
Setelah sampai kediaman kedua baby Nayla menangis bergantian, Orion yang akan melampiaskan kemarahannya menahan karena Nayla menyusui kedua babynya secara langsung di kiri dan kanan.
Orion cukup tersentuh tiap kali Nayla melakukan hal itu, rasa kesal dan marahnya memudar. Orion mengingat kata sang mamah untuk sedikit memberikan ruang me time untuk Nayla. Namun Orion tidak bisa membenarkan tindakan gegabah Nayla yang membawa serta merta kedua anaknya ke tempat umum tanpa izin darinya.
Setelah 15 menit Nayla menyesui kedua buah hatinya hingga terlelap. Orion membantu memindahkan Freya ke box bayi di ruangannya dan Nayla memindahkan Fariz.
Baru saja Orion akan berbicara kepada Nayla saat memasuki kamar utamanya lagi, Nayla dengan segera menghindar sementara. “Mas aku membersihkan tubuh dahulu ya, lengket sekali.” Ucap Nayla berusaha setenang mungkin seolah tidak melakukan kesalahan apapun
Orion hanya menghela napas berat. Karena Orion ingin memberi wejangan dan peringatan untuk Nayla dia memilih mandi di kamar sebelah yang disediakan untuk Arga dahulu, agar setelah Nayla selesai mandi ia pun telah selesai.
Hanya lima belas menit Orion sudah segar dengan setelan tidurnya menunggu Nayla di sofa depan ranjang king sizenya. Sedangkan Nayla baru tiga puluh menit menyelesaikan mandinya. Kebiasaan Nayla tidak membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi, Nayla akan berganti di walk in closet. Nayla selalu keluar dengan handuk kimononya.
“Mas sudah mandi?”
“Kelihatannya,” Orion hanya menengok sekilas ke Nayla dengan ekpresi datar dan dingin. Nayla pun tidak ambil pusing, masuk ke walk in closet untuk menggunakan dress tidur busui friendly. Nayla kira Orion akan tetap duduk di sofa namun saat dirinya membuka handuk kimono. Orion memeluknya dari belakang dengan keadaan Nayla yang polos tanpa apapun.
“Mas jangan gini, aku malu.”
“Kenapa malu mas sudah sering melihatnya,” Orion sengaja memeluk Nayla dari belakang dalam keadaan tanpa busana untuk memastikkan perut Nayla yang sedikit membuncit apakah masih terasa kencang dan keras saat dalam keadaan berdiri.
“Iya tapi enggak dalam keadaan seperti ini mas.” Orion tidak merespon ucapan Nayla, Orion malah menyembunyikan wajah di ceruk leher Nayla dan mengekus lembut perut Nayla.
“Dalam keadaan seperti ini perutnya memang menonjol, mengeras dan terasa kencang. Apa benanr ada benihku yang tumbuh kembali. Tapi Nayla tak mengatakan apapun, apa Nayla juga tidak menyadarinya. Dia tak merasakan morning sickness hanya beberapa keinginannya yang makan sembarangan dan mangga muda.” Batin Orion dengan berbagai pemikiran
__ADS_1
“Mas sudah, aku mau memakai pakaian, dingin.” Orion pun melepaskan pelukannya tanpa berkata apapun dan melangkah keluar Walk in closet. Nayla keheranan dengan sikap Orion. Nayla pikir sikap Orion tadi telah memaafkannya dan tidak marah. Namun sikapnya barusan kembali dingin.
Ketika Nayla memasuki kamar utama kembali. Orion yang sudah berada di sisi kiri ranjang menatap tajam Nayla. Pertama kalinya Orion menatap tajam Nayla.
“Kenapa melihatnya seperti itu mas?”
“Kamu nggak merasa memliki salah?”
Nayla menghela napas, “iya aku minta maaf mas, nggak izin keluar. Tapi itukan cuman ke depan taman loh mas. Entahlah aku ingin makan bakso banget, kalau izin kamu dahulu lama belum tentu langsung kamu angkatkan.” Dengan keras kepalanya Nayla membela diri merasa tak bersalah apa yang dilakukannya
“Apa saya terlalu memanjakan kamu hingga kamu berani melanggar aturan saya?” Orion berada dalam mode marah jika dirinya sudah memanggil kata saya dna kamu
“Maksud mas gimana? Mas nggak ikhlas dengan apa yang mas lakukan kepadaku? Kenapa semarah ini hanya karena aku ingin memakan bakso di taman secara langsung?” Kehamilan Nayla sekarang memang tidak membuat Nayla mudah menangis namun keras kepala dan tak ingin disalahkan
“Tadi kan aku sudah bilang iya aku salah keluar tanpa izin. Hanya karena izinkan?”
“Bukan hanya soal izin, kamu juga hampir membahayakan kedua anakku, membawa mereka serta merta hanya untuk memenuhi keinginanmu yang nggak jelas.”
“Apa kamu bilang? Siapa yang membahayakan kedua anakku? Aku?? Kamu pikir aku ibu yang tega membiarkan anaknya dalam bahaya? Dan apa tadi keinginan nggak jelas??? Kamu pikir aku mau merasakan keinginan-keinginan yang menyiksa saat menahannya jika bukan karena anakmu.” Nayla tak sadar dengan ucapannya karena emosi
“Anak?? Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti.”
“Sudahlah saya cukup lelah ingin beristirahat terserah jika kamu mau berpikir saya membahayakan anakku. Mereka juga anakku bukan hanya anakmu, lain kali hanya aku yang akan pergi. Satu hal yang bisa aku simpulkan dari ucapanmu, kamu tak ingin kedua anakku dalam bahayakan? Hanya kedua anakku, jadi mulai saat ini jangan pernah sekalipun pengawal-pengawalmu mengikutiku kemanapun. Karena bahaya hanya akan mendekati kedua anakku bukan aku.” Walau Nayla emosi namun dia tetap menjaga nada bicaranya tidak bernada tinggi atau membentak Orion berbeda dnegan Orion yang meninggikan nada suaranya.
__ADS_1
“Kenapa kamu jadi keras kepala seperti ini Nayla?” Orion yang naik pitam membentak Nayla. Nayla yang sejak tadi mempertahankan egonya akhirnya menangis cairan bening menetes tanpa diminta
“Kamu tanya kenapa? Kamu lihat dirimu sendiri mulai berani membentakku sejak tadi.” Ucap Nayla dengan terisak, Nayla pun keluar dari kamar dan mengunci diri di kamar Arga.
Orion mengusap kasar wajahnya. “Aaarrghh..., ada apa denganku bisa semarah ini kepada Nayla, aku tak mengerti perubahan Nayla saat ini.”
Semalaman Orion ataupun Nayla tidak tidur mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Nayla memutuskan akan bersikap cuek, karena ia kira Orion sudah tidak peduli padanya, Orion hanya memikirkan keselamatan kedua bayinya tidak dengan dirinya. Berbeda dengan pemikiran Orion, Orion memang salah menyampaikan maksudnya yang memang khawatir akan keselamatan ketiga orang yang dicintainya. Dan setiap puzzle waktu ke waktu sikap aneh dan keinginan aneh Nayla yang tiba-tiba Orion memutuskan hari ini akan membawa Nayla ke dokter obgyn tanpa Nayla ketahui. Nayla akan tahu saat dirinya sudah berada di sana.
Untuk kedua baby twins Orion menitipkan kepada kedua baby sitter. Karena Nayla yang rajin menyetok ASI di frezeer khusus ASI, mempermudah pada baby sitter memberi susu kepada Fariz dan Freya.
Orion membuka pintu kamar Arga dnegan kunci cadangan, ternyata Nayla tertidur tanpa menggunakan selimut dan memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangannya. Nayla baru tertidur setengah jam sebelum Orion datang. Hal ini Orion jadikan kesempatan. Orion memakaikan cardigan berhoodie di tubuh Nayla agar rambut legam Nayla tidak terlihat hoodie dipasangkan.
Nayla yang memang sudah sangat lelah tidur nenyak tanpa terganggu oleh kegiatan Orion memakaikan cardigan berhoodie. Orion menggendong Nayla ala bridal ke mobil yang sudah disiapkan. Jam menunjukkan pukul delapan pagi. Namun dengan kekuasaan Orion dokter obgyn yang jadwalnya pukul sepuluhpun bisa dimajukan khusus untuk melayani sang istri tercinta.
Miss double up kan 🤭
VOTE nya dong SELAGI HARI SENIN.
VOTE miss dari VOUCHER MEMBACA kamu
dan HADIAH BUNGA dari POIN yang kamu miliki
Tinggal Klik Klik satu KLIK misstizen berarti untuk miss 🤭🤗🙏🏻
__ADS_1