi istri dan ibu. Namun tidak se full sebelumnya Fariz dan Freya mulai mandiri mereka tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tidak selalu bergantung kepada Nanny atau maid lainnya jkka mampu. Nayla dan Orion berhasil mendidik anak kembarnya menjadi anak yang cerdas namun tetap sederhana. Berbeda dengan Fakhri yang memiliki karakter berjiwa bebas, harus selalu di pantau maid. Karena meleng sedikit ada saja tingkahnya yang membuat kacau entah itu barang hancur atau kekacauan lainnya. Fakhri selalu penasaran dengan apa yang dilihatnya. Pernah sekali Fakhri melihat salah satu tukang kebun menggunakan motor matic, ia yang cerdas seperti kakaknya memperhatikkan sang tukang cara menyalakan motor, dan berhenti.


Saat motor terparkir maid yang meleng sedikit sudah mendapati Fakhri di atas motor matic. Dengan segera maid dengan bantuan keamanan menggendong paksa Fakhri yang memberontak dan berteriak. Sejak saat itu Orion dan Nayla fokuskan keamanan kepada Fakhri. Nayla juga meminta Orion menyalurkan minat Fakhri yang cinta alam ke sekolah alam.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga. Anak-anak sudah berada di kediaman Nayla Orion lagi. Namun sang kepala rumah tangga belum juga tampak.Seperti janjinya Orion akan sampai pukul dua tpi sudah telat satu jam Orion juga belum pulang Nayla mulai uring-uringan menahan diri untuk tidak menangis.


“Ibu sedang menunggu ayah?” Tanya Fariz yang saat ini berusia enam tahun

__ADS_1


“Iya sayang, ayahmu janji pulang cepat tapi belum juga pulang. “


“Ayo kita tunggu ayah dengan duduk bu. Kasian kaki ibu yang mulai membengkak." Fariz mengenggam tangan kanan Nayla menuntunnya duduk di sofa karena sejak tadi Nayla bolak-balik berdiri menunggu Orion. Fariz kecil yang dewasa dan mandiri selalu menjadi penenang sang ibu bahkan ayahnya Orion di saat Fariz melihat sang ayah tak seperti biasanya. Fariz sangat peka terhadap keadaan disekelilingnya.


“Terimakasih sayang, bisa coba telepon ayahmu lagi? Sejak tadi panggilannya tidak diangkat. Ibu khawatir dan merindukan ayahmu” Ucap Nayla lirih dengan mata sudah berkaca-kaca


“Baik bu,” satu tangan Fariz mencoba menghubungi Orion satu tangan lagi mengelus punggung Nayla. Fariz rasa itu bisa menenangkan sang ibu, ia juga sering melihat Orion melakukannya.


Fariz menggeleng, "tidak diangkat bu.”


Nayla menghela napas, air mata terjatuh begitu saja di pipinya.


“Ibu sayang jangan menangis, ayah sepertinya sedang diperjalanan. Sabar ya bu.” Fariz kecil menghapus air mata Nayla di pipinya


“Aaargh..., sudah dek jangan kejar teteh.” Teriak Freya yang sedang dikejar Fakhri dari arah ruang keluarga ke ruang tamu tempat Nayla dan Fariz berada. Saat Freya berhenti Fakhir menubruk badan Freya keduanya saling bertatapan melihat Nayla yang menangis terisak sedang dipeluk Fariz sang kakak. Freya yang hatinya sama lembut dengan Nayla mendekat.


“Ibu kenapa?” Tanya Freya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Sedangkan Fakhri ikut mendekat dan memeluk Nayla juga.


Freya ikut memeluk Nayla juga.


“Eya sayang ibu, jangan menangis bu.” Freya melarang Nayla menangis namun dirinya juga ikut menangis.


Tak lama suara sepatu bersentuhan dengan lantai lari tergopoh-gopoh.


“Assalamua’alaikum..,sayang.” Ucap Orion dengan sedikit berteriak dengan tergopoh-gopoh. Suara deru mobil Orion tidak terdengar karena Orion menggunakan mobil online. Orion terlambat pulang karena ban mobilnya tiba-tiba kempes. Dan terpaksa memesan mobil online. Ditambah macetnya jalanan. Walau bisa saja Orion menunggu jemputan supir dari mobil miliknya yang lain tapi akan memakan waktu lagi.


“Walaikumsalam, Ayah.., “ teriak ketiga anak Orion yang melihat kedatangan Orion menyambut ketiga anaknya yang menghampiri dirinya


Orion menangkap tubuh Freya yang menubruknya dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh ketiga anaknya. “Mengapa menangis sayang?” Orion menghapus air mata di pipi chubby Freya

__ADS_1


“Ibu menangis.” Orion yang sangat menyayangi Freya menggendong Freya dan membawanya mendekat ke Nayla. Sedangkan Fakhri dan Fariz yang menyalami dirinya mengikuti dari belakang. Kedua anak lelakinya memang tidak manja dan cukup mandiri. Sudah tak ingin digendong apalagi agak sulit hanya untuk diberi kecupan.


“Sayang maafkan ayah pulang terlambat.” Orion mendudukkan Freya di samping Nayla dan berlutut di hadapan Nayla yang masih menangis terisak menutupi wajah dengan kedua tangannya membawa Nayla dalam dekapannya


“Kenapa pulang terlambat, ayahkan janji pulang tepat waktu.” Ucap Nayla masih dengan siakan dipelukan Orion


“Mobil yang dikendarai Dirga tiba-tiba kempes sayang. Ayah harus menunggu mobil online ditambah macetnya jalanan Jakarta. Sudah jangan menangis lihat Freya ikut menangis.”


Nayla melepas pelukan Orion menghapus air matanya. “Maafkan ibu ya sayang, ibu hanya merindukan ayah saja.” Kali ini Nayla yang menenangkan Freya sejak tadi Nayla tak mengatakan apapun karena ia tak bisa mengendalikan isakannya


“Terimakasih anak-anak ayah, ayah bangga kepada kalian mendampingi ibu saat menunggu ayah.” Orion mengusap pucuk kepala Fakhri, Freya, dan Fariz. Bahkan mengecup kening Freya yang masih mau dikecupnya. Freya sama dengan Nayla sangat menyukai perlakuan ayahnya Orion saat mengusap rambut dan mengecup keningnya.


Orion juga tidak sungkan untuk meminta maaf, berterimakasih dan mengatakan tolong kepada anak-anaknya. Orion mendidik ketiga anaknya dengan cara dia bertindak agar mereka mencontoh dirinya. Dan itu telah tertanam kepada ketiga anaknya tampa diperintah ataupun diajari. Keluarga memang madrasah pertama untuk seorang anak. Untuk itu mereka lebih cepat melaksanakan dan mencontoh orang tuanya. Untuk itu berhati-hatilah dalam bertindak dan berucap karena mereka merekam apa yang terlihat dan terdengar saat di usia emas mereka / golden age. Di usia kanak-kanak otak mereka berstimulasi lebih cepat dan tanggap. Maka jika sang orang tua bertengkar jangan sampai di hadapan orang tua. Mungkin tidak semua anak merespon perkelahian namun tanpa kita sadari mental mereka telah kena dengan apa yang dilihat dan didengarnya karena mereka tak dapat mengutarakan isi hati mereka.


“Sama-sama yah.” Jawab ketiganya kompak dan Freya berhambur kepelukkan Orion.


“Sekarang kalian masuk ke kamar kalian bersihkan diri dan kita sholat maghrib berjamaah ya.” Ucap Orion kepada anak-anaknya


“Baik, yah.” Ketiga anak Orion pun menuruti perintah Orion


“Maaf ya sayang.” Orion mengecup kening dan mencium sekilas bibir Nayla. Nayla berhambur kepelukan Orion.


“Ibu sangat merindukan ayah.”


“Iya sayang, ayah juga sangat merindukanmu.” Orion membalas peukan Nayla dengan mengecup pucuk kepala Nayla menggendong Nayla ala bridal ke kamar mereka untuk beristirahar sejenak sebelum membersihkan diri dan sholat berjamaah. Nayla mengalungkan tangannya ke leher Orion.


Miss masih terharu loh sama misstizen yang merindukan couple NARI (NAyla Rion)


Nih miss tepati janjinya karen komennya ramai miss kasih beberapa ekstra partnya. Setelah ekstra part miss buat cerita FREYA dahulu di Season dua di novel ini TAPI jangan lupa LIKE, VOTE & KOMENNYA

__ADS_1


DUKUNG NOVEL kedua miss juga ya "CEO PENOREH DAN PENYEMBUH LUKA" 🤭


__ADS_2